backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

8 Cara Menghilangkan Selulit yang Mengganggu

Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro · General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Ilham Fariq Maulana · Tanggal diperbarui 04/07/2022

    8 Cara Menghilangkan Selulit yang Mengganggu

    Selulit adalah masalah kulit yang umum terjadi. Kondisi ini dahulu sulit diatasi, padahal bisa menggagu penampilan. Untungnya, kini ada teknologi yang digunakan sebagai cara menghilangkan selulit.

    Anda juga bisa mencoba perawatan lainnya untuk membantu menyamarkan selulit. 

    Cara menghilangkan selulit

    Selulit adalah perubahan tekstur kulit yang menjadi bergelombang dan tidak rata.

    Kondisi ini biasanya terjadi pada bagian kulit yang memiliki lemak berlebih, seperti paha, pantat, dan perut

    Selulit sering disamakan dengan stretch mark ini, padahal keduanya berbeda. 

    Struktur jaringan ikat di bawah lemak memang menentukan apakah daerah tersebut memiliki penampilan yang halus atau bergelombang. 

    Namun, selulit bisa juga disebabkan oleh infeksi bakteri, sedangkan stretch mark tidak. 

    Nah, di bawah ini berbagai cara menghilangkan selulit yang bisa Anda lakukan. 

    1. Terapi laser

    Cara menghilangkan selulit yang sering digunakan adalah terapi laser.

    Prosedur yang juga disebut sebagai Cellulaze ini memanfaatkan probe laser yang diarahkan ke bawah kulit yang telah disayat. 

    Sinar laser tersebut nantinya memecah jaringan ikat di bawah kulit yang merupakan penyebab selulit. Terapi ini juga membantu menebalkan kulit.

    Kulit yang menipis sering membuat selulit terbentuk. Penebalan kulit membantu mengurangi kemunculan selulit. 

    Terapi laser memang dapat mengurangi selulit dan hasilnya dapat bertahan hingga satu tahun atau lebih.

    Meski begitu, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui manfaat dan efek samping dari cara penghilang selulit yang satu ini. 

    2. Terapi gelombang akustik 

    mengatasi selulit menghilangkan selulit secara alami

    Selain memanfaatkan laser, ada terapi gelombang akustik (acoustic wave therapy) yang dapat mengatasi selulit. 

    Pada saat terapi ini dilakukan, dokter kulit atau ahli kecantikan akan mengoleskan gel pada kulit yang mengalami selulit.

    Setelah itu, mereka akan menggunakan transduser sebagai alat untuk mengirimkan gelombang suara ke tubuh untuk memecah selulit.

    Metode ini mungkin memerlukan beberapa sesi sebelum jumlah selulit benar-benar terlihat berkurang. 

    3. Subcision

    Cara menghilangkan selulit yang satu ini umumnya akan menggunakan jarum untuk dimasukkan tepat di bawah kulit yang mengalami selulit.

    Hal ini bertujuan untuk memutuskan pita keras di bawah kulit yang menjadi penyebab selulit. 

    Anda tidak perlu khawatir karena selama prosedur berlangsung dokter akan memberikan obat bius lokal.

    Meski cukup efektif mengurangi jumlah selulit, subcision berisiko menimbulkan efek samping pada area selulit, yakni: 

    • edema (pembengkakan),
    • rasa nyeri, dan 
    • tampak memar.

    4. Cryolipolysis

    Cryolipolysis (coolsculpting) adalah cara menghilangkan selulit dengan menggunakan suhu dingin untuk memecah sel lemak.

    Sel lemak cukup rentan terhadap suhu dingin, tidak seperti jenis sel lainnya. Jika sel lemak membeku, kulit dan struktur lainnya pun akan terhindar dari cedera.

    Setelah melakukan prosedur ini, sel lemak yang menyebabkan selulit akan berkurang dalam waktu 4 – 6 bulan.

    Itu sebabnya, jumlah selulit pun ikut berkurang meskipun tidak hilang sepenuhnya.

    5. Krim dan losion tertentu

    Dilansir dari American Academy of Dermatology, krim dan losion yang mengandung kafein dapat menjadi cara menghilangkan selulit.

    Pasalnya, produk yang mengandung kafein dapat mengeringkan sel yang membuat selulit tidak terlalu terlihat. 

    Meski begitu, Anda harus menggunakan krim setiap hari sesuai aturan agar hasilnya optimal.

    Selain kafein, krim yang mengandung 0,3% retinol mungkin juga memiliki efek yang tidak jauh berbeda. Retinol dapat membantu menebalkan kulit sehingga jumlah selulit pun berkurang.

    6. Olahraga

    olahraga ringan saat puasa

    Kombinasi diet dan olahraga untuk mengatasi selulit dapat mengurangi lapisan lemak di bawah kulit. Dengan begitu, selulit menjadi tidak begitu terlihat. 

    Begini, olahraga membantu menjaga kadar lemak tetap rendah dan meningkatkan sirkulasi darah. 

    Nah, peningkatan sirkulasi darah akan menjaga kesehatan kulit dan jaringan ikat, serta membantu mengurangi limbah dan retensi cairan berlebih. 

    7. Pola makan sehat

    Bila olahraga membantu meningkatkan sirkulasi darah, pola makan yang sehat membantu mengurangi lapisan lemak di bawah kulit. 

    Dengan begitu, selulit pun menjadi tidak begitu terlihat. Diet yang sehat juga membuat kulit dan jaringan ikat tetap kuat, sehat, dan lebih kenyal. 

    Selain itu, minum air putih yang cukup juga membantu mencegah terjadinya penumpukan cairan yang dapat memperparah tampilan selulit

    8. Meminum peptida kolagen

    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa suplemen peptida kolagen bioaktif tertentu berpotensi memiliki efek menghilangkan selulit.

    Dalam sebuah studi terbitan jurnal Medicinal Food (2015), peneliti memisahkan 105 peserta wanita berusia 24 – 50 tahun.

    Mereka diminta mengonsumsi 2,5 gram peptida kolagen setiap hari selama 6 bulan. 

    Hasil riset menunjukkan bahwa peserta yang rutin mengonsumsi suplemen peptida kolagen mengalami pengurangan selulit dan peningkatan ketebalan kulit.

    Ini karena kolagen tambahan dapat membantu memperbaiki pita kolagen yang rusak karena selulit.

    Kesimpulan

    • Selulit dapat disebabkan oleh penumpukan lemak di bawah kulit dan infeksi bakteri.
    • Ada beragam cara menghilangkan selulit dari tindakan medis hingga perubahan gaya hidup.
    • Sebelum menjalani perawatan untuk mengurangi selulit, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit.

    Catatan

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Patricia Lukas Goentoro

    General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


    Ditulis oleh Ilham Fariq Maulana · Tanggal diperbarui 04/07/2022

    advertisement iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    advertisement iconIklan
    advertisement iconIklan