Stretch Mark di Bahu Mengganggu Penampilan? Begini Cara Mudah Mengatasinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 12 Februari 2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Mendengar kata stretch mark, Anda mungkin langsung terbayang dengan garis-garis yang sering muncul di bawah perut, paha, atau pinggul. Namun, perlu diketahui bahwa stretch mark ternyata tidak hanya bisa muncul di tubuh bagian bawah, tapi bisa juga di tubuh bagian atas seperti bahu. Anda pasti bertanya-tanya, apa penyebab stretch mark di bahu dan bisakah dihilangkan? Yuk, cari tahu lebih lengkapnya lewat ulasan berikut ini.

Apa itu stretch mark?

menghilangkan stretch mark di peerut saat hamil

Stretch mark adalah garis atau guratan yang panjang, tipis, dan lebih menonjol keluar dibandingkan permukaan kulit lainnya. Maka ketika Anda menyentuhnya, akan terasa seperti goresan atau kulit yang tidak rata. Warna dari stretch mark itu sendiri ada yang berwarna merah, tapi biasanya akan memudar menjadi berwarna putih.

Kondisi ini memang merupakan masalah yang sangat umum pada wanita, terlebih bagi mereka yang sudah melahirkan. Namun jangan salah, baik pria maupun wanita sama-sama bisa mengalami stretch mark di bagian tubuh mana saja, lho! Salah satunya stretch mark di bagian lengan dan bahu.

Stretch mark biasanya muncul pada bagian kulit yang menyimpan lemak seperti perut, paha, pinggul, payudara, bokong, dan punggung bagian bawah. Namun, guratan tipis ini ternyata juga bisa muncul di bahu dan sering kali mengganggu penampilan.

Apa penyebab stretch mark di bahu?

olahraga anaerobik

Pada dasarnya, penyebab stretch mark terjadi ketika kulit tidak lagi tumbuh atau merenggang secara normal. Hal ini biasanya disebabkan oleh kehamilan, penambahan atau penurunan berat badan yang drastis, hingga faktor pubertas.

Nah, Anda tentu jadi bertanya-tanya, jika stretch mark di perut seringnya muncul karena kehamilan, lantas, apa penyebab stretch mark di bahu?

Penyebab stretch mark di bahu sebetulnya tak jauh berbeda dengan penyebab stretch mark yang muncul di bagian tubuh lainnya. Ya, ini disebabkan oleh pertambahan massa otot atau lemak yang begitu cepat, baik karena olahraga yang intens atau penambahan berat badan yang drastis.

Ketika massa otot atau lemak di bahu bertambah, kolagen yang ada di kulit akan semakin sulit mempertahankan elastisitasnya supaya tidak meregang. Semakin cepat pertambahan massa otot dan lemak di area bahu, maka kulit akan mudah meregang dan menimbulkan bekas luka yang disebut stretch mark.

Sebelum stretch mark muncul di bahu, kulit Anda biasanya akan terlihat tipis dan berwarna merah muda. Kulit tampak mengkerut dan garis-garis kulit yang terangkat cenderung berwarna kemerahan atau kecokelatan. Seiring berjalannya waktu, garis-garis tadi akan memudar dan berubah menjadi putih. Nah, inilah yang kita sebut dengan stretch mark.

Cara mengatasi stretch mark di bahu

krim racikan dokter

Walau sering tertutup oleh pakaian, stretch mark di bahu tetap saja mengganggu penampilan dan membuat kita kurang percaya diri. Sayangnya, memang sampai saat ini belum ada satupun cara khusus yang bisa menghilangkan stretch mark secara permanen.

Namun tenang dulu! Stretch mark di bahu perlahan akan memudar seiring berjalannya waktu, kok. Selain itu, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah stretch mark di bahu, yakni:

1. Perhatikan intensitas olahraga

Olahraga yang terlalu intens atau diforsir merupakan penyebab stretch mark di bahu yang paling umum. Untuk mencegah supaya tidak terjadi, sebaiknya perhatikan intensitas olahraga yang Anda lakukan.

Semakin cepat pertumbuhan otot di area lengan dan bahu, maka risiko munculnya stretch mark akan semakin besar. Kuncinya adalah jangan paksakan diri Anda untuk menumbuhkan otot di area lengan dengan cara cepat.

Jika Anda terbiasa mengangkat beban yang berat, coba ganti dengan angkat beban yang lebih ringan tapi dilakukan secara rutin. Tujuannya supaya otot-otot tubuh Anda tumbuh secara perlahan, tidak meregangkan kulit, dan menurunkan risiko stretch mark di bahu.

2. Jaga berat badan

Berat badan naik atau turun dratis juga menjadi penyebab stretch mark di bahu yang umum di masyarakat. Maka itu, kunci terpenting untuk mencegah stretch mark di bahu adalah perhatikan massa otot dan lemak tubuh Anda sendiri. Jangan sampai otot lengan atau bahu Anda bertambah besar dalam waktu singkat, ya.

Hindari juga menggunakan suntik steroid untuk membesarkan otot. Meski dapat membentuk otot dan meningkatkan kemampuan fisik, steroid juga dapat menghentikan pertumbuhan kulit sehingga nantinya justru menimbulkan stretch mark di bahu.

3. Penuhi asupan vitamin dan mineral

Untuk menyamarkan stretch mark yang telanjur muncul di bahu, pastikan untuk selalu makan makanan yang bergizi. Khususnya makanan yang mengandung zinc, antioksidan, dan vitamin.

Selain itu, perbanyak juga konsumsi buah-buahan dan sumber protein seperti ayam atau kacang-kacangan. Kandungan proteinnya akan membantu membangun otot tubuh dengan cara yang lebih sehat tanpa menimbulkan stretch mark.

4. Pakai pelembap

Penggunaan krim atau pelembap memang tidak akan menghilangkan stretch mark secara permanen. Namun setidaknya, pelembap yang dipakai secara rutin bisa membantu menghaluskan dan melenturkan kulit. Ada baiknya, gunakan pelembap yang mengandung vitamin A, vitamin E, atau cocoa butter supaya kulit tetap lentur dan sehat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

9 Cara Jitu untuk Mengusir Semut Bandel di Rumah

Setiap rumah pasti ada semutnya. Apalagi rumah yang kotor. Jangan panik dulu, air lemon ternyata bisa jadi cara mengusir semut di rumah yang terjamin ampuh.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Ragam Makanan dengan Kandungan Bakteri yang Baik untuk Usus

Tubuh kita membutuhkan bakteri dalam usus untuk menjaga fungsinya. Cari tahu makanan yang baik untuk usus dalam artikel berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan Pencernaan 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

7 Panduan Memotong Kuku dengan Benar

Salah cara memotong kuku sering memicu cantengan dan infeksi jamur kuku. Bagaimana cara gunting kuku yang aman? Ikuti panduan ini!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Kulit, Perawatan Kuku 23 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Penyebab dan Cara Ampuh Mengatasi Hidung Tersumbat Alias Mampet

Hidung tersumbat alias mampet bisa sangat mengganggu bahkan membuat sakit kepala. Jangan dulu putus asa, simak cara mengatasi hidung tersumbat berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Flu, Kesehatan Pernapasan 22 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit



Direkomendasikan untuk Anda

ciri dan gejala infeksi parasit

Mengenal Jenis-Jenis Parasit dan Penyakit Infeksi yang Disebabkannya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
tidak enak badan

6 Cara Mengurangi Rasa Tidak Enak Badan saat Demam

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
makan makanan yang sama

Sehatkah Kalau Makan Makanan yang Sama Terus Setiap Hari?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
tidak bisa kentut susah kentut

Tiba-Tiba Susah Kentut? Tak Perlu Pusing, Begini Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit