Beragam Pilihan Obat Asma Alami yang Bisa Ditemukan di Dapur Anda

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Asma adalah penyakit pernapasan kronis yang menyebabkan saluran udara meradang dan menyempit. Akibatnya, Anda akan lebih sulit untuk mengirup dan mengembuskan napas. Meski tidak bisa disembuhkan, gejala asma dapat diredakan dengan obat tradisional menggunakan bahan-bahan alami yang ada di dapur. Penasaran apa saja? Simak baik-baik ulasan lengkapnya berikut ini.

Obat tradisional untuk redakan gejala asma

Penting untuk dipahami bahwa sebaiknya Anda berkonsultasi ke dokter terlebih dulu sebelum mencoba obat asma alami. Tidak semua obat yang alami pasti aman dan manjur untuk semua orang.

Dokter dapat membantu memastikan bahwa Anda benar-benar boleh menggunakan obat tradisional dan tidak akan bereaksi negatif pada kondisi asma Anda.

Berikut beberapa pilihan obat asma tradisional dari bahan alami yang mungkin berguna untuk Anda.

1. Jahe

Jahe sebagai obat batuk alami

Khasiat jahe untuk kesehatan tubuh sudah diakui sejak zaman dulu, termasuk sebagai obat asma alami.

Cara kerja jahe untuk meredakan asma sebetulnya belum begitu diketahui. Namun, para ahli menduga bahwa jahe dapat membantu mengurangi respon alergi dengan menurunkan menurunkan kadar IgE dalam tubuh.

Gejala asma itu sendiri erat kaitannya dengan reaksi alergi. Ketika kadar IgE menurun, maka reaksi alergi yang muncul juga perlahan-lahan akan berkurang. Alhasil, gejala asma Anda bisa lebih dikendalikan dan jarang kambuh.

Penelitian lain juga melaporkan bahwa jahe dapat membantu mengurangi peradangan dan melebarkan saluran pernapasan. Efek alami dari jahe ini ditemukan sama seperti efek beberapa obat asma.

Ada banyak cara mengolah jahe sebagai obat tradisional asma, di antaranya:

  • Membuat jus dari campuran buah delima, satu ruas jahe ukuran kecil, dan satu sendok makan madu. Minum 1 sendok makan campuran ini sebanyak 2 sampai 3 kali dalam sehari.
  • Alternatif lain, Anda dapat membuat air wedang jahe. Caranya mudah, masukkan satu ruas jahe yang sudah digeprek atau dipotong kecil-kecil ke dalam panci air mendidih. Tambahkan gula merah untuk mengurangi rasa pedas yang dihasilkan dari jahe. Biarkan selama 5 menit, tunggu hingga dingin dan minum.
  • Anda juga dapat mengonsumsi jahe mentah dicampur garam.

2. Bawang putih

bawang putih untuk obat batuk berdahak

Bawang putih memiliki sifat antiradang yang berguna sebagai obat alami untuk meredakan gejala asma. Sifat antiradangnya dipercaya mampu mengurangi peradangan pada saluran napas akibat asma.

Meski begitu, dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan manfaat bawang putih sebagai obat tradisional untuk asma. Sebab, sampai saat ini belum ada penelitian yang bisa membuktikan bahwa bawang putih manjur untuk pengobatan asma jangka panjang.

Bila ingin mencoba, Anda cukup didihkan 2-3 siung bawang putih ke dalam 1 1/2 cangkir susu. Biarkan hingga dingin, lalu minum. Bila tak suka dengan aroma menyengatnya, Anda juga bisa mencampurkan bumbu dapur ini ke dalam makanan. Misalnya, sup ayam hangat. Uap sup sekaligus membantu melemaskan saluran napas dan mengencerkan lendir.

3. Kafein

minum kopi

Ternyata kafein pada kopi dapat membantu mengendalikan serangan asma, lho! Bahkan efek bronkodilator (pelega pernapasan) yang dimiliki kafein mirip dengan obat asma theophylline.

Kefein membantu merelaksasikan dan melegakan saluran pernapasan dalam membantu Anda bernapas lebih mudah. Semakin kuat kopinya, semakin bagus hasilnya. Selain kopi, kafein juga dapat ditemukan pada teh ataupun coklat.

Meski punya potensi manfaat sebagai obat tradisional untuk asma, jangan gunakan kafein sebagai perawatan rutin. Pastikan Anda tidak minum kopi hitam lebih dari 3 cangkir dalam sehari.

Bagi beberapa orang, kebanyakan minum kopi hitam dapat membuat asam lambungnya naik dan jantungnya berdetak cepat. Kebanyakan minum kopi pun dapat menyebabkan insomnia alias sulit tidur.

4. Madu

madu penyubur kandungan

Selain untuk meredakan sakit tenggorokan dan batuk, madu pun bisa dijadikan sebagai obat tradisional untuk asma. Kandungan antioksidan yang berlimpah dalam madu diyakini dapat membantu melawan peradangan dan meningkatkan kekebalan tubuh penderita asma.

Anda bisa mencampur 1 sendok teh madu ke dalam segelas air hangat dan meminumnya setidaknya tiga kali sehari. Guna menambah cita rasa, Anda juga bisa menambahkan perasan jeruk nipis, lemon, atau sejumput kayu manis. Ketiga bahan ini diketahui dapat membantu mengencerkan dahak di tenggorokan sekaligus meningkatkan sistem imun tubuh.

Hati-hati menggunakan obat tradisional asma dengan bahan alami

obat maag alami herbal asam lambung

Sebaiknya konsultasi terlebih dulu dengan dokter sebelum Anda memutuskan untuk mencoba ramuan alami jenis apa pun sebagai alternatif pengobatan asma.

Sebab, bahan alami tidak selalu lebih aman. Belum ada cukup data ilmiah yang mampu membuktikan bahwa penggunaan obat tradisional dengan bahan alami benar-benar manjur untuk mengatasi gejala asma.

Beberapa orang mungkin tidak memunculkan gejala apa pun ketika menggunakan bahan alami untuk meredakan gejala asmanya. Mungkin akan  lain ceritanya bagi orang-orang yang memiliki riwayat alergi terhadap bahan-bahan alami tertentu, yang bisa saja memicu reaksi berbahaya.

Jadi, gunakan bahan-bahan alami dengan hati-hati. Bila Anda punya riwayat alergi terhadap bahan herbal maupun alami, sebaiknya jangan memaksakan diri untuk menggunakannya.

Mengendalikan gejala asma tanpa pakai obat

Selain menggunakan obat tradisional turunan nenek moyang, ada juga sejumlah hal sederhana yang bisa Anda lakukan untuk meringankan gejala asma.

1. Menghindari faktor pemicunya

obat alergi debu

Efek obat asma yang alami maupun medis mungkin tidak akan bekerja optimal jika Anda terus terpapar faktor pemicunya. Maka dari itu, penting untuk mengetahui faktor pemicu asma Anda sehingga Anda bisa menghindarinya selama menjalani pengobatan.

Beberapa hal yang paling sering memicu serangan asma di antaranya:

  • Zat alergen yang terhirup. Misalnya debu; bulu binatang; serbuk sari bunga; serbuk kayu pohon; parfum dan wewangian menyengat; polusi udara dari asap knalpot kendaraan/asap kimia limbah pabrik/asap rokok; dan lain-lain.
  • Olahraga atau aktivitas fisik terlalu berat.
  • Cuaca dingin dan kering berangin, cuaca panas yang didukung dengan kualitas udara buruk (penuh polusi), dan perubahan suhu drastis.
  • Sedang mengalami infeksi saluran pernapasan atas seperti pilek, flu, atau bronkitis, atau pneumonia).
  • Efek samping obat-obatan tertentu. Sebagai contoh obat antinyeri NSAID (aspirin dan ibuprofen) dan beta-blocker untuk penyakit jantung.
  • Memiliki riwayat alergi makanan tertentu.
  • Memiliki riwayat penyakit refluks asam lambung (GERD).
  • Makanan atau minuman yang mengandung pengawet (seperti MSG).
  • Bernyanyi, tertawa, atau menangis yang terlalu berlebihan.
  • Stres dan kecemasan berlebihan.

2. Latihan pernapasan

teknik meditasi

Belajar bernapas dengan benar juga bisa dijadikan sebagai cara alami untuk mengendalikan kekambuhan serangan asma. Kenapa?

Teknik pernapasan yang baik ternyata dapat membantu meredakan stres dan mengatur pola pernapasan Anda jadi lebih teratur. Nah, ketika Anda berada dalam keadaan stres, Anda akan secara naluriah menerapkan teknik pernapasan yang baik untuk mengatur napas. Dengan begitu, serangan asma pun dapat dihindari.

Lebih jauh, hal ini juga dapat membantu meningkatkan fungsi paru-paru agar lebih optimal dalam menampung dan menyerap oksigen. Supaya bisa merasakan manfaatnya secara optimal, Anda mungkin butuh latihan pernapasan berkali-kali.

Sebelum latihan, pastikan Anda menemukan tempat yang sepi dan nyaman untuk duduk atau berbaring. Setelahnya, perhatikan baik-baik panduan di bawah ini.

  • Letakan tangan di atas perut dan coba untuk bernapas seperti biasa.
  • Ambil napas lewat hidung dengan perlahan. Biarkan dada dan perut bawah mengembang sampai tangan Anda ikut naik.
  • Tahan napas beberapa menit lalu buang napas secara perlahan lewat mulut. Ketika melakukan ini, tangan Anda seharusnya ikut perlahan turun.
  • Ulangi cara ini selama beberapa kali.

3. Yoga

bahaya gerakan yoga untuk orang osteoporosis

Pengobatan alami lainnya yang bisa Anda lakukan untuk meredakan gejala asma adalah dengan rutin yoga. Hal ini pun diamini oleh Costatine Saadeh, MD, seorang direktur Allergy ARTS (Asthma, Rheumatology Treatment Specialist) di Texas dalam laman Everyday Health. 

Ketika melakukan gerakan yoga dengan pose tertentu, Anda akan dipaksa untuk mengatur pola tarikan napas sambil menjaga postur tubuh agar tetap seimbang.

Semakin rumit pose yoganya, maka tubuh Anda secara otomatis akan memerintahkan paru-paru supaya mengambil dan membuang napas panjang secara perlahan. Hal ini dilakukan guna menghemat energi di saat Anda benar-benar membutuhkannya

Selain melatih pernapasan, yoga juga dapat meredakan stres. Bagi kebanyakan orang, melakukan yoga setidaknya 30 menit sehari dapat membantu meredakan stres, yang dapat memicu serangan asma.

4. Menggunakan filter udara

olahraga dengan kanker payudara

Pemicu serangan asma umumnya berbentuk partikel-partikel kecil yang tak kasat mata. Ambil contoh debu, jamur, serbuk sari, tungau, dan alergen lainnya. Nah, supaya udara di dalam ruangan Anda terjamin dari paparan asma, Anda bisa menggunakan filter udara.

Menurut yayasan asma dan alergi di Amerika, AAFA, penggunaan filter 99,9% efektif untuk membersihkan udara dari polutan.

5. Berenang

cara belajar berenang

Renang merupakan olahraga yang paling sering direkomendasikan dokter untuk para penderita asma. Berbagai penelitian pun telah mengungkapkan bahwa rutin berenang lebih efektif untuk meredakan keparahan gejala asma ketimbang hanya minum obat-obatan saja.

Tingginya kelembapan udara di sekitar kolam renang dapat membantu melembapkan saluran pernapasan penderita supaya tidak terlalu kering dan mudah iritasi. Tak heran bila berenang bisa jadi obat alami asma yang relatif aman.

6. Rutin cek fungsi paru

Dokter kerap kali menganjurkan para pengidap asma untuk rutin cek fungsi parunya dengan alat peak flow meter. Alat ini akan mengukur banyak aliran udara yang dihirup paru-paru.

Anda cukup memasukkan ujung alat ke dalam mulut. Lalu hirup napas seperti biasa dan hembuskan ke dalam rongga alat ini. Angka paling tinggi yang  keluar dari peak flow meter menunjukkan bahwa fungsi pernapasan Anda dalam keadaan baik. Sedangkan bila angkanya rendah, itu berarti paru-paru Anda tidak bekerja dengan baik dan ada tanda-tanda akan ada serangan asma.

7. Makan yang sehat

makanan untuk penderita asma

Jangan hanya bergantung pada obat dokter dan tradisional saja. Penderita asma sebaiknya juga mengimbangi dengan asupan makanan yang bergizi dan bernutrisi tinggi.

Jenis makanan terbaik untuk pengidap asma adalah yang tinggi akan kandungan vitamin A C D E, betakaroten, magnesium, selenium, antioksidan flavonoid, hingga asam lemak omega-3. Jangan lupa, makan apel setidaknya satu setiap hari.

Penelitian menemukan bahwa risiko serangan asma menurun tiga kali lebih rendah pada pengidap asma yang makan apel dua kali seminggu.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Mei 10, 2016 | Terakhir Diedit: November 15, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca