Serba-serbi Alergi Sulfit, Jenis Alergi yang Berasal dari Pengawet Makanan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Anda pernah makan sesuatu, lalu tiba-tiba kulit menjadi gatal, merah, dan meradang? Bisa jadi Anda mengalami alergi dari makanan yang baru saja Anda makan. Meski biasanya disebabkan oleh telur, kacang, atau daging, reaksi alergi ini juga bisa disebabkan oleh kandungan pengawet sulfit dalam makanan. Memangnya, seperti apa alergi pengawet sulfit itu dan bagaimana cara mengatasinya? Berikut selengkapnya.

Apa itu sulfit?

kismis untuk anak

Sulfit adalah bahan kimia yang sering digunakan untuk mengawetkan minuman atau makanan kemasan. Akan tetapi, senyawa sejenis sulfur ini juga bisa muncul secara alami dalam beberapa makanan, misalnya minuman fermentasi, buah kalengan, kismis, dan anggur.

Selain itu, sulfit juga dapat digunakan sebagai bahan pengawet dalam obat-obatan. Bahan kimia ini berfungsi untuk mencegah perubahan warna pada obat sehingga daya simpannya jadi lebih lama.

Berikut ini beberapa obat yang biasanya mengandung pengawet sulfit, yaitu:

Apa saja gejala alergi pengawet sulfit?

carbocisteine adalah

Tidak hanya dari telur, kacang, atau daging saja, beberapa makanan yang mengandung sulfit juga sering kali memicu reaksi alergi dalam tubuh. Namun memang, bila dibandingkan dengan jenis alergi makanan lainnya, kasus alergi pengawet sulfit tergolong lebih jarang.

Menurut FDA, setara dengan Badan POM di Amerika Serikat, hanya terdapat 1 dari 100 orang yang mengalami alergi terhadap sulfit. Setelah dilakukan tes kulit, tubuhnya ditemukan membentuk antibodi terhadap bahan pengawet sulfit.

Gejala alergi jenis ini ternyata tidak selalu berupa gatal dan kemerahan pada kulit. Dilansir dari Very Well Health, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa sekitar 5-10 persen orang mengalami gejala asma yang memburuk setelah mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung sulfit.

Gejala tersebut berupa mengi (napas bunyi), dada sesak, dan batuk. Bahkan, reaksinya juga sama setelah mereka menghirup asap atau uap sulfit dalam jumlah sedikit.

Menurut Australian Society of Clinical Immunology and Allergy (ASCIA), alergi terhadap sulfit mungkin saja menimbulkan syok anafilaktik. Meski jarang terjadi, penting diketahui bahwa syok anafilaktik merupakan kondisi darurat medis yang membutuhkan penanganan segera.

Sebab jika tidak, hal ini bisa berakibat fatal dan berujung kematian. Oleh karena itu, jika Anda jantung terasa berdebar kencang, pusing, sakit perut, diare, dan sulit menelan setelah terpapar pengawet sulfit, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Bisakah alergi pengawet sulfit diobati?

Sama seperti jenis alergi lainnya, akan sangat mungkin bagi Anda untuk mengatasi atau bahkan mencegah alergi pengawet sulfit. Kunci pentingnya adalah dengan menghindari makanan, minuman, dan obat-obatan yang mengandung sulfit.

Ya, Anda harus tahu dulu jenis makanan maupun obat-obatan yang membuat Anda alergi. Jika selama ini kulit Anda sering gatal setelah makan kismis atau buah kaleng, sebaiknya batasi jumlahnya atau bahkan hindari makanan tersebut.

Sementara bagi Anda yang punya asma, berhati-hatilah saat memilih obat asma. Lagi-lagi, ini karena beberapa obat asma terkadang mengandung sulfit yang bisa memicu reaksi alergi, contohnya obat bronkodilator.

Mintalah saran dokter mengenai obat asma yang tepat untuk Anda dan tidak menimbulkan alergi. Kalaupun memang harus menggunakan obat bronkodilator, pilihlah bronkodilator hirup karena jenis obat ini biasanya tidak mengandung sulfit.

Namun, ini bukan berarti semua penderita asma sudah pasti mengalami alergi pengawet sulfit, ya! Lakukan tes kulit dan pemeriksaan alergi lainnya untuk memastikan apakah Anda juga punya alergi terhadap sulfit atau tidak.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca