Semua Hal yang Perlu Anda Ketahui Seputar Alergi Antibiotik

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Antibiotik adalah jenis obat untuk membunuh bakteri yang menyebabkan infeksi. Sayangnya, ada beberapa golongan obat antibiotik yang justru dapat menimbulkan reaksi alergi bagi penggunanya. Mari simak ulasan lengkap tentang alergi obat antibiotik berikut ini.

Penyebab alergi obat antibiotik

Alergi antibiotik terjadi ketika sistem imun tubuh bereaksi melawan zat obat tersebut karena menganggapnya sebagai sesuatu yang berbahaya.

Padahal, sistem imun tubuh yang normal dirancang hanya akan bereaksi terhadap zat-zat yang memang merugikan kesehatan, seperti kuman, bakteri parasit, virus, dan racun lainnya. Sistem imun normal seharusnya tidak menggubris zat-zat yang normal dan berpotensi menguntungkan untuk tubuh. Obat itu sendiri dikonsumsi untuk memperbaiki dan menunjang kesehatan tubuh.

Reaksi alergi umumnya terjadi saat Anda menggunakan obat antibiotik untuk pertama kalinya. Namun, tidak menutup kemungkinan reaksi alergi bisa muncul ketika Anda sudah pernah menggunakan obat tersebut berkali-kali sebelumnya tanpa mengalami masalah.

Orang-orang yang berisiko mengalami alergi antibiotik

Siapa pun orang dapat berisiko mengalami alergi obat.

Meski alasan pasti alergi tidak diketahui, ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami alergi obat-obatan. Di antaranya:

  • Genetik. Jika dalam silsilah keluarga Anda ada anggota keluarga dekat yang memiliki alergi, Anda akan lebih berisiko memiliki alergi obat antibiotik.
  • Pernah mengalami hipersensitivitas obat. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko Anda memiliki alergi terhadap obat-obatan lain, tak terkecuali antibiotik.

Daftar obat antibiotik yang dapat menyebabkan alergi

Tidak semua jenis obat antibiotik menyebabkan alergi. Di antara semua jenisnya, antibiotik kelas beta-laktam seperti golongan penisilin dilaporkan paling sering memicu reaksi. Berikut adalah daftar obat-obatannya yang lebih lengkap:

Beberapa orang yang alergi terhadap penisilin juga alergi terhadap antibiotik lain yang kandungannya mirip. Contohnya seperti golongan cephalosporin berikut:

Tanda dan gejala alergi obat antibiotik

Gejala alergi obat dapat bervariasi pada setiap orang dan pada setiap kesempatan.

Beberapa orang mungkin mengalami gejala ringan, seperti kulit gatal dan mata merah berair, sehingga tidak menyadari bahwa yang mereka alami adalah reaksi alergi. Sementara itu, beberapa orang lainnya dapat merasakan taraf yang lebih parah dan melemahkan seperti angioedema (pembengkakan pada bibir, tangan, kaki), sesak napas, dan batuk-batuk.

Pada kasus tertentu, reaksi alergi obat mungkin dapat berkembang menjadi syok anafilaksis yang dapat mengancam nyawa. Anafilaksis adalah reaksi serius yang menyebabkan penurunan detak jantung, tekanan darah rendah, tidak sadarkan diri, dan bahkan kematian. 

Maka, selalu beri tahu dokter atau tenaga medis tentang riwayat alergi Anda terhadap jenis obat tertentu sebelum mendapatkan penanganan medis apa pun.

Cara mendiagnosis alergi obat

Banyak orang tidak mengetahui mereka memiliki reaksi alergi obat antibiotik, meskipun sudah muncul gejala-gejalanya. Untuk mengetahui apakah Anda benar alergi atau tidak, Anda harus periksa ke dokter.

Dokter akan lebih dulu melakukan pemeriksaan fisik dan mengajukan beberapa pertanyaan kepada Anda. Misalnya tentang timbulnya gejala, kapan waktu Anda minum obat, atau jenis obat apa yang Anda minum. Pertanyaan tersebut adalah petunjuk penting untuk membantu dokter Anda membuat diagnosis.

Setelah itu, biasanya dokter akan menyarankan Anda melakukan tes tusuk kulit (skin prick test) dan tes darah. Tes alergi adalah cara terbaik untuk mengetahui apakah Anda memiliki alergi obat antibiotik atau tidak.

Cara mengobati alergi obat

Penanganan utama untuk mengatasi alergi obat antibiotik adalah dengan segera berhenti mengonsumsi atau menggunakan obat tersebut. Setelah reaksi alergi muncul, ikuti beberapa hal berikut ini:

1. Minum obat antihistamin

Dokter mungkin meresepkan antihistamin atau merekomendasikan antihistamin yang dijual bebas seperti diphenhydramine atau cetirizine

Dokter juga umumnya akan memberikan obat kortikosteroid oral atau lewat injeksi untuk mengobati peradangan yang terkait dengan reaksi alergi serius.

2. Suntik epinefrin

Untuk mengatasi syok anafilaksis dengan segera, dokter akan memberikan suntikan epinefrin. Segera hubungi dokter jika Anda atau orang lain  mengalami anafilaksis, bahkan ketika gejalanya sudah mereda. 

3. Desensitisasi

Desensitisasi bukanlah cara meredakan alergi. Ini adalah terapi yang bertujuan untuk menekan reaksi alergi yang mungkin muncul di kemudian hari agar tubuh  Anda tidak terlalu bereaksi saat mengonsumsi antibiotik. 

Dengan perawatan ini, Anda nantinya akan menerima dosis yang sangat kecil dan kemudian semakin besar dosisnya. Biasanya terapi ini dilakukan setiap 15 hingga 30 menit selama beberapa jam atau hari. Jika pada dosis tertentu Anda tidak mengalami gejala alergi, dokter dapat meresepkan takaran antibiotik tersebut sebagai standar batas aman. 

Cara mencegah alergi antibiotik

Jika Anda memiliki alergi antibiotik, penting untuk menghindari obat-obatan tersebut. Terkadang, orang lain atau bahkan dokter tidak mengetahui Anda memiliki alergi. Mereka bisa saja memberikan obat antibiotik pada Anda di kondisi kesehatan lain. Bila sudah begini, Anda pun bisa mengalami gejala alergi kembali. 

Untuk mencegah ketidaktahuan orang lain atau dokter, maka ada beberapa langkah yang dapat Anda ambil untuk melindungi diri Anda dari kambunya alergi obat antibakteri ini

  • Pertama Anda harus memberitahukan dokter umum, dokter gigi,  perawat, atau bidan saat konsultasi. Katakan bahwa Anda mengalami alergi antibiotik. Bila perlu, sertakan pula catatan dari dokter yang memberikan diagnosis tersebut. 
  • Kenakan gelang khusus yang menandakan bahwa Anda mengalamia alergi pada obat tertentu. Memakai gelang informasi medis dapat  memastikan bahwa Anda mendapatkan perawatan yang tepat dalam keadaan darurat. Bahkan di saat Anda tidak sadar sekalipun, petugas kesehatan dapat dengan mudah mengetahui alergi Anda dengan membaca gelang tersebut.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Oktober 12, 2017 | Terakhir Diedit: Desember 9, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca