8 Mitos Tentang Alergi yang Masih Dipertanyakan

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16/05/2020
Bagikan sekarang

Memiliki alergi memang membuat Anda harus lebih berhati-hati dalam melakukan kontak atau memakan sesuatu. Terkadang kita juga jadi meyakini bahwa beberapa benda atau makanan dapat menyebabkan alergi. Namun, tahukah Anda ada beberapa informasi tentang alergi yang mungkin salah kita asumsikan? Menurut dr. David Stukus, seorang ahli alergi anak di Nationwide Children’s Hospital Columbus Ohio, yang dikutip Livescience, kurangnya bukti ilmiah atas ide-ide yang berkaitan dengan alergi, menyebabkan banyak sekali kesalahan informasi yang beredar dari internet. Lalu, apa saja mitos tentang alergi yang sebenarnya belum terbukti?

Mitos-mitos tentang alergi

Bukti tentang alergi yang belum tentu benar informasinya dapat dikategorikan ke dalam kelompok mitos. Berikut ini beberapa mitos tentang alergi yang paling sering beredar:

1. Alergi terhadap pewarna buatan

Pewarna buatan sering dianggap tidak baik digunakan, orang-orang berasumsi bahwa pewarna buatan dapat menyebabkan alergi. Contohnya, orang yang memiliki penyakit asma dan gejala gatal-gatal kronis menduga bahwa pewarna buatan yang digunakan pada makanan dapat menyebabkan alergi. Penderita ADHD pun mengira demikian. Menurut Stukus, belum ada bukti ilmiah pewarna buatan dapat menyebabkan gejala alergi.

2. Rangkaian bunga dapat memicu alergi

Sangat sedikit orang yang memiliki reaksi alergi terhadap buket dari bunga-bunga yang cantik dan indah. Serbuk sari dari pohon, rumput, dan gulma mungkin memang bisa menyebabkan alergi, tapi tentu saja Anda tidak akan memajang tanaman tersebut dalam vas di rumah.

3. Penderita alergi telur harus menghindari vaksin influenza

Masih menurut Stukus, vaksin untuk flu aman dipakai orang dengan alergi telur. Memang vaksin tersebut mengandung protein telur, namun jumlahnya sangat sedikit. Alasan protein telur dipakai karena virus influenza sering ditemukan pada telur ayam. Terdapat pengujian klinis sebanyak 25 kali untuk menunjukkan bahwa vaksin tersebut tidak mengandung jumlah protein telur yang besar, sehingga menurut Stukus, sangat aman untuk orang yang memiliki alergi telur.

Namun, pendapat berbeda diungkapkan dr. Iris Rengganis, SpPD, Pakar Alergi Imunologi Klinik Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI RSCM, yang dikutip Tempo, beliau tidak merekomendasikan orang alergi telur memakai vaksin influenza. Namun, beliau tidak menyebutkan bahwa vaksin tersebut berbahaya untuk penderita alergi.

4. Penderita alergi seafood tidak boleh menjalani CT scan

Ada kesalahpahaman bahwa orang-orang yang alergi terhadap makanan laut, tidak bisa melakukan CT scan karena ada peningkatan terhadap yodium yang digunakan sebagai agen radiokontras selama CT scan untuk mendapatkan gambar dengan kualitas yang lebih baik. Penelitian pada 1975 mengobservasi 15% pasien yang mengalami reaksi buruk terhadap radiokontras, dan mereka melaporkan bahwa mereka alergi kerang. Lalu ditarik kesimpulan bahwa permasalahannya adalah berasal dari garam, sebab garam ditemukan pada agen tersebut dan juga pada kerang. Namun, penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa garam tidak dapat menyebabkan alergi. Orang memiliki alergi kerang hanya memiliki alergi terhadap protein tertentu.

5. Madu dapat melawan alergi

Madu memang mengandung banyak vitamin dan mineral. Beberapa orang memercayai pengobatan alami ini untuk alergi serbuk sari. Namun, beberapa alergi tidak berasal dari bahan-bahan yang ditemukan pada madu. Jadi, madu belum tentu dapat meningkatkan imunitas Anda terhadap alergi. Meskipun begitu, tidak ada salahnya Anda mengonsumsi madu untuk memperoleh manfaat kesehatan lainnya.

6. Tidak memiliki alergi saat anak-anak artinya Anda tidak akan memiliki alergi sama sekali

Alergi memang biasanya dimulai ketika Anda masih kecil, namun Anda juga bisa mendapatkan alergi saat Anda dewasa. Beberapa orang mengalaminya saat mereka sudah pindah tempat tinggal. Begitu pun ketika Anda berpikir Anda telah mengatasi alergi yang terjadi saat masih kecil, bukan berarti ketika Anda sudah dewasa alergi itu tidak akan kambuh lagi.

BACA JUGA:

You are already subscribed to notifications.
Sumber

Myths and Facts About Seasonal Allergies. http://www.webmd.com/a-to-z-guides/discomfort-15/tame-allergies/slideshow-allergy-myths-facts  Accessed November 16th 2016.

7 Allergy Myths (and the Truth Behind Them). http://www.livescience.com/41017-allergy-myths.html  Accessed November 16th 2016.

Yang juga perlu Anda baca

5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

Punya masalah hipertensi alias tekanan darah tinggi saat puasa tentu memberikan tantangan sendiri. Agar puasa tetap lancar, ikuti tips ampuhnya berikut ini!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hari Raya, Ramadan 04/05/2020

Bolehkah Kita Donor Darah Saat Puasa? Apa Saja Risikonya?

Donor darah sebaiknya dilakukan teratur. Tapi bagaimana jika jadwal donor darah Anda selanjutnya jatuh di bulan Ramadan? Bolehkah donor darah saat puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 02/05/2020

4 Penyebab Sakit Kepala Saat Puasa dan Cara Mengatasinya

Sakit kepala saat puasa tentu sangat mengganggu. Nah, kira-kira apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Ini dia jawabannya!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hari Raya, Ramadan 27/04/2020

Alergi Buah Kiwi Cukup Umum Terjadi pada Anak, Apa Gejalanya?

Siapa yang tak tahu buah kiwi? Buah berwarna hijau ternyata dapat menimbulkan reaksi alergi pada orang. Yuk, kenali apa itu alergi buah kiwi.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Direkomendasikan untuk Anda

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
Beragam Penyebab Hidung Meler Terus Padahal Tidak Sedang Flu

Beragam Penyebab Hidung Meler Terus Padahal Tidak Sedang Flu

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 13/05/2020
Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020
4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020