8 Cara Mudah Mengatasi Alergi Debu, di Dalam dan Luar Rumah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 08/03/2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Alergi debu adalah reaksi abnormal dari sistem imun tubuh saat menghirup atau terpapar partikel debu lingkungan. Debu terbentuk dari sel-sel kulit mati, bulu-bulu hewan, partikel jamur atau spora tumbuhan, hingga serpihan bangkai serangga yang bisa menjadi pemicu alergi. Lalu, bagaimana cara mengatasi atau mengobati alergi debu?

Berbagai cara mengobati alergi debu

Gejala alergi debu yang umum berupa gatal-gatal, bersin-bersin-bersin, dan hidung meler karena pilek. Ketika gejala alergi debu kambuh, segera lakukan berbagai cara berikut untuk mengatasi dan mengobati kondisi Anda:

1. Menjauh dari pemicu alergi

Cara cepat mengatasi alergi debu adalah dengan segera menghindari kontak dengan pemicunya. Apabila Anda berada di ruangan dengan karpet bulu atau ada hewan peliharaan di sekitar, segera beranjak pindah. Pergi ke tempat yang bersih dan bebas dari pemicu alergi.

Anda juga bisa segera berganti pakaian apabila merasa debu banyak menempel di baju atau celana yang Anda kenakan.

Anda atau orang yang terkena alergi debu disarankan untuk tidak panik sesaat setelah gejala muncul. Panik atau cemas justru bisa memperparah kondisi alergi Anda. 

2. Minum obat

Setelah gejala mulai terasa, segera minum obat sebagai cara cepat mengobati alergi debu.

Berikut adalah beberapa obat yang dapat mengatasi gejala alergi:

  • Obat antihistamin. Obat antihistamin bekerja memblokir pelepasan histamin sehingga tubuh Anda berhenti bereaksi terhadap alergen. 
  • Obat steroid (kortikosteroid). Obat ini diresepkan dokter untuk meredakan peradangan yang muncul akibat alergi. Obat ini umumnya akan diresepkan apoteker apabila gejala alergi disertai pembengkakan, kemerahan, dan gatal-gatal. Ada obat steroid yang diminum, ada juga yang berbentuk salep dan krim untuk dioles ke kulit.
  • Obat dekongestan. Obat ini dapat diminum  sebagai cara mengatasi alergi debu  seperti hidung berair dan tersumbat. 

3. Oles krim gatal

Tidak hanya obat yang diminum, Anda juga bisa pakai obat oles sebagai cara mengatasi gatal akibat alergi debu. Berikut adalah pilihan krim gatal yang bisa Anda coba

  • Krim kortikosteroid topikal. Kortikosteroid oles untuk alergi bekerja  dengan mengurangi gatal-gatal akibat efek peradangan alergi. Anda bisa menggunakan krim gatal berikut ini sebagai cara mengobati alergi debu sesaat setelah gejala muncul. 
  • Pelembab. Pelembap yang sering digunakan untuk base makeup atau pendingin saat kulit terbakar sinar matahari juga dapat digunakan sebagai cara mengobati gatal karena alergi debu. Misalnya, Anda bisa pakai yang berbahan dasar gel, seperti pelembap lidah buaya yang telah didinginkan di kulkas, lalu dioles ke kulit gatal.
  • Lotion calamine. Calamine adalah lotion yang terbuat dari zinc oksida dan   oksida besi. Lotion ini dapat digunakan untuk membuat kulit yang sedang meradang gatal terasa adem sejuk. Rasa sejuk dan dinginnya bekerja dengan mengalihkan rasa gatal di kulit. 

4. Menghindari perabot dan hewan berbulu

Hindari penggunaan karpet yang berbulu, terutama di kamar tidur. Bulu karpet bisa menyimpan banyak debu tanpa Anda bisa lihat secara kasat mata. 

Disarankan untuk menggunakan lantai dari kayu dibandingkan melapisi ubin dengan karpet berbulu. Selain di karpet, alergi debu dari bulu hewan juga banyak terjadi.

Sebagai cara mengatasi alergi debu pada bulu hewan, hindari meletakkan peliharaan di dalam tubuh. Pada bulu hewan terdapat kulit mati yang dapat memicu alergi. Bulu hewan juga dapat berterbangan dan hinggap di dinding, sehingga mudah menimbulkan reaksi sistem kekebalan tubuh. 

5. Ganti dan cuci rutin kain di rumah 

Membersihkan rumah teratur juga dapat menjadi cara mengobati kambuhnya alergi debu yang Anda alami. Pertama, Anda bisa membersihkan sprei serta sarung bantal dan guling sesering mungkin. Cuci menggunakan air panas untuk mematikan kotoran di serat-serat kain. 

Tempat tidur umumnya juga menjadi salah satu tempat favorit tungau debu menetap. Ini karena saat Anda tertidur, tubuh akan melepaskan cukup banyak sel-sel kulit mati. 

Selain itu, bersihkan juga perabotan kain seperti taplak, keset, gorden, dan sofa secara rutin. Tak hanya debu dari kulit mati, debu dari bulu hewan juga mudah menempel di perabot kain tersebut. 

6. Rutin bersih-bersih rumah

Selain rajin membersihkan rumah dengan cuci perabot kain dan sprei Anda secara teratur, Anda juga bisa menggunakan vacuum cleaner yang memakai filter HEPA (High Efficiency Particulate Air).

Jenis filter ini memiliki penyaring yang dapat menangkap berbagai partikel penyebab timbulnya gejala alergi seperti tungau debu, serbuk sari, bahkan partikel berbahaya dari asap rokok.

Cara mengobati sekaligus kambuhnya alergi di rumah ini sebaiknya dilakukansaat penderita alergi tidak sedang berada di rumah. Ini karena dibutuhkan sekiranya 2 jam hingga debu tidak lagi beterbangan setelah proses bersih-bersih dilakukan.

7. Pakai humidifier di rumah

Anda bisa pakai  humidifier sebagai cara mengatasi alergi debu di rumah. Humidifier ini fungsinya untuk mengatur kelembapan udara di rumah Anda. Udara yang lembap dapat memicu berkembangnya tungau debu dan jamur.

Menjaga kelembapan ruangan antara 40%-50% dapat mengurangi kemungkinan tumbuhnya jamur dan tungau di debu.

8. Pakai masker ketika di luar rumah

Gejala alergi debu dapat saja kambuh sewaktu-waktu ketika Anda sedang di luar rumah. Apalagi jika Anda beraktivitas di lingkungan yang penuh asap dan debu polusi. Paparan debu luar rumah tidak hanya dapat memicu gejala lewat kontak kulit, tapi juga lewat hirupan.

Maka, selalu siap siaga dengan memakai masker mulut untuk mencegah terhirupnya partikel debu lingkungan. Memakai masker juga penting sebagai cara mengatasi gejala alergi debu yang sedang kambuh agar Anda tidak jadi terus-terusan terpapar oleh alergen.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Momen anak disunat menjadi salah satu hal penting, khususnya di Indonesia. Tapi, dari sisi medis, kapan waktu yang tepat untuk melakukan sunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Banyak gejala penyakit yang sering kali kita abaikan karena terkesan remeh. Padahal, jika dibiarkan justru efeknya bisa fatal.

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Sering Mimpi Buruk? Ini Cara Mengatasinya

Mimpi buruk bisa datang kapan saja di setiap malam Anda. Ini bisa sangat mengganggu Anda jika sering terjadi. Temukan cara mengatasi mimpi buruk di sini.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Tips Sehat 02/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Mengungkap Mitos dan Fakta Seputar Masalah Cacingan

Banyak mitos membuat infeksi cacing menjadi hal sepele. Cek fakta seputar cacingan yang berbahaya jika dibiarkan, seperti menghambat pertumbuhan anak.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Hidup Sehat, Tips Sehat 29/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kode wadah plastik pada makanan atau minuman

Apakah Wadah Plastik untuk Makanan Anda Aman Bagi Kesehatan? Cari Tahu Lewat Kode Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
botol plastik hangat

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat bersepeda

Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit