Alergi, Jika Dipaksakan Terus, Apakah Lama-lama Bisa Sembuh?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . 3 mins read
Bagikan sekarang

Pada penderita alergi, tubuh akan memberikan reaksi alergi jika terpapar pemicu atau yang disebut dengan alergen. Alergen atau substansi pemicu alergi ini hanya berdampak pada orang yang memiliki alergi. Saat tubuh pertama kali bertemu dengan alergen, tubuh akan memproduksi antibodi karena tubuh menganggapnya sebagai sesuatu yang berbahaya. Namun, ada anggapan bahwa semakin banyak alergen yang diberikan pada penderita alergi, justru akan membuat tubuh lama-lama jadi kebal, dan alergi bisa sembuh. Apakah benar? Simak ulasan berikut ini.

Apa yang terjadi kalau penderita alergi dipaksakan untuk terus terpapar alergen?

Biasanya, jika tubuh kembali bertemu dengan alergen yang sama, tubuh akan meningkatkan jumlah antibodi terhadap jenis alergen tersebut. Hal inilah yang memicu pelepasan senyawa kimia dalam tubuh dan menyebabkan gejala-gejala alergi. Tingkat keparahan alergi juga berbeda-beda pada setiap orang, ada yang mengalami reaksi alergi ringan dan ada yang parah sampai berakibat fatal yang disebut dengan anafilaksis.

Pendapat bahwa pada penderita alergi harus diberikan pemicu alergi terus menerus hingga jadi kebal, tidak sepenuhnya benar. Jika Anda memaksakan hal ini, maka hal yang terjadi adalah Anda yang menderita alergi akan mengalami siksaan gejala alergi yang berulang-ulang, berupa gangguan beberapa organ tubuh atau gangguan perilaku. Jika hal ini terjadi, Anda harus terus menerus mengonsumsi obat-obatan, dengan risiko efek samping obat yang tidak kalah berbahaya.

Secara teoritis, pemberian sesuatu yang dianggap sebagai alergen atau penyebab alergi dalam jumlah sangat kecil secara bertahap memang mungkin dapat mengurangi sensitivitas seseorang terhadap alergen tersebut. Namun bukan dengan pemberian dalam jumlah banyak. Dan hal ini belum terbukti secara ilmiah.

Apakah alergi bisa sembuh?

Alergi ternyata tidak sesederhana seperti yang Anda duga. Jika Anda sering mendengar bahwa gejala alergi adalah batuk, pilek, sesak, dan gatal di kulit, ternyata efek alergi bukan itu saja. Alergi juga dapat menyerang semua organ dan sistem tubuh, mulai dari paru, kulit, saluran kencing, jantung, bahkan susunan saraf pusat (otak).

Alergi yang sering berulang dan tidak dikendalikan ternyata juga dapat mengganggu susunan saraf pusat (SSP atau otak). Secara pasti, mekanisme timbulnya gangguan tersebut belum dapat dijelaskan. Namun diduga, gangguan SSP itu diakibatkan oleh pengaruh beberapa zat stimulan yang dikeluarkan oleh pencernaan penderita alergi, yang biasanya juga terganggu. Di samping itu, perubahan hormonal pada penderita alergi diduga juga ikut berperan dalam gangguan tersebut.

Jika anak alergi makanan namun dipaksakan, alergi malah bisa bertambah parah

Secara teoritis, alergi memang tidak bisa dihilangkan, tetapi frekuensi kambuhnya alergi dapat diminimalisir serta dikurangi tingkat keparahannya. Dalam kasus alergi yang dialami oleh anak, dengan bertambahnya usia anak, di usia 6-7 tahun, pencetus alergi makanan biasanya akan semakin berkurang atau hilang.

Namun, yang sering terjadi, orangtua justru terus memberikan makanan pencetus alergi pada anak, dengan tujuan agar anak kebal dan tidak lagi alergi. Ini tidak benar dan tidak akan mengurangi gejala alergi, tetapi malah memperberat alergi. Pemaksaan pemberian makanan penyebab alergi makanan akan mempengaruhi penyakit alergi masa depan seperti asma atau rhinitis dengan berbagai komplikasinya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Apa Saja yang Menyebabkan Anak Sering Muntah?

Gumoh biasa terjadi pada anak dan berbeda dengan muntah-muntah. Penyebab anak sering muntah ini perlu Anda ketahui agar dapat tepat dan cepat mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Gangguan Pencernaan, Health Centers 09/03/2020 . 5 mins read

7 Jenis Makanan yang Paling Sering Memicu Reaksi Alergi

Alergi bukan hanya karena makan telur atau kacang. Ada makanan lain yang juga sering menjadi penyebab kemunculan alergi, tapi mungkin tidak Anda sadari.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Health Centers 19/02/2020 . 6 mins read

Bagaimana Cara Mencegah Alergi pada Bahan Pakaian?

Mencegah alergi bahan pakaian diperlukan supaya Anda terhindar dari rasa tidak nyaman pada kulit Anda, seperti kemerahan dan gatal.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Hidup Sehat, Tips Sehat 28/01/2020 . 4 mins read

Kupas Tuntas Penyebab, Faktor Risiko, dan Hal-Hal yang Mencetus Reaksi Alergi

Alergi identik dengan gejala bersin dan gatal-gatal setelah menghirup, makan, atau terpapar zat tertentu. Lantas, apa yang menjadi penyebab alergi Anda?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 02/12/2019 . 8 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab hidung meler

Beragam Penyebab Hidung Meler Terus Padahal Tidak Sedang Flu

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 13/05/2020 . 4 mins read
alergi-buah-kiwi

Alergi Buah Kiwi Cukup Umum Terjadi pada Anak, Apa Gejalanya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 26/04/2020 . 6 mins read
asma kambuh saat udara dingin

Apa Benar Cuaca Dingin Dapat Memicu Asma Kambuh?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 13/04/2020 . 4 mins read
alergi parfum

Alasan Mengapa Terjadi Ruam Setelah Anda Menggunakan Parfum

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 23/03/2020 . 4 mins read