Alergi Ternyata Bisa Memicu Depresi, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Bagi orang yang sehat, alergi mungkin tampak seperti kumpulan gejala ringan yang bisa muncul kapan saja. Tapi, tahukah Anda? Alergi yang berlangsung lama dapat menghambat aktivitas sehari-hari, menurunkan kualitas hidup penderitanya, bahkan memicu depresi tanpa disadari.

Mengapa alergi bisa memicu depresi?

alergi dan sinusitis

Alergi memang tidak secara langsung menyebabkan depresi, tapi kondisi ini dapat meningkatkan risiko terkena depresi. Berikut di antaranya.

1. Menimbulkan gejala yang mengganggu

Reaksi umum saat seseorang mengalami alergi adalah batuk, hidung meler, bersin, sakit tenggorokan, pusing, gatal, serta sesak napas.

Tingkat keparahannya beragam pada setiap orang, mulai dari ringan hingga membuat Anda harus beristirahat di rumah selama seharian.

Kini, bayangkan jika Anda harus mengalaminya setiap pekan. Semua hal yang Anda lakukan akan terasa menguras energi sehingga mood Anda juga bisa terkena imbasnya.

Lama-kelamaan, hal ini berpengaruh terhadap kondisi fisik dan psikologis Anda.

2. Menghambat aktivitas sehari-hari

gatal pada kulit

Reaksi alergi bisa timbul kapan pun Anda terpapar pemicunya, termasuk saat Anda melakukan kegiatan sehari-hari.

Akibatnya, Anda tidak bisa bekerja dan berkegiatan secara optimal karena kondisi kesehatan kian menurun.

Gejala alergi yang Anda alami mungkin saja bertambah buruk jika ternyata lingkungan kerja Andalah yang menyebabkannya, sehingga memicu depresi.

Terlebih lagi jika gejala alergi yang Anda alami selama ini tergolong parah.

3. Menyebabkan tidak enak badan

Saat mengalami reaksi alergi, sistem kekebalan tubuh memproduksi sejenis protein yang disebut sitokin.

Sitokin melepaskan molekul khusus agar berbagai komponen pada sistem kekebalan tubuh bisa bekerja melawan pemicu alergi.

Namun, sitokin juga dapat memengaruhi fungsi otak. Efek samping yang timbul di antaranya rasa tidak enak badan, penurunan mood, berkurangnya konsentrasi, serta munculnya rasa kantuk.

Kumpulan gejala inilah yang juga menyebabkan rasa tidak enak badan ketika Anda flu.

Rasa Kantuk Berlebihan, Bisa Jadi Gejala Narkolepsi

4. Efek samping obat alergi

Salah satu cara paling ampuh mengatasi alergi adalah dengan obat-obatan. Akan tetapi, beberapa jenis obat alergi memiliki efek samping bagi tubuh.

Gejala alergi mungkin tidak memicu depresi secara langsung, tapi efek samping obat yang berkepanjangan dapat meningkatkan risikonya.

Walaupun efektif, obat-obatan ini dapat menyebabkan sakit perut, sembelit, mulut kering, gangguan mood, serta pusing. Selain itu, pengguna obat alergi biasanya juga mengalami rasa kantuk yang tidak tertahankan.

5. Menyebabkan stres berkepanjangan

cara mencegah stres kerja freelance

Setiap hari, penderita alergi harus berhadapan dengan gejala yang mengganggu, rasa tidak enak badan, gangguan tidur, serta efek samping obat-obatan.

Akibatnya, mereka lebih rentan mengalami stres. Stres bahkan dapat berlangsung menahun karena alergi tidak dapat disembuhkan.

Stres berkepanjangan dapat memicu berbagai gejala gangguan psikologis, termasuk depresi.

Beberapa penelitian bahkan menemukan bahwa remaja yang menderita alergi berisiko lebih tinggi terhadap gangguan kecemasan, depresi, tindakan impulsif, serta perubahan perilaku.

Kendati tidak secara langsung memicu depresi, alergi biasanya berlangsung menahun sehingga menyebabkan stres berkepanjangan bagi penderitanya.

Jika Anda menderita alergi, cobalah berkonsultasi dengan dokter untuk menemukan solusi yang tepat.

Gejala alergi bisa dikendalikan dengan obat-obatan dan perubahan gaya hidup.

Berkonsultasi dengan dokter akan membantu Anda menemukan jenis obat dengan efek samping lebih ringan sehingga tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenali Penyebab Alergi Terhadap Hewan

Ingin memiliki hewan peliharaan, tetapi sering bersin-bersin berada di dekatnya? Duh, apa ya yang menjadi penyebab manusia bisa alergi terhadap hewan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Fakta Unik 07/07/2019 . 3 mins read

Hidung Tersumbat Terus Tanda Alergi dan Sinusitis, Apa Perbedaannya?

Hidung tersumbat bukan cuma pertanda flu, tapi bisa juga gejala alergi atau sinusitis. Sebelum minum obat, cari tahu dulu perbedaan alergi dan sinusitis.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri

Bukan Cuma Mengundang Penyakit, Obesitas Ternyata Juga Bisa Bikin Depresi

Obesitas tak hanya meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Bahaya obesitas ternyata lebih dari itu, bahkan sampai memicu depresi. Kok bisa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Obesitas, Health Centers 17/12/2018 . 6 mins read

Benarkah Reaksi Alergi Bisa Muncul Karena Sugesti?

Kulit gatal karena alergi umumnya disebabkan oleh paparan debu, tungau, atau makanan tertentu. Mungkinkah sugesti juga bisa menimbulkan reaksi alergi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri

Direkomendasikan untuk Anda

alergi-buah-kiwi

Alergi Buah Kiwi Cukup Umum Terjadi pada Anak, Apa Gejalanya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 26/04/2020 . 6 mins read
masalah psikologis transgender

Masalah Psikologis Transgender: Depresi hingga Penyalahgunaan Obat

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 14/02/2020 . 5 mins read
penyebab alergi

Kupas Tuntas Penyebab, Faktor Risiko, dan Hal-Hal yang Mencetus Reaksi Alergi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 02/12/2019 . 8 mins read
pacaran menyebabkan depresi

Bertengkar Terus Selama Pacaran, Apakah Bisa Sampai Bikin Depresi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 09/09/2019 . 4 mins read