3 Alergi Paling Umum di Indonesia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24/07/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Penyakit akibat alergi, seperti asma, bronkitis, alergi makanan, dan dermatitis atropi diderita oleh 30-40% total penduduk dunia. Dilansir dari pikiranrakyat.com, World Health Organization (WHO) memprediksi tingkat kejadian asma akan mencapai 400 juta orang pada tahun 2025, dan sekitar 50%-nya diperkirakan menderita alergi makanan.

Hasil kajian International Study of Asthma and Allergies in Childhood, semakin banyak anak-anak yang terkena alergi, termasuk di Indonesia. Sejumlah peneliti memperkirakan bahwa peningkatan kasus alergi di Indonesia mencapai 30 persen per tahunnya, walaupun belum ada data terinci mengenai prevalensi dan epidemiologi alergi beserta penyebabnya.

Beberapa tipe alergi paling umum yang mungkin banyak ditemukan di Indonesia, termasuk:

Alergi debu dan polusi

Jumlah penduduk di kota-kota besar Indonesia yang mengidap alergi semakin meningkat setiap tahunnya akibat kadar polusi udara yang semakin parah.

Mengutip dari Jakarta Post, hasil penelitian oleh Universitas Indonesia menunjukkan kenaikan persentase anak berusia di bawah 12 tahun pengidap alergi polusi dan debu hingga empat kali lipat dalam 20 tahun terakhir, dari 2% di tahun 1980 dan mencapai 8% di tahun 2000.

Reaksi alergi yang ditimbulkan oleh dua alergen ini bervariasi. Yang paling umum adalah bersin, hidung berair, serta mata merah dan gatal. Namun jika sistem pernapasan dalam juga terpengaruh, reaksi alergi juga bisa menimbulkan potensi gangguan pernapasan yang membahayakan, seperti asma, kesulitan bernapas, pembengkakan jalur pernapasan, dan penumpukan lendir di paru-paru.

Alergi makanan

Dilansir dari pdpersi.co.id, ada beberapa jenis makanan yang paling sering menyebabkan alergi sehingga tidak dianjurkan diberikan kepada bayi dengan usia terlalu muda telur, susu sapi, kacang-kacangan, kedelai, gandum, ikan, dan seafood.

Menurut data Sari Pediatri IDAI oleh Dr. Meida Tanukusumah, Sp.A, pada tahun pertama kehidupan, 6% anak berusia kurang dari 3 tahun paling sering menderita alergi makanan. Umumnya, saat anak beranjak usia 5-6 tahun alergi makanan akan hilang, kecuali alergi kacang tanah dan alergi terhadap jenis ikan laut dan kerang-kerangan.

Gejala alergi makanan dapat timbul di berbagai bagian tubuh, seperti kulit, saluran pernapasan, saluran cerna, kardiovaskular, mata, dan telinga. Gejala anafilaksis, seperti pembengkakan lidah dan bibir, sakit tenggorokan, ruam dan gatal kemerahan, dan angioedema dapat ditimbulkan akibat alergi makanan.

Histamin diperkirakan menjadi penyebab dari alergi seafood. Kandungan histamin pada ikan, udang, cumi, kerang, kepiting, atau hewan laut lainnya, terutama yang tidak terjamin kesegarannya termasuk tinggi. Histamin adalah senyawa hasil reaksi antara mikroorganisme pembusuk dengan enzim-enzim yang muncul setelah hewan mati.

Alergi yang menyebabkan peradangan kulit

Dermatitis atopik atau eksim atopik adalah bentuk peradangan kulit yang umum ditemukan pada orang-orang yang memiliki reaksi alergi tertentu dan biasa muncul pada penderita asma atau alergi serbuk sari.

Kebanyakan orang memiliki reaksi ringan sampai sedang terhadap alergen yang berbeda, tergantung dari tingkat keparahan alergi dan jumlah daerah alergen.

Peradangan kulit akibat alergi sering kali muncul pada area tubuh yang memiliki lipatan kulit dan timbul dalam bentuk ruam, benjol, gatal-gatal, atau infeksi.

Alergen yang paling umum pemicu alergi kulit adalah logam (jam tangan atau perhiasan), tanaman beracun, dan jenis kain tertentu, seperti wol.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Menguak Manfaat Power Nap dan Bedanya Dengan Tidur Siang Biasa

Badan lemas, ngantuk, dan mata berat? Itu tandanya Anda butuh tidur siang! Yuk, intip trik power nap ini agar tidur siang lebih berkualitas dan bermanfaat.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Fakta Unik 23/07/2020 . Waktu baca 4 menit

6 Penyebab Otak Anda Sulit Mengingat dan Mudah Lupa

Baru kenalan 5 menit yang lalu, sudah lupa namanya? Ada janji nanti sore, tapi Anda tak ingat? Ini berbagai penyebab sulit mengingat yang Anda alami.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Fakta Unik 22/07/2020 . Waktu baca 4 menit

5 Hal yang Sering Jadi Penyebab Mati Rasa pada Kaki dan Tangan

Mati rasa sering terasa pada jari, tangan, kaki, lengan, maupun telapak kaki Anda. Apa sebenarnya yang menjadi penyebab mati rasa?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Hidup Sehat, Fakta Unik 22/07/2020 . Waktu baca 3 menit

5 Manfaat Buah Melon yang Menyehatkan Tubuh

Suka makan buah melon? Tapi, tahukah Anda kalau manfaat buah melon sangat baik untuk kesehatan tubuh manusia? Apa saja manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Fakta Unik 22/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

efek samping salep obat kortikosteroid

Hati-hati Penggunaan Obat Kortikosteroid Berlebihan

Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
Dipublikasikan tanggal: 28/07/2020 . Waktu baca 4 menit
minum madu

Minum Madu Setelah Minum Obat, Boleh atau Tidak?

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 27/07/2020 . Waktu baca 3 menit
sesak napas dispnea

Sesak Napas

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 24/07/2020 . Waktu baca 9 menit

Tidur yang Sehat, Dengan Lampu Menyala atau Mati?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 23/07/2020 . Waktu baca 4 menit