home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Cara Menyembuhkan Penyakit Peyronie pada Pria, Perlukah Operasi?

Cara Menyembuhkan Penyakit Peyronie pada Pria, Perlukah Operasi?

Setiap pria memiliki bentuk dan ukuran penis yang berbeda, termasuk kondisinya yang lurus maupun tidak. Penis bengkok umumnya adalah hal wajar apabila tidak menimbulkan rasa sakit atau kesulitan saat berhubungan seksual. Tetapi lain halnya jika Anda mengalami penyakit Peyronie yang bisa menimbulkan rasa sakit ketika ereksi. Nah, bagaimana cara menyembuhkan penyakit Peyronie pada pria? Simak ulasannya berikut ini.

Apakah penyakit Peyronie bisa disembuhkan?

Penyakit Peyronie membuat penis yang semula normal menjadi bengkok dan menimbulkan rasa sakit hingga kesulitan berhubungan seks. Para ahli menyebut sekitar 6-10% pria berusia 40 hingga 70 tahun mengidap penyakit Peyronie. Namun, tidak menutup kemungkinan pria yang usianya lebih muda juga bisa mengalami gangguan penis ini.

Dilansir oleh Urology Care Foundation, penderita penyakit Peyronie terbagi ke dalam dua fase, yakni fase akut dan fase kronis.

  • Fase akut: Fase ini umumnya berlangsung selama 5 hingga 7 bulan, tetapi bisa lebih lama hingga 18 bulan pada beberapa kasus tertentu. Selama fase ini, jaringan parut atau plak mulai terbentuk pada penis, sehingga batang penis akan mengalami pembengkokan dan timbul rasa sakit saat pria mengalami ereksi.
  • Fase kronis: Fase ini terjadi saat pertumbuhan jaringan parut atau plak sudah berhenti dan tidak ada lagi penambahan kelengkungan penis. Biasanya, rasa sakit dan nyeri pada penis mulai berkurang, tidak separah saat memasuki fase akut.

Selama kedua fase ini, pembengkokan dan rasa nyeri pada penis saat ereksi dapat membuat pria mengalami kesulitan berhubungan seks hingga disfungsi ereksi (impotensi).

Penyakit Peyronie bisa menjadi kondisi permanen atau bertambah parah apabila Anda tidak memperhatikan faktor risiko dan penyebab penyakit Peyronie. Tak perlu khawatir, kondisi ini bisa disembuhkan melalui obat-obatan, prosedur medis, atau terapi lainnya.

Apa saja tes untuk mendiagnosis penyakit Peyronie?

Pria yang mengidap penyakit Peyronie biasanya dirujuk ke dokter spesialis urologi, yakni dokter yang khusus menangani penyakit saluran kemih dan sistem reproduksi. Dokter pertama kali akan menanyakan mengenai riwayat yang terjadi sebelum gejala muncul, termasuk cedera.

Kemudian, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengecek keberadaan jaringan parut atau plak yang mengeras pada penis. Pemeriksaan mungkin perlu Anda lakukan dalam kondisi penis ereksi. Apabila Anda sulit mendapatkannya, dokter akan memberikan obat suntik yang bisa menyebabkan ereksi sementara.

Dalam beberapa kasus, dokter juga bisa melakukan tes pencitraan melalui ultrasound (USG) untuk mengetahui lokasi jaringan parut pada penis, memeriksa penumpukan kalsium, dan menunjukkan aliran dalam pada penis Anda.

Tes-tes tersebut berguna bagi dokter untuk menentukan opsi pengobatan penyakit Peyronie mana yang sesuai dengan kondisi yang Anda alami.

Bagaimana cara menyembuhkan penyakit Peyronie?

pengobatan penyakit peyronie

Beberapa kasus penyakit Peyronie bisa hilang tanpa pengobatan. Dokter umumnya hanya akan menyarankan Anda untuk terus mengawasi kondisi ini apabila mengalami hal-hal, seperti:

  • pembengkokan penis tidak terlalu berbahaya,
  • hanya merasakan sedikit nyeri saat ereksi,
  • tidak merasakan sakit atau nyeri selama berhubungan seks,
  • tidak merasakan masalah buang air kecil, atau
  • masih bisa ereksi normal tanpa timbul gejala disfungsi ereksi.

Tujuan dari berbagai cara menyembuhkan penyakit Peyronie adalah untuk mengurangi rasa sakit, mengembalikan bentuk penis kembali lurus atau hampir lurus, dan mempertahankan kemampuan pria untuk berhubungan seksual.

Setelah Anda didiagnosis, dokter akan menyarankan beberapa metode pengobatan penyakit Peyronie, mulai dari obat-obatan, prosedur operasi, dan terapi medis lainnya.

1. Obat-obatan oral

Tidak ada obat-obatan oral yang efektif mengobati pembengkokan penis. Namun, beberapa jenis obat dan suplemen, seperti potassium para-aminobenzoate (potaba), tamoxifen, colchicine, acetyl-l-carnitine, pentoxifylline, dan vitamin E dapat membantu mengurangi peradangan dan pertumbuhan jaringan parut atau plak penyebab penyakit Peyronie.

Dokter juga akan memberikan obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID), seperti ibuprofen atau naproxen apabila Anda merasakan sakit dan nyeri pada penis.

2. Suntikan penis

Dokter umumnya akan memberikan suntikan langsung ke bagian penis yang terdampak plak, dengan memberikan dosis yang lebih tinggi daripada obat-obatan oral. Cara menyembuhkan penyakit Peyronie ini umumnya dilakukan pada tahap awal, di mana kondisi penis penderita belum membutuhkan prosedur pembedahan.

  • Collagenase (Xiaflex): Satu-satunya pengobatan yang disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA). Senyawa enzim ini membantu memecah zat pembentuk plak, sehingga dapat membantu mengurangi kelengkungan penis dan meningkatkan fungsi ereksi.
  • Verapamil: Obat-obatan untuk mengobati tekanan darah tinggi yang bisa mengurangi nyeri penis dan kelengkungan saat disuntikkan ke dalam plak.
  • Interferon-alpha 2b: Pengobatan penyakit Peyronie dengan protein dari sel darah putih, yang bisa mengurangi rasa sakit, ukuran plak, dan pembengkokan penis.

3. Prosedur operasi

Pembengkokan penis dalam jangka waktu lama bisa membuat pria kesulitan saat berhubungan seks. Prosedur operasi hanya direkomendasikan saat penderita penyakit Peyronie sudah memasuki fase kronis, yakni dalam kondisi stabil dan tidak ada pembengkokan penis lagi.

Dokter merekomendasikan Anda menunggu setidaknya 9 hingga 12 bulan sambil mengawasi perkembangan kondisi ini. Pasalnya, beberapa pria akan membaik tanpa memerlukan pengobatan lebih lanjut.

Dikutip dari National Health Service, pembedahan untuk penyakit Peyronie akan melibatkan beberapa hal seperti berikut ini.

  • Menghilangkan atau memotong jaringan parut, kemudian menempelkan jaringan kulit lainnya untuk meluruskan penis.
  • Menjahit area penis yang berlawanan dengan jaringan parut untuk bisa meluruskan penis, tetapi prosedur ini berisiko menyebabkan sedikit pemendekan penis.
  • Menanamkan alat untuk meluruskan penis (implan penis).

4. Terapi medis lainnya

Beberapa tindakan medis lain untuk mengobati penyakit Peyronie masih memerlukan penelitian lebih lanjut hingga saat ini. Terapi tersebut menggunakan perangkat traksi dan vakum penis untuk meregangkan dan mengurangi pembengkokan.

Terapi gelombang kejut atau extracorporeal shockwave therapy (ESWT) yang melibatkan gelombang kejut listrik intensitas rendah pada plak bisa mengurangi sakit dan pembengkokan, namun hingga saat ini belum cukup bukti untuk mengetahui efektivitasnya.

Dokter akan menganjurkan Anda untuk tidak berhubungan seks setidaknya selama 6 minggu setelah operasi. Selain itu, Anda mungkin perlu mengenakan pelindung penis saat berolahraga dan lebih berhati-hati saat berhubungan seks.

Perubahan gaya hidup, seperti berhenti merokok dan membatasi minum alkohol serta menjaga komunikasi dengan pasangan berkaitan tentang kehidupan seksual bisa membantu Anda menangani kondisi ini. Selain itu, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter bila Anda ingin melakukan pengobatan penyakit peyronie secara alami.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Peyronie’s Disease: What Is It, Treatment & Causes. Cleveland Clinic. (2020). Retrieved 8 June 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/10044-peyronies-disease

Peyronie’s Disease: Symptoms, Diagnosis & Treatment. Urology Care Foundation. (2020). Retrieved 8 June 2021, from https://www.urologyhealth.org/urology-a-z/p/peyronies-disease

Penile Curvature (Peyronie’s Disease). National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. (2019). Retrieved 8 June 2021, from https://www.niddk.nih.gov/health-information/urologic-diseases/penile-curvature-peyronies-disease

Is it normal to have a curved penis?. NHS. (2018). Retrieved 8 June 2021, from https://www.nhs.uk/common-health-questions/mens-health/is-it-normal-to-have-a-curved-penis/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Satria Aji Purwoko Diperbarui 14/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan