home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Selain Cedera, Ini 6 Kondisi yang Bisa Jadi Penyebab Penyakit Peyronie

Selain Cedera, Ini 6 Kondisi yang Bisa Jadi Penyebab Penyakit Peyronie

Penyakit Peyronie atau Peyronie’s disease merupakan salah satu kondisi serius yang bisa menjadi penyebab penis pria bengkok, baik ke atas, bawah, atau samping. Kondisi ini terjadi saat terbentuk jaringan parut atau plak dalam batang penis dan menjadi sebuah benjolan rata atau jaringan yang keras.

Pria yang menderita penyakit Peyronie bisa mengalami ereksi yang terasa menyakitkan, hingga kesulitan saat berhubungan seksual bahkan mengalami disfungsi ereksi (impotensi). Lantas, hal-hal apa saja yang bisa jadi penyebab penyakit Peyronie?

Apa penyebab penyakit Peyronie?

Penyebab penyakit Peyronie belum diketahui secara pasti, tetapi sejumlah faktor bisa memicu pembentukan jaringan parut atau plak pada batang penis. Seperti dikutip dari Mayo Clinic, para peneliti memperkirakan penyakit Peyronie timbul akibat cedera berulang pada penis, misalnya ketika berhubungan seks, aktivitas olahraga, atau kecelakaan.

Proses penyembuhan cedera pada batang penis akan memicu pertumbuhan jaringan parut secara tidak beraturan. Saat mengalami kondisi ini, biasanya Anda akan merasa ada benjolan atau bagian keras pada penis, serta timbul pembengkokan saat ereksi penis.

Penis terdiri dari sepasang bagian berbentuk tabung bernama corpora cavernosa yang bersifat seperti spons. Setiap tabung ini diselimuti oleh membran bernama tunica albuginea. Saat pria mendapatkan rangsangan seksual, darah akan mengalir deras mengisi ruang-ruang dalam corpora cavernosa sehingga penis membesar, mengeras, dan terjadilah ereksi.

Jaringan parut penyebab penyakit Peyronie bisa tumbuh pada bagian batang penis mana saja. Ereksi akan membuat batang penis meregang, tetapi bagian dengan jaringan parut tidak ikut meregang sehingga penis bisa menekuk ke arah tertentu dan menimbulkan rasa sakit.

Selain cedera, gangguan penis ini bisa muncul secara bertahap tanpa pria sadari. Para peneliti hingga saat ini masih menyelidiki faktor-faktor lain yang bisa memicu penyakit Peyronie.

Hal-hal apa saja yang memicu risiko penyakit Peyronie?

peyronie's disease penyakit peyronie

Pria yang pernah mengalami cedera penis, baik itu saat berhubungan seks, berolahraga, atau terlibat kecelakan tidak selalu mengalami kondisi ini. Para peneliti percaya ada faktor-faktor lain yang memengaruhi pembentukan jaringan parut atau plak penyebab penyakit Peyronie.

Berikut adalah beberapa faktor risiko yang mungkin bisa meningkatkan risiko seorang pria mengalami penyakit Peyronie.

1. Gangguan jaringan ikat

Apabila memiliki gangguan jaringan ikat tertentu, Anda mungkin memiliki peluang lebih tinggi mengalami penyakit Peyronie. Beberapa gangguan jaringan ikat yang terkait dengan pembengkokan batang penis meliputi kondisi sebagai berikut ini.

  • Kontraktur Dupuytren: kondisi yang memengaruhi jaringan ikat pada telapak tangan yang memendek dan menebal sehingga membuat posisi jari tertekuk.
  • Plantar fasciitis: peradangan jaringan tebal di bagian bawah kaki yang menimbulkan lengkungan kaki.
  • Scleroderma: pertumbuhan abnormal pada jaringan ikat dan kulit yang mengeras dan menebal, kondisi ini bisa menimbulkan pembengkakan hingga nyeri otot dan sendi.

2. Penyakit autoimun

Gangguan autoimun yang terjadi saat sistem kekebalan tubuh menyerang sel dan organ tubuh yang sehat juga bisa meningkatkan risiko kondisi ini. Beberapa penyakit autoimun yang bisa meningkatkan risiko penyakit ini adalah sebagai berikut.

  • Lupus: kondisi penyakit yang bisa menyebabkan peradangan pada berbagai jaringan tubuh, termasuk sendi, kulit, ginjal, jantung, paru-paru, pembuluh darah, dan otak.
  • Sindrom Sjogren: gangguan sistem imun yang menyebabkan peradangan pada kelenjar air mata dan air liur.
  • Penyakit Behcet: penyakit yang menyebabkan peradangan pada pembuluh darah.

3. Keturunan

Para ahli percaya bahwa genetika atau keturunan juga memengaruhi penyakit Peyronie pada seseorang. Jika ayah atau saudara laki-laki Anda pernah menderita kondisi ini, maka Anda berpeluang besar mengalami hal yang sama.

4. Penuaan

Penyakit Peyronie bisa terjadi pada pria dari segala rentang usia, tetapi peluang terjadinya kondisi ini akan meningkat seiring bertambahnya usia. Pertambahan usia pria menyebabkan perubahan kondisi penis, yang bisa membuatnya lebih mudah terluka dan sulit untuk sembuh dengan baik.

5. Disfungsi ereksi

Pria yang memiliki disfungsi ereksi atau impotensi, yakni kesulitan mendapatkan dan mempertahankan ereksi penis terkait dengan diabetes kemungkinan 4 hingga 5 kali lebih mungkin mengembangkan penyakit Peyronie.

6. Kanker prostat

Prosedur operasi untuk menangani kanker prostat pada pria juga meningkatkan risiko terjadinya kondisi ini. Para ahli berpendapat bahwa operasi kanker prostat juga terkait dengan timbulnya disfungsi ereksi pada sebagian pria.

Kapan Anda perlu periksa ke dokter?

Apabila Anda merasa ada perubahan bentuk penis yang sebelumnya normal, disertai beberapa gejala seperti masalah ereksi, penis memendek, dan rasa sakit, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Perawatan lebih awal bisa mencegah gangguan penis ini semakin buruk.

Penanganan penyakit Peyronie yang buruk bisa menimbulkan komplikasi seperti di bawah ini.

  • Ketidakmampuan untuk berhubungan seksual karena penis bengkok
  • Disfungsi ereksi (impotensi)
  • Stres, depresi, atau kecemasan tentang kemampuan seksual dan penampilan penis
  • Stres dalam hubungan dengan pasangan seksual
  • Kesulitan mendapatkan keturunan karena hubungan seksual yang sulit

Bila khawatir dengan komplikasi dari kondisi penis yang bengkok akibat penyakit Peyronie, lebih baik konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan solusi tepat masalah Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Peyronie’s Disease: Symptoms, Diagnosis & Treatment. Urology Care Foundation. (2020). Retrieved 8 June 2021, from https://www.urologyhealth.org/urology-a-z/p/peyronies-disease

Peyronie’s disease – Symptoms and causes. Mayo Clinic. (2021). Retrieved 8 June 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/peyronies-disease/symptoms-causes/syc-20353468

Peyronie’s disease – Diagnosis and treatment. Mayo Clinic. (2021). Retrieved 8 June 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/peyronies-disease/diagnosis-treatment/drc-20353473

Peyronie’s Disease: What Is It, Treatment & Causes. Cleveland Clinic. (2020). Retrieved 8 June 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/10044-peyronies-disease

Penile Curvature (Peyronie’s Disease). National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. (2019). Retrieved 8 June 2021, from https://www.niddk.nih.gov/health-information/urologic-diseases/penile-curvature-peyronies-disease

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Satria Aji Purwoko Diperbarui 2 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x