7 Ciri dan Karakteristik Penis yang Sehat, Bagaimana dengan Milik Anda?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Pada satu titik kehidupannya, kebanyakan pria pasti bertanya-tanya, “Apakah penis saya normal?” atau “Apakah air mani seharusnya terlihat seperti itu?” Memangnya, seperti apa sih ciri penis yang sehat?

Sebuah penis yang sehat tidak hanya dapat dinilai pada seberapa baiknya performa seorang pria di tempat tidur, namun juga dari seberapa baik fungsinya sehari-hari.

Sensitivitas penis, ukuran, dan ereksi — semuanya berhubungan dengan keseluruhan kesehatan tubuh pria yang dapat berfungsi sebagai indikator awal dari masalah di daerah lain. Misalnya jika penis tidak bisa ereksi, hal ini dapat mencerminkan masalah kesehatan lain yang mendasari, bukan hanya terkait isu gairah dan seks semata.

Mengenal karakteristik fisik dari penis yang sehat

Lantas, bagaimana cara Anda untuk mengenali ciri dan karakteristik penis sehat yang bisa dilakukan sendiri? Nah, setidaknya ada tujuh kondisi penis yang dapat Anda perhatikan, yaitu mengenai warna, tekstur, ukuran, bentuk, kulit kulup, ejakulasi, dan sensitivitas.

1. Warna

Pada umumnya, penis yang sehat memiliki warna yang sama dengan rona kulit tubuh seseorang. Namun, seorang pria dapat memiliki penis yang berwarna 1-2 tingkat lebih gelap, lebih cokelat, atau kemerahan — bahkan lebih terang daripada bagian tubuh lainnya.

Beberapa pria memiliki bintik-bintik hitam pada penis mereka. Bagi sebagian pria, hal ini merupakan bagian normal dari kulit mereka. Namun, segera konsultasikan ke dokter jika timbul bercak atau noda yang baru muncul dan tidak kunjung menghilang.

Walaupun tidak terlalu umum, namun bukan tidak mungkin untuk penis memar. Memar yang hilang dengan cepat, relatif tidak berbahaya. Namun, memar berwarna ungu atau biru gelap yang menyebar, terutama muncul setelah cedera, memerlukan perhatian medis segera karena dapat menandakan kerusakan jangka panjang pada ereksi.

Satu hal yang pasti, jika rona warna kulit penis Anda tidak begitu berbeda dengan warna kulit tubuh Anda maka kemungkinan terbesarnya Anda baik-baik saja. 

Saat mendapat rangsangan, penis dapat cenderung menggelap selama beberapa saat. Akan tetapi, jika ada perubahan warna yang signifikan dan mendadak, serta diikuti rasa sakit — terutama kemerahan dan membengkak — Anda harus temui dokter.

2. Tekstur

Kebanyakan penis memiliki tekstur yang tidak mulus. Normal bagi pembuluh darah pada penis dapat terlihat dan bahkan sedikit timbul di permukaan, terutama jika terangsang, sehingga penis tampak seperti berotot. 

Banyak penis yang sehat juga memiliki folikel rambut pada batangnya, yang terasa seperti benjolan kecil. Selama ukuran benjolan pada penis tidak mengkhawatirkan, seperti memerah atau teriritasi, benjolan ini mungkin merupakan bagian dari kulit alami Anda, seperti pearly penile papules (PPP) atau bintik Fordyce.

Pearly penile papule (PPP) adalah kutil kecil dan halus seperti mutiara di kepala penis yang umumnya hadir di usia dewasa muda. PPP merupakan kondisi yang sangat umum, sama sekali tidak berbahaya, dan tidak menular — sekitar 25% dari populasi laki-laki di dunia memilikinya.

Bintik Fordyce adalah benjolan kecil berwarna merah terang atau senada dengan rona kulit Anda pada batang penis atau buah zakar. Benjolan ini timbul setidaknya pada 50% dari populasi pria. Bintik Fordyce merupakan kondisi alami dan tidak memerlukan kekhawatiran khusus, tidak berbahaya, dan tidak menular. 

Namun demikian, benjolan yang besar dan teriritasi dapat memberikan sinyal untuk penyakit kelamin menular, seperti kutil penis bernanah. Anda harus temui dokter jika memiliki ini.

Seorang pria juga mungkin untuk mendapatkan ruam kemerahan pada penisnya. Selain akibat penyakit kelamin, kulit penis dapat memerah teriritasi dari reaksi alergi sabun mandi, deterjen, atau terlalu banyak gesekan saat berhubungan seks maupun masturbasi.

Jika iritasi tidak menghilang dalam beberapa hari, temui dokter — terutama jika Anda aktif secara seksual. Iritasi kulit yang tidak kunjung sembuh dapat menandakan penyakit kelamin atau kurap — infeksi jamur pada penis akibat temperatur lembab. Infeksi jamur cukup mudah diobati dan sering terjadi pada pria yang tidak disunat.

3. Ukuran

ukuran penis normal

Ukuran penis bervariasi, begitu pula dengan ukuran buah zakar. Di Indonesia, rata-rata panjang ukuran penis pria dewasa saat ereksi 12-19 centimeter. Saat “layu”, panjang penis pada umumnya berkisar 5-10 centimeter.

Beberapa orang dapat memiliki tambahan beberapa centimeter yang signifikan saat penis ereksi, sementara yang lainnya hanya mendapat tambahan panjang 1-2 centimeter. Saat kedinginan, berenang di air dingin, atau bahkan grogi, penis dapat mengerut ke dalam tubuh dan tetapi akan memanjang kembali saat mendapat kehangatan. 

Semua kondisi penis tersebut normal dan sehat. Hal ini disebabkan anatomi penis yang setengah panjangnya berada di dalam tubuh — seperti sebuah pohon besar dengan akar kokoh di dalam tanah. Anda tidak dapat melihat pangkal penis yang tertanam dalam panggul dan menempel di tulang kemaluan Anda. Penis yang sedang ereksi sebenarnya memiliki bentuk seperti bumerang.

Testis kebanyakan pria memiliki ukuran yang seragam, meski umum untuk satu sisi berukuran lebih besar dari yang lain. Satu testis yang menggantung lebih rendah juga umum ditemui dan bukan merupakan kondisi medis serius. 

Umumnya, testis yang sehat harus terasa halus, tanpa ada benjolan, atau gumpalan. Di belakang testis, terdapat sebuah “tabung” lunak bernama epididimis. Jika Anda melihat perubahan aneh pada testis — seperti satu testis membesar dan memiliki gumpalan keras, dan rasa sakit yang dicurigai sebagai kanker testis — penting bagi Anda untuk mendapatkan pemeriksaan menyeluruh di rumah sakit.

Penis dapat mengecil karena beberapa alasan, salah satunya kebiasaan merokok. Merokok berdampak pada perkembangan aterosklerosis alias penumpukan plak dalam arteri. Plak ini akan menyumbat pembuluh darah jantung, termasuk pembuluh darah yang bertugas mengirim darah ke penis selama ereksi. 

Penyumbatan pembuluh darah yang ditambah dengan racun bahan-bahan kimia dari rokok dapat merusak pembuluh darah, sehingga jadi faktor penyebab disfungsi ereksi. Hal ini dapat menyebabkan ukuran penis menyusut 1-2 centimeter akibat pengapuran pembuluh darah. Merokok juga dapat menyebabkan kerusakan jaringan penis yang dapat mempengaruhi kemampuan penis berfungsi secara normal, di samping gangguan ereksi.

4. Bentuk

Beberapa penis dapat menggantung ke satu sisi atau lainnya. Penis juga dapat memiliki sedikit lekukan, bahkan saat ereksi. Kondisi ini termasuk umum dan tidak memerlukan kekhawatiran besar, terutama jika lekukan ini telah ada sejak bayi. Namun, jika penis Anda tiba-tiba bengkok — akibat penyakit Peyronie akibat penumpukan plak jinak — dan menimbulkan nyeri saat seks, segera hubungi dokter. 

Setiap kali Anda mengalami ereksi di pagi hari atau masturbasi, sebenarnya hal ini adalah cara tubuh untuk menjaga kebugaran bentuk penis. Otot penis harus tetap menerima oksigen melalui aliran darah yang dapat menyebabkannya penis ereksi dan membesar. 

Jika seorang pria tidak mengalami ereksi normal, maka jaringan penis dapat menjadi kurang elastis dan menyusut sehingga membuat penis 1-2 cm lebih pendek. Tapi tenang, jika Anda secara fisik masih bisa ereksi namun tidak mengalaminya dalam sehari, otak memiliki program pemeliharaan penis otomatis.

Beberapa orang tidak mampu secara fisik untuk mengalami ereksi, seperti setelah mengalami trauma, kerusakan saraf, atau memiliki diabetes. Pada kasus ini, sebuah perangkat seperti pompa vakum penis, yang berfungsi memaksa penis membesar dengan asupan darah, dapat membantu pria mengatasi masalah ereksi untuk mempertahankan bentuk penis yang sehat.

5. Kulit kulup

Beberapa pria disunat, beberapa lainnya tidak dan masih memiliki kulit kulup utuh. Keduanya merupakan hal yang umum di kebudayaan Indonesia. Kulit kulup adalah lapisan kulit tipis yang menutupi kepala penis pada pria yang tidak disunat. Saat terangsang, kulit kulup akan menarik diri yang akan memperlihatkan kepala penis.

Agar kondisi penis tetap sehat, Anda perlu selalu menjaga kebersihan kulit kulup. Minyak, keringat, kotoran, dan kulit mati dapat menumpuk di bawahnya sehingga membentuk kerak putih atau kekuningan yang disebut smegma. Smegma termasuk normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Membersihkan smegma saat Anda mandi sudah cukup untuk menghindari infeksi ragi.

Sama halnya seperti vagina, kulit penis adalah lingkungan yang ideal untuk bakteri berkembang biak. Namun, jumlah bakteri akan tergantung pada apakah pria tersebut disunat atau tidak. Sebuah studi dari American Society for Microbiology menyebutkan, ada lebih sedikit bakteri ditemukan pada kelompok pria yang disunat daripada yang tidak. 

Sunat mengubah ekologi bakteri pada penis, yang mungkin dapat menjelaskan mengapa tindakan ini dapat mengurangi risiko HIV. Teorinya, bakteri anaerob — bakteri yang tidak bisa hidup di hadapan oksigen — dapat menyebabkan sistem imun tubuh bereaksi sedemikian rupa sehingga sel-sel tubuh menjadi lebih rentan terhadap infeksi HIV pada pria yang tidak disunat.

6. Ejakulasi

ejakulasi

Ketika seorang pria mendapat rangsangan, mereka akan mengalami ejakulasi dan mengeluarkan air mani. Jumlah air mani saat satu kali ejakulasi biasanya kurang dari satu sendok teh, tetapi hal ini bervariasi antar pria.

Cairan ejakulasi biasanya berwarna putih susu, meski sebagian pria memiliki cairan yang berwarna sedikit kekuningan. Jika ejakulasi terasa sakit atau Anda tidak bisa ejakulasi, segera hubungi dokter. Cairan ejakulasi yang mengandung darah juga harus diperiksa.

Air mani memiliki konsistensi dan tekstur yang juga bervariasi. Sewaktu-waktu, air mani dapat tampak lebih kental dan menggumpal daripada biasanya. Umumnya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Perubahan ini  dipengaruhi oleh pola makan, asupan nutrisi, kadar air tubuh, waktu terakhir kali ejakulasi, dan seberapa terangsangnya mereka.

7. Sensitivitas

Penurunan sensitivitas penis merupakan hal yang normal seiring dengan bertambahnya usia, meskipun seberapa banyak derajat penurunannya tidak dapat dijelaskan secara rinci. Umumnya, sensitivitas sebuah penis diukur oleh sedikitnya jumlah stimulasi yang bisa dirasakan — disebut ambang sensorik.

Penurunan sensitivitas akibat usia sering dikaitkan dengan penurunan jumlah hormon testosteron dan perubahan sensitivitas reseptor androgen. Sensitivitas akan menurun mulai usia 25 tahun, sementara penurunan paling tajam terlihat pada usia 65-75 tahun.

Hal yang perlu Anda pahami tentang penis yang sehat adalah setiap orang dapat memiliki kondisi berbeda satu sama lainnya. Penis sehat umumnya tidak terlihat seragam, jadi cobalah untuk tidak terlalu khawatir atau membandingkan diri dengan orang lain.

Penis adalah organ vital pria, maka penting untuk selalu menjaga kebersihan penis, melakukan aktivitas seks aman, dan menerapkan pola hidup sehat. Bila Anda menyadari adanya perubahan aneh pada penis, segera hubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Berapa Pengeluaran Rokok Anda Sehari?

Hitung dan coba alihkan uang itu untuk aktivitas lain yang membantu kesehatan Anda.

Cek Sekarang!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah Alkohol Membuat Pria Sulit Ereksi?

Pernahkah Anda mengalami kesulitan ereksi setelah mengonsumsi alkohol dalam jumlah banyak? Apa efek alkohol terhadap kemampuan ereksi?

Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pria, Impotensi 16 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

5 Penyebab Sperma Encer dan Cair, Apakah Normal?

Air mani encer bisa berarti tubuh Anda tidak memproduksi cukup sperma namun bukan berarti Anda tidak subur. Ini beberapa cara memperbaikinya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesehatan Pria, Kesehatan Penis 15 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Benarkah Ada Cara Membesarkan Penis yang Efektif? Cari Tahu di Sini!

Dari mulai krim, suplemen, pompa, hingga bedah plastik, diklaim bisa membesarkan ukuran penis. Namun, mana yang sebenarnya terbukti secara medis?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Pria, Kesehatan Penis 10 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit

5 Mitos Keliru Tentang Orang Introvert

Semua orang introvert adalah pemalu — dan semua orang pemalu adalah introvert. Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 10 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

keluar air mani

Tiba-tiba Keluar Air Mani Padahal Tidak Terangsang, Kok Bisa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
ciri hamil bercak darah seperti haid

Muncul Flek Darah Saat Tidak Menstruasi: Haruskah Khawatir?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
air mani pria

7 Fakta Menarik Seputar Air Mani Pria, Ternyata Berbeda dengan Sperma, Lho!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit
cara kerja obat kuat

Ragam Obat Kuat Pria di Apotek, Apakah Bisa Bikin Tahan Lama di Ranjang?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 16 Februari 2021 . Waktu baca 9 menit