Lebih Sehat Mana, Tidur Pakai Bantal Atau Tidak?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 18 Juni 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Setiap orang memiliki selera yang berbeda-beda, termasuk ketika tidur. Ada yang suka pakai bantal saat tidur atau mungkin juga tidak. Dari sisi medis, mana yang sebenarnya lebih sehat untuk tubuh? Yuk, cari tahu jawabannya berikut ini.

Kenapa ada orang yang suka tidur tidak pakai bantal?

Bantal menjadi teman setia untuk menemani tidur. Bantal disebut dapat membuat tidur menjadi lebih nyaman. Namun, tidak semua orang suka tidur menggunakan bantal.

Sebuah studi yang diterbitkan pada jurnal Physiotherapy Canada mengamati efek dari tidur pakai bantal dan tidak. Sebanyak 1.600 partisipan diminta untuk tidur dengan 5 bantal dan tidak dengan bantal sama sekali.

Hasilnya menunjukkan bahwa hampir 50% lebih orang-orang memilih tidak tidur dengan bantal. Alasannya, karena pilihan dan kualitas bantal yang buruk tidak memberikan kenyamanan saat tidur.

Akibatnya mereka memilih tidak tidak pakai bantal sama sekali untuk tidur.

Jika bantal yang digunakan tidak nyaman, tidur akan terganggu. Beberapa efek yang dirasakan lelah dan mengantuk keesokan harinya.

Tak hanya itu, kualitas tidur yang buruk bahkan dalam jangka panjang bisa menyebabkan masalah kesehatan, seperti mudah stres, kecelakaan kerja, dan penyakit jantung.

Lantas, kenapa ada juga yang suka tidur dengan bantal?

mengatasi skoliosis

Sejarah mencatat bahwa orang Mesir kuno sudah menggunakan bantal dari batu untuk mencegah masuknya serangga ke telinga. Sementara, zaman dinasti China, bangsawan menggunakan bantal dari kayu untuk menjaga rambutnya tetap rapi. Lantas, bagaimana dengan sekarang?

Berdasarkan studi yang sama, orang yang suka tidur dengan bantal adalah mereka yang sudah terbiasa tidur dengan bantal. Jadi, mereka tetap memilih tidur pakai bantal dibanding tidak sama sekali.

Jadi, mana yang lebih baik?

kurang tidur tekanan darah naik

Sehat atau tidak, tidur pakai bantal sebenarnya bergantung pada kenyamanan Anda. Jika menggunakan bantal dapat mendukung kualitas tidur Anda lebih baik, tidak masalah tidur dengan tambahan bantal.

Sementara, jika penggunaan bantal menganggu kualitas tidur Anda, tak perlu memaksakan untuk tidur dengan bantal.  Temukan posisi senyaman mungkin agar Anda bisa tidur dengan nyenyak.

Namun, bagi orang dengan masalah kesehatan tertentu, seperti sleep apnea, GERD (gastroesophageal reflux disorder), dan nyeri leher, bantal sangat diperlukan. Pasalnya, ketiga penyakit ini sering kali mengganggu tidur.

Sleep apnea merupakan gangguan tidur yang menyebabkan seseorang berhenti bernapas sejenak ketika tidur. Kondisi ini menyebabkan seseorang terbangun dari tidur dengan napas terengah-engah. Dengan menggunakan bantal, gejala tersebut dapat dikurangi maupun dicegah.

Serupa dengan GERD, bantal tidur juga dapat membantu orang dengan kondisi ini. Posisi kepala yang lebih tinggi dibandingkan perut dapat mencegah asam lambung naik ke tenggorokan.

Begitu juga dengan orang yang sakit leher, bantal tambahan akan membantu menjaga tulang belakang tetap pada posisi yang tepat.

Tapi, pilihan bantal harus diperhatikan

tidur menghilangkan rasa sakit

Orang dengan kondisi di atas, memang tidak dianjurkan untuk tidur tanpa bantal karena bisa memperburuk gejala. Akan tetapi, pilihan bantal tidak boleh sembarangan. Bantal yang dipilih haruslah lembut dan empuk.

Pilihlah desain bantal yang disesuaikan dengan kondisi yang dimiliki. Bagi orang dengan GERD dan sleep apnea, pilihlah bantak dengan bentuk bidang miring, yaitu tinggi di bagian kepala atas dan semakin menurun di sekitar leher dan bahu.

Sementara orang dengan nyeri leher, lebih baik memilih bantal yang tidak terlalu tinggi supaya tidak memicu ketegangan pada otot leher.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Serba Serbi Obat Tidur yang Perlu Anda Ketahui (Plus Penyebab Kenapa Susah Tidur)

Anda susah tidur? Mungkin Anda bisa menggunakan obat tidur apotek atau obat tidur alami. Namun sebelumnya, ketahui juga apa saja efek obat tidur pada tubuh.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Pola Tidur Sehat, Gangguan Tidur 23 November 2020 . Waktu baca 14 menit

8 Hal yang Membuat Anda Sering Terbangun Tengah Malam

Terkadang kita terbangun di tengah malam meski tak ada bunyi alarm atau hal lainnya. Kondisi itu ternyata dipengaruhi kesehatan fisik atau mental. Apa saja?

Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Pola Tidur Sehat, Gangguan Tidur 19 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Malam Begadang, Bolehkah ‘Balas Dendam’ Bayar Utang Tidur di Siang Hari?

Begadang di malam hari atau insomnia membuat Anda tidak cukup tidur. Lantas, bolehkah membayar utang tidur karena begadang di malam hari dengan tidur siang?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Pola Tidur Sehat, Gangguan Tidur 16 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Selalu Mengantuk di Siang Hari? Mungkin Anda Mengidap Hypersomnia

Bahkan jika Anda sudah tidur cukup setiap malam, Anda selalu saja mengantuk di siang hari. Waspada, bisa jadi gejala hypersomnia. Penyakit apa ini?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Pola Tidur Sehat, Gangguan Tidur 9 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mitos tentang tidur

Mengenal 4 Tahapan Tidur: Dari “Tidur Ayam” Hingga Tidur Pulas

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 1 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
gangguan tidur berat badan

Kenapa Gangguan Cemas Seringkali Berkaitan dengan Gangguan Tidur?

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 22 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
perubahan pola tidur

Mengubah Jam Tidur Ternyata Berpengaruh Pada Kesehatan

Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 29 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 24 November 2020 . Waktu baca 5 menit