home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kebiasaan Menyalakan TV Saat Hendak Tidur, Boleh atau Tidak?

Kebiasaan Menyalakan TV Saat Hendak Tidur, Boleh atau Tidak?

Menonton televisi atau tv adalah kegiatan yang sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Setidaknya, Anda akan menghabiskan waktu untuk menonton tv satu atau dua jam dalam sehari. Nah, jika Anda memiliki kebiasaan menyalakan tv saat hendak tidur, sebaiknya cari tahu terlebih dahulu mengenai efek yang mungkin terjadi dari kebiasaan tersebut. Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

Efek kebiasaan menyalakan tv saat hendak tidur

Tidak sedikit orang yang sengaja menyalakan tv tepat sebelum pergi tidur. Terkadang, tv menyalan bukan untuk ditonton, melainkan untuk menemani atau mempercepat proses tertidur.

Sebuah penelitian pada tahun 2013 menyatakan bahwa 60% orang dewasa menonton televisi kurang lebih satu jam sebelum tidur. Nah, kebiasaan menyalakan tv saat hendak tidur memang memiliki manfaat sekaligus efek samping tersendiri, seperti berikut:

Manfaat menonton tv sebelum tidur

Banyak orang yang merasa bahwa menonton tv saat hendak tidur dapat membantu dirinya agar merasa lebih rileks. Jika sedang stres, suara dari tv dapat membantu meredakan kecemasan, salah satu kondisi penyebab insomnia.

Tidak hanya segelintir orang saja yang merasa demikian. Pasalnya, hampir 1/3 orang dewasa memilih untuk menyalakan tv saat hendak tidur sebagai kebiasaan yang dapat membantu agar tidur lebih nyenyak.

Namun, kebiasaan menonton tv sebelum tidur ternyata memiliki lebih banyak efek yang buruk untuk kesehatan Anda, seperti berikut ini.

Efek samping kebiasaan menyalakan tv saat hendak tidur

Ya, meski Anda merasa bisa lebih cepat tidur saat menonton tv sebelum tidur, sebenarnya kebiasaan tersebut justru dapat memberikan pengaruh buruk terhadap kualitas tidur.

Tidak hanya menonton tv, tetapi menggunakan media elektronik, seperti smartphone, tablet, atau laptop tepat sebelum tidur berkaitan erat dengan kualitas tidur yang buruk.

Belum lagi, kebiasaan ini juga dapat memengaruhi jam tidur Anda. Ini artinya, Anda bisa saja tidur lebih malam dan bangun lebih siang. Tak hanya itu, risiko mengalami kelelahan dan stres juga bisa ikut meningkat.

Berikut adalah beberapa kemungkinan bagaimana kebiasaan menyalakan tv saat hendak tidur dapat memengaruhi kualitas tidur Anda:

  • Jam biologis tubuh dan kadar melatonin tubuh berubah karena terpapar oleh cahaya dari tv.
  • Menonton acara tv yang menarik dapat membuat otak tetap terjaga sehingga Anda tidur lebih larut malam.
  • Tidak sempat atau lupa mematikan tv semalaman dapat membuat Anda sering terbangun tengah malam karena terkejut dengan suara dari acara yang baru, atau suara iklan yang menegangkan.

Risiko atau efek samping tersebut sebenarnya belum tentu terjadi pada Anda yang memiliki kebiasaan ini. Bahkan, Anda bisa melakukan tindakan pencegahan dengan mematikan tv jika sudah mengantuk dan siap tidur.

Cara mengurangi kebiasaan menyalakan tv saat hendak tidur

Bagi Anda yang memiliki kebiasaan menonton tv saat hendak tidur, tentu tidak bisa begitu saja meninggalkan rutinitas tersebut hanya dalam satu malam. Ini artinya, Anda perlu mengurangi frekuensinya secara perlahan.

Berikut adalah beberapa hal yang bisa membantu Anda mengurangi kebiasaan menyalakan tv sebelum tidur:

1. Menonton tv lebih awal

Jika Anda memang tidak bisa menahan diri untuk menonton tv sebelum pergi tidur, cobalah untuk melakukannya lebih awal. Artinya, Anda tetap boleh menonton tv pada malam hari, tetapi tidak dekat dengan waktu tidur.

Mulailah perlahan dengan mematikan televisi 15 menit sebelum pergi tidur. Jika sudah terbiasa, buatlah jarak mematikan tv dan waktu pergi tidur lebih lama, misalnya 30 menit hingga satu jam.

Dengan melakukan hal ini, kebiasaan tersebut tidak akan terlalu memberikan dampak terhadap kualitas tidur Anda. Mengurangi kebiasaan ini dapat membantu meningkatkan kualitas tidur secara menyeluruh.

2. Membatasi waktu menonton

Biasanya, saat menemukan film atau serial televisi yang menarik, Anda cenderung akan terus-menerus menonton hingga lupa waktu. Hal tersebut tentu saja akan memperparah kebiasaan menyalakan tv sebelum tidur.

Untuk menguranginya, cobalah membatasi waktu menonton. Sebagai contoh, jika Anda sedang menonton serial televisi yang memiliki sejumlah episode, tentukan batasan episode yang bisa ditonton.

Sementara itu, jika menonton film lepas, pilih film yang durasinya tak terlalu lama dan sesuai dengan waktu menonton yang telah Anda tentukan.

Membatasi waktu menonton akan membantu Anda terhindar dari kebiasaan menonton hingga tak ingat waktu. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan kualitas tidur yang lebih baik.

3. Menonton dengan volume rendah

Jika Anda masih belum berhasil menghilangkan kebiasaan menyalakan tv saat hendak tidur, sebaiknya upayakan untuk mengurangi volume televisi hingga cukup rendah.

Pasalnya, volume televisi yang terlalu kencang dapat membuat Anda terkejut dan terbangun tengah malam jika televisi tak sengaja mengeluarkan bunyi yang keras.

Tak hanya itu, Anda akan bisa tidur terlelap dengan latar suara yang tidak terlalu mengganggu. Alhasil, Anda bisa tetap tidur dengan siklus dan tahapan tidur yang normal.

4. Menghindari acara televisi yang terlalu menarik

Jika Anda benar-benar ingin menghindari kebiasaan menyalakan tv sebelum tidur, pilih acara televisi yang tidak terlalu menarik. Dalam artian, hindari menonton acara televisi yang baru dan berpotensi membuat Anda penasaran.

Tak hanya itu, hindari pula acara televisi yang bertema action, atau yang dapat membuat Anda terhibur. Khawatirnya, acara tersebut justru membuat Anda bersemangat untuk tetap terjaga sepanjang malam.

Lebih baik, pilih acara tv yang menenangkan, sehingga membantu Anda merasa lebih rileks hingga mengantuk. Alhasil, Anda bisa lebih cepat tidur. Jika sempat, jangan lupa matikan televisinya terlebih dahulu, ya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Is it Bad to Watch TV Right Before Bed?. Retrieved 10 May 2021, from https://sleep.org/articles/is-it-bad-to-watch-tv-right-before-bed/

Exelmans, L., & Van den Bulck, J. (2017). Binge Viewing, Sleep, and the Role of Pre-Sleep Arousal. Journal of clinical sleep medicine : JCSM : official publication of the American Academy of Sleep Medicine13(8), 1001–1008. https://doi.org/10.5664/jcsm.6704
Tähkämö, L., Partonen, T., & Pesonen, A. K. (2019). Systematic review of light exposure impact on human circadian rhythm. Chronobiology international36(2), 151–170. https://doi.org/10.1080/07420528.2018.1527773
Guan, Y., & Duan, W. (2020). The Mediating Role of Visual Stimuli From Media Use at Bedtime on Psychological Distress and Fatigue in College Students: Cross-Sectional Study. JMIR mental health7(3), e11609. https://doi.org/10.2196/11609
Exelmans, L., & Van den Bulck, J. (2016). The Use of Media as a Sleep Aid in Adults. Behavioral sleep medicine14(2), 121–133. https://doi.org/10.1080/15402002.2014.963582
Kalmbach, D. A., Anderson, J. R., & Drake, C. L. (2018). The impact of stress on sleep: Pathogenic sleep reactivity as a vulnerability to insomnia and circadian disorders. Journal of sleep research27(6), e12710. https://doi.org/10.1111/jsr.12710
Gradisar, M., Wolfson, A. R., Harvey, A. G., Hale, L., Rosenberg, R., & Czeisler, C. A. (2013). The sleep and technology use of Americans: findings from the National Sleep Foundation’s 2011 Sleep in America poll. Journal of clinical sleep medicine : JCSM : official publication of the American Academy of Sleep Medicine9(12), 1291–1299. https://doi.org/10.5664/jcsm.3272
Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Annisa Hapsari Diperbarui 13/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x