home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengenali Torakotomi, Operasi Pembedahan Dada

Mengenali Torakotomi, Operasi Pembedahan Dada

Jika terdapat gangguan pada kesehatan paru-paru, jantung, atau organ lainnya di dada, salah satu penanganan medis yang dilakukan tenaga kesehatan adalah operasi. Nah, operasi yang bertujuan untuk membedah bagian dada disebut dengan torakotomi. Seperti apa prosedurnya? Apakah torakotomi berisiko bagi kesehatan Anda dalam jangka panjang? Penjelasan selengkapnya akan dipaparkan di bawah ini.

Apa itu torakotomi?

operasi bypass jantung
doctors, performing, operation

Torakotomi atau thoracotomy adalah salah satu jenis operasi yang dilakukan di bagian dada.

Prosedur medis ini diperlukan agar dokter bedah dapat memberikan tindakan secara langsung pada organ-organ di dalam dada atau yang disebut dengan organ torakik.

Beberapa organ yang biasanya ditangani dengan prosedur operasi ini meliputi:

  • jantung,
  • paru-paru,
  • kerongkongan atau esofagus, dan
  • diafragma.

Torakotomi juga dapat membantu dokter mengakses aorta, yakni pembuluh arteri terbesar yang ada di dalam tubuh manusia.

Prosedur ini paling sering dilakukan dalam penanganan kanker paru. Dengan membedah dada, bagian paru-paru yang rusak dapat diangkat.

Torakotomi dilakukan dengan cara membuat sayatan di bagian dinding dada sehingga dokter bedah dapat mengakses organ-organ untuk ditangani secara langsung.

Apa tujuan prosedur torakotomi?

sedot cairan di paru-paru torakosentesis thoracentesis

Tindakan medis ini dilakukan dengan berbagai tujuan, seperti berikut.

1. Mengobati kanker paru-paru

Kanker paru-paru adalah salah satu jenis kanker yang paling umum. Menurut WHO, pada tahun 2020, terdapat sekitar 2,21 juta kasus kanker paru-paru di seluruh dunia.

Salah satu upaya menangani kanker paru-paru adalah dengan melakukan operasi ini.

2. Resusitasi

Resusitasi adalah tindakan medis darurat untuk pasien yang mengalami cedera dada dan nyawanya terancam.

Pelaksanaan torakotomi bertujuan agar perdarahan di jantung terkendali serta mengurangi tekanan pada jantung.

3. Mengangkat tulang rusuk

Prosedur ini juga disarankan apabila pasien harus menjalani pengangkatan tulang rusuk.

Biasanya, tulang rusuk perlu diangkat apabila terdapat organ yang tertusuk tulang atau ada sebagian tulang rusuk yang terkena sel kanker.

Apa saja jenis-jenis torakotomi?

penanganan operasi pasien kanker hati di indonesia

Prosedur bedah ini dapat dibagi menjadi 4 jenis berdasarkan kondisi apa yang harus ditangani.

1. Torakotomi posterolateral

Torakotomi jenis ini dilakukan untuk mengangkat seluruh atau sebagian paru-paru yang rusak akibat kanker paru.

Dokter bedah akan membuat sayatan di sisi dada menuju ke belakang, tepatnya di antara kedua tulang rusuk.

Setelah itu, dokter akan mengangkat sebagian atau seluruh paru-paru.

2. Torakotomi median

Pada prosedur ini, dokter akan membuat sayatan melalui sternum alias tulang dada agar organ dalam dada lebih mudah diakses.

Torakotomi jenis ini umumnya ditujukan untuk operasi penyakit jantung.

3. Torakotomi aksila

Prosedur aksila dilakukan dengan cara membuat sayatan di bagian ketiak (aksila).

Dokter biasanya akan melakukan prosedur bedah ini untuk mengatasi pneumotoraks (paru-paru kolaps). Beberapa masalah jantung dan paru juga dapat ditangani dengan metode operasi ini.

4. Torakotomi anterolateral

Torakotomi anterolateral dilakukan dengan cara menyayat bagian depan dada. Biasanya, prosedur ini dilakukan untuk menangani trauma atau cedera dada yang parah.

Selain itu, prosedur bedah ini juga bisa dilakukan dokter bedah untuk mengatasi masalah henti jantung.

Seperti apa proses torakotomi?

operasi varises

Agar Anda mendapatkan bayangan seperti apa berjalannya prosedur medis ini, berikut adalah penggambaran proses torakotomi, dimulai dari persiapannya hingga saat operasi selesai.

Persiapan

Sebelum menentukan kapan Anda harus menjalani torakotomi, dokter akan menjelaskan terlebih dahulu apa yang perlu Anda persiapkan menjelang operasi.

Pemeriksaan fisik serta riwayat kesehatan Anda penting untuk dilakukan. Dokter juga akan menyarankan Anda melakukan tes fungsi paru-paru dan jantung.

Apabila Anda aktif merokok, dokter akan meminta Anda untuk berhenti merokok beberapa hari sebelum operasi dimulai.

Selama prosedur berlangsung

Seperti dalam kebanyakan prosedur operasi, Anda akan mendapatkan obat anestesi umum atau bius total. Anda tidak akan sadarkan diri selama operasi berlangsung.

Setelah Anda diposisikan dengan benar, dokter bedah akan membuat sayatan. Letak sayatan akan bergantung pada jenis torakotomi yang Anda jalani.

Apabila Anda menjalani operasi paru-paru, dokter akan memasang tabung khusus untuk mengempiskan bagian paru-paru yang akan dioperasi.

Selanjutnya, alat bantu pernapasan seperti ventilator akan dihubungkan ke bagian paru-paru lainnya.

Setelah prosedur selesai

Operasi torakotomi biasanya membutuhkan waktu 2-5 jam. Namun, Anda diharuskan menginap di rumah sakit selama 4-7 hari untuk pemulihan.

Begitu prosedur operasi selesai dan kesadaran Anda sudah pulih, Anda mungkin akan merasa sedikit rasa nyeri di dada saat menarik napas dalam.

Untuk mengatasi rasa nyeri tersebut, dokter akan meresepkan obat pereda nyeri yang sesuai.

Sebuah selang akan ditempatkan di dada Anda untuk beberapa hari ke depan. Fungsinya adalah untuk membuang cairan, darah, serta udara yang menumpuk di sekitar paru-paru selama operasi.

Setelah itu, Anda perlu kembali ke dokter dalam waktu 2 minggu untuk mengetahui hasil dari tindakan operasi ini.

Apa saja risiko dan komplikasi dari torakotomi?

gagal jantung

Sebagian besar pasien mengeluhkan rasa sakit di bagian tulang rusuk dan area sayatan bekas operasi.

Tidak perlu khawatir, rasa sakit tersebut biasanya akan hilang dalam beberapa hari atau minggu.

Beberapa orang melewati prosedur operasi ini tanpa mengalami gangguan atau komplikasi yang serius.

Namun, tidak menutup kemungkinan ada masalah medis yang terjadi dari prosedur ini.

Berikut adalah beberapa komplikasi yang mungkin muncul setelah torakotomi:

  • infeksi,
  • perdarahan,
  • post-thoracotomy pain syndrome (rasa sakit berkepanjangan setelah operasi),
  • serangan jantung atau aritmia,
  • gangguan pembekuan darah atau emboli paru, dan
  • perlu menggunakan ventilator untuk bernapas dalam waktu lama.

Segera periksakan diri ke dokter atau kunjungi rumah sakit apabila Anda mengalami efek samping atau komplikasi dari prosedur ini.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Thoracotomy – American Lung Association. (2020). Retrieved June 18, 2021, from https://www.lung.org/lung-health-diseases/lung-procedures-and-tests/thoracotomy 

Thoracotomy – Northwestern Medicine. (2021). Retrieved June 18, 2021, from https://www.nm.org/conditions-and-care-areas/treatments/thoracotomy 

Chest Tube Placement (Thoracostomy) and Pleurodesis – Radiology Info. (2018). Retrieved June 18, 2021, from https://www.radiologyinfo.org/en/info/thoracostomy 

Thoracotomy – Chest Foundation. (2020). Retrieved June 18, 2021, from https://foundation.chestnet.org/lung-health-a-z/thoracotomy/ 

Cancer – WHO. (2021). Retrieved June 18, 2021, from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/cancer 

Lazopoulos, A., Barbetakis, N., Lazaridis, G., Baka, S., Mpoukovinas, I., Karavasilis, V., Kioumis, I., Pitsiou, G., Papaiwannou, A., Katsikogiannis, N., Mpakas, A., Tsakiridis, K., Lampaki, S., Karavergou, A., Kipourou, M., Lada, M., Zarogoulidis, K., & Zarogoulidis, P. (2015). Open thoracotomy for pneumothorax. Journal of thoracic disease, 7(Suppl 1), S50–S55. https://doi.org/10.3978/j.issn.2072-1439.2015.01.52

Sengupta, S. (2015). Post-operative pulmonary complications after thoracotomy. Indian Journal Of Anaesthesia, 59(9), 618. https://doi.org/10.4103/0019-5049.165852

Jordaens, L. (2018). A clinical approach to arrhythmias revisited in 2018. Netherlands Heart Journal, 26(4), 182-189. https://doi.org/10.1007/s12471-018-1089-1

Chang, B., Tucker, WD., Burns, B. (2020). Thoracotomy. StatPearls Publishing.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Shylma Na'imah Diperbarui 4 hari lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x