home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengapa Orang yang Sakit TBC Harus Makan Banyak?

Mengapa Orang yang Sakit TBC Harus Makan Banyak?

Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri di paru-paru. Meskipun termasuk penyakit kronis yang berlangsung berbulan-bulan, TBC bisa disembuhkan dengan pengobatan yang tepat. Selain minum obat antituberkulosis (OAT)secara teratur, dokter juga menganjurkan orang yang sakit TBC harus makan makanan bergizi lebih banyak dibanding orang sehat. Mengapa?

Manfaat harus makan banyak saat sakit TBC

Penderita TBC harus makan lebih banyak, tapi tentunya tidak boleh mengonsumsi sembarang makanan. Banyak makan bukan berarti porsi setiap kali makan harus dua kali lipat lebih banyak dari biasanya. Pola makan untuk penderita TBC tetap harus diatur sehingga memenuhi kebutuhan nutrisi sehari-hari yang sehat dan seimbang.

Orang yang mengalami sakit TBC harus makan banyak karena penyakit ini dapat menyebabkan penurunan berat badan secara drastis. Dilansir dari TB Facts, penurunan berat badan dalam banyak kasus TBC dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu hilangnya nafsu makan, mual, dan gangguan pencernaan. Efek samping dari OAT juga dapat memperparah kondisi tersebut.

Akibatnya, banyak penderita TBC yang rentan mengalami malnutrisi atau kekurangan gizi. Padahal penyerapan gizi yang cukup sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk melawan infeksi bakteri penyebab TBC yang tengah berlangsung.

Malnutrisi dapat menyebabkan penurunan fungsi sistem kekebalan tubuh, sehingga lebih sulit mempertahankan diri dari infeksi bakteri tuberkulosis. Dampak besarnya, kekurangan gizi juga bisa memengaruhi cara kerja obat-obatan. Saat pengobatan tidak efektif, maka proses penyembuhan berjalan lebih lama.

Dampak lainnya, jika asupan nutrisi tidak mencukupi, gejala TBC yang dialami, seperti batuk menerus juga semakin parah. Termasuk kemunculan penyakit komplikasi seperti kerusakan hati. Gejala yang memburuk akan mengakibatkan penurunan kualitas hidup penderita TBC. Terdapat banyak kasus kematian TBC yang turut dipengaruhi oleh kondisi malnutrisi.

Oleh karena itu, Anda yang sedang sakit TBC harus makanan lebih banyak makanan yang bergizi guna menjaga berat badan dan memperkuat sistem kekebalan tubuh. Asupan gizi yang paling penting dipenuhi dalam satu piring makan adalah kelompok nutrisi dari makanan untuk penderita TBC, yaitu:

  • Kalori sebagai sumber energi dari karbohidrat dan lemak tidak jenuh
  • Protein
  • Vitamin (Vitamin C, D, dan A)
  • Mineral (Zat besi, seng, dan selenium)

Menurut ahli gizi Lela Nurulhuda dari Direktorat Pelayanan Kesehatan idealnya pola makan penderita TBC sebaiknya memenuhi 3 porsi makan utama dengan 3 kali makanan selingan (snack) setiap harinya.

Cara meningkatkan nafsu makan pada penderita TBC

Selama sakit, penderita TBC memang sering kehilangan nafsu makan, mual hingga muntah, dan gangguan pencernaan lain, seperti kram perut. Batuk menerus yang dialami juga menyulitkan penderita untuk menelan makanan. Kondisi ini membuat Anda yang sakit TBC mengalami kesulitan mengikuti anjuran harus makan banyak.

Namun, Anda tak perlu khawatir. Jika Anda merasa sakit atau sangat tidak nafsu makan, Anda bisa mengikuti tips meningkatkan nafsu makan berikut ini.

  • Pergi jalan sebentar sekitar rumah sebelum mulai makan. Udara segar dapat membantu membangun nafsu makan Anda.
  • Cobalah membuat jadwal makan dengan jarak waktu antar makanan utama yang tidak terlalu dekat. Ukurannya adalah sampai Anda merasa lapar. Misalnya, Anda mulai sarapan jam 8 pagi, makan waktu makan siang idealnya bisa jam 1-2 siang.
  • Pilih makanan yang dianjurkan untuk penderita TBC yang sesuai dengan selera Anda.
  • Hindari makanan yang digoreng atau berminyak karena bisa menyebabkan rasa nyeri saat menelan.
  • Makan secara perlahan, jangan memaksakan makan dalam porsi besar sekaligus. Cobalah makan dengan porsi kecil tapi lebih sering.
  • Makan dalam porsi sedikit tetapi lebih sering.
  • Jika perut Anda terasa nyeri, coba untuk minum teh jahe, teh peppermint, atau teh herbal yang menjadi obat sakit perut alami.

Apabila efek samping OAT semakin serius, menyebabkan Anda terus menerus mual, segera konsultasikan pada dokter. Biasanya, dokter akan mengurangi dosis atau mengganti jenis OAT lain.

Selain mengikuti aturan pengobatan TBC dengan benar dan harus makan banyak saat sakit TBC, Anda juga perlu istirahat yang cukup dan tak lupa melakukan olahraga aman untuk penderita TBC secara teratur.

Jika Anda mengalami penurunan berat badan terlalu banyak, cobalah menambah asupan makanan tinggi protein dan karbohidrat dalam satu porsi piring makan. Terakhir, bagi Anda yang merawat penderita TBC penting untuk memperhatikan kebutuhan makanan serta mengingatkan untuk selalu makan teratur.

Penderita yang telah memenuhi asupan nutrisi secara maksimal biasanya memiliki berat badan ideal, dapat beraktivitas normal, jarang lelah, dan frekuensi munculnya gejala TBC lainnya lebih terkendali.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Ditjen Yankes. (2019). Diet untuk penderita TBC. Retrieved 10 June 2020, from http://www.yankes.kemkes.go.id/read-diet-untuk-penderita-tbc-6981.html

TB Facts. (2020). Nutrition & TB – Malnutrition, under nutrition, assessment. Retrieved 10 June 2020, from https://tbfacts.org/nutrition-tb/

TB Facts. (2020). Food & TB – diet for a person with TB. Retrieved 10 June 2020, from https://tbfacts.org/food-tb/

Gupta, K. B., Gupta, R., Atreja, A., Verma, M., & Vishvkarma, S. (2010). Tuberculosis and nutrition. Lung India : official organ of Indian Chest Society, 26(1), 9–16. https://doi.org/10.4103/0970-2113.45198

Region of Peel Canada. (N.d). Nutrition and Tuberculosis. Canada’s Food Guide. Canada. Retrieved 10 June, from https://www.peelregion.ca/health/tb/pdfs/english/TB-Booklet-English-19.pdf

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fidhia Kemala Diperbarui 28/04/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x