4 Jenis Vitamin untuk Menjaga Kesehatan Pernapasan

    4 Jenis Vitamin untuk Menjaga Kesehatan Pernapasan

    Menjaga kesehatan sistem pernapasan bisa Anda lakukan dengan berbagai cara, mulai dari berhenti merokok, mengurangi paparan polusi, hingga makan makanan yang mengandung vitamin yang baik untuk pernapasan.

    Apa saja vitamin itu? Yuk, intip daftarnya berikut ini.

    Daftar vitamin yang menjaga sistem pernapasan tetap sehat

    Sistem pernapasan yang sehat dan berfungsi optimal bisa membuat Anda bernapas lebih lega.

    Anda dapat menghirup udara dengan bebas, mencium aroma harum masakan, dan melakukan aktivitas tanpa terganggu dengan hidung tersumbat, batuk, maupun sesak napas.

    Supaya sistem pernapasan selalu sehat, Anda bisa menjaganya dengan memenuhi asupan makanan bervitamin. Berikut daftar vitamin yang sehat untuk pernapasan Anda.

    1. Vitamin C

    vitamin untuk musim pancaroba berasal dari buah-buahan

    Vitamin C merupakan jenis vitamin larut air yang mendukung kekuatan sistem kekebalan tubuh. Selain itu, vitamin ini juga membantu melindungi sel-sel tubuh Anda dari zat berbahaya.

    Dengan meningkatkan asupan vitamin C pada makanan, Anda dapat mengurangi risiko terkena masalah pernapasan, seperti asma.

    Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients (2015), vitamin C sangat bermanfaat untuk perawatan sekaligus pencegahan kekambuhan gejala pada pengidap asma.

    Vitamin untuk penderita asma ini diketahui dapat meningkatkan fungsi saluran pernapasan dan mengurangi stres oksidatif yang bisa memicu kerusakan sel dan jaringan.

    Beberapa contoh buah tinggi vitamin C yakni jeruk, stroberi, mangga, kiwi, dan jambu biji. Sayuran berdaun hijau juga bisa menjadi sumber vitamin C yang menyehatkan.

    2. Vitamin E

    Selain vitamin C, vitamin E juga baik untuk saluran pernapasan. Keduanya akan bekerja sama mengurangi peradangan yang disebabkan oleh stres oksidatif di dalam tubuh.

    Hasil penelitian awal dari University of North Carolina School of Medicine menunjukkan vitamin E dapat mengurangi peradangan eosinofilik yang umum terjadi pada pasien asma.

    Selain itu, studi lain juga menemukan bahwa asupan vitamin E yang rendah selama kehamilan bisa meningkatkan risiko alergi pada ibu dan perkembangan asma pada bayinya.

    Untungnya, hampir semua kacang-kacangan yang mudah Anda temukan, misalnya almon atau kenari, merupakan sumber vitamin E yang baik untuk tubuh.

    Anda bisa menikmatinya dengan beragam sajian, misalnya dikonsumsi secara langsung atau dijadikan topping pada yoghurt dan salad.

    3. Vitamin D

    vitamin D saat puasa

    Vitamin D tidak hanya menjaga tulang tetap sehat, tetapi juga baik untuk sistem pernapasan.

    Zat gizi ini memberi perlindungan terhadap infeksi bakteri, mempercepat proses penyembuhan luka, dan mendukung saluran pernapasan untuk bekerja dengan normal.

    Anak-anak yang mengidap asma diketahui memperoleh asupan vitamin D yang rendah. Risiko terjadinya asma juga berkaitan dengan kurangnya asupan vitamin D selama kehamilan.

    Hal tersebut dapat menghambat perkembangan paru-paru janin dan meningkatkan risiko asma pada anak tersebut saat berusia enam tahun.

    Sinar matahari merupakan sumber utama vitamin D. Namun, Anda juga bisa memperoleh vitamin untuk mencegah sesak napas ini dari ikan, telur, keju, dan produk olahan susu.

    4. Vitamin A

    fungsi vitamin A untuk pernapasan

    Vitamin A adalah vitamin yang larut dalam lemak. Di dalam tubuh, vitamin ini bertugas untuk mendukung perkembangan janin, kekebalan tubuh, dan pembelahan sel.

    Menurut studi pada 2018 yang dilakukan Luiss Torres dkk., vitamin A dibutuhkan untuk perkembangan sistem pernapasan, pemeliharaan jaringan, dan regenerasi sel.

    Kekurangan vitamin A selama kehamilan diketahui meningkatkan risiko anak-anak mengalami gangguan pernapasan pada tahap kehidupan berikutnya.

    Anda dapat memenuhi zat gizi dengan mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin A, seperti wortel, brokoli, bayam, paprika, pepaya, hati sapi, dan telur.

    Bagaimana cara mencukupi kebutuhan vitamin?

    Vitamin untuk menyehatkan sistem pernapasan bisa diperoleh dengan mudah dari makanan. Namun, cara memasak yang kurang tepat bisa merusak kandungan gizi di dalamnya.

    Pilihlah sayur, buah, dan makanan lain yang kondisinya segar. Cuci dengan air bersih sebelum Anda mengolah dan mengonsumsinya.

    Ingat untuk tidak memasak sayuran terlalu lama, sebab kandungan vitamin bisa saja berkurang.

    Tidak ada salahnya untuk minum suplemen multivitamin. Namun, selalu ikuti anjuran pemakaian sesuai yang tertera pada label kemasan produk.

    Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen apa pun. Ini akan membantu Anda mengetahui jenis suplemen yang diperlukan untuk menunjang kesehatan Anda.

    Kesimpulan

    • Beberapa jenis vitamin untuk menyehatkan sistem pernapasan antara lain vitamin C, vitamin E, vitamin D, dan vitamin A.
    • Asupan vitamin dapat Anda penuhi melalui konsumsi makanan sehat dan suplemen.
    • Selain melalui asupan vitamin, menjaga sistem pernapasan bisa dilakukan dengan berhenti merokok, menghindari paparan polusi, menjaga berat badan sehat, dan aktif bergerak.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Respiratory System: Functions, Facts, Organs & Anatomy. Cleveland Clinic. (2020). Retrieved 9 September 2022, from https://my.clevelandclinic.org/health/articles/21205-respiratory-system

    Respiratory system. Health Direct Australia. (2022). Retrieved 9 September 2022, from https://www.healthdirect.gov.au/respiratory-system

    Can Asthma Be Controlled with a Vitamin Supplement?. University of North Carolina School of Medicine. (2017). Retrieved 9 September 2022, from https://healthtalk.unchealthcare.org/can-asthma-be-controlled-with-a-vitamin-supplement/

    Timoneda, J., Rodríguez-Fernández, L., Zaragozá, R., Marín, M., Cabezuelo, M., & Torres, L. et al. (2018). Vitamin A Deficiency and the Lung. Nutrients, 10(9), 1132. https://doi.org/10.3390/nu10091132

    Berthon, B., & Wood, L. (2015). Nutrition and Respiratory Health—Feature Review. Nutrients, 7(3), 1618-1643. https://doi.org/10.3390/nu7031618

    West, C. E., Dunstan, J., McCarthy, S., Metcalfe, J., D’Vaz, N., Meldrum, S., Oddy, W. H., Tulic, M. K., & Prescott, S. L. (2012). Associations between maternal antioxidant intakes in pregnancy and infant allergic outcomes. Nutrients, 4(11), 1747–1758. https://doi.org/10.3390/nu4111747

    Gupta, A., Sjoukes, A., Richards, D., Banya, W., Hawrylowicz, C., Bush, A., & Saglani, S. (2011). Relationship between serum vitamin D, disease severity, and airway remodeling in children with asthma. American journal of respiratory and critical care medicine, 184(12), 1342–1349. https://doi.org/10.1164/rccm.201107-1239OC

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Satria Aji Purwoko Diperbarui Oct 20
    Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa