backup og meta

Ketahui 6 Penyebab Paru-Paru Bocor serta Cara Mengatasinya

Ketahui 6 Penyebab Paru-Paru Bocor serta Cara Mengatasinya

Fungsi utama paru-paru, yaitu untuk menyimpan udara yang masuk ke dalam tubuh, kemudian menyalurkannya ke bagian tubuh lain. Namun, bagaimana jika terjadi kebocoran pada paru-paru? Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan tentang gejala atau ciri-ciri, penyebab, dan cara mengatasi paru-paru bocor di bawah ini.

Ciri-ciri paru-paru bocor

Paru-paru bocor, atau dalam istilah medis dikenal sebagai pneumotoraks, terjadi ketika udara bocor dari paru-paru ke ruang antara paru-paru dan dinding dada (pleura) akibat adanya bagian yang bolong pada paru-paru.

Kondisi ini dapat menyebabkan sebagian atau seluruh paru-paru tidak dapat berkembang (kolaps). Berikut adalah beberapa ciri-ciri atau gejala paru-paru bocor.

  • Nyeri dada. Nyeri tajam yang tiba-tiba atau menusuk di dada. Rasa sakit biasanya lebih parah pada satu sisi dada dan bisa memburuk saat bernapas dalam-dalam, batuk, atau bergerak.
  • Sesak napas. Kesulitan bernapas, napas pendek, atau sesak napas dapat bervariasi dari ringan hingga parah, tergantung pada ukuran kebocoran pada paru-paru.
  • Napas cepat. Paru-paru yang kolaps mengurangi kapasitas paru-paru untuk menyerap oksigen. Akibatnya, napas menjadi lebih cepat sebagai usaha untuk memenuhi kebutuhan oksigen.
  • Denyut jantung cepat (takikardia). Jantung bisa berdetak lebih cepat dari biasanya sebagai respons terhadap penurunan kadar oksigen dalam darah akibat paru-paru yang bocor.
  • Kulit dan bibir kebiruan (sianosis). Paru-paru yang kolaps bisa mengakibatkan penurunan kadar oksigen dalam darah, sehingga menyebabkan sianosis yang ditandai dengan kulit, bibir, dan kuku tampak kebiruan
  • Kelelahan dan pusing. Kekurangan oksigen (hipoksemia) akibat paru-paru bocor memengaruhi fungsi otak dan otot, yang dapat menyebabkan pusing dan kelelahan.
  • Batuk kering. Batuk kering yang tidak menghasilkan dahak atau lendir bisa terjadi karena iritasi atau perubahan tekanan di dalam dada akibat kebocoran udara di sekitar paru-paru.
  • Ketidakstabilan posisi dada. Pada kasus yang lebih parah, salah satu sisi dada mungkin terlihat kurang bergerak atau mengembang dibandingkan sisi lainnya saat bernapas.

Penyebab paru-paru bocor

komplikasi emboli paru

Paru-paru bocor dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Berikut adalah beberapa penyebab utamanya.

1. Cedera dada

Cedera dada dapat mengakibatkan kebocoran pada paru-paru. Kondisi ini dapat terjadi karena trauma atau cedera langsung pada dada, misalnya akibat kecelakaan mobil, jatuh, atau pukulan keras.

Namun, operasi atau prosedur invasif pada dada, seperti biopsi paru-paru, pemasangan kateter, atau ventilasi mekanis, juga bisa menyebabkan cedera hingga terjadi paru-paru bolong.

2. Penyakit paru-paru

Beberapa penyakit pada paru-paru bisa menjadi penyebab kebocoran. Salah satunya penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), seperti emfisema yang dapat merusak jaringan paru-paru dan menyebabkan kebocoran udara.

Selain itu, serangan asma yang parah, fibrosis paru, serta infeksi paru serius, seperti tuberkulosis atau pneumonia berat, bisa merusak jaringan paru-paru hingga terjadi kebocoran.

3. Pneumotoraks spontan

Pneumotoraks spontan adalah kondisi di mana udara bocor ke dalam ruang pleura (ruang antara paru-paru dan dinding dada) tanpa adanya trauma atau cedera yang jelas.

Kondisi ini bisa terjadi tanpa penyakit paru-paru yang mendasarinya (pneumotoraks spontan primer) yang sering kali dialami oleh orang muda, tinggi, kurus, dan perokok.

Namun, pneumotoraks spontan juga bisa terjadi pada orang dengan penyakit paru-paru yang mendasarinya (pneumotoraks spontan sekunder).

4. Kondisi genetik

Beberapa kondisi genetik diketahui dapat menyebabkan atau meningkatkan risiko paru-paru bocor. Misalnya sindrom Marfan yang merupakan penyakit genetik yang memengaruhi jaringan ikat.

Lalu bisa pula terjadi karena Birt-Hogg-Dubé Syndrome, yaitu kondisi genetik langka yang dapat menyebabkan kista paru-paru dan kebocoran paru-paru.

5. Perubahan tekanan udara

Perubahan tekanan udara yang tiba-tiba dapat menyebabkan paru-paru bocor pada beberapa orang.

Penyebab paru-paru bocor ini umumnya terjadi pada orang yang menyelam atau naik pesawat terbang.

6. Kegiatan fisik yang ekstrem

Terkadang, latihan fisik yang sangat berat atau aktivitas yang memerlukan tenaga besar bisa menyebabkan paru-paru bocor.

Ini terutama terjadi pada orang dengan faktor risiko tertentu.

Faktor risiko paru-paru bocor

Melansir dari Mayo Clinic, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko paru-paru bocor, di antaranya sebagai berikut.
  • Merokok. Merokok dapat merusak jaringan paru-paru dan meningkatkan risiko.
  • Usia. Kebocoran paru-paru lebih umum terjadi pada orang berusia antara 20 dan 40 tahun.
  • Jenis kelamin. Pria lebih sering terkena paru-paru bocor dibandingkan wanita.
  • Riwayat kesehatan dan keluarga. Adanya riwayat keluarga dengan kebocoran paru-paru dapat meningkatkan risiko.

Cara mengatasi paru-paru bocor

Mengatasi paru-paru bocor memerlukan penanganan medis segera, terutama jika gejalanya parah. Penanganan akan tergantung pada jenis dan keparahan kebocoran.

Berikut adalah beberapa cara untuk mengatasi penyakit pada paru-paru ini.

1. Pengamatan

Jika paru-paru yang bocor hanya menyebabkan gejala ringan dan ukuran kebocorannya kecil, dokter mungkin akan memilih untuk mengamati kondisi pasien.

Paru-paru bocor yang kecil umumnya bisa sembuh sendiri seiring waktu. Pasien biasanya akan diberi instruksi untuk beristirahat dan menghindari aktivitas berat.

Dokter akan melakukan pemeriksaan berkala dengan menggunakan sinar-X dada untuk memantau perkembangan kondisi paru-paru.

2. Aspirasi jarum (needle aspiration)

Jika kebocoran pada paru-paru lebih besar atau menyebabkan gejala yang lebih signifikan, dokter mungkin akan melakukan aspirasi jarum untuk mengeluarkan udara yang terperangkap di ruang pleura.

Prosedur ini melibatkan penyisipan jarum atau kateter kecil ke dalam dada untuk mengeluarkan udara.

3. Pemasangan selang dada (chest tube insertion)

Untuk ukuran kebocoran yang lebih besar atau jika aspirasi jarum tidak berhasil, pemasangan selang dada mungkin diperlukan.

Selang ini dimasukkan melalui dinding dada ke dalam ruang pleura untuk mengeluarkan udara dan memungkinkan paru-paru mengembang kembali.

Pasien mungkin perlu dirawat di rumah sakit untuk pemantauan dan pengelolaan lebih lanjut.

4. Prosedur bedah

Jika kondisi paru-paru bocor berulang atau parah, prosedur bedah mungkin diperlukan untuk menutup kebocoran udara dan mencegah kekambuhan.

Berikut beberapa prosedur bedah yang bisa dilakukan.

  • Pleurodesis. Prosedur ini melibatkan penyuntikan zat iritan ke dalam ruang pleura untuk menyebabkan peradangan dan penempelan pleura, yang membantu mencegah kebocoran di masa depan.
  • VATS (Video-Assisted Thoracoscopic Surgery). Ini merupakan prosedur minimal invasif yang melibatkan penggunaan kamera kecil dan alat bedah untuk memperbaiki kebocoran di paru-paru.
  • Torakotomi. Torakotomi termasuk prosedur bedah terbuka yang lebih invasif, yang dilakukan jika VATS tidak memungkinkan atau tidak efektif.

5. Penanganan kondisi yang mendasari

Jika kebocoran disebabkan oleh kondisi medis yang mendasari, seperti PPOK, fibrosis paru, atau infeksi paru-paru, pengobatan dan pengelolaan kondisi tersebut sangat penting.

Merokok dapat meningkatkan risiko paru-paru bolong, sehingga berhenti merokok adalah langkah penting dalam pencegahan dan pemulihan.

6. Pemulihan dan pencegahan

Setelah penanganan, penting untuk beristirahat dan menghindari aktivitas fisik berat yang dapat memicu kekambuhan.

Ikuti semua jadwal kunjungan medis dan pemeriksaan yang direkomendasikan oleh dokter.

Kapan harus ke dokter?

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami gejala-gejala paru-paru bolong yang disebut di atas, terutama setelah cedera dada atau tanpa sebab yang jelas, sangat penting untuk segera mendapatkan pertolongan medis. Pasalnya, paru-paru bocor dapat menjadi kondisi yang serius dan memerlukan perawatan medis segera untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Pneumothorax. (2021). Retrieved 27 May 2024, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pneumothorax/symptoms-causes/syc-20350367

professional, C. C. medical. (n.d.). Pneumothorax (Collapsed Lung). Retrieved 27 May 2024, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15304-collapsed-lung-pneumothorax

Adeyinka, A. (2023). Air Leak. Retrieved 27 May 2024, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK513222/

Collapsed Lung (Pneumothorax). (N.d.). Retrieved 27 May 2024, from https://www.pennmedicine.org/for-patients-and-visitors/patient-information/conditions-treated-a-to-z/collapsed-lung-pneumothorax

Bronstein, M. E., Koo, D. C., & Weigel, T. L. (2019). Management of air leaks post-surgical lung resection. Retrieved 27 May 2024, from https://atm.amegroups.org/article/view/25850/html

Pneumothorax. (n.d.). Retrieved 27 May 2024, from https://www.healthdirect.gov.au/pneumothorax

Aprile V, Bacchin D, Calabrò F, Korasidis S, Mastromarino MG, Ambrogi MC, Lucchi M. Intraoperative prevention and conservative management of postoperative prolonged air leak after lung resection: a systematic review. J Thorac Dis 2023;15(2):878-892. https://doi.org/10.21037/jtd-22-736

Pneumothorax (collapsed lung) symptoms, causes and treatment. (n.d.). Retrieved 27 May 2024, from https://www.asthmaandlung.org.uk/conditions/pneumothorax-collapsed-lung-symptoms-causes-treatment

Weerakkody, Y. (2021). Leaky lung syndrome: Radiology Reference Article. Retrieved 27 May 2024, from https://radiopaedia.org/articles/leaky-lung-syndrome

Versi Terbaru

04/06/2024

Ditulis oleh Reikha Pratiwi

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto

Diperbarui oleh: Ihda Fadila


Artikel Terkait

Mengenal Paru-Paru Basah, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

8 Latihan Pernapasan untuk Maksimalkan Kapasitas Paru-Paru


Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 04/06/2024

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan