Memahami Paru-Paru Basah dan Penyebabnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Anda mungkin kerap mendengar kena angin malam saat naik motor bisa membuat Anda kena paru-paru basah. Terlebih, jika kebiasaan itu kemudian diikuti dengan gejala berupa batuk atau demam. Sebenarnya, apa itu paru-paru basah? Benarkah demak, batuk yang tak kunjung hilang adalah gejala Anda kena paru-paru basah? Cari tahu selengkapnya di halaman ini.

Apa itu paru-paru basah?

Paru-paru basah adalah kondisi di mana paru-paru Anda dipenuhi oleh cairan akibat adanya peradangan. Bisa dibilang, kondisi ini bukanlah penyakit, tetapi perwujudan dari beberapa penyakit paru yang mungkin menyerang Anda. 

Istilah ini biasanya digunakan masyarakat umum untuk menggambarkan kondisi penumpukan cairan yang ada di paru-paru. Beberapa kondisi dalam dunia medis yang biasanya diterjemahkan sebagai paru-paru basah oleh masyarakat, di antaranya adalah efusi pleura dan edema paru. 

Efusi pleura adalah penumpukan cairan berlebih di antara lapisan pleura di luar paru-paru. Dikutip dari Cleveland Clinic, pleura adalah selaput tipis yang melapisi paru-paru dan bagian dalam rongga dada dan bertindak untuk melumasi. Biasanya, pleura memang terdiri dari sedikit cairan.

Sementara itu edema paru merujuk pada penumpukan cairan yang terjadi di kantung udara di paru-paru, alias alveolus. Kondisi ini membuat Anda susah bernapas

Edema Paru

Apa saja gejala paru-paru basah?

Kondisi ini sering kali tidak menimbulkan gejala, tapi umumnya Anda mungkin akan merasakan sakit pada dada. Selain itu, ada beberapa gejala lain yang menyertai ketika Anda mengalami paru-paru basah, yaitu:

  • Batuk kering
  • Demam
  • Kesulitan bernapas, terutama saat berbaring
  • Nyeri dada
  • Sesak napas

Gejala lainnya mungkin akan tergantung pada penyakit yang menjadi penyebab Anda mengalami kondisi ini. Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikan dengan dokter atau cek gejala Anda di sini.  

Apa saja penyakit penyebab paru-paru basah?

gejala pneumonia

Penumpukan cairan yang terjadi di paru-paru bisa disebabkan oleh iritasi atau infeksi pada paru-paru. Beberapa penyakit penyebab paru-paru basah, antara lain:.

  • Infeksi paru-paru (pneumonia), tuberkulosis, dan kanker dapat menyebabkan peradangan pada paru-paru dan pleura
  • Gagal jantung kongestif
  • Sirosis (fungsi hati yang buruk)
  • Emboli paru, yaitu penyumbatan pada arteri paru-paru
  • Penyakit ginjal yang parah dapat mempengaruhi bagaimana cairan disimpan dalam tubuh
  • Lupus dan penyakit autoimun lainnya

Bagaimana dokter mendeteksi kondisi ini?

Setelah menanyakan gejala yang Anda rasakan, kondisi paru-paru basah biasanya diketahui setelah melakukan rontgen dada. Selain itu, dokter mungkin juga akan melakukan:

  • Computed tomography (CT) scan dada: Prosedur ini dapat memeriksa penyebab dari gejala, seperti sesak napas atau nyeri dada. Pemeriksaan ini juga bisa mendeteksi beberapa masalah paru-paru, termasuk penumpukan cairan. 
  • USG dada: Ultrasound pada dada dilakukan untuk mengetahui jenis dari cairan yang menumpuk, apakah ada peradangan, sel kanker, atau infeksi. 

Jika Anda mengalami edema paru, Anda perlu mendapat penanganan segera. Oleh karena itu, dokter akan melakukan diagnosis berdasarkan gejala dan pemeriksaan fisik, elektrokardiogram, dan rontgen Anda.  

Setelah kondisi Anda lebih stabil, dokter baru akan menanyakan riwayat kesehatan Anda, terutama apakah Anda pernah menderita penyakit kardiovaskular atau paru-paru. 

Dokter mungkin akan meminta Anda melakukan tes di bawah ini untuk menentukan penyebab paru-paru basah:

  • Oksimetri nadi: Prosedur ini digunakan untuk menentukan berapa banyak oksigen dalam darah Anda
  • Tes darah: Pemeriksaan ini bertujuan untuk memeriksa jumlah oksigen dan karbon dioksida yang terkandung dalam darah
  • Electrocardiogram (ECG): Prosedur ini dapat mengungkapkan berbagai informasi tentang jantung Anda. 
  • Echocardiogram: Pemeriksaan ini dapat membantu dokter mendeteksi masalah jantung.

Bagaimana cara menangani dan mengobati paru-paru basah?

pneumonia adalah infeksi

Sering kali tidak perlu ada cara khusus untuk mengatasi paru-paru basah, karena cairan akan menghilang sendiri apabila penyebabnya sudah diatasi. Apabila penumpukan cairan menyebabkan rasa tidak nyaman, dokter akan mengeluarkan cairan tersebut. 

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan dokter untuk mengurangi banyaknya cairan di paru-paru. Berikut adalah anjuran yang mungkin diberikan dokter.

1. Drainase paru

Drainase paru adalah salah satu cara mengobati kondisi ini, yang biasanya dilakukan paling awal. Untuk menguras kelebihan cairan di pleura, dokter akan melakukan memasukkan suatu tabung kecil ke pleura supaya cairannya bisa keluar dari paru.

Prosedur ini harus dipantau secara berkala supaya tabung yang dipasang tetap aman dan tidak bergeser. Terlebih jika tabung ini dipasang untuk jangka waktu yang lama dan membutuhkan drainase berulang.

Namun, tidak semua penderita kondisi ini membutuhkan drainase berulang. Hal ini tergantung dari penyebab paru-paru basah, jumlah cairan di paru, tingkat keparahan, atau adanya kemungkinan paru-paru basah kambuh sewaktu-waktu.

2. Pleurodesis

Pleurodesis adalah prosedur mengobati dengan memasukkan zat atau obat tertentu ke dalam rongga pleura. Obat tersebut berfungsi untuk membantu merekatkan pleura supaya cairan tidak bisa masuk ke dalam lapisan paru.

Jenis obat yang digunakan tergantung dari penyebabnya. Untuk mengobati paru-paru basah yang disebabkan oleh infeksi, dokter biasanya akan memasukkan antibiotik. Setelah itu, dokter akan menggunakan obat diuretik berupa furosemide untuk membantu menguras kelebihan cairan di pleura.

3. Operasi paru

Jika Anda sudah melakukan berbagai cara tapi tak juga membuahkan hasil, operasi paru bisa menjadi jalan terakhir. Prosedur operasi ini hanya dilakukan untuk mengobati paru-paru basah yang sudah tergolong parah atau yang disebabkan oleh kanker.

Operasi ini dilakukan dengan cara memasukkan shunt atau tabung kecil ke dalam rongga dada. Fungsinya untuk membantu mengeluarkan cairan dari rongga dada dan mengalirkannya ke perut.

Dengan mengalirkannya ke perut, cairan tadi akan lebih mudah dikeluarkan dan tidak mengganggu fungsi organ lainnya. Konsultasikan dulu ke dokter untuk mendapatkan saran pengobatan yang tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Manfaat Daun Mimba (Intaran), Tanaman Obat yang Serba Guna

Pohon mimba ternyata memiliki sejuta mnfaat, bukan hanya daun mimba saja lho. Yuk simak apa saya manfaat daun mimba dan bagian lainnya!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Herbal A-Z 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

5 Makanan dan Minuman Sehat yang Mengandung Bakteri Asam Laktat

Tahukah Anda kalau makanan yang mengandung bakteri asam laktat menyehatkan? Makanan apa saja itu? Mari simak jawabannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Fakta Gizi, Nutrisi 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Penyebab Kumis dan Jenggot Tidak Tumbuh pada Sebagian Pria

Tak semua pria itu sama. Ada yang brewokan dan kumisan, tapi ada juga yang tidak tumbuh jenggot dan kumis di wajahnya. Apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Pria, Penyakit pada Pria 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Benarkah Obat Kumur Bisa Mengobati Sariawan?

Banyak orang menggunakan obat kumur sebagai pengganti obat sariawan. Apa saja kandungan dalam obat kumur? Benarkah bisa mengobati sariawan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 25 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

jenis tambal gigi

4 Jenis Tambalan Gigi dan Prosedur Pemasangannya di Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
Apa Fungsi Obat Methylprednisolone

Obat Penambah Tinggi Badan, Apakah Benar Bisa Membuat Tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
luka gatal mau sembuh

Kenapa Biasanya Luka Terasa Gatal Kalau Mau Sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
luka di vagina

Cara Aman Mengobati Luka dan Lecet di Vagina

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit