home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Perubahan Gaya Hidup Setelah Transplantasi Paru

Perubahan Gaya Hidup Setelah Transplantasi Paru

Setelah menjalani cangkok paru, Anda tentu tak sabar untuk kembali ke rutinitas normal. Namun, meski operasi telah sukses, Anda harus tetap berhati-hati saat berkegiatan. Sebab, tubuh masih membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan organ yang baru. Maka dari itu, berikut adalah gaya hidup yang harus ditempuh setelah transplantasi paru.

Hal yang terjadi setelah operasi transplantasi paru

Usai operasi, ada beberapa prosedur yang harus Anda lalui di rumah sakit. Pertama-tama, Anda akan menjalani perawatan di unit perawatan insentif selama beberapa hari.

Petugas akan memberikan epidural (sejenis anestesi lokal) yang berfungsi mengurangi rasa sakit serta memasang alat ventilator mekanik untuk membantu pernapasan.

Anda akan terus dipantau oleh dokter dan petugas kesehatan lainnya untuk melihat apakah tubuh Anda telah menerima paru-paru hasil transplantasi dengan baik. Pemantauan mencakup rontgen paru-paru secara teratur beserta biopsi guna mengambil sampel jaringan paru-paru untuk diperiksa.

Dokter harus memastikan bahwa kondisi Anda sudah benar-benar stabil sebelum memindahkan Anda ke ruang pemulihan. Pada saat ini, Anda sudah tidak lagi membutuhkan ventilator mekanis.

Masa pemulihan setelah transplantasi paru biasanya memakan waktu selama satu hingga tiga minggu di rumah sakit. Namun, jumlah waktu ini dapat berbeda-beda pada setiap orang tergantung dengan kondisi tubuh Anda.

Selanjutnya, Anda bisa menjalani perawatan sendiri di rumah. Namun, Anda tetap harus melakukan pemeriksaan berkala setiap 3 bulan sekali dan tes darah setiap 6 minggu sekali. Pemeriksaan ini akan terus dilakukan seumur hidup.

Pemeriksaan berkala bertujuan untuk mencegah, mendeteksi, dan mengobati komplikasi serta menilai seberapa baik paru-paru Anda berfungsi. Kunjungan rutin ke rumah sakit mungkin melibatkan tes laboratorium, rontgen dada, elektrokardiogram (EKG), tes biopsi paru-paru, dan pemeriksaan fisik dengan dokter spesialis.

Risiko yang mungkin terjadi setelah cangkok paru

transplantasi paru

Selain rutin menjalani perawatan di rumah sakit, Anda juga harus minum obat-obatan imunosupresan yang diresepkan oleh dokter sebelum pulang ke rumah. Pemberian obat imunosupresan sangatlah penting, sebab obat ini akan mencegah penolakan organ tubuh yang baru.

Perlu diketahui, setelah transplantasi paru, sistem imun tubuh menganggap organ transplan tersebut sebagai objek asing. Hasilnya, sistem imun pun akan bekerja untuk melindungi Anda dengan menyerang organ yang baru. Adanya obat imunosupresan akan menekan kerja sistem imun tersebut.

Sayangnya, obat-obatan ini melemahkan sistem kekebalan tubuh, yang berarti Anda jadi lebih mudah terserang penyakit infeksi.

Selain itu, orang-orang yang menjalani transplantasi paru juga rentan mengalami batuk-batuk. Menumpuknya lendir di paru-paru sama saja dengan menyediakan lingkungan yang ideal untuk perkembangan infeksi.

Beberapa infeksi yang umum terjadi setelah transplantasi adalah pneumonia bakteri atau virus, sitomegalovirus (CMV), dan aspergillosis, sejenis infeksi jamur yang disebabkan oleh spora.

Selain infeksi tersebut, ada pula risiko lainnya berupa bronchiolitis obliterans syndrome (BOS). BOS adalah bentuk penolakan yang biasanya baru terjadi pada tahun pertama setelah transplantasi, tetapi bisa juga baru terjadi usai satu dekade semenjak operasi.

Pada kondisi ini, sistem kekebalan menyebabkan peradangan pada saluran udara di dalam paru-paru, sehingga aliran oksigen jadi terhambat. Gejalanya meliputi sesak napas, batuk kering, dan mengi.

Meski demikian, penggunaan obat imunosupresan tetap tidak boleh dihentikan secara mendadak. Untuk mengatasinya, dokter biasanya akan memberikan imunosupresan dengan dosis yang lebih rendah demi mempertahankan sistem kekebalan yang telah melemah.

Maka dari itu, jangan ragu hubungi dokter bila pertanda komplikasi yang tak biasa mulai muncul.

Kebiasaan yang harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup

olahraga kanker tulang

Menjalani hidup setelah transplantasi paru akan berbeda bila dibandingkan dengan masa-masa sebelum operasi. Namun, bukan berarti Anda harus terus berdiam diri. Anda masih bisa kembali pada aktivitas semula, asal dengan beberapa batasan.

Sebagai contoh, Anda akan dianjurkan melakukan aktivitas fisik atau berolahraga secara rutin untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental dengan batasan tertentu. Biasanya, dokter akan membuat program latihan fisik sehari-hari yang ringan aman untuk Anda lakukan. Latihannya dapat termasuk berjalan kaki dan bersepeda.

Anda bisa mulai melakukannya dengan jarak yang dekat dalam waktu 15 – 20 menit. Bila tubuh telah terbiasa, tingkatkan lama waktunya menjadi 30 – 45 menit. Berhentilah segera ketika Anda mulai merasakan gejala seperti sesak napas atau pusing.

Hal lain yang tak kalah penting adalah makan makanan yang bergizi. Mintalah bantuan pada ahli gizi untuk merencanakan menu makan yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi sehari-hari.

Pola makan yang sehat dapat membantu Anda mencegah komplikasi seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan diabetes.

Bila Anda bekerja atau bersekolah, dokter akan menentukan waktu yang tepat sampai Anda bisa beraktivitas kembali. Rata-rata pasien membutuhkan waktu sekitar 3 – 6 bulan sebelum akhirnya kembali bekerja.

Seperti yang telah disebutkan, obat imunosupresan yang Anda konsumsi dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Maka dari itu, Anda harus melakukan beberapa kebiasaan kecil dalam hidup sehari-hari setelah transplantasi paru untuk menghindari Anda dari kemungkinan infeksi seperti di bawah ini.

  • Mempraktikkan kebersihan diri yang baik dengan mandi setiap hari dan mencuci pakaian, handuk, hingga sprei secara teratur.
  • Cuci tangan secara menyeluruh dengan sabur dan air, terutama setelah berkegiatan di kamar mandi atau sebelum dan sesudah makan.
  • Menghindari kontak dengan orang-orang yang memiliki infeksi seperti flu atau cacar air.
  • Rutin melakukan imunisasi yang sekiranya akan menghindari Anda dari infeksi penyakit tertentu.

Lakukan kebiasaan-kebiasaan ini dengan disiplin, niscaya Anda akan semakin cepat pulih.

Fokus


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Lung Transplant. (2019). Mayo Clinic. Retrieved 1 September 2021, from https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/lung-transplant/about/pac-20384754

Resuming Life After Lung Transplantation. (n.d.). Columbia University Department Surgery. Retrieved 1 September 2021, from https://columbiasurgery.org/lung-transplant/resuming-life-after-lung-transplantation

Lung Transplant – Recovery. (2019). National Health System. Retrieved 1 September 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/lung-transplant/recovery/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Winona Katyusha Diperbarui 2 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x