home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

9 Hal yang Perlu Diketahui Jika Ingin Donor Organ

9 Hal yang Perlu Diketahui Jika Ingin Donor Organ

Sampai saat ini, lebih banyak orang yang membutuhkan organ daripada pendonor. Padahal, banyak orang yang sangat membutuhkan donor organ seperti ginjal, liver, jantung, paru-paru, dan lainnya. Jika Anda berpikiran untuk melakukannya, berikut adalah hal yang perlu diketahui mengenai prosedur donor organ.

Apa saja prosedur donor organ?

donor organ

Mengutip dari Cleveland Clinic, donor organ adalah proses pembedahan dengan mengeluarkan organ atau jaringan dari pendonor dan menempatkannya ke penerima donor.

Dalam prosedur ini, transplantasi organ perlu dilakukan karena organ penerima gagal atau rusak karena kondisi kesehatan tertentu.

Tak bisa sembarangan, sebelum memutuskan untuk menjadi pendonor organ, berikut beberapa hal yang perlu Anda tahu tentang prosedur donor organ.

1. Kandidat pendonor organ

Hampir semua orang dari segala usia berpotensi untuk melakukan donor organ, baik saat hidup maupun sudah meninggal.

Apabila seseorang meninggal, dokter tentunya akan mengevaluasi terlebih dahulu untuk menyesuaikan donor. Ini berdasarkan riwayat medis dan juga usia.

Organisasi yang bertanggung jawab mengenai prosedur donor organ akan menentukan apakah sesuai atau tidak.

Saat Anda masih hidup pun juga bisa melakukan donor, baik mempunyai hubungan darah maupun tidak.

Namun, sebaiknya beritahu tim medis jika Anda mempunyai kondisi kesehatan tertentu seperti kanker, HIV, diabetes, penyakit ginjal, hingga jantung.

2. Langkah untuk menjadi pendonor organ

Hal pertama yang bisa Anda lakukan adalah dengan mendaftar pada organisasi tertentu sebagai kandidat pendonor jika sudah meninggal.

Sebagai contoh, ada Komiter Transplantasi Nasional untuk di Indonesia. Nantinya akan ada pengisian formulir yang harus dilengkapi sekaligus mendapatkan kartu tanda pendonor.

Ini adalah salah satu cara yang legal untuk memberikan persetujuan bahwa Anda nantinya ingin memberikan organ, jaringan, dan juga donor mata.

Jika ingin mendonor organ ketika masih hidup, Anda dapat membicarakannya ke tim medis transplantasi organ atau mendaftar ke rumah sakit yang membutuhkan.

Sebaiknya, beritahu keluarga mengenai keinginan serta keputusan Anda untuk menjadi pendonor sehingga nantinya tidak ada kesalahpahaman.

3. Golongan darah dan tipe jaringan dari pendonor

Bagi para penerima transplantasi, lebih mudah untuk mendapatkan organ dari orang yang memiliki golongan darah dan tipe jaringan yang sama.

Hal ini untuk meminimalisasikemungkinan tubuh penerima donor menolak organ baru tersebut.

Biasanya, tim medis akan melakukan rangkaian tes terlebih dahulu untuk menentukan apakah golongan darah dan tipe jaringan pendonor cocok oleh penerima transplantasi organ.

4. Menjadi pendonor adalah sukarela

Perlu Anda ketahui bahwa prosedur donor organ adalah sesuatu hal yang tidak ada paksaan sebelumnya.

Sesuai peraturan dari Kementerian Kesehatan bahwa setiap orang dapat menjadi pendonor secara sukarela tanpa meminta imbalan.

Membayar atau jual beli organ adalah hal yang dilarang keras di Indonesia. Hukum ini ada dalam undang-undang.

5. Memberi kesempatan hidup pada penerima donor

Keuntungan terbesar menjadi pendonor organ adalah Anda dapat membantu “menjadi penyelamat” hidup seseorang.

Orang itu bisa jadi suami, istri, anaka, orangtua, kakak, adik, teman dekat, atau bahkan seseorang yang Anda tidak kenal.

6. Risiko setelah mendonor organ

Umumnya, tidak ada masalah kesehatan yang berarti setelah melakukan prosedur donor organ.

Perlu Anda ketahui bahwa saat masih hidup pun Anda dapat mendonorkan beberapa organ tubuh tanpa ada masalah kesehatan jangka panjang ke depannya.

Sebagai contoh, Anda dapat mendonorkan ginjal. Transplantasi ginjal adalah prosedur pembedahan untuk menempatkan ginjal sehat dari pendonor yang masih hidup maupun meninggal.

Transplantasi ini perlu Anda lakukan saat ginjal sudah kehilangan kemampuan dalam penyaringan sehingga cairan berbahaya menumpuk yang berujung pada gagal ginjal.

Selain bekas luka, sebagian pendonor mungkin akan mengalami masalah jangka panjang, seperti rasa sakit, kerusakan saraf, hernia, atau obstruksi usus. Namun, ini tergolong jarang terjadi.

7. Risiko operasi

Prosedur operasi donor adalah tergolong operasi besar. Ketika menjadi pendonor organ saat Anda masih hidup, selalu ada risiko bila menjalani operasi besat.

Sebagian risiko seperti perdarahan, infeksi, penggumpalan darah, reaksi alergi, dan kerusakan organ atau jaringan dekat organ yang didonorkan.

Meskipun ada proses anestesi total selama operasi berlangsung, tetap ada kemungkinan merasakan sakit dalam proses pemulihan.

Kemungkinan, membutuhkan beberapa waktu sampai tubuh Anda benar-benar pulih pasca operasi.

8. Keputusan untuk menjadi pendonor organ

Pikirkan dengan matang tentang keuntungan dan risiko dari mendonorkan organ sebelum Anda memutuskan untuk menjadi pendonor.

Sangat penting untuk mendapatkan informasi yang lengkap sebelum Anda mengambil keputusan.

Bicarakan dengan tim medis tentang prosedur, langkah operasi, dan kesehatan pada masa mendatang setelah mendonor organ.

Hal yang paling penting adalah, ingat selalu bahwa ini adalah murni keputusan diri sendiri. Jangan biarkan orang lain memengaruhi keputusan Anda.

9. Emosi setelah mendonor organ

Biasanya, pendonor organ yang masih hidup merasa puas akan keputusannya karena merasa sudah membantu orang lain.

Meskipun terkadang transplantasi organ tidak berhasil, para pendonor tetap merasa positif karena merasa sudah melakukan yang terbaik.

Akan tetapi, tetap saja ada kemungkinan bahwa Anda akan merasa menyesal atau bingung dengan perasaan sendiri setelah mendonor organ.

Biasanya, ini terjadi akibat dari hasil transplantasi organ yang tidak sesuai ekspektasi atau memang dari awal pendonor masih ragu dengan keputusannya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Organ Donation and Transplantation: How it works. (2021). Retrieved 12 July 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/articles/11750-organ-donation-and-transplantation

Permenkes No. 38 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Transplantasi Organ [JDIH BPK RI]. (2021). Retrieved 12 July 2021, from https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/113086/permenkes-no-38-tahun-2016

Kidney transplant – Mayo Clinic. (2021). Retrieved 12 July 2021, from https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/kidney-transplant/about/pac-20384777

Living Donor Evaluation. (2015). Retrieved 12 July 2021, from https://www.kidney.org/transplantation/livingdonors/evaluation

What To Expect After Kidney Donation. (2015). Retrieved 12 July 2021, from https://www.kidney.org/transplantation/livingdonors/what-expect-after-donation

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Atifa Adlina Diperbarui 2 minggu lalu
Fakta medis diperiksa oleh Admin HHG
x