7 Pilihan Obat Asma Herbal yang Aman dan Ampuh

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 September 2020 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Asma adalah penyakit pernapasan kronis yang menyebabkan saluran udara meradang dan menyempit. Akibatnya, Anda akan lebih sulit untuk mengirup dan mengembuskan napas. Meski tidak bisa disembuhkan, gejala asma dapat diredakan dengan obat tradisional bahkan menggunakan bahan-bahan alami yang ada di dapur. Penasaran apa saja obat asma herbal atau alami yang bisa digunakan? Simak baik-baik ulasan lengkapnya berikut ini.

Obat herbal untuk redakan gejala asma

Sekalipun, bahan-bahan alami atau herbal diklaim bisa meredakan gejala asma, satu langkah yang harus Anda lakukan sebelum benar-benar menggunakannya adalah berkonsultasi ke dokter. Pasalnya, bisa jadi Anda tidak diizinkan untuk mengonsumsi herbal karena kondisi Anda.

Dokter dapat membantu memastikan bahwa Anda benar-benar boleh menggunakan obat tradisional dan tidak akan berdampak negatif pada kondisi asma Anda.

Berikut beberapa pilihan obat asma tradisional dari bahan alami yang mungkin berguna untuk Anda.

1. Jahe

obat asma herbal

Khasiat jahe untuk kesehatan tubuh sudah diakui sejak zaman dulu, termasuk sebagai obat asma herbal atau alami.

Cara kerja jahe untuk meredakan asma sebetulnya belum diketahui secara pasti. Namun, para ahli menduga bahwa jahe dapat membantu mengurangi respons alergi dengan menurunkan menurunkan kadar IgE dalam tubuh.

IgE atau imunoglobulin E merupakan antibodi yang dihasilkan sistem imun untuk melawan zat yang diduga dapat mengancam tubuh. Ketika terjadi reaksi alergi, tubuh akan menghasilkan IgE lebih banyak.

Gejala asma sendiri erat kaitannya dengan reaksi alergi. Ketika kadar IgE menurun, reaksi alergi yang muncul juga perlahan-lahan akan berkurang. Alhasil, gejala asma Anda bisa lebih dikendalikan dan jarang kambuh.

Penelitian lain juga melaporkan bahwa jahe dapat membantu mengurangi peradangan dan melebarkan saluran pernapasan. Efek alami dari jahe ini ditemukan sama seperti efek beberapa obat asma.

Ada banyak cara mengolah jahe sebagai obat herbal asma atau alami, di antaranya membuat jus dari campuran buah delima, satu ruas jahe ukuran kecil, dan satu sendok makan madu. Minum 1 sendok makan campuran ini sebanyak 2 sampai 3 kali dalam sehari.

Anda juga dapat membuat air wedang jahe. Caranya mudah, masukkan satu ruas jahe yang sudah digeprek atau dipotong kecil-kecil ke dalam panci air mendidih. Tambahkan gula merah untuk mengurangi rasa pedas yang dihasilkan dari jahe. Biarkan selama 5 menit, tunggu hingga dingin dan minum.

Kerepotan mempersiapkan ini-itu untuk mengolah jahe? Tenang, Anda juga bisa mengonsumsinya mentah-mentah bersama dengan garam.

Meski dapat meredakan gejala asma, Anda sebaiknya menghindari minum jahe bersamaan dengan jadwal minum obat asma. Hal ini bertujuan untuk mencegah efek samping atau interaksi tertentu yang mungkin terjadi antara air jahe dengan obat asma.

Namun, jangan minum air jahe secara berlebihan sekalipun aman. Mengonsumsi jahe terlalu banyak dapat memicu efek samping tertentu, seperti perut kembung, asam lambung naik, dan mual. Itulah kenapa, penting bagi Anda untuk konsultasi ke dokter sebelum mencoba obat asma alami yang satu ini.

2. Bawang putih

bawang putih untuk obat batuk berdahak

Bawang putih memiliki sifat antiradang yang berguna sebagai obat herbal atau alami untuk meredakan gejala asma. Sifat antiradangnya dipercaya mampu mengurangi peradangan pada saluran napas akibat asma.

Meski begitu, dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan manfaat bawang putih sebagai obat herbal untuk asma. Hingga saat ini, belum ada penelitian yang bisa membuktikan bahwa bawang putih manjur untuk pengobatan asma jangka panjang.

Bila ingin mencoba, Anda cukup didihkan 2-3 siung bawang putih ke dalam 1,5 cangkir susu. Biarkan hingga dingin, lalu minum.

Jika tidak menyukai aromanya yang menyengat, Anda bisa mencampurkannya ke dalam makanan, seperti sup hangat. Uap sup sekaligus membantu saluran pernapasan menjadi lebih relaks dan mengencerkan lendir.

3. Bawang merah

manfaat bawang merah

Selain bawang putih, Anda juga bisa memanfaatkan bawang merah sebagai cara lain untuk mengobati gejala asma secara alami. Pasalnya, bawang merah diketahui mengandung antioksidan tinggi, yang termasuk vitamin C, sulfur, serta quercetin dan anthocyanin cyanidin.

Sebuah penelitian tahun 2015 yang dimuat dalam DARU Journal of Pharmaceutical Sciences menyebutkan bahwa semua jenis antioksidan ini saling bekerja sama mengurangi efek peradangan dalam tubuh. Efek ini diketahui dapat membantu melebarkan bronkus.

Selain itu, kandungan antiradang, antioksidan, antibakteri, dan antivirus dari bawang merah juga diketahui mampu membantu sistem kekebalan tubuh bekerja lebih baik dalam melawan infeksi yang berhubungan dengan masalah paru-paru dan pernapasan.

Salah satu jenis senyawa antiradang terbaik yang juga ditemukan dalam bawang merah, yaitu thiosulphinate. Senyawa ini bahkan dilaporkan sangat efektif untuk mengurangi peradangan pada saluran pernapasan akibat serangan asma.

4. Kafein

minum kopi

Ternyata kafein pada kopi dapat membantu mengendalikan serangan asma, lho! Bahkan kafein memiliki efek bronkodilator (pelega pernapasan) yang mirip dengan obat asma theophylline.

Manfaat kafein adalah membantu merelaksasikan dan melegakan saluran pernapasan sehingga membantu Anda bernapas lebih mudah. Semakin kuat kopinya, semakin bagus hasilnya. Selain kopi, kafein juga dapat ditemukan pada teh ataupun cokelat.

Meski punya potensi manfaat sebagai obat asma herbal atau alami, jangan gunakan kafein untuk mengobati asma secara alami. Pastikan Anda tidak minum kopi hitam lebih dari 3 cangkir dalam sehari.

Bagi beberapa orang, kebanyakan minum kopi hitam justru membuat asam lambung naik yang justru memperparah asma. Selain itu, kebanyakan minum kopi pun dapat menyebabkan sulit tidur serta jantung berdetak cepat.

5. Madu

obat asma alami

Selain untuk meredakan sakit tenggorokan dan batuk, madu pun bisa dijadikan sebagai obat asma herbal atau alami. Kandungan antioksidan yang berlimpah dalam madu diyakini dapat membantu melawan peradangan dan meningkatkan kekebalan tubuh penderita asma.

Anda bisa mencampur 1 sendok teh madu ke dalam segelas air hangat dan meminumnya setidaknya tiga kali sehari. Guna menambah cita rasa, Anda juga bisa menambahkan perasan jeruk nipis, lemon, atau sejumput kayu manis.

Ketiga bahan ini diketahui dapat membantu mengencerkan dahak di tenggorokan sekaligus meningkatkan sistem imun tubuh.

6. Menghirup aromaterapi

obat asma herbal

Tanaman tertentu dapat diolah dan menghasilkan minyak murni berkualitas. Minyak ini pula yang biasa disebut sebagai minyak aromaterapi dan bisa Anda gunakan sebagai alternatif lain untuk obat asma alami.

Bagi sebagian orang, menghirup aroma tertentu dapat memberikan efek seperti relaksasi dan menghilangkan sakit kepala. Beberapa jenis minyak pun mempunyai manfaat sebagai pengobatan alternatif untuk gejala asma seperti lavender, cengkeh, serta kayu putih.

Salah satu pilihan minyak yang dapat Anda manfaatkan sebagai obat herbal alami untuk asma adalah eukaliptus. Minyak eukaliptus murni adalah pengobatan yang efektif untuk gejala asma dari kandungan dekongestannya.

Berikut adalah cara penggunaan minyak eukaliptus untuk mengobati gejala asma secara alami:

  • Tambahkan beberapa tetes minyak eukaliptus pada tisu kertas dan taruh di dekat kepala Anda saat tidur agar Anda dapat mencium aromanya.
  • Anda juga dapat menambahkan 2-3 tetes minyak ini pada panci berisi air mendidih dan hirup uapnya. Cobalah napas dalam-dalam untuk hasil yang lebih cepat.

Namun, konsultasikan terlebih dahulu pada dokter Anda karena untuk sebagian orang aromaterapi dapat menjadi pemicu gejala.

7. Daun basil

manfaat daun basil adalah obat asma

Daun basil, atau disebut pula daun selasih, juga termasuk dalam tanaman herbal yang bisa dimanfaatkan sebagai obat asma alami. Daun ini mengandung sifat antiinflamasi, antioksidan, serta antibiotik.

Salah satu studi menunjukkan bahwa daun basil mengandung segudang antioksidan seperti fenolik dan polifenol, yang termasuk flavonoid dan antosianin.

Kandungan antioksidan dan antibiotik alami pada basil mampu membantu tubuh dalam melawan infeksi, terutama pada orang dengan masalah paru-paru dan pernapasan.

Hati-hati menggunakan obat herbal untuk pengobatan asma alami

obat maag alami herbal asam lambung

Pastikan Anda selalu berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter sebelum memutuskan mencoba ramuan alami jenis apa pun sebagai alternatif pengobatan asma.

Terapi pengobatan asma dengan bahan herbal atau tradisional tidaklah selalu lebih aman. Meski ada penelitian mengenai berbagai manfaatnya, data tersebut belum cukup mampu membuktikan bahwa penggunaan obat tradisional dengan bahan alami benar-benar ampuh dan aman untuk mengatasi gejala asma.

Beberapa orang mungkin tidak memunculkan gejala apa pun ketika menggunakan bahan alami untuk meredakan gejala asma yang dialami. Namun, lain cerita dengan orang-orang yang memiliki riwayat alergi terhadap bahan-bahan alami tertentu. Kondisi ini malah dapat memicu reaksi berbahaya, bahkan risiko komplikasi asma.

Jadi, gunakan obat asma herbal atau alami dengan hati-hati. Bila Anda punya riwayat alergi terhadap bahan herbal maupun alami, sebaiknya jangan memaksakan diri untuk menggunakannya.

Selain menggunakan obat asma herbal atau alami turunan nenek moyang, ada juga sejumlah hal sederhana yang bisa Anda lakukan untuk meringankan gejala asma. Beberapa di antaranya adalah melakukan olahraga khusus asma seperti berenang dan yoga.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

    Masalah pencernaan bisa sangat mengganggu dan menyusahkan. Berbagai pengobatan pun Anda coba. Nah, sudahkah Anda menggunakan minyak esensial?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 13 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

    Panduan bagi Penderita Asma Selama Pandemi COVID-19

    Penderita asma adalah salah satu kelompok yang berisiko mengembangkan kondisi parah akibat COVID-19. Apa saja yang perlu diperhatikan saat menderita asma?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Coronavirus, COVID-19 24 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit

    Apa Benar Cuaca Dingin Dapat Memicu Asma Kambuh?

    Saat udara dingin, asma seseorang bisa lebih rentan kambuh. Apa yang menyebabkan hal ini? Apa kambuhnya asma berhubungan dengan alergi dingin?

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Asma, Kesehatan Pernapasan 13 April 2020 . Waktu baca 4 menit

    Mengobati Kanker Serviks Secara Alami dengan Obat Herbal dan Gaya Hidup

    Selain tindakan medis, cara mengobati kanker serviks secara alami dengan minum obat herbal dan gaya hidup sehat dapat membantu kondisi penderitanya.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Kanker Serviks, Kanker 28 Februari 2020 . Waktu baca 9 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    terapi urine minum air kencing

    Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit
    hemodialisis

    Hemodialisis, Prosedur Cuci Darah untuk Penyakit Gagal Ginjal

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 11 menit
    efek samping salep obat kortikosteroid

    Hati-hati Penggunaan Obat Kortikosteroid Berlebihan

    Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
    Dipublikasikan tanggal: 28 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit
    menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan

    Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 1 Juli 2020 . Waktu baca 10 menit