home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Benarkah Obat Antibiotik Bisa Bikin Pasien Asma Diopname Lebih Lama?

Benarkah Obat Antibiotik Bisa Bikin Pasien Asma Diopname Lebih Lama?

Asma adalah peradangan di saluran napas yang membuat udara jadi sulit masuk ke paru-paru. Salah satu gejala asma yang paling utama adalah sesak napas. Banyak orang asma yang harus melakukan rawat inap karena mengalami serangan asma parah. Dalam pengobatan asma di rumah sakit, tak jarang obat antibiotik diresepkan untuk mengatasi asma. Namun, tahukah Anda bahwa sembarangan konsumsi antibiotik untuk pengidap asma justru berisiko menyebabkan waktu sembuh lebih lama?

Obat antibiotik untuk asma bisa bikin rawat inap lebih lama

sehabis operasi

Menurut sebuah penelitian yang dipresentasikan oleh American Thoracic Society, banyak rumah sakit yang meresepkan obat antibiotik untuk pasien asma meskipun tidak ada gejala infeksi apa pun. Hal ini bisa membuat pasien asma harus menjalani masa rawat inap lebih lama, dan tentunya lebih banyak biaya yang dikeluarkan untuk berobat.

Penelitian lainnya yang dilakukan oleh Profesor Mihaela S. Stefan dari University of Massachusetts Medical School, Massachusetts, Amerika Serikat juga mengatakan hal yang serupa. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, orang dewasa dengan asma sebaiknya tak perlu diresepkan antibiotik untuk pengobatan saat mereka dirawat inap.

Pada penelitian ini, dr. Stefan dan rekan-rekannya mendata 22.000 pasien dewasa yang dirawat di rumah sakit karena asma selama setahun. Pasien asma yang menerima obat kortikosteroid sistemik dimasukkan ke dalam penelitian, sementara pasien asma yang membutuhkan obat antibiotik karena punya gejala infeksi sinus, bronkitis, atau pneumonia tidak dimasukkan dalam daftar.

Ditemukan hasil bahwa pasien dewasa yang menerima antibiotik selama dua hari pertama masuk rumah sakit, lebih lama rawat inapnya dibandingkan dengan pasien yang tidak diberi antibiotik saat diopname. Sementara itu, risiko gagalnya pengobatan antara kedua kelompok pasien yang diberi atau tidak diberi antibiotik masing-masing sama besar dan tidak ada bedanya.

Kesimpulan dari penelitian dr. Stefan ini adalah orang dewasa yang diopname karena asma tidak perlu diberi antibiotik bila memang tidak ada gejala infeksi pada paru-paru sama sekali.

Beberapa studi memang telah meneliti perihal manfaat antibiotik untuk pasien asma. Namun, manfaat obat antibiotik untuk pasien asma tanpa infeksi masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Mengenal bahaya konsumsi antibiotik terus-terusan

minum antibiotik sampai habis

Bukan hanya bagi penderita asma, antibiotik juga memiliki efek samping tersendiri jika diminum dalam jangka waktu yang lama.

Sebuah penelitian yang dimuat dalam British Medical Journal, mengatakan bahwa para ahli kesehatan tidak menyarankan Anda mengonsumsi obat jenis antibiotik terlalu lama. Hal ini tentu berlaku pula bagi penderita asma, terlebih jika tidak ada infeksi apa pun yang menyertai.

Mengonsumsi antibiotik dalam jangka panjang bisa menyebabkan tubuh mengalami resistansi atau kekebalan terhadap antibiotik.

Ada baiknya Anda selalu aktif menanyakan pada dokter mengenai obat apa yang diresepkan untuk kondisi Anda. Hal ini juga tidak terkecuali soal antibiotik untuk kondisi asma yang Anda derita.

Tanyakan seberapa lama Anda harus minum antibiotik tersebut dan apakah harus habis. Umumnya, antibiotik harus dihabiskan. Akan tetapi, ini akan bergantung pada pada riwayat dan kondisi kesehatan masing-masing.

Jadi, masih boleh minum antibiotik apa tidak saat asma?

obat untuk osteoarthritis

Tentu saja konsumsi antibiotik masih boleh. Namun, tentunya dengan catatan bahwa kondisi Anda memang hanya bisa diobati dengan antibiotik. Artinya, kondisi asma yang Anda alami diperburuk dengan infeksi bakteri, seperti pneumonia.

Jika asma yang menyerang disertai dengan infeksi virus lainnya, antibiotik tidak akan membantu. Anda juga umumnya tak membutuhkan antibiotik untuk asma yang pemicunya berupa debu, alergi, atau kondisi bukan infeksi lainnya.

Pastikan pula Anda tidak minum antibiotik sembarangan. Obat ini harus dengan resep dokter. Dengan begitu, dosisnya sudah disesuaikan sedemikian rupa oleh dokter serta apoteker Anda. Antibiotik baru akan menimbulkan masalah kesehatan apabila penggunaannya tidak tepat.

Jadi, Anda tidak perlu takut minum antibiotik selama Anda meminumnya sesuai kebutuhan. Pastikan pula Anda disiplin minum dengan menaati aturan dari dokter dan apoteker.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Lindenauer, P., Stefan, M., Feemster, L., Shieh, M., Carson, S., Au, D., & Krishnan, J. (2016). Use of Antibiotics Among Patients Hospitalized for Exacerbations of Asthma. JAMA Internal Medicine176(9), 1397. doi: 10.1001/jamainternmed.2016.4050

Maazaoui, S., Hamdi, B., Abdelmoulah, K., Akkad, A., Bdira, B., & Ammar, J. et al. (2017). Is antibiotic treatment during asthma exacerbation necessary?. Allergy And Immunology. doi: 10.1183/1393003.congress-2017.pa4030

Llewelyn, M., Fitzpatrick, J., Darwin, E., SarahTonkin-Crine, Gorton, C., & Paul, J. et al. (2017). The antibiotic course has had its day. BMJ, j3418. https://doi.org/10.1136/bmj.j3418

Antibiotics – Asthma UK. (2018). Retrieved June 3, 2020, from https://www.asthma.org.uk/advice/inhalers-medicines-treatments/other/antibiotics/

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Novita Joseph
Tanggal diperbarui 11/08/2018
x