Definisi

Apa itu terbakar matahari (sunburn)?

Sunburn atau terbakar matahari adalah reaksi kulit pada cahaya matahari dalam dosis yang berlebih.

Untuk lebih mengerti mekanisme sunburn, kita perlu melihat beberapa dasar dari spektrum elektromagnetik (cahaya). Spektrum UV yang merupakan cahaya tidak terlihat di bawah 400 nm, tergolong menjadi 3 jenis. Dua di antaranya adalah gelombang UV-A dan UV-B memiliki aktivitas biologis pada sel (UVC tidak mencapai lapisan bumi karena terserap oleh lapisan Ozone).

Kadar minimal dari gelombang cahaya UV yang menginduksi eritema pada kulit manusia disebut Minimal Erythema Dose (MED). Lewat dari batas ini, eritema dapat menyebabkan terbakar dan pembengkakan pada kulit dari paparan berlebih sinar matahari.

Seberapa umumkah terbakar matahari (sunburn)?

Kondisi ini sangat umum terjadi. Tidak hanya sinar matahari yang berperan dalam terjadinya sunburn, namun juga dapat disebabkan oleh paparan dari sumber sinar UV lain, “tanning-bed” atau “tanning-salon” yang sangat populer kini. Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun.

Orang juga dapat mengalami sunburn pada hari yang berawan, karena sinar UV dapat menembus awan.

Kondisi ini dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala terbakar matahari (sunburn)?

Eritema UV-B terjadi sekitar 6 jam setelah paparan dan memuncak pada 12-24 jam. Namun dengan serangan muncul lebih awal dan lebih parah dengan peningkatan paparan, seperti:

Eritema disertai rasa nyeri dan pada kasus yang parah, muncul rasa tidak nyaman:

  • Lenting
  • Edema terjadi umumnya pada tangan, kaki dan wajah

Selain itu, dapat muncul:

  • Menggigil
  • Demam
  • Mual
  • Tachycardia
  • Hipotensi

Gejala-gejala ini dapat berlangsung selama 1-2 minggu pada kasus yang parah.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Kerutan dan perubahan kulit lainnya yang biasanya muncul saat penuaan
  • Masalah mata yaitu katarak yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan

Tampak dengan jelas bahwa konsekuensi jangka panjang dari paparan berlebih matahari atau sumber radiasi UV lainnya signifikan. Sunburn yang berupa blister dipercaya meningkatkan kemungkinan kanker kulit sebanyak 2 kali lipat.

Ada beberapa jenis kanker kulit. Kebanyakan kanker kulit dapat diatasi. Namun sunburn meningkatkan risiko terkena jenis kanker kulit serius, yaitu melanoma.

Segera hubungi dokter atau perawat jika Anda mengalami sunburn parah.

Penyebab

Apa penyebab terbakar matahari (sunburn)?

  • Setelah paparan UV, pigmen kulit langsung mengalami penggelapan pigmen (IPD, fenomena Meirosky) dan melanogenesis yang tertunda.
  • IPD tidak fotoprotektif. IPD maksimal dalam beberapa jam setelah paparan matahari hanya untuk mendistribusikan melanin pada kulit, menyebabkan perubahan metabolisme.

Melanogenesis yang tertunda, dapat menyebabkan eritema pada level sel: gelombang UV-B memulai tanning dalam 2-3 hari setelah paparan. Selama periode tersebut, perubahan mikroskopik pada kulit, melanogenesis terlambat pada UV-B dimediasi melalui produksi kerusakan DNA dan formasi partikel intranuklear (cyclobutane pyrimidine dimers CPD).

Walau tanning memberikan perlindungan dari cedera solar, kerusakan pada epidermis dan dermis dapat terjadi. Ada pembentukan sel sunburn eritoma dengan sinar UV dan berkurangnya sel Langerhan dan sel mast, yang berperan penting dalam sistem imun tubuh. Walau kedua gelombang terimplikasi di sunburn, dengan dosis UV-A yang besar, penggelapan awal yang tidak berbahaya diperpanjang dan dapat menyatu dengan melanogenesis yang terlambat.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk terbakar matahari (sunburn)?

Ada banyak faktor yang meningkatkan risiko Anda terbakar matahari, yaitu:

  • Memiliki kulit pucat dan rambut berwarna terang
  • Berada di gunung atau tempat yang lebih dekat dengan matahari
  • Melakukan tanning juga berisiko tinggi. Walau alat tanning komersial yang meningkatkan pigmen kulit tidak meningkatkan UV-B MED, namun alat tersebut terbukti menyebabkan melanoma.

Selama pukul 4-6 sore, intensitas UV-B 2-4 kali lebih besar dari pada pagi hari dan sore menuju malam. Pakaian pelindung dari matahari direkomendasikan pada periode tersebut. Walau penelitian juga telah menunjukkan bahwa paparan pada pukul 10 pagi dapat mencapai 65% radiasi UV sama dengan pada pukul 2 siang.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana terbakar matahari (sunburn) didiagnosis?

Tingkat keparahan tergantung pada gejala. Dengan visualisasi dan menanyakan gejala awal/prognosis dokter dapat mendiagnosis kondisi Anda.

Apa saja pengobatan untuk terbakar matahari (sunburn)?

Anda dapat mengatasi sunburn ringan sendiri dengan:

  • Menggunakan obat pereda rasa sakit
  • Menggunakan losion atau spray untuk mengatasi sunburn – produk ini biasanya mengandung aloe atau obat yang membuat mati rasa
  • Menghindari matahari hingga kemerahan dan rasa sakit hilang.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi terbakar matahari (sunburn)?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi sunburn:

Anda dapat mencegah sunburn dengan:

  • Menghindari cahaya matahari pada siang hari
  • Cari tempat berteduh
  • Kenakan pakaian pelindung matahari
  • Oleskan sunscreen
  • Jangan menggunakan tanning bed.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Juli 12, 2017 | Terakhir Diedit: Juli 12, 2017

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan