Tanning (Mencokelatkan Kulit), Apa Efeknya Pada Kesehatan Kulit?

Oleh

Untuk mendapatkan warna kulit yang lebih gelap dan rata, biasanya seseorang melakukan tanning. Tanning dapat dilakukan secara indoor maupun outdoor. Tanning indoor biasanya dilakukan di salon khusus tanning menggunakan alat khusus, sementara tanning outdoor kira-kira sama dengan berjemur di bawah sinar matahari, terkadang dengan menggunakan lotion khusus agar warna yang dihasilkan lebih bagus dan merata.

Jenis-jenis tanning

Outdoor tanning

Berjemur di pinggir pantai untuk mendapatkan kulit kecokelatan tidak jarang dilakukan oleh sebagian orang. Meskipun sinar matahari baik untuk pembentukan vitamin D, tetapi berjemur terlalu lama dengan tujuan menggelapkan warna kulit bukanlah ide yang bagus. Meskipun menggunakan lotion ber-SPF dan berbagai jenis produk mengandung sunscreen, sinar ultraviolet yang terdapat dalam sinar matahari masih bisa merusak kulit. Secara sederhana, sinar UV akan menstimulasi produksi pigmen sehingga membuat kulit lebih gelap.

Ada dua jenis sinar UV yaitu sinar UVA dan sinar UVB. Secara spesifik, sinar UVA bekerja menstimulasi sel pigmen di kulit untuk menggelapkan warna kulit, dan sinar UVB dapat menebalkan jaringan epidermis kulit dan menyebabkan kulit terbakar atau sunburn. Selain menimbulkan sunburn, outdoor training juga dapat meningkatkan risiko terhadap melanoma, jenis kanker kulit yang paling berbahaya.

Indoor tanning

Seiring dengan perkembangan teknologi, diciptakanlah alat khusus untuk menggelapkan warna kulit tanpa harus berjemur di bawah sinar matahari. Salah satu alat ini adalah tanning bed. Berbentuk seperti tempat tidur yang dilengkapi penutup, tanning bed bekerja dengan cara melepas radiasi sinar UV. Tidak seperti sinar matahari, sinar UV yang diradiasikan pada tanning bed ini adalah sinar UVA. Tanning bed diklaim lebih aman karena sinar UVA tidak bersifat membakar kulit seperti sinar UVB yang terdapat pada sinar matahari.

Tetapi, sinar UVA ternyata memiliki bahayanya tersendiri karena UVA bisa masuk lebih dalam ke jaringan kulit jika dibandingkan dengan sinar UVB. UVA merusak jaringan dan pembuluh darah pada kulit sehingga meskipun tidak terbakar, secara tidak kasat mata sinar UVA tetap merusak kulit. Kekuatan radiasi sinar UVA yang digunakan pada tanning bed bisa 12 kali lipat lebih kuat  jika dibandingkan dengan radiasi sinar UVA dari matahari. Mereka yang sering melakukan indoor tanning memiliki risiko 2,5 kali lebih besar untuk menderita kanker sel squamous di kemudian hari, serta 1,5 kali lebih besar menderita kanker sel basal. Gejala kerusakan kulit ini tidak terlihat dengan segera, tetapi baru bisa muncul bertahun-tahun kemudian.

Efek tanning bagi penampilan kulit

Efek tanning, terutama indoor tanning, tidak akan langsung tampak setelah melakukan tanning. Tentu kulit akan berwarna lebih kecokelatan, tetapi selain itu melakukan tanning dalam jangka waktu lama juga bisa merusak penampilan kulit. Beberapa tanda kerusakan kulit yang diakibatkan oleh radiasi sinar UV yaitu:

  • Timbul bintik-bintik cokelat.
  • Timbul kerutan-kerutan halus dan tanda-tanda penuaan lain lebih cepat dari seharusnya karena sinar UVA yang merusak jaringan kulit hingga ke bagian dalam.
  • Muncul bisul, jerawat, atau ruam-ruam kasar pada kulit.
  • Terbakarnya kulit atau sunburn, yang diakibatkan oleh tingginya paparan sinar UVB.

Efek tanning bagi kesehatan tubuh

Selain merusak penampilan kulit, efek sinar UVA juga dapat mempengaruhi sistem imun. Ini karena radiasi sinar UV diserap kulit hingga ke level molekul dan memicu terjadinya perubahan pada molekul dan sel yang berperan dalam sistem imun.

Gangguan kesehatan kulit yang lebih parah bisa terjadi setelah menjalani tanning selama bertahun-tahun, di antaranya adalah:

  • Kanker kulit non-melanoma: kanker ini dapat terjadi di bagian squamous, sel yang membentuk bagian tengah hingga bagian terluar lapisan kulit, serta di bagian basal, sel yang berfungsi memproduksi sel kulit baru. Di antara keduanya, kanker sel basal paling sering terjadi tetapi mudah untuk diobati karena biasanya tidak menyebar ke bagian tubuh lain dan pertumbuhannya sangat lambat. Sementara kanker yang terjadi di bagian squamous sedikit lebih berbahaya karena bisa menyebar ke bagian tubuh lain, tetapi pertumbuhannya cenderung lambat dan bisa diangkat dengan operasi.
  • Melanoma: tipe kanker ini jarang terjadi tetapi merupakan jenis kanker kulit yang paling berbahaya. Kanker melanoma dapat berbentuk seperti tahi lalat atau freckles pada awalnya. Tetapi, melanoma memiliki bentuk yang tidak teratur dan warnanya juga tidak merata, terkadang timbul rasa gatal pada melanoma. Penanganan secepatnya meningkatkan kemungkinan untuk sembuh karena kanker melanoma berkembang dengan cepat dan dapat menyebar ke bagian tubuh lain.

Bagaimana cara tanning yang aman?

Bagaimana pun, jika Anda menginginkan warna yang lebih eksotis pada kulit, cahaya matahari alami jauh lebih baik dibandingkan tanning bed di salon. Hanya saja yang harus diingat adalah, jangan coba-coba berjemur di bawah sinar matahari tanpa menggunakan sunblock atau suncreen. Jangan lupa bahwa produk-produk ini harus dioleskan ulang ke kulit setiap 1-2 jam sekali (tergantung SPF-nya), dan setiap setelah Anda berenang. Batasi juga waktu berjemur agar tak terlalu lama.

Untuk mengurangi efek tanning yang membahayakan bagi kesehatan, Anda bisa mencoba sunless tanning, yang tidak melibatkan sinar UVA maupun UVB. Sunless tanning ini biasanya berupa produk-produk yang dapat menggelapkan warna kulit. Bentuknya berupa lotion, krim, dan spray yang diaplikasikan ke kulit sehingga menciptakan efek seperti sehabis tanning. Bahan dasarnya adalah pewarna dan dihydroxyacetone (DHA). Saat dioleskan ke kulit, DHA akan bereaksi dengan sel-sel kulit mati yang berada pada permukaan kulit dan menggelapkan warna kulit sementara. Sunless tanning ini biasanya akan bertahan selama beberapa hari.

BACA JUGA:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca