Apa itu tahi lalat?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu tahi lalat?

Tahi lalat adalah bintik ( bisa juga tonjolan kecil) yang berwarna coklat atau hitam pada kulit. Kondisi ini sering muncul pada awal masa kanak-kanak, walaupun beberapa bercak hitam ini dapat muncul pada usia 30-an. Tahi lalat dapat muncul di manapun pada tubuh dan bentuknya bisa perlahan berubah. Bercak ini mungkin bisa berubah warna dan ukuran, atau mungkin hilang seiring waktu, atau beberapa sama sekali tidak berubah.

Seberapa umum tahi lalat?

Kondisi ini sangat umum, hampir tiap orang punya satu atau dua bintik hitam di kulit. Ada yang ukurannya sangat kecil ada yang sangat besar sampai terlihat. Kondisi ini juga  mampu memengaruhi pasien dalam segala golongan usia. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja gejala tahi lalat?

Tahi lalat adalah bintik-bintik umum yang muncul di kulit. Bintik umumnya sering berwarna coklat, meskipun beberapa mungkin berwarna lebih gelap di kulit. Mengenai penampilan, sejumlah bercak hitam atau coklat ini bisa saja rata atau menonjol, halus atau kasar, dan bahkan tumbuh rambut. Jenis bintik hitam ini biasanya berbentuk lingkaran atau lonjong dengan pinggir yang halus.

Anda harus memeriksa kulit Anda setiap beberapa bulan sekali  untuk melihat adanya bintik hitam yang baru muncul. Perhatikan dengan seksama, apakah ada perubahan pada tahi lalat yang sudah ada.

Tanda bahwa bintik hitam yang muncul di kulit Anda bersifat kanker adalah dengan pertumbuhan baru yang bisa muncul di bagian tubuh manapun. Namun, yang bersifat kanker sering muncul pada punggung, kaki, tangan dan wajah.

Beberapa tanda bintik pada kulit mencurigakan yang harus Anda perhatikan adalah:

  • Satu tahi lalat yang punya 2 atau lebih warna berbeda
  • Pinggiran bintik atau bercak yang tidak rata atau ujung bergerigi
  • Bintik hitam atau kecokelatan mengeluarkan darah, gatal, merah, bengkak, atau berkerak
  • Bintik hitam di kulit membesar dengan cepat

Beberapa gejala atau tanda lainnya mungkin tidak tercantum di atas. Jika Anda merasa cemas tentang gejala tersebut, segera konsultasi ke dokter Anda.

Skintag mirip tahi lalat, namun berbeda

Skin tag atau yang dalam bahasa medis disebut acrochordon, sering diduga sebagai tahi lalat. Padahal keduanya adalah jenis masalah kulit yang berbeda. Skin tag adalah sebuah jaringan halus pada kulit yang menggumpal. Skin tag kadang juga disebut juga daging tumbuh, tapi kondisi ini tidak berbahaya dan juga bukan pertanda adanya masalah kulit yang serius.

Umumnya, kondisi gumpalan kulit ini bentuknya kecil. Namun seiring bertambahnya usia, skin tag bisa tumbuh membesar. Selain membesar, gumpalan ini juga bisa berubah warna menyerupai warna kulit.

Skin tag yang membesar dan menonjol umumnya lentur, bisa digerakkan, tidak sakit, dan tidak kaku.  Perbedaan tahi lalat dan skin tag bisa dilihat dari lokasi dimana tumbuhnya. Biasanya skin tag ditemukan di leher, dada, punggung, ketiak, di  bawah payudara, di daerah selangkangan, atau di daerah genital.

Menurut  Harvard Medical School, skin tag tidak berbakat berubah menjadi kanker kulit seperti tahi lalat. Kondisi gumpalan daging ini umum dan biasa terjadi pada wanita dibanding pria.

Ada faktor risiko juga yang bisa menyebabkan skin tag terjadi. Umumnya karena berat badan seseorang bertambah secara drastis dan karena ada turunan genetik dari orangtuanya

Jika skin tag dapat mengganggu aktivitas dan penampilan Anda, silakan konsultasi ke dokter untuk mengatasi lebih lanjut. Biasanya kondisi gumpalan daging ini bisa dibuang dengan cara digunting atau dibuang menggunakan pisau tajam. Ada juga yang menggunakan pengobatan dengan cara membekukan gumpalan daging dan pembakaran bagian tangkainya. Akan tetapi kondisi ini jarang dilakukan.

Kapan harus pergi ke dokter?

Walaupun sebagian besar tahi lalat adalah jinak (non-kanker), dalam kasus langka mereka dapat berkembang menjadi melanoma. Melanoma adalah sejenis kanker kulit yang muncul di kulit, menyebabkan perdarahan, gatal-gatal, atau kulit memerah.

Melanoma mungkin berkembang bintik hitam yang sebelumnya ada. Selain itu, bisa juga muncul ketika sebelumnya tidak ada bintik atau bercak gelap di kulit Anda. Anda juga harus memeriksakan bintik hitam ini  jika tiba-tiba berdarah, mengeluarkan cairan, gatal, atau menjadi lunak atau menyakitkan.

Penyebab

Apa penyebab tahi lalat?

Beberapa tahi lalat muncul sejak lahir, meskipun kebanyakan berkembang selama 30 tahun pertama hidup Anda. Bintik hitam kecokelatan ini adalah sel kulit bernama melanosit yang muncul secara berkelompok. Sel-sel ini membuat pigmen yang memberikan warna kulit. Mereka cenderung menggelap jika terpapar sinar matahari, selama masa remaja atau selama hamil.

Penyebab tahi lalat tumbuh baru ketika dewasa

Belum diketahui apa penyebab tahi lalat tumbuh saat usia dewasa. Bintik hitam yang baru muncul di kulit ada kemungkinan bisa bersifat jinak atau mungkin bisa menjadi kanker.

Sebuah studi penelitian pada tahun 2015 melaporkan bahwa adanya mutasi genetik gen BRAF pada tahi lalat yang tumbuh baru saat dewasa yang menimbulkan kanker.

Selain itu, 78% kasus bintik hitam kecokelatan yang muncul saat dewasa dilaporkan jinak, sisanya berisiko kanker.  Mutasi genetik BRAF dalam tubuh manusia diketahui ada di dalam sel melanoma. Tetapi bagaimana prosesnya mengubah dari jenis jinak menjadi menjadi berisiko kanker belum diketahui.

Lalu, adanya interaksi sinar ultraviolet (UV), baik alami maupun buatan, diketahui menyebabkan kerusakan genetik yang dapat mengarah pada perkembangan melanoma dan kanker kulit lainnya. Paparan sinar matahari dapat terjadi selama masa kanak-kanak atau dewasa muda dan hanya kemudian menghasilkan kanker kulit.

Faktor risiko yang membuat Anda memiliki tahi lalat yang muncul saat dewasa adalah

  • Bertambahnya usia
  • Memiliki jenis kulit putih dan rambut yang berwarna terang atau merah
  • Ada riwayat keluarga tahi lalat atipikal
  • Mengonsumsi obat-obatan yang menekan sistem kekebalan tubuh Anda
  • Adanya respons terhadap obat lain, seperti beberapa antibiotik, hormon, atau antidepresan
  • Mutasi genetik
  • Terkena sengatan matahari, paparan sinar matahari, atau penggunaan tanning bed

Kondisi bintik hitam yang baru muncul saat dewasa cenderung bisa berubah menjadi kanker. Sebuah tinjauan studi kasus tahun 2017 menemukan bahwa 70,9 persen melanoma muncul dari adanya bintik hitam baru di kulit . Jika Anda menemukan adanya bercak atau bintik hitam di kulit baru-baru ini, penting untuk memeriksakannya ke dokter atau dokter kulit.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko tahi lalat?

Ada banyak faktor risiko tahi lalat, yaitu:

  • Paparan sinar matahari
  • Beberapa ras lebih rentan terhadap tahi lalat
  • Mengonsumsi obat-obatan yang menekan sistem kekebalan tubuh Anda
  • Adanya respons terhadap obat lain, seperti beberapa antibiotik, hormon, atau antidepresan

Diagnosis

Bagaimana cara dokter mendiagnosis tahi lalat?

Diagnosis tahi lalat yang berupa kanker

Untuk memeriksa apakah bintik hitam berisiko menjadi kanker atau tidak, dokter akan bertanya tentang kondisi kulit dan memeriksa dengan metode ABCDE:

  • Asimetri: salah satu sisi bintik hitam tidak simetris dengan sisi lainnya
  • Border (batasan): batasan atau pinggir bintik hitam kasar, buram, atau tidak teratur
  • Color (warna): warna bintik di kulit tidak sama seluruhnya atau agak berwarna sawo matang, coklat, hitam, biru, putih, atau merah
  • Diameter: diameter bintik di kulit lebih besar daripada penghapus pensil
  • Evolusi: ukuran, bentuk, atau warna bintik berubah

Jika tahi lalat tidak berubah sepanjang waktu, tidak perlu cemas. Bila Anda melihat tanda perubahan pada kondisi bintik hitam atau coklat di kulit. Dipertimbankan juga apabila dokter atau Anda menyadari adanya bintik atau tonjolan hitam, dan ingin menghilangkannya untuk alasan penampilan, bicarakan dengan dokter kulit.

Jika dicurigai adanya bintik di kulit yang bersifat kanker, dokter mungkin meminta Anda untuk menjalani biopsi kulit. Biopsi kulit adalah pengambilan sampel kecil dari kulit yang terdapat bintik hitam tersebut untuk diperiksa di laboratorium.

Obat & Pengobatan

Informasi yang dijabarkan bukan pengganti bagi nasihat medis. SELALU konsultasi ke dokter Anda.

Bagaimana mengobati tahi lalat?

Tahi lalat yang normal tidak memerlukan pengobatan bila Anda tidak merasa terganggu oleh kehadiran mereka. Dalam kasus tersebut, Anda boleh menghilangkan kondisi tersebut sesuai dengan saran dokter kulit. Seandainya Anda terdiagnosis memiliki tahi lalat yang bersifat kanker, operasi untuk melanoma pada stadium awal seringkali berjalan sukses.

Operasi

Operasi sering kali merupakan pengobatan utama untuk melanoma. Setelah operasi, Anda tentu saja akan membutuhkan rehabilitasi untuk mencegah kemunculan bintik atau tonjolan hitam ini kembali.

Jika ada bakat kanker, dokter Anda akan melakukan prosedur bedah untuk menghilangkannya.

Operasi untuk menghilangkan bintik hitam pada kulit hanya membutuhkan beberapa waktu, tidak terlalu lama. Operasi ini biasanya juga dilakukan dengan cara rawat jalan tidak perlu sampai opname. Pengangkatan tahi lalat hanya membutuhkan waktu singkat dan biasanya dilakukan secara rawat jalan.

Dokter Anda akan mematikan saraf area di sekitar bintik atau tonjolan dan memotongnya. Kadang kala, akan diangkat bersama dengan bagian kulit yang sehat jika perlu. Prosedur ini dapat meninggalkan bekas luka permanen. Jika Anda memperhatikan bahwa bintik atau tonjolan  telah tumbuh kembali, segera temui dokter Anda.

Perawatan kosmetik

Selain itu, Anda juga bisa menutupi tahi lalat dengan cara menyembunyikan pakai makeup. Namun tidak semua tonjolan atau bintik gelap di kulit Anda boleh ditutupi makeup begitu saja. Pasalnya. bahan kimia pada makeup dapat berisiko membuat bintik atau tonjolan gelap pada kulit Anda jadi iritasi.

Baiknya bicarakan dengan dokter kulit Anda tentang menghilangkan rambut dan pada bintik atau tonjolan hitam di kulit secara permanen.

Waspada tahi lalat tumbuh kembali

Meskipun sudah dioperasi, bintik atau tonjolan hitam di tubuh bisa hadir kembali. Ini karena tahi lalat yang Anda miliki merupakan tanda kanker. Biasanya bintik atau tonjolan bisa tumbuh kembali setelah operasi karena terdapat sel kanker di dalamnya.

Apabila bintik dan tonjolan adalah jenis  biasa, atau bahkan hanya sekadar skintag, umumnya tidak akan kembali setelah prosedur pengangkatan. Sementara menurut informasi dari American Academy of Dermatology, tahi lalat yang tumbuh kembali bisa menjadi tanda melanoma.

Oleh karena itu, Anda perlu segera konsultasikan ke dokter jika tahi lalat tumbuh kembali setelah operasi untuk memastikan penyebabnya. Jika memang bintik atau tonjolan hitam ini termasuk kanker maka perlu segera dilakukan tindakan agar sel tidak menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat mengatasi tahi lalat?

Ada beberapa penggunaan bahan alami yang dipercaya bisa menghilangkan atau memudarkan bintik hitam di kulit. Meski demikian, Anda baiknya konsultasi ke dokter sebeum menggunakan beberapa bahan alami berikut ini

1. Pakai bawang putih
Beberapa orang percaya dengan mengoleskan bawang putih ke tahi lalat untuk jangka waktu tertentu akan membuatnya berkurang atau hilang sama sekali. Bawang putih digunakan karena mengandung enzim yang dapat melarutkan kelompok sel yang menyebabkan adanya bintik hitam di kulit. Namun diperingati, memakai atau menggosokkan terlalu banyak bawang putih ke kulit dapat menyebabkan  kulit terbakar.

2. Pakai madu

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa madu memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi. Beberapa orang percaya bahwa mengoleskan madu pada tahi lalat akan menyebabkan bintik hitam mereka menghilang dalam beberapa hari. 

3. Pakai lidah buaya

Lidah buaya adalah bahan alami yang mengandung banyak manfaat untuk kulit. Beberapa orang percaya bahwa ketika digunakan seiring waktu, lidah buaya akan membantu menghilangkan tahi lalat.

Cara  pakainya, oleskan gel tanaman atau produk lidah buaya ke kulit yang bermasalah. Ada baiknya melakukan tes alergi lidah buaya dulu sebelum diaplikasikan langsung ke kulit.  

Selain itu, Anda disarankan terus mengawasi tahi lalat agar tidak berubah menjadi anker. Tahi lalat enis  kanker ini dapat muncul di manapun pada tubuh, tapi kebanyakan muncul di punggung, kaki, lengan, dan wajah.

Hindari pakai krim penghilang tahi lalat

Banyak yang menjual krim penghilang tahi lalat di apotek atau toko kecantikan lainnya. Baiknya tidak asal menggunakan produk tersebut. Pasalnya, krim tersebut dapat menyebabkan kulit iritasi bahkan rusak.

Selain itu, orang dengan masalah kesehatan lama dalam penyembuhan luka, seperti diabetes, harus konsultasi ke dokter untuk menghilangkan tahi lalat dengan aman. Anda juga harus berhenti menggunakan obat kulit apapun untuk menghilangkan tahi lalat apabila mengalami reaksi buruk seperti gatal, kemerahan dan iritasi.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat kesehatan, diagnosis atau pengobatan.

 

Direview tanggal: April 11, 2019 | Terakhir Diedit: April 11, 2019

Yang juga perlu Anda baca