backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

2

Tanya Dokter
Simpan

8 Cara Menghilangkan Tahi Lalat yang Mengganggu Penampilan

Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro · General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Zulfa Azza Adhini · Tanggal diperbarui 2 minggu lalu

8 Cara Menghilangkan Tahi Lalat yang Mengganggu Penampilan

Kebanyakan tahi lalat tidak berbahaya dan tidak perlu dihilangkan. Namun, sebagian orang ingin menghilangkan tahi lalat atas alasan kecantikan. Untungnya, ada beberapa cara untuk menghilangkan tahi lalat, dari perawatan alami hingga prosedur medis.

Apakah tahi lalat bisa dihilangkan?

Tahi lalat bisa dihilangkan untuk alasan tertentu seperti kecantikan atau jika telah berkembang menjadi jaringan berbahaya.

Dalam beberapa kasus, tahi lalat dapat memudar dan hilang dengan sendirinya seiring bertambahnya usia tanpa perawatan khusus. Namun, ada juga tahi lalat yang tidak kunjung hilang.

Fakta bahwa tahi lalat tidak selalu dapat hilang dengan sendirinya mendorong sebagian orang untuk menghilangkannya, baik lewat prosedur medis maupun cara alami.

Berbagai cara menghilangkan tahi lalat

Berikut sejumlah cara menghilangkan tahi lalat yang bisa dilakukan dari metode tradisional hingga prosedur operasi.

1. Mengoleskan cuka apel

cuka apel perut kembung

Salah satu cara alami untuk menghilangkan tahi lalat adalah mengoleskan cuka apel. Bahan alami ini mengandung asam asetat yang dipecaya dapat memudarkan tahi lalat.

Cara memanfaatkannya, oleskan cuka apel dengan bantuan kapas atau cotton bud di area tahi lalat. Diamkan selama beberapa saat, lalu cuci bersih dengan air. 

Namun, belum ada satu pun penelitian yang membuktikan khasiat tersebut. Selain itu, cuka apel berisiko mengiritasi kulit bagi sebagian orang, terlebih pemilik kulit sensitif

2. Mengoleskan minyak jarak

Minyak jarak juga dipercaya sebagai bahan tradisional yang bisa membantu menghilangkan tahi lalat di wajah.

Untuk memudarkan tahi lalat, minyak jarak biasanya dicampur dengan soda kue agar teksturnya mirip seperti salep. 

Setelah itu, oleskan ramuan minyak herbal ini secara rutin di malam hari sebelum tidur untuk menghilangkan tahi lalat. 

Lagi-lagi, belum ada bukti ilmiah yang menyebutkan khasiat minyak jarak ini. Oleh sebab itu, hasilnya belum tentu efektif.

3. Bawang putih

Penyebab munculnya tahi lalat adalah karena sel kulit bernama melanosit tumbuh secara berkelompok di kulit.

Nah, mengoleskan bawang putih secara rutin pada tahi lalat diketahui dapat menghambat pertumbuhan tahi lalat.

Studi dalam jurnal Food Science and Technology Research mengungkapkan bahwa senyawa cycloalliin pada bawang putih dapat menghambat kinerja enzim tirosinase yang terlibat dalam produksi melanin.

Namun, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai hal ini. Bawang putih juga bisa menyebabkan rasa terbakar di kulit.

4. Menggunakan krim penghilang tahi lalat

Ada beberapa krim di pasaran yang mengklaim mampu memudarkan tahi lalat. Penggunaan krim ini menjadi pilihan alternatif orang yang tidak ingin menjalani operasi.

Namun, mengutip FDA, sebenarnya tidak ada obat atau krim yang benar-benar efektif menghilangkan tahi lalat. 

Beberapa krim penghilang tahi lalat bisa mengandung senyawa keras yang berbahaya untuk kulit. Krim ini dapat memicu luka, iritasi, jaringan parut, dan infeksi pada kulit. 

Kapan tahi lalat harus dihilangkan?


Kebanyakan tahi lalat tidak perlu dihilangkan karena tidak berbahaya. Untuk alasan medis dan kesehatan, tahi lalat perlu dihilangkan jika berkembang menjadi tumor ataupun kanker.

5. Surgical excision

Selain menggunakan bahan alami, cara menghilangkan tahi lalat selanjutnya adalah dengan prosedur bedah, seperti bedah eksisi (surgical excision).

Saat prosedur surgical excision dilakukan, dokter akan membius area tahi lalat, lalu mengikis dan mengangkat tahi lalat menggunakan pisau bedah. 

Untuk kasus tahi lalat karena dugaan kanker, dokter juga akan mengangkat area kulit di sekitar tahi lalat. Hal ini untuk memastikan tidak ada sel tahi lalat berpotensi menjadi kanker.

6. Shave excision

Prosedur medis lain yang bisa dilakukan untuk menghilangkan tahi lalat adalah shave excision alias pencukuran. 

Seperti namanya, prosedur ini dilakukan dengan mencukur tahi lalat menggunakan pisau cukur tunggal atau pisau cukur bermata dua. 

Sebelum prosedur dimulai, dokter akan memberikan anestesi lokal pada kulit. Kemudian, dokter akan mulai mencukur lapisan tahi lalat secara perlahan hingga hilang. 

Prosedur ini tidak membutuhkan jahitan, tetapi Anda mungkin akan melihat bercak merah muda pada area bekas prosedur. 

7. Cryosurgery

cryosurgery

Cryosurgery merupakan prosedur medis yang memanfaatkan suhu dingin yang ekstrem, yakni sekitar -196 °C sampai -25 °Celsius.

Tujuan utamanya adalah untuk menghancurkan jaringan abnormal, seperti sel kanker. Namun, prosedur ini bisa digunakan sebagai cara menghilangkan tahi lalat atau kutil.

Dokter akan mengoleskan atau menyemprot area tahi lalat dengan nitrogen cair dingin. Cairan tersebut akan menyebabkan jaringan abnormal membeku, melepuh, dan mati.

Dengan begitu, sel kulit baru yang sehat bisa tumbuh kembali. Prosedur ini dapat menyebabkan nyeri di kulit serta bekas luka, tapi bisa hilang 1 – 3 minggu.

8. Menggunakan laser

Metode laser biasanya direkomendasikan untuk menghilangkan jenis tahi lalat berukuran kecil, datar, dan tidak bersifat kanker.

Dokter akan menyinari area tahi lalat yang ingin dihilangkan dengan laser untuk menghancurkan jaringan tahi lalat.

Agar tahi lalat dapat hilang sepenuhnya, Anda mungkin perlu menjalani prosedur ini sebanyak 2 – 3 kali. Bisa lebih sering jika tahi lalat lebih banyak.

Prosedur ini bisa jadi pilihan untuk menghilangkan tahi lalat di area yang sulit dijangkau, seperti telinga, area kulit yang sensitif, atau area kulit yang sering terlihat seperti wajah.

Metode paling efektif untuk menghilangkan tahi lalat adalah melalui prosedur medis, seperti pengikisan, pencukuran, pembekuan, atau penyinaran laser.

Memang ada beberapa cara alami yang diyakini bisa memudarkan tahi lalat, tapi hasilnya belum tentu sepenuhnya efektif.

Jika ingin menjalani salah satu prosedur medis di atas, sebaiknya pertimbangkan risiko dan konsultasikan dahulu dengan dokter. Nantinya, dokter membantu menentukan prosedur yang sesuai dengan kondisi Anda.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Patricia Lukas Goentoro

General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Zulfa Azza Adhini · Tanggal diperbarui 2 minggu lalu

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan