Apa itu sinusitis?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Sinusitis adalah infeksi dan pembengkakan pada sinus akibat adanya penyumbatan di dalamnya. Gejala sinusitis dapat terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung hanya dalam jangka waktu yang pendek (biasanya 4 minggu), dan hal itu biasanya disebut sinusitis akut.

Untuk kasus sinusitis yang lebih parah, yaitu peradangan sinus dalam waktu yang lama sekitar 3 bulan dan sering kambuh, ini disebut sinus kronis.

Sinusitis adalah kondisi yang umum terjadi dan dapat terjadi pada semua orang. Kondisi ini dapat dicegah dengan mengurangi faktor risiko Anda. Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Apa itu sinusitis kronis?

Sinusitis kronis adalah kondisi di mana rongga di sekitar saluran hidung (sinus) meradang dan membengkak selama setidaknya 12 minggu, sulit untuk hilang walaupun telah dilakukan perawatan.

Kadang, kondisi yang juga dikenal sebagai rhinosinusitis kronis ini bisa mengganggu saluran pernapasan dan menyebabkan penumpukan lendir. Malah terkadang jika Anda bernapas melalui hidung akan menjadi sulit, area di sekitar mata dan wajah dapat terasa bengkak, dan Anda dapat mengalami nyeri pada wajah.

Kondisi sinus kronis dapat diakibatkan oleh infeksi, pertumbuhan pada sinus (polip hidung) atau penyimpangan septum hidung. Kondisi ini paling umum menyerang dewasa muda dan dewasa, namun juga dapat menyerang anak-anak.

Tanda-tanda & gejala

Apa gejala sinusitis?

Gejala sinusitis akut

Biasanya, gejala sinusitis akut berlangsung selama 4-12 minggu. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh flu biasa yang mengakibatkan infeksi virus. Seringnya, sinusitis akut bisa diobati di rumah, tetapi jika tidak kunjung sembuh maka dapat berkembang menjadi infeksi dan komplikasi serius.

Saat Anda memiliki radang sinus akut, Anda dapat menunjukkan gejala-gejala seperti:

  • Lendir hidung (ingus) berwarna hijau atau kuning
  • Wajah terasa nyeri atau tertekan
  • Hidung mampet
  • Indra penciuman memburuk (sulit menangkap bau)
  • Batuk
  • Bau mulut
  • Kelelahan
  • Sakit gigi

Gejala sinusitis kronis

Setidaknya diperlukan 2 dari 4 tanda-tanda dan gejala sinusitis kronis untuk konfirmasi peradangan hidung, yaitu:

  • Cairan kental berwarna yang keluar dari hidung atau adanya cairan mengalir dari belakang tenggorokan (postnasal drainage)
  • Penyumbatan hidung, menyebabkan kesulitan bernapas melalui hidung
  • Nyeri, sensitif dan bengkak di sekitar mata, pipi, hidung atau kening
  • Berkurangnya indera penciuman dan pengecap pada orang dewasa atau batuk pada anak-anak

Tanda-tanda dan gejala sinusitis kronis lainnya dapat meliputi:

  • Nyeri pada telinga
  • Nyeri pada rahang atas dan gigi
  • Batuk yang memburuk pada malam hari
  • Radang tenggorokan
  • Napas bau (halitosis)
  • Kelelahan atau mudah marah
  • Mual

Gejala sinusitis kronis dan akut memiliki tanda-tanda yang serupa, namun sinusitis akut adalah infeksi sementara dan sering dikaitkan dengan munculnya demam. Tanda-tanda dan gejala dari sinus kronis berlangsung lebih lama dan sering kali menyebabkan kelelahan berlebih.

Demam bukanlah gejala umum dari sinusitis kronis, namun Anda dapat mengalaminya dengan sinusitis akut. Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas.

Apa bedanya sinusitis dengan flu atau pilek biasa?

Flu biasanya dimulai dengan sakit tenggorokan, yang biasanya akan hilang setelah 1-2 hari. Suara sengau, hidung berair, hidung tersumbat, dan bersin-bersin atau batuk-batuk biasanya akan hilang setelah 4-5 hari. Pada orang dewasa, demam yang menyertai flu biasanya jarang terjadi. Lain ceritanya dengan anak-anak, biasanya anak-anak terkena demam yang disertai pilek.

Saat pilek, hidung Anda akan berair dipenuhi oleh cairan yang berasal dari sekresi rongga hidung hanya untuk beberapa hari. Setelah itu, cairan ini akan mengental dan warnanya menjadi lebih gelap. Ingus kental ini terjadi secara natural. Perlu diingat, ingus yang mengental tak selalu berarti Anda terkena sinusitis.

Kalau Anda hanya terserang flu biasa, biasanya Anda memerlukan tissue ataupun obat flu untuk beberapa hari saja. Tapi, pada ada umumnya, pilek atau flu akan sembuh sendirinya setelah sepuluh hari atau bahkan kurang dari waktu tersebut. Berikut merupakan tanda atau gejala lengkapnya:

  • Sakit tenggorokan
  • Batuk-batuk
  • Sakit kepala
  • Hidung tersumbat
  • Bersin-bersin
  • Lemas
  • Hidung beringus
  • Bengkak pada rongga hidung
  • Demam

Apa bedanya sinusitis dan rhinitis?

Banyak orang tak bisa membedakan antara rhinitis dan sinusitis Memang apa bedanya sinusitis dan rhinitis?

Hubungan rhinitis dan sinusitis adalah seperti adanya hubungan sebab-akibat. Tersumbatnya saluran pernapasan yang terjadi ketika seseorang memiliki rhinitis, sering kali menyebabkan terjadinya infeksi, dan salah satu penyebab sinusitis adalah adanya infeksi pada jalur pernapasan Anda.

Beberapa gejala yang ditunjukkan sinus dan rhinitis memiliki kemiripan, seperti hidung tersumbat, lemas, hingga terasa adanya tekanan pada kepala Anda. Selain itu, baik rhinitis maupun sinus sama-sama terjadi akibat adanya sebuah peradangan.

Bedanya, peradangan rhinitis terjadi dalam rongga hidung Anda, sedangkan peradangan sinusitis adalah terjadi pada rongga udara yang terletak di belakang tulang pipi dan dahi (sinus).

Rhinitis adalah peradangan yang terjadi pada dinding hidung Anda. Rhinitis terbagi menjadi rhinitis yang disebabkan oleh alergen (hay fever atau allergic rhinitis) dan rhinitis yang bukan disebabkan oleh alergen (non-allergic rhinitis).

Rhinitis alergi disebabkan oleh adanya alergen seperti debu dan serbuk sari bunga yang terbawa udara lalu terhirup oleh organ pernapasan Anda. Sedangkan rhinitis non-alergi terjadi karena adanya paparan dari polutan yang menyumbat hidung Anda, seperti asap rokok, aroma yang terlalu menyengat, hingga suhu yang terlalu dingin.

Seperti yang telah diuraikan di atas, sinusitis adalah pembengkakan atau peradangan yang terjadi pada rongga sinus. Berbeda halnya dengan rhinitis, peradangan sinus ini umumnya terjadi karena infeksi yang disebabkan oleh keberadaan bakteri, jamur maupun virus, hingga kondisi di mana salah satu bagian hidung berukuran lebih kecil dari bagian yang lainnya (deviasi septum).

Gejala sinusitis dan rhinitis hampir sama, tapi tetap berbeda

Meskipun ada beberapa kemiripan gejala sinusitis dan gejala, namun gejala rhinitis (baik yang allergic maupun yang non-allergic) biasanya dapat dikenali dengan timbulnya gejala seperti sering bersin, hidung yang terasa gatal, dan hidung memerah yang disebabkan penyumbatan pada hidung hingga akhirnya mengalami iritasi.

Pada allergic rhinitis, gejala-gejala ini timbul sebagai hasil perlindungan diri terhadap alergen (imun tubuh), yang dilakukan oleh suatu senyawa kimia yang terdapat dalam tubuh Anda yang dikenal dengan histamin.

Sedangkan pada sinusitis, setelah hidung mengalami penyumbatan, hidung menjadi wadah yang sesuai bagi kuman untuk tumbuh dan berkembang. Gejala berlanjut dengan munculnya rasa sakit kepala dan keluarnya cairan berwarna kuning kehijauan dari hidung Anda. Hidung yang tersumbat membut Anda kesulitan dalam bernapas dan menghirup aroma seperti biasanya, hingga timbulnya rasa sakit dan pembengkakan pada area mata, pipi dan kening.

Penyebab

Apa penyebab sinusitis?

Sinusitis seringnya disebabkan oleh bakteri, alergi, polusi, atau polip hidung (pertumbuhan daging jinak di hidung yang bisa bikin Anda tersumbat saat bernapas).

Selain itu, sinusitis sering terjadi setelah Anda terkena flu, atau setelah mengalami kontak dengan alergen (seperti makan, minum, menghirup, atau menyentuh). Sedangkan sinusitis kronis dapat disebabkan oleh sinus sempit bawaan atau sinus yang terlalu kering.

Faktor-faktor risiko

Siapa yang berisiko terkena sinusitis?

Ada banyak faktor yang meningkatkan risiko Anda terkena sinusitis, seperti:

  • Kontak langsung dengan alergen atau pencemaran lingkungan
  • Mengalami gangguan kekebalan tubuh seperti HIV / AIDS, fibrosis kistik
  • Memiliki asma
  • Merokok

Obat & diagnosis

Apa obat sinusitis yang biasa digunakan?

Untuk mengurangi rasa ketidaknyamanan yang disebabkan oleh sinusitis, biasanya digunakan obat sinusitis semprot atau obat sinusitis tetes dekongestan. Untuk efek sakit kepala yang ringan, Anda dapat menggunakan obat sinusitis yang mengandung penghilang rasa sakit, biasanya mengandung paracetamol.

Dokter mungkin akan meresepkan antihistamin atau obat sinusitis yang disemprot ke hidung, biasanya obat kortikosteroid guna mengurangi pembengkakan sinus. Metode ini sangat efektif jika Anda menderita polip hidung.

Biasanya, peradangan pada sinus adalah sebuah kondisi yang disebabkan oleh infeksi, dan dokter pun akan meresepkan obat sinusitis yang mengandung antibiotik. Selain itu, dokter juga mungkin melakukan prosedur pembedahan pada kasus sinus yang disebabkan oleh infeksi jamur, septum hidung yang menyimpang, atau polip hidung.

Apa saja tes yang dilakukan untuk mendiagnosis sinusitis?

Umumnya, dokter akan memeriksa telinga, hidung dan tenggorokan, dan dada Anda menggunakan stetoskop medis untuk mendiagnosis adanya sinusitis. Selain itu, dokter akan melakukan endoskopi pada hidung, CT scan atau MRI pada sinus, hal ini dilakukan jika Anda dicurigai memiliki infeksi atau peradangan sinus karena jamur atau tumor lainnya.

Untuk menentukan penyebab kondisi ini, dokter akan bertanya tentang frekuensi sinusitis yang Anda alami tiap tahunnya, dan aktivitas apa yang Anda lakukan sebelum gejala didiagnosis. Sehingga nantinya, dokter dapat merekomendasikan rontgen atau melakukan tes lain jika diperlukan.

Pengobatan Alami

Apa saja pengobatan alami untuk sinusitis yang bisa dilakukan di rumah?

Sinusitis yang belum sampai tahap kronis mungkin bisa diobati sendiri di rumah dengan berbagai cara, termasuk penggunaan obat seperti yang telah dijelaskan di atas tadi. Beberapa pengobatan di rumah untuk sinusitis adalah:

  • Menghirup uap. Anda bisa menyiapkan air panas di mangkuk besar dan hiruplah uap yang keluar dari air panas tersebut. Hal ini akan memberi sedikit kelegaan untuk jalan napas Anda. Cara ini belum terbukti secara ilmiah dapat menyembuhkan sinusitis, tetapi mungkin bisa sedikit membantu Anda.
  • Membersihkan saluran hidung. Cara ini dilakukan dengan cara membersihkan atau membilas hidung dengan air garam.
  • Kompres air hangat. Anda bisa mengompres bagian hidung dan sekitar hidung Anda dengan air hangat. Hal ini dapat meringankan beberapa gejala dan menjadi obat sinusitis sederhana.
  • Tidur dengan kepala diangkat. Anda bisa memakai beberapa bantal untuk menopang kepala Anda lebih tinggi dari biasanya saat tidur. Hal ini dapat mengurangi jumlah tekanan di sekitar sinus dan mengurangi ketidaknyamanan akibat rasa sakit.
  • Meminum obat sinusitis atau dekongestan tablet. Obat ini dapat mengurangi pembengkakan dan membantu mengurangi penyumbatan pada sinus.
  • Memakai obat sinusitis semprot (dekongestan). Memiliki manfaat yang sama seperti tablet dekongestan. Namun, penggunaan dalam waktu lama (lebih dari satu minggu) justru dapat menyebabkan penyumbatan pada sinus bertambah buruk.

Jika Anda sudah melakukan pengobatan atau memakai obat sinusitis seperti di atas tetapi tidak kunjung sembuh setelah satu minggu atau justru bertambah buruk, sebaiknya periksakan segera ke dokter.

Bagaimana cara mencegah agar radang sinus tidak kambuh?

Jika Anda memiliki riwayat sinusitis, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah radang sinus Anda kambuh kembali.

1. Rajin cuci tangan

Mungkin tanpa sadar, Anda sering kali menyentuh mata, hidung, dan mulut. Akibatnya, kuman dapat masuk ke dalam tubuh lewat tiga “pintu” utama ini dan membuat Anda sakit. Oleh karena itu, cuci tangan adalah langkah paling penting untuk menghindari sakit dan penyebaran kuman atau virus ke orang lain.

Bahkan, menurut sebuah studi menujukkan bahwa rajin mencuci tangan dapat mengurangi gangguan pernapasan, seperti pilek, hingga 16-21%.

2. Perbanyak minum air

Minum air mineral dengan cukup setiap harinya, adalah cara yang efektif untuk menjaga selaput lendir yang lembap dan tipis karena dapat mencegah saluran hidung kering. Selaput lendir harus tetap terhidrasi supaya bisa bekerja secara efisien, sehingga dapat mengurangi risiko tertular infeksi virus.

Selain itu, memperbanyak konsumsi air di saat Anda sedang flu dapat membantu Anda untuk lebih cepat sembuh.

3. Dapatkan vaksin flu tahunan

Menurut CDC, dengan Anda mencegah flu berarti Anda juga mencegah sinusitis. Vaksin influenza selalu didesain ulang untuk mencocokkan rantai virus yang selalu mengalami perubahan setiap tahunnya. Vaksin flu direkomendasikan untuk:

  • Semua anak usia 6-18 tahun
  • Orang dewasa >65 tahun
  • Orang dewasa yang berisiko tinggi mengalami komplikasi influenza
  • Petugas kesehatan

Vaksin juga bisa  “mengajarkan” tubuh Anda bagaimana mengidentifikasi virus dan bisa juga dijadikan obat sinusitis untuk melawan penyebab tertentu. Kemudian, ketika Anda datang ke dalam kontak dengan virus yang sebenarnya, sistem kekebalan tubuh Anda dengan cepat mengenalinya dan melakukan perlawanan.

Sayangnya, mendapatkan vaksin flu bukanlah jaminan bahwa Anda tidak akan terkena flu, namun setidaknya, vaksin flu dapat memberikan Anda hampir lebih dari setengah “porsi” kekebalan tubuh dan membuat gejala yang muncul jadi lebih ringan. Dan, meskipun mungkin tidak sempurna, vaksin flu adalah pertahanan terbaik yang Anda dapat lakukan untuk mencegah sinusitis.

4. Hindari stres

Secara medis, ketika Anda sedang stres, antibodi Anda akan siap bereaksi. Semakin lama stres bertahan, maka antibodi akan semakin melemah. Dan biasanya, ketika stres beberapa orang akan menggosok hidung lebih sering dari biasanya. Hal tersebut dapat menyebabkan iritasi pada daerah hidung, sehingga menjadi pintu masuk untuk peradangan sinus.

Oleh karena itu, salah satu cara untuk mencegah sinusitis adalah menghindari stres dengan melakukan hal-hal yang Anda senangi seperti pergi ke bioskop, jalan-jalan, dan berolahraga,

5. Konsumsi makanan bergizi

Konsumsi makanan bergizi seperti sayur dan buah-buahan dapat menjaga tubuh Anda tetap dalam keadaan prima. Menurut Harvard Medical School, kondisi tubuh yang prima dapat menjaga sistem kekebalan tubuh Anda. Oleh karena itu, Anda perlu memerhatikan makanan yang Anda konsumsi untuk mencegah sinusitis. Makanan yang mungkin dapat Anda konsumsi adalah buah-buahan dan sayuran berwarna gelap yang kaya akan antioksidan.

6. Hindari alergen di lingkungan

Orang yang menderita sinusitis kronis harus menghindari daerah-daerah dan kegiatan yang dapat memperburuk kondisi mereka. Hal yang bisa dialkukan untuk mencegah gejala sinusitis adalah dengan menghindari asap rokok, cerutu, dan pipa asap yang dapat mengganggu peradangan lanjut membran dalam hidung dan sinus.

Anda tidak perlu menjauhi orang yang pilek dan yang memiliki infeksi saluran pernapasan atas, namun, setelah Anda melakukan kontak dengan mereka, cucilah tangan Anda dengan sabun.

7. Menjaga kesehatan mulut

Infeksi sinus juga dapat muncul akibat gigi berlubang atau trauma di ruang sinus. Oleh karena itu, menjaga kesehatan mulut dengan rajin gosok gigi, berkumur, menggosok lidah, serta menggunakan benang gigi, dapat mencegah sinusitis.

Sumber

Direview tanggal: September 22, 2016 | Terakhir Diedit: September 20, 2017

Yang juga perlu Anda baca