Kenali Jenis dan Risiko yang Muncul dari Operasi Sinusitis

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Sinusitis adalah penyakit yang terjadi ketika salah satu bagian hidung, sinus, meradang akibat infeksi. Sinus adalah rongga yang terletak di sekitar mata dan hidung di dalam tengkorak kepala. Sinus dilapisi dengan lendir tipis yang berfungsi menangkap debu dan kotoran dari udara. Namun, orang dengan sinusitis biasanya terdapat sumbatan lendir di bagian sinus akibat kuman yang tumbuh. Operasi sinusitis adalah salah satu prosedur pengobatan untuk orang-orang dengan infeksi sinus yang terus berulang dan tidak kunjung sembuh dengan obat.

Untuk apa operasi sinusitis dilakukan?

Operasi sinusitis dilakukan untuk menghilangkan penyumbatan yang menghalangi sinus. Umumnya prosedur ini dilakukan untuk menghilangkan beberapa masalah seperti:

  • Potongan tulang tipis
  • Membran mukosa
  • Polip hidung
  • Jaringan yang bengkak atau rusak
  • Tumor yang menutup saluran hidung atau sinus

Selain untuk mengobati infeksi sinus, operasi ini juga dilakukan untuk mengobati polip hidung. Polip hidung adalah pembengkakan pada lapisan nasal yang terletak di dalam saluran hidung dan sinus.

Polip yang berukuran besar bisa menyebabkan masalah pernapasan serius dan buruk untuk indera penciuman pengidapnya. Selain itu, kondisi ini juga dapat menutup sinus yang bisa menyebabkan infeksi.

Pembedahan juga bisa dilakukan saat terjadi masalah yang menyebabkan peradangan pada saluran hidung dan sinus seperti penyumbatan yang tak kunjung sembuh dan infeksi lainnya.

Jenis-jenis operasi sinusitis

Berikut beberapa jenis operasi sinusitis dalam dunia medis, yaitu:

1. Bedah sinus endoskopi fungsional

Prosedur ini merupakan jenis pembedahan paling umum yang biasanya dilakukan. Operasi dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut dengan endoskopi. Endoskopi merupakan tabung serat optik dengan bentuk yang cukup tipis.

Alat ini dilengkapi dengan teleskop dan alat bedah tertentu yang nantinya dimasukkan ke dalam hidung untuk menghilangkan jaringan dan berbagai hal lainnya yang menyumbat sinus.

Dikarenakan prosedur ini dilakukan dengan memasukkan alat melalui lubang hidung, maka Anda tidak akan memiliki jaringan parut atau bekas luka yang terlihat seperti proses pembedahan pada umumnya.

Keuntungan dari prosedur ini adalah prosedur ini tidak invasif karena tidak membutuhkan pembedahan, prosedur ini jarang terjadi pengangkatan jaringan yang normal, dan sering dilakukan pada pasien rawat jalan.

2. Image-guided surgery

Prosedur yang satu ini dilakukan dengan menggunakan endoskopi dan bantuan gambar saat operasi untuk melihat kondisi di bagian dalam sinus yang bisa dilihat melalui CT scan di monitor.

Dengan begitu, dokter bisa melihat gambar secara tiga dimensi dan melihat dengan jelas bagian sinus yang tersumbat, sehingga dapat mengangkatnya dengan akurat. Umumnya, prosedur yang satu ini direkomendasikan untuk orang yang memiliki kondisi sinus cukup parah dan pernah mengalami operasi sebelumnya.

3. Operasi Caldwell-Luc

Prosedur yang satu ini termasuk kurang umum digunakan. Biasanya hanya digunakan saat ada pertumbuhan abnormal di rongga sinus. Dibandingkan dengan kedua prosedur sebelumnya, operasi ini termasuk invasif karena melibatkan pembedahan yang sesungguhnya.

Operasi Caldwell-Luc bertujuan untuk menghilangkan pertumbuhan jaringan abnormal seperti tumor dan memperbaiki aliran sinus. Caranya dengan menciptakan jalur antara hidung dan rongga di bawah mata yang disebut sinus maksilaris untuk membantu drainase lendir.

penyakit sinusitis obat

Komplikasi dan risiko dari operasi sinusitis

Meskipun terbilang jarang, tetapi ada beberapa risiko yang bisa terjadi saat Anda melakukan prosedur ini, di antaranya:

1. Perdarahan

Perdarahan biasanya terjadi 24 jam pertama setelah operasi. Namun, tidak menutup kemungkinan akan terjadi setelah berhari-hari bahkan berminggu-minggu setelah operasi. Jika darah kemudian membeku pada pemisah tulang antara saluran hidung yang biasa disebut septum, maka perlu dihilangkan dengan prosedur pembedahan lainnya.

2. Komplikasi intrakranial

Septum atau lapisan tulang tipis di bagian atas hidung bisa rusak selama operasi berlangsung. Akibatnya, cairan otak dapat bocor ke hidung. Dalam kasus yang cukup yang parah, kondisi ini bisa mengakibatkan infeksi pada lapisan otak seperti meningitis.

3. Kerusakan pada mata dan jaringan di sekitarnya

Karena sinus sangat dekat dengan mata, terkadang operasi bisa menyebabkan perdarahan di mata. Kondisi ini biasanya terjadi saat lapisan tipis tulang yang memisahkan sinus dan mata mengalami kerusakan saat operasi berlangsung. Robekan pada saluran air mata, kerusakan pada otot penggerak mata, hingga kebutaan menjadi risiko dari operasi sinusitis.

4. Hilangnya indera penciuman

Setelah operasi, indera penciuman seharusnya membaik karena aliran udara sudah dipulihkan untuk kembali normal. Namun, dalam beberapa kasus yang cukup jarang yang terjadi justru sebaliknya. Anda bisa mengalami kehilangan penciuman akibat pembengkakan yang muncul setelah operasi.

5. Masalah hidung lainnya

Operasi dapat mengakibatkan sejumlah kecil jaringan parut yang tidak terlihat yang menumpuk di saluran hidung. Jika hal ini terjadi, maka Anda membutuhkan prosedur pembedahan lainnya untuk dapat menghilangkannya.

Selain berbagai masalah di atas, operasi sinus juga dapat mengubah suara seseorang dan juga mengakibatkan infeksi lainnya. Selalu bicarakan dengan dokter mengenai langkah pengobatan terbaik untuk mengatasi sinus yang Anda miliki.

Baca Juga:

Sumber