Definisi

Apa itu sakit tenggorokan?

Sakit tenggorokan adalah kondisi rasa nyeri, rasa gatal atau rasa perih yang dirasakan pada tenggorokan. Gejala sakit tenggorokan paling sering dialami ketika Anda menelan makanan atau menelan air liur. Penyebab paling umum dari sakit tenggorokan adalah infeksi virus, seperti pilek atau flu.

Sakit tenggorokan yang disebabkan oleh virus biasanya bisa hilang dengan sendirinya. Strep throat (infeksi streptokokus), adalah jenis sakit tenggorokan yang kurang umum, kondisi ini terjadi karena disebabkan oleh bakteri. Kondisi ini memerlukan pengobatan dengan antibiotik untuk mencegah komplikasi.

Selain karena virus dan infeksi, sakit tenggorokan juga sering disebabkan karena faktor lingkungan seperti udara kering. Meskipun sakit tenggorokan bisa menyebabkan rasa tidak nyaman, biasanya kondisi ini akan hilang dengan sendirinya.

Seberapa umumkah sakit tenggorokan?

Siapa saja di segala usia bisa sakit tenggorokan. Namun anak-anak berusia antara 5 sampai 15 tahun cenderung paling sering terkena sakit tenggorokan.

Sekitar 10% kasus sakit tenggorokan pada orang dewasa disebabkan oleh infeksi bakteri streptococcus. Anda dapat mengatasi radang tenggorokan ini dengan mengurangi faktor risiko, untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa diskusikan dengan dokter.

Jenis-jenis sakit tenggorokan

Ada beberapa penyakit yang memiliki gejala sakit tenggorokan

Gejala sakit tenggorokan bisa terbagi menjadi beberapa jenis. Kondisi ini terbagi berdasarkan jenis penyakit dan di bagian tenggorokan mana sakitnya dirasakan:

  • Faringitis

Faringitis adalah penyakit yang memiliki gejala sakit tenggorokan. Faringitis atau radang tenggorokan ini disebabkan oleh radang di bagian belakang tenggorokan, atau yang dalam dunia medis disebut dengan faring.

Masyarakat Indonesia sering menyebutnya dengan sebutan panas dalam. Radang tenggorokan akan membuat Anda merasa tidak nyaman karena tenggorokan akan terasa sakit atau panas, sehingga membuat Anda kesulitan untuk makan.

Sakit tenggorokan adalah gejala umum dari beberapa penyakit yang berbeda atau terjadi karena penyakit lain, seperti flu, demam, dan mononukleosis (demam kelenjar). Radang tenggorokan biasanya akan mereda tanpa obat radang tenggorokan dalam waktu kurang dari seminggu.

  • Tonsilitis

Tonsilitis adalah kondisi yang memiliki gejala sakit pada bagian tenggorokan.  Kondisi yang sering juga disebut sebagai sakit amandel ini, terjadi ketika ada pembengkakan dan kemerahan pada amandel, jaringan lunak di belakang mulut. Kondisi ini umum terjadi pada jutaan individu setiap tahunnya.

Walau menimbulkan rasa yang tidak nyaman, tonsilitis jarang merupakan penyakit yang serius. Radang amandel dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun, namun paling banyak ditemui pada anak-anak kecil hingga remaja.

  • Laringitis

Laringitis adalah  salah satu penyakit yang memiliki rasa sakit pada tenggorokan. Kondisi ini terjadi ketika ada pembengkakan dan kemerahan pada kotak atau pita suara, dalam istilah medis pita suara disebut sebagai laring.

Laringitis juga menyebabkan pita suara membengkak sehingga suara menjadi serak. Pita suara adalah lipatan membran mukosa pada laring. Saat meradang, suara yang terbentuk dari udara yang melewati pita suara menyebabkan suara parau.

Laringitis biasanya hilang dalam waktu 2-3 minggu, namun penyakit ini dapat bertahan lebih lama, sehingga disebut dengan laringitis kronis. Laringitis kronis membutuhkan waktu yang lebih lama untuk sembuh, tergantung penyebabnya.

Tanda-tanda dan gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala sakit tenggorokan?

Gejala sakit tenggorokan bisa bervariasi tergantung penyebabnya. Tanda dan gejala mungkin bisa termasuk:

  • Rasa sakit atau sensasi gatal pada tenggorokan.
  • Rasa nyeri yang memburuk saat menelan atau berbicara.
  • Kesulitan menelan.
  • Sakit sampai mengakibatkan kelenjar yang ada di rahang atau leher membengkak.
  • Amandel berwarna merah dan bengkak.
  • Terdapat bercak putih atau nanah pada amandel Anda.
  • Perubahan suara menjadi serak atau bahkan hilang sama sekali.

Infeksi umum yang menyebabkan sakit pada  tenggorokan mungkin menghasilkan tanda dan gejala lain, termasuk:

  • Demam.
  • Batuk.
  • Hidung berair.
  • Bersin.
  • Pegal-pegal.
  • Sakit kepala.
  • Mual atau muntah.

Kapan harus ke dokter?

Sakit tenggorokan bisa menyerang siapa saja, termasuk-anak-anak. Menurut American  Academy of Pediatrics, segera bawa anak Anda ke dokter jika tenggorokan sakit anak Anda tidak hilang  dalam waktu seminggi

Dapatkan perawatan segera jika anak Anda memiliki tanda-tanda sakit tenggorokan parah seperti:

  • Sulit bernapas.
  • Tidak bisa menelan makanan atau liur sama sekali.
  • Air liur yang tidak biasa, yang mungkin menunjukkan ketidakmampuan untuk menelan.

Menurut American Academy of Otolaryngology, beberapa hal di bawah merupakan gejala sakit tenggorokan yang harus segera ditangani. Jika orang dewasa mengalami kondisi ini segera temui dokter:

  • Tenggorokan yang terasa sakit berlangsung lama lebih dari seminggu.
  • Kesulitan menelan.
  • Sulit bernapas.
  • Kesulitan membuka mulut.
  • Nyeri sendi.
  • Sakit di bagian telinga, terutama ketika menelan.
  • Muncul ruam-ruam merah di badan.
  • Demam lebih tinggi dari 38,3º Celsius.
  • Terdapat darah dalam air liur atau dahak.
  • Sakit tenggorokan yang sering berulang.
  • Muncul benjolan di leher Anda.
  • Suara serak berlangsung lebih dari dua minggu.

Penyebab

Apa penyebab sakit tenggorokan?

Penyebab sakit tenggorokan umumnya bisa disebabkan karena infeksi virus hingga luka. Berikut adalah beberapa penyebab sakit pada tenggorokan yang paling umum.

1. Pilek, flu, dan infeksi virus lainnya

Hampir 90 persen virus adalah hal penyebab sakit tenggorokan. Di antaranya ada beberapa virus yang sering menyebabkan sakit pada tenggorokan, yaitu:

  • Virus flu biasa.
  • Virus Influenza.
  • Virus mononukleosis, yaitu penyakit menular yang ditularkan melalui air liur.
  • Virus campak, penyakit yang menyebabkan ruam dan demam.
  • Virus cacar air, infeksi yang menyebabkan demam dan ruam yang gatal dan membuat lentingan kecil berisi cairan di kulit.
  • Virus gondok, infeksi yang menyebabkan pembengkakan kelenjar ludah di leher.

2. Strep throat dan infeksi bakteri lainnya

Infeksi bakteri juga bisa menyebabkan sakit tenggorokan. Bakteri yang paling umum menyebabkan rasa sakit pada tenggorokan  bakteri grup A Streptococcus. Bakteri ini adalah salah satu penyebab utama tonsilitis atau penyakit amandel.

Sakit pada tenggorokan yang disebabkan kerena bakteri ini hampir 40 persen menyerang anak-anak. Tonsilitis, dan infeksi menular seksual seperti gonore dan klamidia juga bisa menyebabkan sakit di bagian tenggorokan.

3. Alergi

Alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap pemicu alergi (alergen) seperti serbuk sari, rumput, dan bulu hewan peliharaan. Hal tersebut dapat melepaskan bahan kimia yang menyebabkan gejala seperti hidung tersumbat, mata berair, bersin, dan iritasi tenggorokan.

Kelebihan lendir di dalam hidung  juga bisa menetes ke bagian belakang tenggorokan. Kondisi ini juga disebut postnasal drip yang dapat mengiritasi tenggorokan.

5. Udara yang kering

Udara yang panas dan kering dapat menyedot kelembapan dari mulut dan tenggorokan. Hal ini dapat membuat tenggorokan jadi terasa kering dan gatal. Udara yang kering kemungkinan dapat terjadi di antara peralihan musim dingin ke musim panas.

5. Asap, bahan kimia, dan zat iritasi lainnya

Banyak zat kimia dan zat lainnya lingkungan Anda yang bisa membuat tenggorokan jadi iritasi. Berikut adalah zat-zat yang dimaksud:

  • Zat yang terdapat dalam rokok, asap rokok dan asap tembakau lainnya.
  • Zat kimia dari polusi udara.
  • Zat dari produk pembersih dan bahan kimia lainnya.

6. Cedera

Setiap cedera seperti  adanya luka di bagian leher  bisa menyebabkan rasa sakit di tenggorokan. Keselek atau tersedak makanan, minuman, air, atau benda asing yang tersangkut di tenggorokan juga bisa menyebabkan tenggorokan cedera sampai iritasi. Tak jarang sesudahnya tenggorokan jadi terasa sakit.

Memaksakan pita suara dan otot ditenggorokan berulang kali juga dapat membuat tenggorokan sakit. Anda bisa terkena sakit pada tenggorokan setelah berteriak, berbicara keras, atau bernyanyi untuk jangka waktu yang lama. Sakit pada tenggorokan adalah keluhan umum di antara instruktur kebugaran, penyanyi dan guru, yang dalam pekerjaannya harus sering harus berteriak-teriak.

7. Gastroesophageal reflux disease (GERD)

Gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah suatu kondisi di mana asam dari lambung naik ke ke kerongkongan. Kondisi asam ini naik ke bagian tabung tenggorokan yang membawa makanan dari mulut ke perut.

Asam ini membakar esofagus dan tenggorokan, sehinggamenyebabkan gejala seperti mulas dan refluks asam ke tenggorokan Anda. Selain tenggorokan rasanya sakit dan nyeri, tak jarang kondisi ini juga akan membuat Anda batuk-batuk.

8. Tumor

Tumor di tenggorokan, kotak atau pita suara, dan pada lidah adalah penyebab sakit di tenggorokan yang kurang umum. Anda harus segera waspada dan cek ke dokter jika sakit pada tenggorokamn tidak hilang dalam jangka waktu yang lama.

9. HIV

Sakit do tenggorokan dan gejala seperti flu lainnya kadang-kadang muncul di awal-awak seseorang terinfeksi HIV. selain itu,  seseorang yang positif HIV mungkin memiliki gejala sakit di tenggorokan kronis atau berulang karena infeksi virus sekunder, seperti infeksi jamur yang disebut kandidiasis mulut dan infeksi sitomegalovirus (CMV). Infeksi virus umum ini umumnya sering terjadi pada orang dengan kekebalan tubuh yang lemah, seperti pengidap HIV.

Faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko terkena sakit tenggorokan?

Meskipun siapa pun bisa terkena sakit di tenggorokan, ada beberapa faktor juga yang membuat Anda lebih rentan terkena kondisi ini, yaitu:

  • Usia. Anak-anak dan remaja paling mungkin terkena sakit pada tenggorokan. Risiko mengalami radang tenggorokan juga mungkin sering terjadi akibat infeksi bakteri.
  • Paparan asap rokok. Perokok aktif (yang merokok) dan perokok pasif (yang menghirup asap rokok)juga dapat terkena sakit pada tenggorokannya. Penggunaan produk tembakau juga meningkatkan risiko kanker mulut, tenggorokan, dan kanker pita suara.
  • Alergi. Alergi musiman atau reaksi alergi terhadap debu, jamur atau bulu hewan peliharaan, lebih berisiko tinggi mengalami sakit pada tenggorokan.
  • Paparan kimia. Partikel di udara dari pembakaran bahan bakar fosil dan bahan kimia rumah tangga biasa dapat menyebabkan iritasi tenggorokan.
  • Infeksi sinus. Saluran drainase dari hidung dapat mengiritasi tenggorokan atau menyebarkan infeksi.
  • Berada di lingkungan yang tertutup. Infeksi virus dan bakteri dapat menyebar dengan mudah di mana ada orang berkumpul, baik di pusat penitipan anak, ruang kelas, kantor atau bahkan di dalam pesawat terbang.
  • Kekebalan tubuh yang lemah. Anda lebih rentan terhadap infeksi secara umum jika imun kekebalan tubuh Anda rendah. Penyebab umum penurunan kekebalan termasuk penyakit HIV, diabetes, pengobatan dengan steroid atau obat kemoterapi, stres, kelelahan, dan pola makan yang buruk.

Pengobatan

Apa saja pilihan pengobatan untuk sakit tenggorokan?

Anda dapat menggunakan obat-obatan untuk meredakan sakit tenggorokan atau untuk mengobati kondisi dasar lain yang menyebabkan sakit di tenggorokan.  Berikut adalah obat-obatan bebas yang dijual di apotek tanpa resep dokter untuk meredakan nyeri tenggorokan:

Jangan berikan aspirin kepada anak-anak dan anak remaja, karena berisiko menyebabkan sindrom Reye. Ini adalah kondisi yang langka namun serius.

Anda juga dapat menggunakan satu atau lebih dari perawatan ini, yang bekerja langsung pada tenggorokan yang sakit:

  • Obat semprot untuk tenggorokan. Obat semprot ini biasanya mengandung zat antiseptik seperti fenol, atau bahan pendingin seperti mentol atau eukaliptus.
  • Obat pelega tenggorokan.
  • Obat batuk.

Obat-obatan untuk kondisi asam lambung juga dapat membantu mengatasi sakit di tenggorokan yang disebabkan oleh GERD. Obat-obatan tersebut adalah:

  • Obat antasid seperti Tums, Rolaids, Maalox, dan Mylanta untuk menetralisir asam lambung.
  • H2 blocker seperti cimetidine (Tagamet HB), famotidine (Pepcid AC), dan ranitidine (Zantac) untuk mengurangi produksi asam lambung.
  • ObatProton pump inhibitor (PPIs) seperti lansoprazole (Prevacid 24) dan omeprazole (Prilosec, Zegerid OTC) untuk memblokir produksi asam.
  • Obat kortikosteroid dosis rendah juga dapat membantu mengatasi sakit tenggorokan, tanpa menyebabkan efek samping yang serius

Pencegahan

Hal apa yang bisa mencegah agar tidak terkena sakit tenggorokan?

Cara terbaik untuk mencegah sakit tenggorokan adalah dengan menghindari sumber bakteri dan virus yang menyebabkan Anda terinfeksi. Berikut adalah tips-tips pencegahan yang bisa Anda lakukan untuk diri sendiri, maupun untuk diajarkan kepada anak-anak Anda agar terhindar dari sakit tenggorokan:

  • Cuci tangan dengan benar secara menyeluruh. Terutama sebelum makan, sesudah makan, setelah dan sebelum menggunakan toilet, dan setelah bersin atau pun setelah batuk.
  • Hindari berbagi makanan lewat sendok garpu, piring, dan gelas dengan orang lain.
  • Jangan batuk, bersin, membuang ludah atau dahak sembarangan. Tutup mulut dengan tisu atau lengan dalam Anda saat bersin dan batuk. Buang tidur bekas batuk ke tempat sampah. Buang ludah dan dahak di kamar mandi dan siram setelahnya.
  • Gunakan pembersih tangan atau biasa dikenal sebagai hand sanitizer yang berbahan dasar alkohol sebagai alternatif untuk mencuci tangan saat sabun dan air tidak tersedia.
  • Hindari menyentuh telepon umum atau minum dari keran air langsung ke mulut.
  • Bersihkan telepon , remote TV dan keyboard komputer dengan pembersih khusus secara teratur.
  • Hindari kontak langsung yang terlalu dekat dengan orang yang sakit flu atau batuk untuk sementara waktu sampai mereka benar-benar sembuh.
  • Pakai masker mulut dan hidung saat bepergian ke tempat yang penuh paparan polusi.
  • Jaga kondisi badan tetap bugar dan sehat dengan cara makan makanan bergizi dan olahraga teratur untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh yang kuat.

Direview tanggal: Agustus 13, 2018 | Terakhir Diedit: Agustus 13, 2018

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan