Mengulas Antasida, Obat yang Efektif Redakan Asam Lambung Naik

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Pernah dengar mengenai obat antasida? Antasida adalah obat yang biasanya digunakan untuk meredakan naiknya asam lambung karena gejala maag dan GERD. Sadar atau tidak, mungkin Anda atau orang terdekat pernah menggunakan obat yang satu ini. Antasida memang tidak dijual dengan nama yang sama, melainkan dengan beberapa jenis merk dagang yang berbeda-beda. Ingin tahu lebih lanjut mengenai obat antasida? Simak dalam ulasan berikut ini, ya!

Antasida adalah obat untuk mengatasi asam lambung

penyebab maag

Normalnya, organ yang terlibat dalam sistem pencernaan manusia sebenarnya memiliki mekanisme perlindungan sendiri terhadap cairan asam. Sayangnya, produksi asam yang dihasilkan oleh lambung kadang bisa melebihi kadar normal, sehingga menyebabkan kerusakan pada organ pencernaan.

Tingkat asam tersebut bisa mencapai pH 2-3, yang mana semakin kecil angkanya tentu akan semakin besar keasamannya. Padahal dalam tingkat yang normal, asam seharusnya berperan untuk membantu proses pencernaan protein.

Misalnya lapisan perut, usus, maupun kerongkongan. Akibatnya, akan timbul peradangan serta iritasi yang menandakan adanya kondisi medis seperti gastroesophageal reflux disease (GERD) dan maag.

Nah, salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mengatasi peningkatan asam lambung tersebut adalah dengan menggunakan obat antasida. Jadi, bisa disimpulkan bahwa antasida adalah obat yang berfungsi untuk menetralkan kadar asam lambung.

Apa saja jenis obat antasida?

pengobatan demam rematik

Antasida adalah salah satu obat over the counter (OTC) alias bebas. Artinya, Anda bisa dengan mudah mendapatkan obat ini di apotek tanpa harus menebus resep dokter terlebih dahulu.

Sebelum membelinya, sebaiknya perhatikan dulu bentuk sediaan antasida sesuai dengan kebutuhan Anda. Berbagai pilihan bentuk sediaan antasida adalah sebagai berikut:

  • Antasida dalam bentuk cair.
  • Antasida dalam bentuk tablet kunyah.
  • Antasida dalam bentuk tablet larut air.

Sementara contoh merk obat antasida meliputi, Maalox, Rolaids, Tums, Alka-Seltzer, Mylanta, Gaviscon, Gelusil, Pepto-Bismol, dan Alternagel.

Apa manfaat obat antasida?

bahaya asam lambung

Manfaat utama dari antasida adalah kemampuannya yang dapat membantu menetralkan kadar asam lambung. Obat ini bekerja secara efektif untuk mengobati berbagai gejala terkait peningkatan asam lambung, yakni:

  • Nyeri pada dada seperti terbakar (heartburn), yang juga bisa mengalir naik ke kerongkongan.
  • Rasa tidak nyaman pada tubuh, terutama saat berbaring.
  • Gangguan pencernaan, yang menyebabkan perut terasa sakit atau tidak nyaman, terasa penuh dan kembung oleh gas, hingga sendawa yang berlebihan.

Ini dikarenakan antasida mengandung sejumlah bahan, seperti alumunium karbonat, kalsium karbonat, magnesium oksida, serta natrium bikarbonat, yang bersifat basa (alkali). Bukan itu saja.

Beberapa jenis antasida juga memiliki kandungan simetikon dan alginat. Simetikon adalah zat yang dapat membantu mengurangi kelebihan gas di dalam tubuh.

Sedangkan alginat di dalam antasida adalah zat yang bekerja lebih untuk membantu meredakan gejala karena kenaikan asam lambung. Sejumlah kandungan bahan tersebut yang akan membantu menurunkan peningkatan produksi asam lambung.

Penting untuk digaris bawahi, obat antasida hanya bekerja untuk mengendalikan atau menetralkan kembali jumlah asam pada lambung. Namun, antasida tidak dapat membantu mencegah produksi asam lambung.

Semua jenis antasida yang tersedia di pasaran, pada dasarnya adalah salah satu pilihan yang tepat untuk meringankan keluhan terkait asam lambung. Akan tetapi, perbedaan kandungan bahan yang ada di dalam setiap obat antasida dapat menentukan beberapa hal.

Meliputi lama kerja obat tersebut dimulai, lama waktu obat terus bekerja, serta kemungkinan interaksi dan kecocokan dengan obat lainnya.

Bagaimana cara minum obat antasida?

obat diare

Aturan minum antasida sama saja seperti jenis obat lainnya, yakni sesuai dengan petunjuk pada kemasan obat. Patuhi juga anjuran minum yang disampaikan oleh apoteker maupun dokter Anda.

Ambil contoh, jika antasida yang Anda minum adalah bentuk tablet kunyah, usahakan untuk mengunyahnya sampai halus kemudian lanjutkan dengan minum segelas air putih. Apabila obat tersebut berbentuk cair, sebaiknya kocok botol obat sebelum menuangkannya ke atas sendok takar obat.

Antasida bisa diminum 1 jam sebelum makan atau 1 jam setelah makan. Obat ini aman untuk dimium dalam kondisi perut kosong maupun terisi makanan.

Apa efek samping yang mungkin timbul dari obat antasida?

cara mengatasi diare

Efek samping yang muncul dari antasida sebenarnya jarang sekali terjadi jika Anda meminumnya sesuai aturan. Biasanya, efek samping baru akan muncul ketika dikonsumsi dalam dosis yang berlebihan, atau dalam waktu lama lebih dari yang disarankan.

Beberapa kemungkinan efek samping dari antasida adalah sebagai berikut:

Konsumsi obat antasida dalam dosis terlalu tinggi, bahkan pada jangka waktu yang lama juga bisa mengakibatkan peningkatan kadar asam. Kondisi ini biasanya terjadi ketika produksi asam meningkat setelah makan dan minum.

Perhatikan hal ini sebelum minum obat antasida

obat gerd medis rumahan

Antasida pada dasarnya aman untuk diminum oleh siapa saja. Dengan catatan, jika Anda memiliki kondisi medis tertentu, jangan ragu untuk menyampaikannya terlebih dahulu dengan dokter.

Misalnya bagi penderita gagal jantung, biasanya dianjurkan untuk membatasi asupan natrium guna mencegah penumpukan cairan. Berbeda lagi bagi orang yang memiliki gagal ginjal, berisiko mengalami penumpukan kadar alumunium dan masalah dengan peningkatan kadar elektrolit setelah minum obat antasida.

Beberapa contoh kondisi medis tersebut sebaiknya disampaikan pada dokter atau apoteker. Jadi, Anda akan diberikan jenis obat antasida maupun pilihan obat lainnya yang sesuai dengan kondisi kesehatan.

Di samping itu, jangan lupa juga sampaikan pada dokter dan apoteker jika Anda sedang rutin minum jenis obat-obatan tertentu. Sebab, antasida berisiko menimbulkan interaksi dengan berbagai jenis obat. Entah itu obat bebas, atau obat resep.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca