Definisi

Apa itu legg-calve-perthes?

 

Penyakit Legg-Calve-Perthes adalah kondisi berkurangnya aliran darah menuju komponen kepala tulang paha pada sendi pinggul. Kekurangan aliran darah menuju kepala tulang paha mengakibatkan gangguan pinggul dan ankylosis. Biasanya hanya satu pinggul yang terpengaruh, tapi kadang-kadang gejalanya dapat muncul pada kedua sisi.

Seberapa umum Legg-Calve-Perthes?

Penyakit Legg-Calve-Perthes tidak umum. Penyakit ini biasanya terjadi pada anak-anak berumur 4-12 tahun, anak laki-laki lebih sering mengalaminya daripada anak perempuan. Konsultasikanlah kepada dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala legg-calve-perthes?

Penyakit Legg-Calve-Perthes biasanya berawal dari sakit pinggul, tapi terkadang anak-anak juga bisa merasa nyeri pada paha atau selangkangan atau sekitar lutut. Anak mungkin pincang atau sulit berjalan karena rasa nyeri.

Mungkin masih ada gejala lain yang tidak tercantum di atas. Jika ingin bertanya tentang tanda ini, konsultasikanlah kepada dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Bila Anda memiliki tanda dan gejala di atas, atau ingin bertanya, konsultasikan kepada dokter. Seandainya anak sedang dirawat dan di gips, hubungi dokter jika:

  • Anak terus merasa sakit pada area di bawah penyangga atau gips. Rasa sakit mungkin muncul karena ulkus limpa.
  • Terdapat ruam merah, rasa nyeri, atau bau tidak sedap dari area yang digips.

Penyebab

Apa penyebab Legg-Calve-Perthes?

Penyebab anak terkena Legg-Calve-Perthes adalah kurangnya aliran darah (iskemia) ke  area sendi. Jika tulang tidak mendapatkan aliran darah yang cukup, struktur tulang akan mudah patah dan berkurang kepadatannya. Namun, penyebab berkurangnya aliran darah  masih sedang dipelajari.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk legg-calve-perthes?

Ada banyak faktor risiko untuk terkena penyakit Legg-Calve-Perthes, yaitu:

  • Usia. Walaupun penyakit terdiagnosis pada hampir semua usia, tapi penyakit ini paling sering terjadi antara umur 4-8 tahun.
  • Jenis kelamin. Ini lebih umum terjadi pada nak laki-laki daripada anak perempuan.
  • Ras. Ras anak berkulit putih memiliki risiko lebih tinggi terkena kondisi ini daripada anak berkulit hitam.
  • Riwayat keluarga. Dalam sedikit kasus, penyakit ini termasuk bawaan.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk legg-calve-perthes?

Tujuan pengobatan adalah mencegah nyeri sendi yang parah, mempertahankan pergerakan sendi yang normal, menghindari menekan sendi yang sakit dan menjaga posisi kepala tulang paha dalam acetabulum.

Setelah diagnosis, dokter bedah akan mempertimbangkan umur anak dan mencocokkan pengamatan pada radiograf untuk memutuskan apakah diperlukan gips, penyangga, atau operasi.

Apa saja tes yang paling umum untuk Legg-Calve-Perthes?

Dokter mendiagnosis dari riwayat, umur anak, dan pemeriksaan fisik yang menunjukkan nyeri jika pinggul diputar. Anak mungkin juga pincang. X-ray diperlukan untuk memastikan diagnosis. MRI juga akan mengindikasikan seberapa parah cedera pada kepala tulang paha.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi legg-calve-perthes?

Gaya hidup dan pengobatan rumahan di bawah ini mungkin membantu mengatasi Penyakit Legg-Calve-Perthes:

  • Kunjungi dokter secara rutin untuk mengawasi perkembangan gejala dan kondisi kesehatan.
  • Dengarkan panduan dokter, jangan minum obat tanpa spesifikasi atau berhenti minum obat resep dokter.
  • Berhati-hatilah dengan gips seluruh tubuh dan penyangga sepanjang kaki.
  • Untuk mengurangi gatal di bagian yang digips, gunakan hair dryer atau ketuk gips langsung di titik yang gatal.
  • Jangan menaruh apapun di atas permukaan gips.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Oktober 15, 2018 | Terakhir Diedit: Oktober 15, 2018

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan