Pertumbuhan Anak Lebih Lambat dari Usianya? Waspadai Gagal Tumbuh!

    Pertumbuhan Anak Lebih Lambat dari Usianya? Waspadai Gagal Tumbuh!

    Faltering growth atau gagal tumbuh menjadi kondisi yang rentan dialami anak jika kebutuhan nutrisinya tidak terpenuhi dengan baik. Orangtua perlu mengetahui cara mengatasi anak gagal tumbuh dan pencegahannya agar tidak membahayakan kesehatan Si Kecil.

    Cara mengatasi anak gagal tumbuh

    Mengatasi kondisi gagal tumbuh pada anak bisa dilakukan dengan cara mengetahui gejala dan ciri-cirinya.

    Orangtua perlu memperhatikan kondisi anak terutama jika berat badannya tidak mengalami penambahan yang signifikan hingga 6 bulan pertama.

    Tidak hanya itu, berikut ini beberapa gejala yang menandakan anak mengalami gagal tumbuh:

    • anak berbadan lebih pendek untuk anak seusianya,
    • proporsi tubuh cenderung normal tetapi anak tampak lebih muda/kecil untuk usianya,
    • berat badan rendah untuk anak seusianya,
    • pertumbuhan tulang tertunda,
    • rambut tipis,
    • ada tanda-tanda hilangnya massa otot terutama di lengan atas, bokong dan paha, serta
    • muntah dan diare.

    Jika anak mengalami indikasi gangguan pertumbuhan tersebut, segera temui dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

    Saat konsultasi dengan dokter dan anak didiagnosa gagal tumbuh, dokter akan rekomendasikan untuk memberikan asupan nutrisi yang seimbang dan sesuai dengan kebutuhan anak.

    Bila diperlukan diberikan tambahan nutrisi seperti formula dengan tinggi kalori untuk mengejar pertumbuhan anak.

    Cara mencegah gagal tumbuh pada anak

    Gagal tumbuh dapat dialami oleh anak yang tidak mendapatkan asupan nutrisi optimal atau kekurangan asupan nutrisi yang dapat disebabkan karena kondisi medis tertentu.

    Sebelum terjadi gagal tumbuh, orang tua dapat melakukan pencegahan dengan cara sebagai berikut.

    1. Rutin memantau pertumbuhan pada anak

    Penting bagi setiap orangtua untuk melakukan pemantauan pertumbuhan pada anak secara rutin.

    Hal ini dianggap penting karena dengan memantau pertumbuhan anak, Anda bisa mengetahui apakah pertumbuhan fisiknya sesuai dengan tahapan usianya atau tidak.

    Pertumbuhan adalah parameter yang dapat diukur dari panjang badan, berat badan, dan lingkar kepala.

    Sementara itu, perkembangan merupakan parameter yang sulit bisa diukur, seperti kemampuan motorik halus dan kasar.

    Perhatikan komposisi tubuh bayi dari mulai berat badan, panjang tubuh, hingga lingkar kepala.

    Semakin Anda sigap dalam memantau pertumbuhan anak saat dirasa ada ketimpangan, semakin cepat pula penanganan yang bisa dilakukan oleh dokter.

    2. Memperhatikan asupan nutrisi

    Menjadi sebuah kewajiban bagi setiap orangtua untuk memperhatikan asupan nutrisi si Kecil, terutama di 1000 hari pertama kehidupan.

    Alasannya, otak, tubuh, dan sistem kekebalan bayi tumbuh berkembang lebih cepat dibandingkan saat masih di dalam kandungan atau setelahnya.

    Tumbuh kembang si Kecil yang optimal akan berperan penting dalam proses pertumbuhannya di kemudian hari.

    Guna mendukung proses ini bersinergi dengan baik, bayi baru lahir sangat disarankan untuk mendapatkan asupan Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif selama 6 bulan pertama.

    Kemudian dilanjutkan hingga 2 tahun dengan serta pemberian MPASI yang sehat dan bergizi mulai usia 6 bulan.

    3. Pemberian asupan nutrisi pendamping/MPASI

    Setelah bayi memasuki usia 6 bulan, ia sudah bisa mengonsumsi makanan pendamping ASI atau MPASI.

    Tekstur Makanan Pendamping ASI si kecil bergantung pada usianya. Semakin besar usianya, maka teksturnya semakin padat. Berikut ini aturan pemberian MPASI berdasarkan usia si kecil.

    • 6-8 bulan: 2-3 kali setiap hari mulai dengan makanan lumat seperti bubur kental
    • 9-11 bulan: 3-4 kali setiap hari dengan makanan yang dicincang halus dan makanan yang dapat dipegang si Kecil
    • 12-23 bulan: 3-4 kali setiap hari dengan makanan keluarga

    4. Pemberian formula tinggi kalori untuk anak di atas 1 tahun

    cara mengatasi anak gagal tumbuh

    Ketika dokter sudah melihat pertumbuhan anak melambat dan tidak sesuai grafik pertumbuhan, dokter kemungkinan akan menyarankan orang tua untuk lebih memperhatikan asupan nutrisi untuk si Kecil.

    Dokter akan menyarankan untuk konsumsi makanan tinggi protein, seperti telur, daging ayam, dan sapi.

    Selain itu, dokter juga merekomendasikan asupan nutrisi tambahan yang dapat diberikan ke si Kecil, seperti formula tinggi kalori sehingga dapat membantu untuk mengejar ketertinggalan pertumbuhannya.

    Formula untuk kondisi anak gagal tumbuh di atas 1 tahun sebaiknya mengandung energi dan protein tinggi, dilengkapi dengan zat besi, vit C, dan zat gizi lainnya yang dapat membantu mengejar pertumbuhan dan menjaga daya tahan tubuh anak.

    Kandungan lain yang penting adalah zat besi, minyak ikan, serta omega-3 dan omega-6 untuk mendukung perkembangan otak anak lebih maksimal.

    Formula tinggi kalori termasuk ke dalam Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK) yang diformulasi secara khusus untuk orang dengan kondisi medis tertentu, di antaranya sebagai dukungan nutrisi bagi anak berisiko gagal tumbuh, gizi kurang, atau gizi buruk.

    Oleh karena itu, untuk penggunaan formula tersebut harus berdasarkan rekomendasi dan pengawasan dari dokter.

    Informasi yang diberikan BUKAN sebagai pengganti rekomendasi dari tenaga medis, SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Failure to thrive. (2020). Retrieved from https://kidshealth.org/en/parents/failure-thrive.html 

    The first 1,000 days. (2021). Retrieved from https://www.pregnancybirthbaby.org.au/the-first-1000-days 

    Mengenal stunting Dan Gizi Buruk. Penyebab, Gejala, Dan Mencegah. (2018). Retrieved from https://promkes.kemkes.go.id/?p=8486 

    PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 29 TAHUN 2019 TENTANG PENANGGULANGAN MASALAH GIZI BAGI ANAK AKIBAT PENYAKIT. (2019). Retrieved from http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__29_Th_2019_ttg_Penanggulangan_Masalah_Gizi_Bagi_Anak_Akibat_Penyakit.pdf 

    Praktik Menyusui dan Pemberian MP-ASI pada Masa Pandemi COVID-19. (2020). Retrieved from https://gizi.kemkes.go.id/katalog/paparan-menyusui-dan-mp-asi.pdf

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Diva Mosaik Lintang Diperbarui Sep 07
    Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto