Apa itu kolesterol ldl?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu kolesterol ldl?

Kolesterol adalah zat berlilin yang ditemukan pada lemak (lipid) darah. Kolesterol penting untuk pembentukan membran sel, vitamin D, asam empedu, dan berbagai hormon tertentu. Namun, memiliki kolesterol tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Kolesterol tidak dapat larut pada darah dan harus melalui aliran darah dengan pengangkut yang disebut lipoprotein. Anda mungkin pernah mendengar berbagai jenis kolesterol, berdasarkan jenis kolesterol yang dibawa oleh lipoprotein, di antaranya:

  • Low-density lipoprotein (LDL). Kolesterol LDL adalah yang bisa disebut sebagai kolesterol “jahat” di mana kolesterol LDL menumpuk pada dinding arteri, membuat keras dan sempit.
  • High-density lipoprotein (HDL). Kolesterol HDL disebut sebagai kolesterol “baik” yang membantu menghilangkan kelebihan kolesterol LDL pada arteri dan mengembalikannya ke hati.

Semakin tingginya kadar kolesterol LDL yang Anda miliki pada arteri, semakin besar risiko serangan jantung dari pembekuan darah tiba-tiba yang dapat Anda alami. Kolesterol tinggi sering dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Hal ini dapat meliputi penyakit jantung koroner, stroke dan penyakit vaskular periferal. Kolesterol tinggi terkait dengan diabetes dan tekanan darah tinggi.

Seberapa umumkah kolesterol ldl?

Kondisi ini sangat umum dan dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun. Kondisi ini dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala kolesterol ldl?

Umumnya, LDL yang tinggi tidak memiliki tanda-tanda atau gejala. Namun, biasanya bisa dilihat dari gejala berikut:

  • LDL yang sangat tinggi sejak lahir
  • Tumpukan lemak di bawah kulit, terutama di sekitar otot Achilles dan otot tangan
  • Tumpukan lemak kuning pada kelopak mata
  • Lingkaran abu, putih atau biru di sekitar kornea
  • Nyeri dada
  • Gejala yang menyerupai stroke

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Biasanya kolesterol tinggi tidak memiliki gejala. Kadang, pertanda pertama bahwa Anda memiliki kolesterol tinggi atau faktor risiko lainnya terhadap penyakit jantung adalah serangan jantung, stroke atau transient ischemic attack (TIA). Hubungi layanan gawat darurat.

Penyebab

Apa penyebab kolesterol ldl?

Berikut ini hal-hal yang dapat memicu atau memperparah kondisi Anda:

  • Kebiasaan makan. Makan terlalu banyak lemak jenuh, lemak trans dan kolesterol dapat meningkatkan kolesterol.
  • Kelebihan berat badan. Dapat meningkatkan trigliserida dan menurunkan HDL.
  • Beberapa penyakit tertentu. Dapat meningkatkan risiko kolesterol tinggi, seperti hipotiroidisme dan beberapa jenis penyakit hati.
  • Obat-obatan tertentu. Dapat meningkatkan kadar trigliserda dan menurunkan kadar kolesterol HDL. Obat-obatan dapat meliputi thiazide diuretics, beta-blockers, estrogen, dan corticosteroid.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk kolesterol ldl?

Ada banyak faktor yang membuat Anda berisiko memiliki kolesterol LDL tinggi, yaitu:

  • Mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh, trans fat dan kolesterol.
  • Kelebihan berat badan. Memiliki indeks massa tubuh 30 atau lebih menyebabkan risiko tinggi kolesterol.
  • Gaya hidup yang jarang bergerak
  • Merokok. Merokok merusak dinding pembuluh darah, menyebabkan lemak mudah menumpuk. Merokok juga dapat menurunkan kadar HDL atau kolesterol “baik”.
  • Pria dengan lingkar pinggang setidaknya 40 inci (102 cm) atau wanita dengan lingkar pinggang setidaknya 35 inci (89 cm).
  • Riwayat keluarga. Apabila kolesterol tinggi menurun di keluarga Anda, Anda dapat mengalaminya juga dan mungkin akan lebih sulit untuk disembuhkan.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana kolesterol ldl didiagnosis?

Kolesterol tinggi hanya dapat didiagnosis dengan tes darah. Tes darah, yang disebut lipid panel atau lipid profile, akan menunjukkan:

  • Total kolesterol
  • Kolesterol LDL
  • Kolesterol HDL
  • Trigliserida – jenis lemak pada darah

Untuk pengukuran yang paling akurat, jangan mengonsumsi apapun (selain air) selama 9-12 jam sebelum sampel darah diambil. Setiap orang di atas 20 tahun harus melakukan pemeriksaan kolesterol setiap 5 tahun sekali. Untuk anak-anak, pemeriksaan kolesterol biasanya dilakukan di antara usia 9-11 tahun, dan pemeriksaan lainnya di antara usia 17-21 tahun.

Apa saja pengobatan untuk kolesterol ldl?

Tujuan dari perawatan adalah mengurangi kemungkinan serangan jantung atau stroke, tidak hanya untuk menurunkan angka kolesterol saja. 2 jenis perawatan adalah perubahan gaya hidup dan pengobatan. Pengobatan tergantung pada berbagai faktor, termasuk faktor risiko individu, usia, kondisi kesehatan dan kemungkinan efek samping. Pilihan umumnya meliputi: statin, resin pengikat asam empedu, inhibitor penyerap kolesterol.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kolesterol ldl?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi kolesterol LDL:

Miliki pola makan sehat yang meliputi:

  • Pilihlah lemak monounsaturated – yang ditemukan pada zaitun, minyak canola, alpukat, almond, kacang pecan dan kenari sebagai pengganti lemak jenuh dan lemak trans.
  • Batasi asupan kolesterol. Sumber kolesterol paling jenuh meliputi daging organ, kuning telur dan produk susu.
  • Miliki pola makan rendah garam yang meliputi banyak buah-buahan, sayur-sayuran dan gandum utuh.
  • Tingkatkan asupan serat dengan mengonsumsi banyak buah dan sayuran.
  • Konsumsi ikan yang sehat untuk jantung.
  • Batasi asupan alkohol (tidak lebih dari 1 minuman per hari untuk wanita dan 2 minuman per hari untuk pria).

Miliki kebiasaan yang sehat:

Kurangi berat badan berlebih. Menurunkan 5-10 pounds saja dapat menurunkan kadar kolesterol total.

  • Olahraga dengan rutin. Olahraga rutin beberapa hari dalam seminggu selama setidaknya 30 menit dapat membantu memperbaiki kadar kolesterol Anda.
  • Jangan merokok. Merokok dapat merusak pembuluh darah dan mempercepat akumulasi plak pada arteri.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Maret 12, 2016 | Terakhir Diedit: Juli 9, 2017

Yang juga perlu Anda baca