Apa itu kehamilan ektopik (hamil di luar kandungan)?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu kehamilan ektopik (hamil di luar kandungan)?

Kehamilan ektopik atau hamil di luar kandungan adalah komplikasi kehamilan. Hamil ektopik terjadi saat sel telur yang dibuahi tidak berpindah ke rahim, namun menempel dan bertumbuh di tuba fallopi.

Dalam beberapa kondisi langka, sel telur bisa menempel di tempat lain seperti ovarium, di serviks, dan rongga perut. Kehamilan ektopik sering terjadi pada beberapa minggu pertama kehamilan.

Kondisi ini dikatakan serius dan sangat mungkin membahayakan nyawa ibu. Sebab, sel telur yang tumbuh di luar rahim tidak dapat bertahan hidup. Setelahnya sel telur akan menempel di jaringan di mana ia menempel dan menghancurkan jaringan tersebut. Ini menyebabkan perdarahan internal dan infeksi.

Tidak mudah untuk mempertahankan bayi pada kehamilan ektopik. Kemungkinan besar, bayi harus digugurkan.

Seberapa umum kehamilan ektopik (hamil di luar kandungan)?

Kehamilan ektopik cukup umum terjadi. Rata-rata, dari setiap 100 kehamilan setidaknya ada dua ibu yang hamil ektopik.

Kondisi ini dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala kehamilan ektopik (hamil di luar kandungan)?

Tanda atau gejala yang sering terjadi di awal kehamilan ektopik adalah nyeri panggul.

Kemungkinan juga ada perdarahan yang keluar dari vagina. Perdarahan disebabkan karena jaringan tuba yang meluruh atau infeksi sehingga mengeluarkan darah. Umumnya kondisi ini bisa menimbulkan nyeri pada perut dan ingin buang air besar terus menerus.

Berikut adalah beberapa gejala hamil ektopik lainnya yang harus diwaspadai:

  • Mual dan muntah
  • Nyeri pada perut bawah
  • Kram perut
  • Nyeri pada satu sisi tubuh
  • Pusing atau lemah
  • Nyeri pada pundak, leher, atau rektum
  • Pingsan (jarang terjadi).

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, segera konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Tubuh masing-masing orang berbeda. Jika merasakan beberapa gejala kehamilan ektopik, segera konsultasikan ke dokter kandungan untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab kehamilan ektopik (hamil di luar kandungan)?

Penyebab pasti dari kehamilan ektopik belum diketahi, tapi dapat terjadi karena kerusakan pada tuba falopi. Tuba falopi sendiri fungsinya adalah sebagai saluran yang mengantarkan sel telur hasil pembuahan. Sel telur nantinya akan bergerak menuju dan berkembang di  dalam rahim.

Berikut adalah beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda terhadap kehamilan ektopik:

1. Pernah mengalami hamil ektopik sebelumnya

Jika Anda pernah mengalami hamil di luar kandungan sebelumnya, Anda masih berisiko mengalami hal tersebut lagi.

2. Infeksi atau peradangan

Infeksi tuba falopi, rahim atau indung telur, dan juga peradangan pada tuba falopi dapat membuat wanita mengalami hamil ektopik. Klamidia atau gonore juga bisa meningkatkan risiko kehamilan ektopik.

3. Kerusakan pada organ reproduksi

Hamil di luar kandungan dapat terjadi jika Anda mengalami kerusakan pada saluran tuba falopi. Kerusakan tuba falopi bisa disebabkan karena operasi yang dilakukan di area tuba falopi dan rahim.

4. Obat kesuburan

Apabila sebelum hamil Anda mengikuti program hamil oleh dokter, umumnya Anda akan diberi resep obat penyubur kandungan.

Beberapa obat kesuburan pada program kehamilan dapat meningkatkan risiko wanita mengalami kehamilan ektopik.

5. Pernah dioperasi

Operasi pada bagian perut seperti operasi usus buntu atau operasi caesar dapat menyebabkan kerusakan pada tuba falopi. Kerusakan tuba falopi berisiko untuk mengalami kehamilan ektopik

6. Sedang memakai kontrasepsi

Kehamilan jarang terjadi jika Anda sedang menggunakan kontrasepsi seperti IUD (Intra Uterine Device) atau pil KB  apa pun. Sama halnya juga dengan tubektomi atau pakai metode kontrasepsi permanen.

Apabila mengalami gejala kehamilan saat sedang memakai kontrasepsi, kemungkinan besar itu adalah hamil ektopik..

7. Punya endometriosis

Endometriosis adalah kondisi yang menyebabkan jaringan parut di tuba falopi. Kondisi ini juga meningkatkan risiko  kehamilan ektopik.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk kehamilan ektopik (hamil di luar kandungan)?

Ada banyak faktor risiko untuk kehamilan ektopik, yaitu:

  • Menggunakan intrauterine device (IUD) sebagai kontrasepsi
  • Pernah mengalami penyakit seksual menular, seperti klamidia dan gonore
  • Sejarah salpingitis, penyakit peradangan pelvis
  • Gangguan pada tuba fallopi kongenital
  • Luka dari endometriosis atau
  • Pernah mengalami kehamilan ektopik sebelumnya
  • Sejarah ligasi tuba (tubektomi) yang gagal
  • Menggunakan obat-obat penyubur kandungan, umumnya obat untuk prosedur in vitro fertilization (IVF)
  • Merokok sebelum hamil
  • Penggunaan diethylstilbestrol selama kehamilan

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana kehamilan ektopik (hamil di luar kandungan) didiagnosis?

Kehamilan ektopik dapat didiagnosis dengan beberapa metode berikut:

1. Pemeriksaan panggul

Dokter dapat mendiagnosis adanya gumpalan atau pertumbuhan abnormal pada tuba falopi, yang mana bisa menjadi tanda bahwa Anda mengalami kehamilan ektopik.

Tes pemeriksaan panggul juga dilakukan untuk memeriksa ukuran rahim Anda. Pada kehamilan normal, ukuran rahim akan membesar. Sedangkan pada kondisi hamil di luar kandungan, ukuran rahim tidak membesar.

2. Ultrasonografi

Ultrasonografi atau biasa disingkat sebagai tes USG dapat melihat kondisi rahim dan tuba falopi. Tes ini adalah tes yang paling diandalkan untuk melihat kondisi kehamilan. Akan tetapi, tes ini hanya efektif untuk mendeteksi kehamilan ektopik di tahap awal.

3. Tes darah untuk memeriksa kadar hormon

Pada tanda-tanda kehamilan normal, pada darah ibu umumnya ditemukan hormon human chorionic gonadotropin atau hCG. Hormon ini akan meningkat setiap harinya. Apabila tidak ditemukan atau pada hormon HCG terdapat kelainan, maka bisa menandakan bahwa Anda mengalami hamil ektopik atau keguguran.

Bagaimana mengobati kehamilan ektopik (hamil di luar kandungan)?

Kehamilan ektopik dapat diobati dan ditangani dengan tepat. Namun ini tergantung pada seberapa cepat hamil ektopik yang terdeteksi dan bagaimana kondisi kesehatan ibu.

Apabila kehamilan ektopik dapat didiagnosis secara dini, Anda dapat menghindari risiko pecahnya tabung falopi. Pada kasus ini, ada beberapa pilihan penanganan:

1. Pakai obat-obatan

Jika dokter mendiagnosis adanya tanda hamil di luar kandungan, dokter akan menguji tingkat hormon kehamilan. Setelah itu, diperiksa juga ada atau tidaknya detak jantung janin di dalam rahim, serta memeriksa gejala kehamilan lainnya.

Jika tidak ditemukan adanya pembuahan yang berhasil di dalam rahim, dokter akan menyuntikkan obat metotreksat.

Obat ini dapat menghentikan dan menghambat kehamilan saat itu.  Obat metotreksat memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi dan efek samping yang risikonya kecil.

2. Operasi laparoskopi

Operasi laparoskopi adalah cara yang dilakukan untuk mengangkat embrio dan memperbaiki kerusakan akibat perdarahan pada kondisi hamil ektopik.

Operasi ini dilakukan dengan membuat sayatan kecil dibuat di perut. Letak sayatannya di dekat pusar.

Selanjutnya, dokter kandungan akan menggunakan tabung tipis yang dilengkapi dengan lensa kamera dan cahaya untuk melihat kondisi tuba falopi. Untuk mengatasi kehamilan ektopik, bagian tuba falopi yang rusak akan diangkat (salpingektomi), dan diperbaiki (salpingostomi).

Setelah melakukan operasi ini, Anda diharuskan beristirahat total selama 1 sampai 2 hari.

3. Operasi darurat

Jika kehamilan ektopik menyebabkan perdarahan hebat, Anda mungkin perlu operasi darurat yang dilakukan dengan cara menyayat sayatan perut (laparotomi).

Dalam beberapa kasus, kerusakan pada tuba falopi dapat diperbaiki. Jika tuba dan indung telur rusak parah, Anda mungkin memerlukan operasi pengangkatan (salpingektomi).

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kehamilan ektopik (hamil di luar kandungan)?

Berdamai dengan diri sendiri terlebih dahulu

Kehamilan merupakan hal yang banyak didambakan setiap pasangan. Dengan mengetahui bahwa kehamilan Anda belum berhasil, ini pasti menyebabkan kecewa yang mendalam.

Setelah melalui proses diagnosis dan pengobatan, kini waktunya Anda berdamai dengan diri sendiri terlebih dahulu. Beri waktu diri Anda untuk berduka secukupnya Anda juga bisa berbagi rasa sedih dengan pasangan, keluarga, atau sahabat.

Minta mereka mendengarkan ungkapan kesedihan Anda tanpa perlu memberi saran atau pilihan lain untuk bisa hamil kembali. Anda juga bisa mencari kelompok pendukung, psikolog, atau dokter dan bisa yang bisa menenangkan hati Anda.

Anda tidak perlu malu dan khawatir pernah mengalami kondisi kehamilan ektopik. Karena banyak di luar sana yang pernah mengalami hamil ektopik dan bisa mengalami kehamilan normal lagi ke depannya.

Pertimbangkan IVF atau bayi tabung

Tubuh wanita normalnya memiliki dua saluran tuba falopi. Jika salah satu rusak atau diangkat, Anda masih bisa hamil dengan normal walaupun hanya dengan satu saluran tuba falopi.

Jika kehamilan ektopik terus terjadi, sampai menyebabkan kedua tuba falopi telah terluka atau diangkat, fertilisasi in vitro (IVF) bisa menjadi pilihan bagi Anda yang menginginkan hadirnya buah hati.

IVF adalah prosedur yang dilakukan dengan cara menggabungkan sel telur wanita dan sel sperma yang sehat di dalam laboratorium. Setelah sel telur dan sperma berhasil dalam pembuahan, ini akan ditanamkan kembali ke dalam rahim.

Menghindari faktor risiko

Anda tidak dapat mencegah kehamilan ektopik, namun Anda dapat mengurangi beberapa faktor risiko tertentu dengan mengikuti gaya hidup berikut:

  • Melakukan hubungan seks yang aman dengan membatasi jumlah pasangan seksual
  • Menggunakan kondom saat berhubungan seks untuk mencegah infeksi menular seksual dan mengurangi risiko peradangan pelvis
  • Berhenti merokok sebelum kehamilan
  • Berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat-obatan selama kehamilan
  • Mengunjungi dokter kandungan sesuai jadwal

Bisakah saya hamil lagi setelah ektopik?

Sebagian besar wanita yang mengalami kehamilan ektopik umumnya bisa hamil  normal dan sehat lagi di masa depan.

Umumnya bila hamil ektopik disebabkan karena saluran tuba falopi rusak atau bermasalah, dokter akan mengangkat saluran tersebut. Lalu, jika salah satu saluran tuba diangkat, satu saluran tuba lainnya yang masih sehat tetap bisa membantu proses kehamilan.

Jika hamil ektopik Anda disebabkan karena infeksi atau penyakit menular seksual, maka pengobatan dengan obat atau tindakan perawatan lain bisa membantu.  Akan tetapi jika kehamilan ektopik terjadi karena paparan dietilstilboestrol (DES), terjadinya kehamilan normal kemungkinan kecil terjadi.

Periksakan diri dan konsultasi dengan dokter Anda sebelum Anda merencanakan kehamilan berikutnya. Semakin dini Anda mencegah kehamilan ektopik, semakin kecil kerusakan tuba dan semakin besar kemungkinan untuk bisa hamil normal dan sehat.

Kapan boleh mencoba hamil lagi?

Sebetulnya tidak ada bukti cukup yang bisa menentukan harus menunggu seberapa lama untuk mencoba lagi setelah mengalami kehamilan ektopik.

Dikutip dari The Ectopic Pregnancy Trust, para ahli kandungan menyarankan untuk mencoba hamil kembali setelah 3 bulan atau sekitar 2 sampai 3 kali masa mentruasi Anda lewat. Bukan tanpa tujuan. Menunggu setidaknya selama 3 bulan berfungsi untuk mengembalikan siklus haid yang normal sebelum memulai mencoba hamil kembali.

Ada beberapa laporan data yang menunjukkan Anda bisa sukses hamil lagi setelah 18 bulan pasca-kehamilan ektopik dengan tingkat kesuksesan 65 persen.

Penelitian lain juga melaporkan bahwa wanita bisa hamil lagi dengan tingkat keberhasilan sampai 85 persen bila memberikan jeda waktu selama 2 tahun setelah kehamilan ektopik.

Selain itu yang perlu dipertimbangkan adalah efek suntikan metotreksat saat pengobatan kehamilan ektopik. Ini membuat Anda harus menunggu sejenak untuk kehamilan berikutnya.

Setelah disuntik metotreksat, Anda harus menunggu hingga kadar hCG dalam tubuh Anda turun hingga jumlahnya di bawah 5 mlU per mililiter saat tes darah. Sebab obat metotreksat dapat menurunkan kadar folat dalam tubuh. Asam folat adalah zat yang penting dibutuhkan tubuh ibu dan janin sejak awal kehamilan.

Maka dari itu, nantinya dokter juga akan menganjurkan Anda untuk makan dan minum suplemen yang mengandung sam folat selama 12 minggu sebelum mencoba hamil kembali.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

 

Direview tanggal: Mei 27, 2019 | Terakhir Diedit: Mei 27, 2019

Yang juga perlu Anda baca