Definisi

Apa itu kehamilan ektopik (hamil di luar kandungan)?

Kehamilan ektopik adalah kondisi yang terjadi saat sel telur yang dibuahi tidak berpindah ke rahim, namun menempel dan bertumbuh di tuba fallopi. Kehamilan ektopik juga sering disebut sebagai hamil di luar kandungan.

Saat wanita hamil, proses pembuahan sel telur seharusnya terjadi di tuba fallopi yang kemudian berpindah ke rahim, di mana sel telur yang sudah dibuahi akan menempel pada dinding rahim dan menjadi janin. Namun, pada kehamilan ektopik, sel telur yang sudah dibuahi tidak pindah menuju rahim.

Kehamilan ektopik merupakan kondisi yang membahayakan nyawa dan sering terjadi pada beberapa minggu pertama kehamilan. Umumnya, tidak mudah untuk mempertahankan bayi pada kehamilan ektopik.

Seberapa umumkah kehamilan ektopik (hamil di luar kandungan)?

Kehamilan ektopik cukup umum terjadi. Kondisi ini dapat terjadi pada 1 dari 50 wanita hamil. Kehamilan ektopik dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala kehamilan ektopik (hamil di luar kandungan)?

Ciri dan gejala kehamilan ektopik adalah:

  • Perdarahan vagina ringan
  • Mual dan muntah
  • Nyeri pada perut bawah
  • Kram perut
  • Nyeri pada satu sisi tubuh
  • Pusing atau lemah
  • Nyeri pada pundak, leher, atau rektum
  • Pingsan (jarang terjadi).

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab kehamilan ektopik (hamil di luar kandungan)?

Penyebab kehamilan ektopik masih belum diketahui secara pasti. Namun beberapa faktor dapat meningkatkan risiko mengalami kehamilan di luar kandungan. Silakan baca faktor-faktor risiko yang disebutkan di bawah untuk informasi lebih lanjut.

Faktor-faktor risiko

Siapa saja yang berisiko mengalami kehamilan ektopik (hamil di luar kandungan)?

Ada banyak faktor yang menyebabkan seorang wanita lebih berisiko mengalami kehamilan ektopik, yaitu:

  • Menggunakan intrauterine device (IUD) sebagai kontrasepsi
  • Sejarah penyakit seksual menular, seperti klamidia dan gonore
  • Sejarah salpingitis, penyakit peradangan pelvis
  • Gangguan pada tuba fallopi kongenital
  • Luka dari endometriosis atau sejarah operasi ektopik
  • Sejarah kehamilan ektopik sebelumnya
  • Sejarah ligasi tuba yang gagal (operasi sterilisasi)
  • Obat-obat penyubur atau isu kesuburan lainnya seperti in vitro fertilization (IVF)
  • Merokok sebelum kehamilan
  • Penggunaan diethylstilbestrol selama kehamilan

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana mendiagnosis kehamilan ektopik (hamil di luar kandungan)?

Kehamilan ektopik dapat didiagnosis dengan:

  • Pemeriksaan pelvis. Dokter dapat mendiagnosis adanya gumpalan atau pertumbuhan pada tuba fallopi yang mengindikasikan kehamilan ektopik. Tes ini juga dilakukan untuk memeriksa ukuran rahim Anda. Pada kehamilan normal, ukuran rahim akan membesar, dan pada kehamilan ektopik, rahim tidak membesar.
  • Ultrasound untuk melihat kondisi rahim dan tuba fallopi. Tes ini adalah tes yang paling diandalkan untuk melihat di mana letak kehamilan, tapi hanya efektif untuk kehamilan tahap awal.
  • Tes darah untuk memeriksa kadar hormon. Pada kehamilan normal, human chorionic gonadotropin, atau hCG, meningkat setiap 2 hari. Kelainan pada kadar hormon dapat mengindikasikan kehamilan ektopik atau keguguran.

Bagaimana cara mengatasi kehamilan ektopik (hamil di luar kandungan)?

Kehamilan ektopik dapat ditangani tergantung seberapa dini kehamilan terdeteksi dan kondisi keseluruhan Anda:

  • Jika tuba fallopi tidak pecah. Apabila kehamilan ektopik didiagnosis secara dini, Anda dapat menghindari risiko pecahnya tabung fallopi. Pada kasus ini, ada beberapa pilihan penanganan:
    • Obat-obatan: untuk menghentikan pertumbuhan jaringan kehamilan, seperti methotrexate, apabila memiliki kadar hormon kehamilan kurang dari 5000 dan tidak ada aktivitas jantung janin.
    • Operasi laparoskopik untuk mengangkat embrio dan memperbaiki kerusakan akibat pertarahan, kadar HCG yang tinggi.
    • Membuat sayatan pada tuba fallopi, yang dapat menjaga kesehatan tuba fallopi.
  • Jika tuba fallopi pecah. Apabila janin telah bertumbuh cukup besar untuk merobek tuba, operasi darurat diperlukan untuk menghentikan perdarahan. Jika tuba dan indung telur rusak parah, Anda mungkin memerlukan operasi pengangkatan.

Pengobatan di rumah

Apa saja yang bisa dilakukan untuk mencegah dan mengatasi kehamilan ektopik (hamil di luar kandungan)?

Anda tidak dapat mencegah kehamilan ektopik, namun Anda dapat mengurangi beberapa faktor risiko tertentu dengan mengikuti gaya hidup dan pengobatan rumahan berikut:

  • Melakukan seks yang aman dengan membatasi jumlah pasangan seksual
  • Menggunakan kondom saat berhubungan seks untuk mencegah infeksi menular seksual dan mengurangi risiko peradangan pelvis
  • Berhenti merokok sebelum kehamilan
  • Berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat-obatan selama kehamilan
  • Mengunjungi dokter sesuai jadwal

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Februari 3, 2017 | Terakhir Diedit: Februari 3, 2017

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan