Apa Itu Kanker Vagina?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu kanker vagina?

Kanker vagina adalah salah satu jenis kanker yang langka dan berkembang di vagina. Vagina adalah bagian organ reproduksi wanita yang berawal dari serviks (bagian bawah rahim), yang kemudian berujung pada vulva (bagian luar alat kelamin wanita).

Kanker vagina terjadi akibat adanya pertumbuhan sel-sel tidak normal pada vagina. Pada umumnya, sel-sel kanker muncul di bagian dinding vagina, meskipun tidak menutup kemungkinan kanker berkembang di bagian lain pada vagina.

Salah tanda dan gejala yang muncul dari penyakit ini adalah pendarahan yang tidak wajar dari vagina. Namun, pada fase yang masih belum cukup parah, penyakit ini mungkin tidak menunjukkan gejala apapun.

Jika terdiagnosis pada tahap awal, pasien memiliki peluang yang besar untuk sembuh. Namun, efektivitas pengobatan akan menurun apabila persebaran sel kanker telah mencapai jaringan-jaringan tubuh selain vagina.

Seberapa umumkah kanker vagina?

Kanker vagina adalah kondisi yang jarang terjadi dan dapat terjadi pada wanita di atas 60 tahun. Apabila ditemukan pada stadium awal, biasanya kanker vagina dapat disembuhkan.

Kanker vagina adalah penyakit yang dapat diatasi dengan cara mengendalikan faktor-faktor risiko yang ada. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai penyakit ini, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter.

Jenis

Apa saja jenis-jenis dari kanker vagina?

Kanker vagina adalah penyakit yang dapat dibagi menjadi beberapa jenis. Pembagian jenis ini dilakukan berdasarkan tipe sel apa yang terdampak oleh kanker.

Berikut adalah penjelasan mengenai masing-masing jenisnya:

1. Karsinoma sel skuamosa

Karsinoma sel skuamosa merupakan jenis kanker vagina yang paling umum terjadi. Jenis kanker ini biasanya ditemukan di sepertiga bagian atas vagina, yaitu bagian yang paling dekat dengan serviks.

Karsinoma sel skuamosa ditemukan pada 8 dari 10 (80%) kasus kanker organ reproduksi ini. Sel skuamosa adalah sel-sel yang melapisi permukaan dinding vagina. Tumor yang muncul umumnya berupa benjolan kecil (nodul) atau luka terbuka.

Sebelum kanker sel skuamosa berkembang, biasanya terjadi perubahan atau mutasi sel yang disebut dengan vaginal intraepithelial neoplasia (VAIN).

2. Adenokarsinoma

Adenokarsinoma adalah jenis kanker yang berkembang di sel-sel kelenjar (sel adenoma) yang terletak di dinding vagina. Kondisi ini dapat terjadi pada wanita muda.

Angka kejadian kanker jenis ini relatif lebih sedikit, yaitu sekitar 1 dari 10 kasus kanker vagina (10%). Jenis kanker ini lebih sulit didiagnosis apabila dibandingkan dengan kanker sel skuamosa karena letaknya yang kadang tersembunyi di dalam kanal vagina.

Kanker jenis ini dapat dibagi lagi menjadi beberapa tipe:

  • Adenokarsinoma sel jernih

Adenokarsinoma sel jernih merupakan jenis kanker yang sangat langka. Umumnya, kondisi ini hanya terjadi pada pasien dengan ibu yang mengonsumsi obat diethylstilbestrol (DES) ketika sedang hamil.

Kanker jenis ini biasanya berkembang di vagina ketika pasien memasuki usia remaja atau awal 20-an. Namun, terdapat pula beberapa kasus di mana penyakit ini baru terdiagnosis pada saat usia 40-an.

  • Adenokarsinoma papiler

Kanker jenis papiler dapat tumbuh di jaringan-jaringan penghubung yang menyatukan vagina. Jenis kanker ini adalah yang memiliki kemungkinan paling kecil untuk menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya.

  • Adenokarsinoma lendir

Adenokarsinoma jenis ini, sesuai dengan namanya, dikelilingi oleh jaringan lendir apabila dilihat dengan alat bantu mikroskop.

  • Karsinoma adenoskuamosa

Kanker jenis adenoskuamosa adalah kombinasi dari sel-sel skuamosa dan sel-sel kelenjar yang terdapat di vagina. Kanker ini juga biasa disebut dengan tumor epitelial. Pertumbuhannya relatif lebih cepat jika dibandingkan dengan kanker jenis lainnya.

3. Sarkoma

Sarkoma adalah kanker yang pertama kali berkembang di jaringan-jaringan penghubung pada tubuh. Jaringan ini membentuk struktur-struktur pada tubuh, seperti tulang, otot, lemak, dan tulang rawan.

Sarkoma yang tumbuh di vagina tergolong sangat langka dan hanya terjadi pada 3% kasus kanker ini. Sarkoma dapat tumbuh dengan sangat cepat.

Beberapa jenis sarkoma dapat berkembang di vagina, termasuk leiomyosarcoma dan rhabdomyosarcoma. Keduanya termasuk dalam tumor otot. Sekitar dua pertiga kasus sarkoma vagina merupakan bagian dari leiomyosarcoma.

Selain itu, terdapat pula jenis sarkoma lain yang disebut dengan rhabdomyosarcoma embrional. Kondisi ini sangat jarang terjadi dan dapat ditemukan pada anak perempuan di bawah usia 6 tahun.

4. Melanoma

Melanoma berkembang di sel-sel kulit yang memproduksi pigmen, yaitu zat yang memberikan warna pada kulit. Hanya sekitar 3% dari kasus kanker vagina termasuk dalam melanoma.

Melanoma lebih umum ditemukan pada wanita di usia 50 tahun ke atas. Namun, beberapa kasus menunjukkan bahwa penyakit ini juga dapat ditemukan pada wanita berusia 20-an.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala kanker vagina?

Tanda-tanda dan gejala kanker vagina umumnya tergantung pada tingkat keparahan dan jenisnya. Apabila kanker berukuran kecil dan hanya terdapat di sel-sel dinding vagina, biasanya tidak ada gejala-gejala yang timbul.

Namun, jika kanker bersifat invasif dan berpotensi menyebar ke jaringan-jaringan di sekitar vagina, kemungkinan akan muncul tanda-tanda dan gejala sebagai berikut:

  • Perdarahan terjadi di luar periode menstruasi
  • Pendarahan setelah berhubungan seksual
  • Perdarahan terjadi setelah melewati masa menopause

Jika kanker telah memasuki tahap lanjutan (advanced), kemungkinan sel kanker dapat menyebar ke jaringan-jaringan lain, serta kelenjar getah bening yang terdapat di sekitar vagina.

Apabila kondisi tersebut telah terjadi, pasien akan mengalami gejala-gejala yang meliputi:

  • Cairan vagina yang berbau atau berdarah
  • Nyeri saat berhubungan seks
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Merasa ingin buang air kecil lebih sering dari biasanya
  • Darah pada urin
  • Kaki bengkak
  • Sakit punggung
  • Nyeri pada pelvis (panggul)
  • Gatal atau benjolan pada vagina
  • Terdapat benjolan pada vagina
  • Konstipasi

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Tubuh masing-masing penderita menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi. Untuk mendapatkan penanganan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, periksakan apapun gejala yang Anda alami ke dokter atau pusat layanan kesehatan terdekat.

Penyebab

Apa penyebab kanker vagina?

Sampai saat ini, belum ada yang dapat mengungkap apa penyebab pasti dari kanker vagina. Namun, para ahli meyakini bahwa kanker terjadi apabila sel-sel normal di dalam tubuh mengalami mutasi.

Sel-sel tubuh yang normal umumnya akan berkembang dan mati pada waktu dan siklus tertentu. Tetapi, apabila sel-sel tersebut bermutasi, pertumbuhan dan perkembangannya akan terjadi secara tidak terkendali. Bahkan, sel-sel tersebut tidak dapat mati.

Penumpukan sel-sel yang bermutasi ini dapat membentuk tumor. Meskipun penyebab dari mutasi sel-sel vagina masih belum diketahui, para ahli telah menemukan beberapa kondisi yang dapat dikaitkan dengan fenomena ini.

Salah satunya adalah infeksi human papillomavirus (virus HPV) yang dapat memengaruhi cara kerja sel-sel di dalam tubuh, sehingga kanker pun berpotensi terjadi.

Selain itu, konsumsi obat diethylstilbestrol (DES) oleh ibu hamil dapat meningkatkan risiko melahirkan bayi perempuan yang akan menderita kanker vagina.

Faktor-faktor risiko

Apa saja faktor-faktor yang meningkatkan risiko saya untuk terkena kanker vagina?

Kanker vagina adalah penyakit yang kemungkinan dapat terjadi pada hampir setiap orang, terlepas dari apa kelompok usia dan golongan rasnya. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk menderita kanker ini.

Penting untuk Anda ketahui bahwa memiliki salah satu atau beberapa faktor risiko bukan berarti Anda pasti akan menderita suatu penyakit atau kondisi kesehatan.

Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, tidak menutup kemungkinan seseorang dapat terkena penyakit atau kondisi kesehatan tertentu tanpa adanya satu pun faktor risiko.

Berikut adalah faktor-faktor risiko yang dapat memicu munculnya kanker vagina:

1. Usia

Sekitar 7 dari 10 kasus kanker vagina menyerang wanita di atas 60 tahun, walau beberapa jenis kanker langka dapat menyerang gadis remaja dan wanita di usia 20 tahun.

2. Terkena infeksi HPV

HPV adalah virus umum di mana wanita yang aktif secara seksual pernah terekspos dengan virus HPV ini. Apabila Anda pernah menjalani pemeriksaan dan terinfeksi oleh virus tersebut, peluang Anda untuk menderita kanker lebih besar.

3. Terpapar obat DES saat masih di dalam kandungan

Terekspos dengan obat-obatan DES pada saat masih di dalam kandungan dapat mempengaruhi risiko terkena kanker jenis ini.

4. Pernah menjalani prosedur histerektomi

Jika Anda pernah menjalani operasi histerektomi atau pengangkatan rahim, risiko Anda untuk menderita penyakit ini jauh lebih tinggi.

5. Memiliki pasangan seksual lebih dari satu orang

Sering bergonta-ganti pasangan seksual dapat meningkatkan risiko Anda tertular virus HPV. Ini artinya, kesempatan Anda untuk menderita kanker jauh lebih besar.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana kanker vagina didiagnosis?

Dokter spesialis akan menanyakan tentang gejala dan penyakit lainnya yang Anda alami. Kemudian, dokter akan meminta Anda untuk melakukan beberapa tes berikut:

  • Pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan: dokter spesialis akan menanyakan tentang gejala dan penyakit lainnya yang Anda alami.
  • Pemeriksaan pelvis: saat pemeriksaan pelvis, dokter akan memeriksa bagian luar kelamin dan memasukkan 2 jari ke dalam vagina dan menekan tangan di perut Anda untuk merasakan rahim dan indung telur. Dokter juga akan memasukan alat yang disebut spekulum ke dalam vagina. Spekulum membuka saluran vagina agar dokter dapat memeriksa vagina dan serviks.
  • Tes pap: biasanya digunakan untuk melihat kanker serviks, namun kadang kanker vagina dapat dideteksi melalui tes pap.
  • Kolposkopi: tes untuk melihat vagina dengan menggunakan kolposkop, yaitu jenis mikroskop dengan cahaya. Cara kerjanya seperti kaca pembesar. Tes ini berlangsung sekitar 10-15 menit. Biasanya tidak terasa sakit, namun mungkin sedikit tidak nyaman.
  • Biopsi: saat melakukan kolposkopi, dokter mungkin akan mengambil sampel kecil dari jaringan (biopsi) dari area yang terlihat abnormal dan memeriksa di bawah mikroskop.

Bagaimana mengobati kanker vagina?

Perawatan untuk kanker vagina tergantung pada bagian vagina yang terpengaruh dan stadiumnya.

Umumnya, pengobatan kanker jenis ini terdiri dari operasi dan radioterapi. Berikut penjelasannya.

1. Operasi

Beberapa jenis operasi yang dilakukan untuk menangani penyakit ini adalah:

  • Pengangkatan tumor atau luka

Jika kanker belum memasuki fase yang cukup parah dan belum menyebar, tim bedah akan melakukan pengangkatan pada jaringan tumor saja.

  • Pengangkatan vagina

Prosedur pengangkatan vagina atau vaginektomi dapat dilakukan secara menyeluruh (radikal) atau sebagian (parsial).

  • Pengangkatan sebagian organ pelvis

Operasi ini hanya dilakukan apabila sel kanker telah menyebar ke hampir seluruh area panggul Anda. Pada prosedur ini, tim bedah mungkin akan mengangkat beberapa organ, termasuk kandung kemih, rahim, ovarium, vagina, rektum, serta sedikit bagian usus Anda.

2. Radioterapi

Terapi radiasi atau radioterapi dilakukan dengan cara menggunakan radiasi berkekuatan tinggi untuk membunuh sel-sel kanker.

Perawatan tersebut dapat menyebabkan efek samping jangka pendek dan jangka panjang yang harus didiskusikan dengan tim medis sebelum melakukan perawatan.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kanker vagina?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi kanker vagina:

  • Memilih makanan dengan indeks glikemik rendah seperti sayuran tanpa tepung, buah-buahan, kacang-kacangan dan gandum utuh untuk menjaga glukosa darah dan kadar insulin tetap sehat.
  • Menghindari protein berlebih pada pola makan.
  • Memiliki kehidupan seksual yang sehat dan aman.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: Maret 12, 2016 | Terakhir Diedit: Oktober 28, 2019

Sumber