Definisi

Apa itu kanker rektum?

Kanker rektum adalah jenis kanker yang terjadi pada rektum, saluran yang menjadi bagian terakhir dari usus besar untuk membuang feses.

Kanker rektum biasanya dikelompokkan bersama kanker usus besar, dan keduanya disebut kanker kolorektal. Kanker rektum paling sering dimulai pada sel yang melapisi bagian dalam rektum. Kanker rektum sering kali terbentuk pertama kali sebagai polip prekanker.

Seberapa umum kanker rektum?

Jenis kanker ini lebih umum terjadi pada pria dibandingkan dengan wanita.

Namun, kanker rektum dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Ciri-ciri dan gejala

Apa saja ciri-ciri dan gejala kanker rektum?

Kebanyakan orang dengan kanker rektum tidak tahu bahwa mereka telah terkena kondisi ini sampai di waktu pemeriksaan. Hal ini disebabkan karena kebanyakan kasus tidak memiliki gejala. Namun, jika gejala muncul, biasanya berupa hal-hal berikut:

  • Sembelit
  • Perdarahan pada anus
  • Buang-buang air atau diare
  • Feses berwarna gelap
  • Feses yang berbentuk seperti pensil
  • Rasa tidak nyaman pada perut
  • Kelelahan yang tidak dapat dijelaskan
  • Kehilangan nafsu makan
  • Nyeri pada panggul

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Diagnosis dan perawatan dini dapat menghentikan kondisi ini dari memburuk dan mencegah kondisi medis darurat lainnya, maka itu bicaralah pada dokter Anda segera untuk mencegah kondisi serius ini.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab kanker rektum?

Dua penyebab utama dari kanker rektum adalah:

1. Penyakit peradangan usus

Orang dengan penyakit peradangan usus (ulcerative colitis dan penyakit Crohn) berisiko tinggi terhadap kanker rektum. Risiko meningkat seiring semakin lama seseorang memiliki penyakit, dan memburuknya keparahan peradangan. Pada kelompok berisiko tinggi ini, direkomendasikan tindak pencegahan dengan aspirin dan kolonoskopi rutin.

2. Genetik

Orang dengan riwayat keluarga tingkat pertama (misalnya orang tua atau saudara kandung) yang menderita kanker rektum, memiliki 2-3 kali lipat risiko terkena penyakit ini juga. Penyebab ini meliputi 20% dari seluruh kasus. 

Faktor pemicu

Apa yang membuat saya berisiko terkena kanker rektum?

Ada banyak faktor yang meningkatkan risiko Anda terkena kanker rektum, yaitu:

  • Usia tua
  • Jenis kelamin pria
  • Asupan tinggi lemak, alkohol, daging merah, daging olahan
  • Obesitas
  • Merokok
  • Kurangnya aktivitas fisik

Diagnosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana kanker rektum didiagnosis?

Jika dokter menduga Anda memiliki kondisi ini, pemeriksaan fisik akan dilakukan dan beberapa tes akan direkomendasikan. Dokter akan memberikan lower GI (lower gastrointestinal series) dengan barium enema. Ini tersebut adalah X-ray pada usus besar dan rektum yang diberikan setelah enema yang mengandung pewarna barium telah diberikan.

Dokter juga mungkin menyarankan kolonoskopi, yang digunakan untuk mengonfirmasikan adanya kanker rektum dan untuk menemukan polip atau tumor pada usus besar atau rektum.

Apabila lower GI telah dilakukan, kelainan yang ditemukan akan muncul sebagai bayangan gelap pada X-ray, sehingga kolonoskopi sering digunakan untuk mengonfirmasi kelainan apa yang ditemukan. Kolonoskopi juga digunakan untuk mengangkat polip.

Apabila dokter dapat mendeteksi kanker, kanker akan digolongkan menjadi 5 tahap:

  • Stadium 0

Stadium 0 adalah tahap paling awal dari diagnosis kanker. Sel abnormal ditemukan pada dinding dalam usus besar. Sel ini dapat bersifat kanker dan menyebar dari titik tersebut.

  • Stadium I

Stadium I, juga disebut kanker rektum Dukes A, adalah kanker yang menyebar dari bagian dalam ke lapisan otot pada usus besar.

  • Stadium II

Pada tahap ini, tumor melewati dinding otot usus besar ke lapisan luar dinding, yang disebut serosa.

  • Stadium III

Pada tahap III, kanker telah menyebar melewati serosa dan ke dalam kelenjar limfa, yang merupakan nodul kecil yang menyimpan dan menghasilkan sel yang melawan infeksi pada tubuh.

  • Stadium IV

Tahap ini adalah tahap paling lanjut dari kanker rektum. Pada tahap ini, kanker telah menyebar ke berbagai organ tubuh, seperti paru-paru atau otak.

Pengobatan

Apa saja pengobatan untuk mengatasi kanker rektum?

Setelah mendeteksi kanker rektum, langkah selanjutnya adalah menentukan pilihan perawatan terbaik untuk kanker rektum. Anda memiliki beberapa pilihan untuk dipertimbangkan. Dokter akan menyarankan pilihan yang paling tepat  untuk Anda. Perawatan dapat meliputi berikut, sendiri atau kombinasi:

  • Operasi
  • Kemoterapi
  • Radiasi
  • Terapi biologis

Seperti kanker lainnya, pendekatan tim untuk mengatasi kanker rektum sering digunakan. Selain mendapatkan perawatan dari perawat, pekerja sosial dan konselor serta ahli diet, Anda juga mungkin ditangani oleh spesialis dokter berikut:

  • Ahli bedah
  • Gastroenterolog, dokter dengan spesialisasi mengatasi penyakit pada sistem pencernaan
  • Onkolog medis, dokter dengan spesialisasi mengatasi kanker dengan obat, kemoterapi.
  • Onkolog radiasi: dokter dengan spesialisasi mengatasi kanker dengan radiasi.

Pencegahan

Apa saja yang bisa dilakukan untuk mencegah kanker rektum?

Berikut adalah perubahan gaya hidup yang dapat membantu Anda mencegah kanker rektum:

  • Meningkatkan konsumsi gandum utuh, buah dan sayuran, dan mengurangi asupan daging merah dan daging olahan.
  • Aktivitas fisik direkomendasikan untuk ditingkatkan. Latihan fisik dikaitkan dengan pengurangan risiko pada usus besar namun bukan pada rektum. Kadar aktivitas fisik yang tinggi mengurangi risiko kanker rektum sebanyak sekitar 21%.
  • Sering duduk dalam jangka lama dikaitkan dengan angka mortalitas akibat kanker rektum. Risiko tidak dihilangkan dengan olahraga rutin, namun dapat menurun.
  • Bukti untuk efek perlindungan dari serat buah dan sayuran kecil.
  • Risiko kanker rektum dapat dikurangi dengan menjaga berat badan yang sehat.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: November 28, 2017 | Terakhir Diedit: November 28, 2017

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan