Pilihan Pengobatan Kanker Usus Besar

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/04/2020 . 6 menit baca
Bagikan sekarang

Kanker usus besar merupakan salah satu penyakit yang menyerang sistem pencernaan yang bisa berujung dengan kematian. Pasalnya, sel kanker bisa menyebar dan mematikan jaringan sehat di sekitarnya. Untungnya, tersedia beragam obat dan pengobatan yang bisa meredakan gejala dan mematikan sel kanker di sekitar usus besar. Apa saja?

Obat kanker usus besar saat kemoterapi

cara menyimpan obat padat

Kemoterapi adalah terapi dengan menggunakan obat-obatan penghancur sel kanker. Biasanya, perawatan ini dilakukan ketika sel kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening dan dilakukan sebelum operasi dilakukan.

Selain meredakan gejala kanker usus besar, penggunaan obat dalam kemoterapi juga bisa mengurangi risiko kekambuhan. Melanasir situs Targeted Oncology, obat-obatan yang biasanya digunakan pada kemoterapi jenis kanker ini, meliputi:

Capecitabine

Capecitabine merupakan obat yang biasanya digunakan untuk mengobati kanker payudara, usus besar, dan rektum (bagian ujung usus besar). Obat masuk dalam kelas antimetabolit, yakni bekerja dengan menghentikan atau memperlambat pertumbuhan sel kanker.

Obat kanker usus besar ini diminum sebanyak 2 kali sehari selama 2 minggu. Kemudian, penggunaan obat dihentikan selama 1 minggu lalu diulangi lagi seperti aturan minum obat sebelumnya. Efek samping yang ditimbulkan selama penggunaan capecitabine adalah sakit perut, sembelit, rambut rontok, dan pusing.

Fluorouracil

Fluorouracil adalah obat yang sering digunakan untuk mengobati kanker usus, rektum, dan anus. Cara kerja obat ini yaitu masuk ke dalam metabolisme sel kanker,  merusak DNA dan RNA, serta menghambat sel kanker tersebut untuk membelah diri.

Tidak diminum, obat ini diberikan melalui suntikan atau dioleskan pada kulit. Penggunaan obat mungkin dapat menimbulkan efek samping seperti diare, mual, dan perubahan rasa di lidah.

Oxaliplatin

Oxaliplatin termasuk dalam obat kanker usus kelas alkilasi, yakni dapat mematikan sel kanker. Obat ini biasanya diresepkan ketika sel kanker sudah bermetastatis yakni menyebar ke area lain. Kadang obat ini juga diberikan bersamaan dengan fluorouracil.

Seperti obat pada umumnya, oxaliplatin dapat menyebabkan efek samping seperti susah menelan, kejang otot di sekitar rahang, dan perubahan rasa di lidah.

Obat kanker usus besar saat terapi target

obat tidur untuk ibu hamil

Selain kemoterapi, kanker usus besar juga bisa diobati dengan terapi target. Pengobatan ini khusus menargetkan sel kanker pada usus besar dengan menggunakan obat. Terapi ini bisa dilakukan secara bersamaan dengan kemoterapi dan direkomendasikan pada penderita kanker tingkat lanjut.

Beberapa obat yang biasanya digunakan dalam terapi target kanker usus besar, antara lain:

Bevacizumab

Obat kanker usus besar ini bekerja dengan menghambat faktor pertumbuhan sel kanker. Pemberian obat hanya dilakukan lewat suntikan infus ke pembuluh darah. Efek samping yang mungkin terjadi meliputi sakit perut, mual, diare, dan sakit kepala.

Dosis pertama bevacizumab akan diberikan selama 90 menit. Bila tubuh Anda merespons dengan baik obat tersebut, durasi pemberian dosis lanjutan akan dipersingkat menjadi 30 menit.

Cetuximab

Sama seperti bevacizumab, cetuximab juga termasuk kelas obat antibodi monoklonal. Antibodi tunggal ini akan mencari sel kanker dan menargetkan protein tertentu di permukaannya agar tidak berkembang. Pemberian obat kanker usus besar ini juga melalui suntikan infus.

Obat ini hanya diberikan satu kali seminggu dengan durasi pemberian selama 2 jam. Pada perawatan selanjutnya, durasi pemberian hanya memakan waktu 1 jam.

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan obat cetuximab adalah ruam kulit, kadar magnesium rendah, peradangan di lapisan mulut, hidung, atau usus. serta perubahan kinerja hati. Karena efek sampingnya ini, dokter merekomendasikan Anda untuk pemeriksaan darah secara rutin.

Pengobatan kanker usus besar lainnya

operasi kanker usus besar

Selain obat-obatan, kanker usus besar juga bisa diobati dengan cara lain, umumnya adalah operasi dan terapi. Lebih jelasnya, mari bahas satu per satu pengobatan kanker usus besar berikut ini.

1. Operasi untuk kanker usus besar stadium awal

Adanya kanker usus besar biasanya ditandai dengan polip usus atau tumor. Nah, jika ukuran usus besar sangat kecil, dokter akan merekomendasikan operasi kecil, meliputi:

Polipektomi

Polipektomi adalah operasi pengangkatan polip selama kolonoskopi. Kolonoskopi adalah prosedur medis untuk melihat untuk melihat kondisi usus besar menggunakan teleskop fleksibel. Ketika prosedur ini dilakukan dan terdeteksi polip kecil di sekitar usus besar, pengangkatan polip akan dilakukan bersamaan.

Reseksi mukosa (lapisan lendir) endoskopi

Jika polip berukuran lebih besar terdeteksi saat kolonoskopi, dokter akan merekomendasikan prosedur ini. Sebenarnya, prosedur ini tidak berbeda jauh dengan polipektomi, hanya saja alat yang digunakan berbeda. Selain itu, dokter juga akan mengangkat sejumlah kecil lapisan lendir di usus.

Pembedahan invasif minimal

Polip yang tidak bisa dihilangkan selama kolonoskopi, mengharuskan dokter melakukan laparoskopi. Pada prosedur ini, dokter membuat sayatan kecil di dinding perut, memasukan alat khusus yang dilengkapi kamera untuk memonitori kondisi usus.

2. Operasi kanker usus besar stadium lanjut

Pada kanker usus besar stadium lanjut, minum obat-obatan saja atau operasi kecil tidak akan cukup. Dokter mungkin akan menyiapkan operasi lebih besar, di antaranya:

Kolektomi parsial

Pada prosedur ini, dokter bedah akan mengangkat bagian usus besar yang terkena kanker sekaligus jaringan normal di kedua sisinya. Bagian usus yang terpotong akan disambungkan dengan bagian usus yang sehat. Kolektomi parsial bisa juga dilakukan dengan laparoskopi.

Kolostomi

Prosedur ini dilakukan untuk membuat lubang pada dinding perut untuk disambungkan dengan usus besar paling ujung yang masih berfungsi.

Kemudian, bagian usus tersebut akan dijahit dan kotoran (feses) nantinya akan keluar melalui lubang itu. Prosedur ini biasanya dilakukan ketika penyumbatan terjadi.

3. Terapi radiasi

Terapi radiasi adalah pengobatan kanker usus besar menggunakan sumber energi kuat, seperti X-ray. Sinar tersebut akan membunuh sel-sel kanker yang mungkin tersisa setelah operasi, untuk menyusutkan tumor sebelum operasi sehingga menjadi lebih mudah untuk diangkat, atau meredakan gejala kanker usus besar dan kanker rektum.

Terapi radiasi jarang digunakan dalam kanker usus besar stadium awal, tetapi merupakan bagian rutin dari pengobatan kanker rektum. Terutama jika kanker telah menembus dinding rektum atau menjalar ke kelenjar getah bening terdekat.

Terapi radiasi biasanya dikombinasikan dengan obat-obatan kemoterapi setelah operasi untuk mengurangi risiko kekambuhan kanker usus besar.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sudah Benarkah Cara Cuci Tangan Anda?

Cuci tangan bukan sekadar gosok, bilas, dan keringkan. Ada cara cuci tangan yang baik untuk benar-benar efektif bunuh kuman.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Tips Sehat 22/06/2020 . 4 menit baca

Apakah Anda Termasuk Orang yang Cukup Bersih? Cek Dulu di Sini!

Selama ini Anda sudah mahir menjaga kebersihan diri atau belum? Ini dia tips-tips supaya tubuh selalu bersih dan bebas dari penyakit.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 22/06/2020 . 5 menit baca

4 Penyebab Kanker Kembali Lagi Setelah Sembuh

Setelah melakukan pengobatan yang cukup panjang dan kanker dinyatakan sembuh, rasanya sangat melegakan. Namun, bagaimana kalau kanker kembali muncul?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Hidup Sehat, Tips Sehat 21/06/2020 . 6 menit baca

9 Makanan yang Ampuh Mengusir Perut Kembung

Perut kembung atau begah pasti sangat mengganggu. Untuk segera meredakan rasa tidak nyaman, siapkan berbagai makanan berikut untuk mengusir perut kembung.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 20/06/2020 . 6 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

gejala penyakit yang diacuhkan

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 4 menit baca
mengatasi mimpi buruk

Sering Mimpi Buruk? Ini Cara Mengatasinya

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 02/07/2020 . 5 menit baca
mitos fakta cacingan

Mengungkap Mitos dan Fakta Seputar Masalah Cacingan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 29/06/2020 . 5 menit baca
kacang almond

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 5 menit baca