Hati-hati, Ini 4 Penyebab Rektum Berdarah Secara Tiba-tiba

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Rektum adalah saluran sepanjang 15 cm yang terhubung dengan bagian bawah usus besar. Saluran ini berfungsi sebagai tempat penampungan sementara feses sebelum dikeluarkan melalui anus. Jika Anda pernah mengalami rektum berdarah secara tiba-tiba, maka kondisi ini perlu ditangani dengan pemeriksaan lebih lanjut. Pasalnya, rektum yang berdarah dapat menandakan penyakit serius pada saluran pencernaan.

Gejala lain yang menyertai rektum berdarah

Munculnya darah pada saat Anda buang air besar adalah ciri utama perdarahan pada rektum. Penderita kondisi ini biasanya mendapati darah yang keluar dari rektum berwarna merah terang, merah gelap, hingga kehitaman atau disebut melena. Perbedaan warna ini dapat membantu menentukan dari mana perdarahan tersebut berasal.

Darah yang berwarna terang biasanya menandakan luka pada saluran cerna bagian bawah yaitu usus besar atau rektum. Darah yang berwarna merah gelap biasanya berasal dari perdarahan pada saluran cerna bagian atas yaitu lambung dan usus halus. 

Penyebab rektum berdarah secara tiba-tiba

Berikut adalah sejumlah kondisi yang dapat menyebabkan rektum berdarah secara tiba-tiba:

1. Hemoroid (wasir)

Wasir adalah penyakit akibat pembengkakan pembuluh darah di bagian bawah rektum atau di sekitar anus. Kondisi ini umumnya ditandai dengan nyeri, iritasi, dan rasa gatal hebat di sekitar anus. Anda mungkin juga akan merasakan mulas yang disertai rasa sakit, serta feses yang keluar bukan saat Anda buang air besar.

Gejala wasir umumnya dapat diatasi dengan konsumsi suplemen serat atau penggunaan obat-obatan. Bila hal ini tidak membantu, dokter dapat melakukan tindakan medis untuk mengecilkan ukuran wasir.

2. Tukak lambung

Rektum yang berdarah secara tiba-tiba juga dapat menandakan gangguan pada lambung. Tukak lambung adalah luka pada dinding lambung yang diakibatkan oleh pengikisan dinding lambung dan infeksi bakteri H. pylori. Penyakit ini ditandai dengan perubahan nafsu makan, mual dan muntah, tinja mengandung darah, dan gangguan pencernaan.

Jika tukak lambung disebabkan oleh infeksi, maka dokter dapat menyarankan kombinasi obat-obatan dan antibiotik untuk membunuh bakteri. Namun, apabila penyebabnya adalah pengikisan dinding lambung, obat-obatan yang diberikan umumnya bertujuan untuk mengurangi produksi asam lambung dan membantu pemulihan luka.

3. Diverkulitis (radang kantung usus besar)

Diverkulitis adalah penyakit peradangan pada divertikula, yaitu sekumpulan kantung kecil yang terdapat di sepanjang usus besar. Gejalanya dapat berupa nyeri hebat pada perut, mual dan muntah, demam, terdapat darah pada tinja, serta rektum berdarah secara tiba-tiba.

Penyakit ini juga dapat berlanjut menjadi infeksi bila terdapat sisa-sisa makanan yang menutupi jalan masuk pada kumpulan kantung tersebut. Sayangnya, belum diketahui apa yang menjadi penyebab pasti diverkulitis selain faktor keturunan dan lingkungan yang diyakini dapat meningkatkan risikonya.

4. Fisura anus

Fisura anus adalah kondisi robeknya lapisan anus atau saluran di sekitarnya. Robekan ini dapat disebabkan oleh sembelit kronis, diare yang berlangsung lama, kebiasaan mengejan saat feses keras atau berukuran besar, serta seks anal. Sejumlah penyakit seperti radang usus besar, penyakit Crohn, infeksi menular seksual, dan kanker anus juga dapat meningkatkan risikonya.

Robekan pada anus umumnya akan sembuh sendiri setelah 4-6 minggu, bahkan mungkin lebih cepat dengan obat yang dapat melunakkan feses dan meredakan nyeri. Bila pengobatan ini tidak membantu dan fisura anus berlangsung selama lebih dari 8 minggu, Anda mungkin perlu menjalani pemeriksaan lanjutan atau tindakan operasi.

Rektum yang berdarah secara tiba-tiba bukanlah gejala yang boleh diabaikan. Pada sejumlah kasus, gejala ini bahkan dapat menandakan penyakit berbahaya seperti kanker usus besar. Jadi, jangan menunggu untuk memeriksakan diri Anda bila mengalaminya agar dokter dapat mendeteksi kemungkinan penyakit sedini mungkin.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca