Bisakah Kanker Usus Besar Kambuh Lagi?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019
Bagikan sekarang

Pasca pengobatan kanker, penyintas kanker dapat dihadapi oleh sejumlah masalah kesehatan lainnya. Tapi seringkali yang menadi kekhawatiran utama mereka adalah apakah kanker bisa kambuh lagi. Jika kanker kembali pasca pengobatan, ini disebut “kekambuhan.” Namun, beberapa penyintas kanker usus bisa terkena jenis kanker lainnya di masa depan yang sama sekali tidak berkaitan dengan yang dulu. kanker baru dan berbeda dari yang lama disebut dengan “kanker sekunder”.

Sayangnya, menjalani pengobatan kanker bukan berarti Anda akan kebal dari terkena kanker lagi. Terlepas dari jenis kanker yang pernah dimiliki, Anda masih mungkin untuk terkena kanker lain yang sama sekali baru, bahkan setelah selamat dari yang pertama. Bahkan, beberapa jenis kanker dan pengobatan kanker dapat dikaitkan ke risiko yang lebih tinggi untuk beberapa jenis kanker kedua.

Jenis kanker apa yang mungkin bisa muncul setelah kanker usus besar?

Para penyintas kanker usus besar bisa terkena kanker kedua jenis apapun, tetapi mereka lebih berisiko untuk terkena:

  • Kanker usus besar kedua (yang berbeda dari kanker pertama, artinya ini bukan kekambuhan)
  • Kanker rektum
  • Kanker lambung
  • Kanker usus halus
  • Kanker anus 
  • Kanker saluran empedu
  • Kanker rahim 
  • Kanker ginjal 
  • Kanker ureter (saluran yang menghubungan ginjal dengan kandung kemih)

Jenis kanker kambuhan atau sekunder pasca kanker usus besar yang paling sering ditemukan adalah kanker di sistem pencernaan. Ini mungkin dikarenakan faktor risiko yang serupa, seperti pola makan buruk, obesitas, dan kurangnya aktivitas fisik. Genetik juga bisa menjadi faktor risiko, misalnya, orang dengan sindrom kanker usus besar non-poliposis yang diturunkan di keluarga (atau sindrom Lynch), memiliki risiko lebih tinggi untuk banyak jenis kanker, termasuk kanker di usus besar, rektum, usus halus, lambung, saluran empedu, rahim, dan ureter.

Tidak jelas apakah risiko kanker paru akan meningkat sebagai kemungkinan kanker kambuh lagi. Studi-studi yang ada belum mendapatkan kesimpulan yang sama tentang hal ini.

Jenis kanker apa yang mungkin bisa muncul setelah kanker rektum?

Para penyintas rektum bisa terkena kanker kedua jenis apapun, tetapi mereka lebih berisiko untuk terkena:

  • Kanker usus besar
  • Kanker usus halus
  • Kanker paru 
  • Kanker vagina
  • Kanker ginjal

Pasien yang diobati dengan terapi radiasi memiliki risiko lebih tinggi untuk kanker kandung kemih dan kanker rahim.

Pasien yang didiagnosis dengan kanker rektum sebelum usia 50 tahun memiliki risiko tinggi untuk kanker di usus besar, usus halus, saluran empedu, dan rahim. Kanker-kanker ini ditemukan pada pasien dengan sindrom Lynch.

Bisakah mengobati atau mencegah kanker kambuh lagi?

Setelah menyelesaikan pengobatan kanker usus besar, Anda masih harus menemui dokter secara teratur untuk memeriksa tanda-tanda apakah kanker telah kembali atau menyebar. Anda akan menjalani kolonoskopi rutin untuk memeriksa apakah kanker telah kembali di usus besar, dan juga untuk memeriksa kanker dan polip kolorektal yang baru. Para ahli tidak menganjurkan tes tambahan untuk memeriksa kanker kedua pada orang tanpa gejala. Beri tahu dokter tentang gejala atau masalah baru, karena ini bisa disebabkan oleh kanker yang kembali atau oleh penyakit baru atau kanker kedua.

Para penyintas kanker usus besar harus menghindari rokok dan produk tembakau lainnya. Merokok meningkatkan risiko dari banyak jenis kanker.

Untuk membantu menjaga kesehatan yang baik, para survivor juga harus:

  • Mencapai dan mempertahankan berat badan sehat
  • Mengadopsi gaya hidup aktif secara fisik
  • Menjalani diet sehat, dengan penekanan pada makanan tumbuh-tumbuhan
  • Membatasi konsumsi alkohol maksimal 1 gelas per hari untuk wanita, atau 2 gelas per hari untuk pria

Langkah-langkah ini juga bisa menurunkan risiko beberapa kanker kambuh lagi atau muncul yang baru di masa depan.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Kita Sering Ngantuk Saat Puasa?

Penelitian menunjukkan bahwa pukul 14.00 sampai 16.00 adalah waktunya kantuk menyerang saat kita berpuasa. Kenapa sering ngantuk saat puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
Hari Raya, Ramadan 07/05/2020

Dua Vitamin dan Mineral yang Paling Diperlukan Tubuh Selama Puasa

Ketika bulan puasa, banyak orang yang mudah sakit dan merasa cepat lemas. Karena itu, Anda butuh minum vitamin C dan zinc untuk mengatasinya. Mengapa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hari Raya, Ramadan 01/05/2020

Yang Terjadi Dalam Tubuh Saat Kita Berpuasa

Saat puasa kita tidak boleh makan dan minum. Penasaran tidak, apa yang sebenarnya terjadi dalam tubuh saat kita berpuasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Maizan Khairun Nissa
Hari Raya, Ramadan 28/04/2020

4 Penyebab Sakit Kepala Saat Puasa dan Cara Mengatasinya

Sakit kepala saat puasa tentu sangat mengganggu. Nah, kira-kira apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Ini dia jawabannya!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hari Raya, Ramadan 27/04/2020

Direkomendasikan untuk Anda

protein untuk penderita kanker

4 Manfaat Penting Protein bagi Penderita Kanker

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 27/05/2020
mulut terasa pahit saat puasa

5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 19/05/2020
minum madu saat sahur

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
selain untuk mandi, banyak fungsi antiseptik cair yang bermanfaat untuk kesehatan

5 Fungsi Antiseptik Cair Selain untuk Mandi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 12/05/2020