Apa Itu Kanker Esofagus?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu kanker esofagus?

Kanker esofagus adalah salah satu jenis kanker yang berkembang di esofagus. Esofagus merupakan bagian tubuh yang menyerupai tabung hampa dan menghubungkan tenggorokan hingga lambung.

Untuk mencapai lambung, apapun yang masuk ke dalam mulut Anda, terutama makanan dan minuman, harus melewati esofagus. Organ ini terletak tepat di belakang saluran pernapasan (trakea) dan di depan tulang belakang.

Kanker umumnya muncul pertama kali di lapisan dalam esofagus (mukosa) dan berkembang ke bagian luar (melewati submukosa dan lapisan otot esofagus).

Selain itu, sel-sel kanker dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya apabila tidak segera ditangani, seperti kelenjar limfa, pembuluh darah, paru-paru, hati, dan lambung.

Seberapa umumkah kanker esofagus?

Kanker esofagus menempati urutan ke-9 jenis kanker yang paling sering terjadi, serta urutan ke-6 jenis kanker yang paling banyak menyebabkan kematian di dunia.

Penyakit ini tergolong endemik di beberapa negara, terutama di negara-negara berkembang, di mana penyakit ini menempati urutan keempat kanker dengan angka kematian tertinggi.

Pada beberapa area di dunia, seperti Asia dan bagian dari Afrika, penyakit ini lebih banyak terjadi. Beberapa faktor yang mungkin berperan adalah kekurangan gizi dan lingkungan yang tidak sehat.

Penyakit ini lebih banyak menyerang pasien berjenis kelamin laki-laki dibanding dengan perempuan. Perbandingan kejadiannya pada laki-laki dan perempuan adalah 4:1.

Selain itu, penyakit ini biasanya terjadi pada pasien berusia lanjut, yaitu umur 60 atau 70 tahun ke atas. Rata-rata usia pasien yang terdiagnosis pertama kali dengan kanker ini adalah 68 tahun.

Kanker esofagus dapat ditangani dengan cara mengenali faktor-faktor risiko yang ada. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut, Anda dapat berdiskusi dengan dokter Anda.

Jenis

Apa saja jenis-jenis dari kanker esofagus?

Pada dasarnya, kanker esofagus dapat dibagi menjadi tiga jenis. Pembagian jenis ini berdasarkan pada jenis-jenis sel yang terdampak:

1. Karsinoma sel skuamosa

Esofagus umumnya dilapisi dengan sel skuamosa. Apabila kanker pertama kali berkembang di lapisan ini, kanker dapat digolongkan sebagai karsinoma sel skuamosa.

Jenis ini dapat terjadi di bagian mana saja pada esofagus. Namun, sel-sel kanker lebih banyak ditemukan di bagian leher dan tengah.

2. Adenokarsinoma

Pada esofagus, terdapat sel-sel glandular yang berperan dalam produksi cairan seperti lendir. Apabila kanker tergolong dalam adenokarsinoma, artinya sel-sel kanker pertama kali muncul pada sel-sel glandular tersebut.

Jenis kanker ini umumnya terjadi di bagian bawah esofagus.

3. Jenis kanker langka

Jenis kanker lainnya termasuk sangat langka dan memiliki angka kejadian yang sangat rendah. Beberapa jenis kanker langka yang terjadi di esofagus adalah:

  • limfoma
  • melanoma
  • sarkoma

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala kanker esofagus?

Tanda-tanda dan gejala kanker esofagus umumnya tidak terlihat pada tahap-tahap awal perkembangannya.

Namun, seiring dengan berjalannya waktu, Anda mungkin akan mengalami beberapa gejala, mulai dari kesulitan menelan (disfagia) hingga batuk-batuk.

Berikut adalah beberapa tanda dan gejala penyakit ini:

1. Kesulitan menelan

Ini adalah salah satu tanda-tanda dan gejala kanker esofagus yang paling umum ditemukan. Anda mungkin akan merasakan panas dan nyeri saat menelan. Atau, makanan akan terasa menempel di tenggorokan dan dada.

2. Sensasi terbakar di dada

Anda mungkin akan mengalami gangguan pencernaan karena asam lambung naik ke esofagus, atau terjadi peradangan di lambung Anda.

Pada esofagus, terdapat katup yang disebut dengan sfingter. Katup ini berfungsi mencegah asam lambung naik ke esofagus. Apabila Anda memiliki kanker, katup ini tidak dapat berfungsi dengan baik dan mengakibatkan gangguan pencernaan.

Kondisi ini dapat menyebabkan rasa nyeri dan panas, yang seringkali disebut dengan heartburn.

3. Berat badan menurun

Karena Anda mengalami kesulitan menelan, ada kemungkinan Anda kekurangan asupan nutrisi yang cukup. Hal ini dapat menyebabkan berat badan Anda menurun secara signifikan.

Anda juga mungkin akan merasakan rasa sakit di tenggorokan, tulang dada, bahkan rasa sakit terkadang menjalar hingga ke punggung atau pundak.

4. Muntah

Anda mungkin akan mengalami regurgitasi, atau makanan kembali naik dari lambung ke esofagus. Hal ini dapat menyebabkan Anda merasa mual dan muntah.

5. Batuk-batuk yang disertai darah

Ada kemungkinan Anda batuk dan mengeluarkan darah apabila esofagus Anda terluka dan berdarah.

Gejala lainnya:

  • Kelelahan
  • Suara serak
  • Buang air besar berdarah

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Apabila Anda memiliki kekhawatiran akan munculnya gejala tertentu, segera hubungi dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Jika Anda didiagnosis dengan Barrett’s esophagus, kondisi prekanker yang meningkatkan risiko kanker esofagus yang disebabkan oleh asam lambung kronis, tanyakan dokter Anda tentang tanda-tanda dan gejala yang menandakan memburuknya kondisi.

Apa saja komplikasi yang diakibatkan dari kanker esofagus?

Seiring dengan berkembangnya sel-sel kanker dan tidak diobati dengan segera, penyakit ini dapat mengakibatkan beberapa komplikasi, seperti:

1. Obstruksi esofagus

Obstruksi merupakan penyumbatan yang terjadi di saluran pencernaan. Kanker dapat menyebabkan makanan atau cairan sulit melewati esofagus, sehingga proses penyerapan makanan pun terganggu.

2. Rasa sakit

Kanker yang tidak segera ditangani oleh tim medis dapat mengakibatkan rasa sakit yang luar biasa.

3. Pendarahan

Penyakit ini juga dapat menyebabkan pendarahan. Meskipun umumnya pendarahan terjadi secara bertahap, terkadang kondisi ini juga terjadi secara mendadak dan cukup parah.

Penyebab

Apa penyebab kanker esofagus?

Pada dasarnya, kanker terjadi akibat adanya mutasi atau perubahan pada DNA. DNA berperan dalam menginstruksikan fungsi dan kerja sel-sel tubuh.

Sel-sel tubuh yang normal seharusnya berkembang dan bereplikasi dengan normal. Kemudian, sel-sel tersebut akan mati dan digantikan dengan sel-sel yang baru.

Gen yang membantu sel-sel berkembang dan hidup adalah onkogen. Sementara itu, gen yang memperlambat proses perkembangan dan menentukan kapan sel-sel tubuh mati adalah gen penekan tumor.

Pada kejadian kanker, DNA yang bermutasi kemungkinan dapat menstimulasi onkogen secara berlebihan, atau justru mematikan gen penekan tumor. Hal ini mengakibatkan sel-sel tubuh berkembang secara tidak terkendali.

Penumpukan sel-sel yang bermutasi dapat menyebabkan munculnya tumor. Bahkan, sel-sel ini dapat tersebar ke anggota tubuh lainnya. Proses penyebaran ini dinamakan dengan metastasis.

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti apa penyebab dari mutasi gen dalam kanker esofagus. Namun, para ahli meyakini adanya beberapa faktor penting yang turut berperan, seperti konsumsi rokok, alkohol, hingga masalah-masalah kesehatan lainnya.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk terkena kanker esofagus?

Penyakit ini dapat menyerang setiap orang. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena penyakit ini.

Terdapat beberapa faktor risiko yang bisa diubah, namun ada pula faktor-faktor yang merupakan kondisi bawaan dan tidak dapat dikendalikan.

Memiliki salah satu atau semua faktor risiko bukan berarti Anda dipastikan akan mengidap penyakit ini. Beberapa orang yang memiliki penyakit ini bahkan tidak memiliki faktor risiko apapun.

Berikut adalah faktor-faktor risiko kanker esofagus:

1. Usia

Penyakit ini sering kali dideteksi atau didiagnosis pada usia tua. Risiko Anda terkena kanker semakin tinggi seiring dengan bertambahnya usia. Angka kejadian penyakit ini pada pasien berusia 55 tahun ke bawah cukup rendah, yaitu sekitar 15%.

2. Jenis kelamin

Penyakit ini lebih banyak ditemukan pada pasien berjenis kelamin laki-laki dibanding dengan perempuan.

3. Menderita penyakit GERD (asam lambung)

Umumnya, lambung memproduksi asam dan enzim untuk membantu mencerna makanan. Pada penderita GERD, asam lambung dapat kembali naik dari lambung ke esofagus.

Jika Anda mengalami gejala-gejala GERD cukup sering, peluang Anda terserang kanker esofagus pun lebih besar.

4. Menderita Barrett’s esophagus

Apabila asam lambung sering naik dan mengenai esofagus, dinding esofagus lama kelamaan akan rusak. Kondisi ini disebut dengan Barrett’s esophagus, di mana sel-sel glandular esofagus yang seharusnya resisten terhadap asam lambung, kini melemah.

Jika Anda memiliki penyakit ini, kemungkinan Anda untuk terkena kanker pun lebih besar.

5. Mengonsumsi rokok dan alkohol berlebihan

Penggunaan rokok dan alkohol yang berlebihan dapat memicu terjadinya masalah-masalah kesehatan, termasuk kanker.

Alkohol dapat memengaruhi risiko seseorang terkena kanker jenis sel skuamosa. Sementara itu, rokok memicu munculnya kanker jenis adenokarsinoma apabila dikonsumsi dalam jangka panjang.

6. Berat badan berlebih (obesitas)

Orang-orang dengan berat badan yang melebihi batas wajar atau obesitas lebih rentan mengalami penyakit ini. Hal ini kemungkinan berhubungan dengan fakta bahwa penderita obesitas lebih sering mengalami kenaikan asam lambung.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana kanker esofagus didiagnosis?

Ketika Anda merasakan adanya gejala-gejala kanker esofagus, segera periksakan diri ke dokter. Pertama-tama, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh.

Dokter akan menanyakan riwayat penyakit, faktor-faktor risiko yang ada, serta gejala-gejala yang Anda alami.

Jika dokter mencurigai adanya kanker, akan dilakukan beberapa tes tambahan untuk mendeteksi atau mendiagnosis penyakit secara akurat.

Berikut adalah beberapa tes yang dijalankan:

1. Barium swallow

Pada prosedur ini, cairan putih yang bernama barium harus Anda telan. Cairan ini nantinya akan melapisi dinding esofagus. Ketika dilakukan tes X-ray, barium akan memperlihatkan secara jelas bagian dalam esofagus.

2. CT (computed tomography) scan

CT scan menggunakan X-ray untuk mengambil gambar bagian dalam tubuh dari berbagai sudut. Tes ini membantu dokter untuk melihat apakah sel kanker telah menyebar ke organ tubuh lainnya.

3. MRI (magnetic resonance imaging) scan

MRI scan menggunakan gelombang radio dan magnet yang kuat untuk menghasilkan gambar bagian dalam tubuh Anda. Hasil gambar pun terlihat lebih detail.

4. PET (positron emission tomography) scan

Prosedur ini dilakukan dengan cara menyuntikkan zat radioaktif ke dalam tubuh. Zat ini lebih mudah diserap oleh sel-sel kanker. Dengan kamera khusus, sel-sel kanker yang telah menyerap zat radioaktif tersebut akan terdeteksi.

5. Endoskopi

Endoskopi adalah tabung kecil dengan kamera yang digunakan untuk memeriksa bagian dalam tubuh. Biasanya, endoskopi dimasukkan melalui tenggorokan, kemudian menuju ke dalam esofagus dan lambung Anda.

Bagaimana kanker esofagus ditangani?

Pada dasarnya, pengobatan kanker menggunakan tiga metode, yaitu operasi, kemoterapi, radioterapi, atau kombinasi ketiganya.

Pengobatan dan penanganan dilakukan tergantung pada jenis sel kanker, stadium kanker, seberapa jauh sel-sel kanker telah menyebar, serta kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan.

Berikut adalah pilihan penanganan kanker esofagus:

1. Operasi

Operasi biasanya dapat dikombinasikan dengan kemoterapi dan radioterapi. Beberapa jenis operasi yang dilakukan oleh tim bedah adalah:

  • Operasi pengangkatan tumor kecil
  • Operasi pengangkatan sebagian kecil esofagus (esofagektomi)
  • Operasi pengangkatan sebagian esofagus dan bagian atas lambung (esofagogastrektomi)

Prosedur ini memiliki risiko komplikasi yang cukup tinggi, seperti infeksi dan pendarahan.

2. Kemoterapi

Kemoterapi adalah pengobatan yang ditujukan untuk membunuh sel-sel kanker. Obat-obatan kemoterapi dapat disuntikkan atau diminum secara langsung.

Biasanya, kemoterapi dikombinasikan dengan radioterapi. Namun, ada kalanya terapi ini dilakukan sendiri untuk membantu meredakan tanda-tanda dan gejala kanker.

3. Terapi radiasi atau radioterapi

Radioterapi menggunakan cahaya X-ray berkekuatan tinggi untuk membunuh sel-sel kanker. Umumnya, terapi ini dilakukan dengan menggunakan mesin yang memancarkan radiasi dari luar (eksternal), atau memasukkan zat radiasi ke dalam tubuh Anda (internal).

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kanker esofagus?

Walau tidak ada satu cara tertentu untuk menghentikan kanker esofagus, ada beberapa langkah yang dapat membantu Anda mengatasi kanker esofagus:

  • Hindari rokok dan mengunyah tembakau
  • Batasi konsumsi alkohol
  • Miliki pola makan dengan banyak buah dan sayur serta jaga berat badan yang sehat.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Agustus 15, 2019 | Terakhir Diedit: Agustus 15, 2019

Yang juga perlu Anda baca