Definisi

Apa itu kanker esofagus?

Kanker esofagus adalah kanker yang bertumbuh di esofagus, bagian tubuh yang menyerupai tabung yang menghubungkan tenggorokan hingga lambung. Makanan dari mulut harus melewati esofagus untuk mencapai lambung. Kanker dimulai pada lapisan dalam esofagus dan dapat menyebar ke lapisan esofagus lainnya dan ke bagian tubuh lainnya (metastatis).

Seberapa umumkah kanker esofagus?

Pada beberapa area di dunia, seperti Asia dan bagian dari Afrika, kanker esofagus lebih umum terjadi. Pria dan lansia lebih sering mengalami kanker esofagus.

Namun, kanker esofagus dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala kanker esofagus?

Pada saat tahap awal dari kanker esofagus, Anda mungkin tidak akan mengalami gejala apapun. Dengan berkembangnya kanker, Anda dapat mengalami:

  • Penurunan berat badan yang tidak disengaja
  • Gangguan pencernaan
  • Heartburn (rasa terbakar di dada)
  • Kesulitan menelan
  • Sering tersedak saat makan
  • Muntah
  • Makanan naik ke esofagus
  • Nyeri dada
  • Kelelahan

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Jika Anda didiagnosis dengan Barrett’s esophagus, kondisi prekanker yang meningkatkan risiko kanker esofagus yang disebabkan oleh asam lambung kronis, tanyakan dokter Anda tentang tanda-tanda dan gejala yang mengisyaratkan memburuknya kondisi.

Pemeriksaan untuk kanker esofagus tidak dilakukan secara rutin karena kurangnya kelompok berisiko tinggi yang mudah diidentifikasi, serta kemungkinan risiko yang terkait dengan endoskopi. Jika Anda memiliki Barrett’s esophagus, diskusikan pro dan kontra dari pemeriksaan dengan dokter.

Penyebab

Apa penyebab kanker esofagus?

Tidak jelas apa penyebab dari kanker esofagus. Kanker esofagus terjadi saat sel pada esofagus mengalami kerusakan (mutasi) pada DNA. Kerusakan menyebabkan sel berkembang dan membelah dengan tidak terkendali. Sel abnormal yang berakumulasi membentuk tumor pada esofagus yang dapat berkembang untuk menginvasi struktur sekitar dan menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Ada tiga jenis utama dari kanker esofagus:

  • Squamous cell carcinoma muncul saat kanker muncul pada sel yang rata dan tipis yang membentuk lapisan esofagus. Jenis ini paling sering terjadi di bagian atas atau tengah esofagus, namun dapat muncul di mana saja.
  • Adenocarcinoma terjadi saat kanker muncul pada sel glandular pada esofagus yang berperan dalam produksi cairan seperti lendir. Adenocarcinoma paling umum terjadi pada bagian bawah esofagus.
  • Jenis langka lainnya. Jenis langka dari kanker esofagus meliputi choriocarcinoma, limfoma, melanoma, sarcoma dan sel kecil kanker.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk kanker esofagus?

Ada banyak faktor risiko untuk kanker esofagus, yaitu:

  • Asam lambung, di mana isi dan asam lambung naik ke esofagus, meningkatkan risiko adenocarcinoma pada esofagus secara signifikan.
  • Merokok atau penggunaan lain dari tembakau.
  • Penggunaan alkohol berat.
  • Barrett’s esophagus, kondisi yang mempengaruhi bagian bawah esofagus dan dapat menyebabkan kanker esofagus. Barrett’s esophagus dapat disebabkan oleh asam lambung. Dengan berjalannya waktu, asam lambung pada esofagus dapat menyebabkan perubahan pada sel yang meningkatkan risiko untuk adenocarcinoma.

Selain itu, kelompok tertentu, pria dan lansia berisiko lebih tinggi untuk kanker esofagus. Risiko adenocarcinoma pada esofagus lebih tinggi pada pria berkulit putih namun squamous cell carcinoma pada esofagus lebih umum terdapat pada pria Asia dan pria berkulit hitam.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana kanker esofagus didiagnosis?

Tes dan prosedur yang digunakan untuk mendiagnosis kanker esofagus meliputi:

  • Barium swallow X-ray, di mana Anda meminum cairan yang melapisi esofagus Anda. Hal ini membuat esofagus terlihat jelas di X-ray sehingga dokter dapat mengidentifikasi masalah tertentu.
  • Endoskopi: dokter memasukkan endoskop, tabung tipis dengan cahaya, ke dalam tenggorokan hingga ke esofagus untuk memeriksanya. Endoskopik ultrasound menggunakan gelombang suara untuk memberikan lebih banyak informasi mengenai tingkat keparahan tumor pada jaringan sekitar.
  • Biopsi: selama endoskopi, dokter dapat mengambil sel atau jaringan dari esofagus. Sel diperiksa di bawah mikroskop untuk melihat adanya kanker.
  • Tes lainnya, termasuk computed tomography (CT) scans, positron emission tomography (PET) scan, torakoskopi, dan laparoskopi, dapat dilakukan untuk menentukan apakah kanker telah menyebar atau metastasi, di luar esofagus. Proses ini disebut “staging”. Dokter membutuhkan informasi ini untuk merencanakan perawatan Anda.

Apa saja pengobatan untuk kanker esofagus?

Berdasarkan jenis sel yang terlibat pada kanker, tahap kanker, kondisi kesehatan keseluruhan, perawatan untuk kanker esofagus dapat ditentukan.

  • Operasi. Sebagian atau seluruh esofagus dapat diangkat.
  • Terapi radiasi. Membunuh sel kanker dengan radiasi.
  • Kemoterapi. Obat-obatan kuat yang menargetkan sel kanker pada tubuh. Biasanya dikombinasikan dengan terapi radiasi dan/atau operasi.
  • Terapi photodynamic. Menargetkan sel kanker awal dengan sinar laser khusus.
  • Elektrokoagulasi. Menggunakan arus listrik untuk menghancurkan sel kanker awal.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kanker esofagus?

Walau tidak ada satu cara tertentu untuk menghentikan kanker esofagus, ada beberapa langkah yang dapat membantu Anda mengatasi kanker esofagus:

  • Hindari rokok dan mengunyah tembakau
  • Batasi konsumsi alkohol
  • Miliki pola makan dengan banyak buah dan sayur serta jaga berat badan yang sehat.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Juli 13, 2017 | Terakhir Diedit: Juli 13, 2017

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan