backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

7 Penyebab Nyeri Leher dan Pundak serta Cara Mengatasinya

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Putri Ica Widia Sari · Tanggal diperbarui 4 minggu lalu

7 Penyebab Nyeri Leher dan Pundak serta Cara Mengatasinya

Nyeri leher dan pundak adalah salah satu kondisi yang cukup umum dialami banyak orang. Meski demikian, rasa nyeri ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, sehingga penting untuk memahami penyebab serta cara mengatasinya. 

Faktor penyebab nyeri leher dan pundak 

mengobati sakit leher

Nyeri leher biasanya menjadi gejala umum dari berbagai cedera atau bahkan kondisi medis tertentu. 

Seseorang mungkin bisa mengalami nyeri leher aksial, yaitu rasa nyeri yang sebagian besar hanya terasa di leher. 

Selain itu, ada juga nyeri leher radikuler, yaitu nyeri yang menjalar dari leher ke area lain, seperti bahu atau pundak hingga lengan. 

Ada beberapa kemungkinan yang dapat menjadi faktor penyebab sakit leher dan bahu, di antaranya sebagai berikut.

1. Postur tubuh yang buruk 

Menurut Health Direct, postur tubuh yang buruk menjadi salah satu penyebab utama sakit leher dan bahu.

Pasalnya, duduk atau berdiri dengan posisi yang tidak tepat dapat menyebabkan tekanan berlebih pada otot dan bagian tubuh lainnya, terutama leher dan pundak. 

Beberapa contoh postur tubuh yang buruk adalah duduk dengan posisi membungkuk ke depan hingga menatap layar gadget dengan kepala menunduk untuk waktu yang lama. 

2. Stres

Stres emosional dapat menyebabkan otot-otot tubuh menjadi tegang, termasuk di leher dan pundak.

Kondisi ini sering disebut sebagai “tension headache” atau sakit kepala ketegangan, di mana otot-otot di area leher dan kepala menegang dan menyebabkan rasa nyeri.

3. Cedera 

Cedera atau trauma pada leher dan pundak dapat menjadi penyebab timbulnya rasa nyeri.

Berbagai jenis cedera atau trauma dapat memengaruhi bagian tubuh ini, seperti cedera olahraga, jatuh, kecelakaan, hingga trauma akibat kegiatan sehari-hari. 

Cedera atau trauma pada leher dan pundak dapat menyebabkan berbagai gejala, termasuk nyeri, kaku, pembengkakan, memar, atau bahkan keterbatasan gerakan. 

4. Penuaan 

Seiring bertambahnya usia, bagian tulang belakang leher bisa mengalami penurunan fungsi, yang kemudian dapat menyebabkan rasa sakit. 

Menurut Cleveland Clinic, beberapa kondisi seperti osteoartritis dan penyempitan (stenosis) tulang belakang bisa membuat leher terasa sakit. 

Seiring berjalannya waktu, tekanan dan gerakan yang berulang-ulang bisa membuat cakram di tulang belakang melemah, yang akhirnya bisa menyebabkan cakram terjepit atau saraf terjepit.

5. Kerusakan pada tulang belakang 

Kerusakan pada tulang belakang, sumsum tulang belakang, atau saraf di leher bisa menjadi penyebab nyeri leher dan pundak. 

Ketika terjadi kerusakan pada struktur-struktur tersebut, baik karena cedera, degenerasi, atau kondisi medis tertentu, itu dapat mengakibatkan nyeri yang meluas ke daerah leher dan pundak. 

6. Serangan jantung 

Sakit pada leher dan bahu juga bisa menjadi gejala serangan jantung. Sering kali penyakit ini muncul bersamaan dengan gejala serangan jantung lainnya. 

Beberapa gejala tersebut berupa sesak napas, berkeringat, mual, muntah, hingga nyeri pada lengan

7. Meningitis 

Meningitis adalah peradangan pada jaringan tipis yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang. 

Orang yang menderita meningitis mungkin akan mengalami gejala berupa leher kaku, sakit kepala, mual, muntah, hingga sensitif terhadap cahaya

Bagaimana cara mencegah sakit leher dan bahu?

  • Perbaiki postur tubuh saat duduk, berdiri, dan tidur.
  • Gunakan bantal yang mendukung untuk leher saat tidur.
  • Istirahat yang cukup.
  • Pemanasan sebelum aktivitas fisik.
  • Melakukan peregangan atau olahraga secara rutin.
  • Hindari menggunakan tas selempang atau membawa beban berat hanya pada salah satu sisi pundak.

Bagaimana cara mengatasi sakit leher dan bahu? 

mencegah leher sakit

Mengatasi sakit leher dan pundak perlu disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Selain itu, nyeri leher dan bahu pun dapat pulih dengan sendirinya setelah beberapa minggu. 

Namun, merangkum Health Direct, berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meredakan rasa sakit di bahu dan leher. 

  • Istirahat. Beristirahatlah dengan cukup dan hindari aktivitas yang memperparah nyeri. Hindari posisi atau gerakan yang memicu nyeri.
  • Pemanasan dan pendinginan. Sebelum memulai aktivitas fisik, lakukan pemanasan untuk mempersiapkan otot-otot Anda. Setelahnya, lakukan pendinginan untuk meredakan ketegangan otot.
  • Peregangan otot. Lakukan peregangan otot leher, bahu, dan punggung secara teratur untuk meningkatkan fleksibilitas dan mengurangi ketegangan.
  • Pijat. Melakukan pijat lembut pada otot-otot leher dan bahu dapat membantu mengurangi ketegangan dan meningkatkan sirkulasi darah, sehingga bisa mengatasi sakit pada leher dan bahu.
  • Terapi panas atau dingin. Gunakan kompres panas atau dingin pada area yang terasa nyeri untuk meredakan ketegangan otot dan mengurangi peradangan.
  • Perbaiki postur. Pastikan postur tubuh Anda baik saat duduk, berdiri, atau tidur. Hindari postur yang buruk yang dapat menambah tekanan pada leher dan bahu.
  • Latihan kekuatan. Melakukan latihan untuk memperkuat otot-otot leher, bahu, dan punggung dapat membantu menjaga stabilitas dan mengurangi risiko cedera.
  • Obat pereda nyeri. Gunakan obat pereda nyeri, seperti obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) atau paracetamol. 
  • Stimulasi saraf listrik transkutan (TENS). Elektroda yang ditempatkan pada kulit di dekat area yang nyeri akan menghantarkan impuls listrik kecil yang dapat menghilangkan rasa sakit.
  • Suntikan steroid. Dokter mungkin juga akan menyuntikkan obat steroid di dekat sendi tulang belakang atau ke otot di leher. 
  • Operasi. Meski jarang dilakukan, prosedur bedah mungkin akan dilakukan oleh dokter bila diperlukan. 

Itulah beberapa penyebab nyeri pada leher dan bahu. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda dapat membantu mengatasi atau mencegah timbulnya sakit leher dan bahu serta menjaga kesehatan otot dan tulang belakang Anda.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Putri Ica Widia Sari · Tanggal diperbarui 4 minggu lalu

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan