Apa Itu Hipertensi Pulmonal?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia

Definisi

Apa itu hipertensi pulmonal?

Hipertensi pulmonal, atau hipertensi paru, adalah kondisi di mana tekanan di dalam pembuluh darah yang berasal dari jantung menuju paru‐paru terlalu tinggi. Jantung memompa  darah  dari  ventrikel  kanan  ke  paru‐paru untuk mendapatkan oksigen.

Peningkatan tekanan darah ini terjadi akibat adanya penyumbatan atau kerusakan pada arteri pulmonal, sehingga jantung harus bekerja lebih keras saat memompa darah ke paru-paru.

Gejala hipertensi pulmonal, penyebab hipertensi pulmonal, dan obat hipertensi pulmonal, akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.

Seberapa umumkah hipertensi pulmonal?

Meskipun  setiap  orang  bisa  mengalami  hipertensi pulmonal,  tetapi  orang  tua  lebih  berisiko terserang hipertensi pulmonal sekunder, sementara orang-orang yang lebih muda berisiko  menderita hipertensi jenis idiopatik.

Hipertensi pulmonal  idiopatik  juga  sering  terjadi  pada  wanita dibandingkan pria. Anda dapat menurunkan peluang terserang hipertensi pulmonal  dengan mengurangi  faktor  risiko  Anda. Silakan diskusikan dengan dokter Anda  untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala hipertensi pulmonal?

Sesak napas atau pusing selama beraktivitas  merupakan gejala-gejala awal yang biasanya muncul. Denyut jantung juga dapat menjadi cepat (palpitasi). Seiring berjalannya waktu,  gejala‐gejala muncul saat melakukan  aktivitas ringan atau bahkan saat sedang istirahat. Gejala lainnya meliputii:

  • Kaki dan pergelangannya bengkak
  • Warna kebiruan pada bibir atau kulit (sianosis)
  • Nyeri dada seperti ditekan, biasanya di bagian depan
  • Pusing bahkan pingsan
  • Kelelahan
  • Peningkatan ukuran perut
  • Badan lemas

Kemungkinan terdapat gejala dan tanda lain yang tidak disebutkan di atas. Apabila Anda memiliki kekhawatiran mengenai gejala penyakit ini, silakan konsultasikan dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika  Anda  memiliki  tanda‐tanda  atau  gejala  yang  tercantum  di  atas  atau  memiliki pertanyaan, silakan konsultasikan dengan dokter Anda.

Tubuh setiap orang berbeda‐beda. Selalu diskusikan dengan dokter untuk memperoleh yang terbaik bagi situasi Anda.

Penyebab

Apa penyebab hipertensi pulmonal?

Sisi kanan jantung memompa darah melalui paru‐paru, di mana darah mengambil oksigen. Darah kembali ke sisi kiri jantung, dan  dipompa  ke seluruh tubuh. Ketika arteri kecil (pembuluh darah) dari paru‐paru menjadi sempit, mereka tidak dapat membawa banyak darah.

Ketika ini terjadi, darah menumpuk dan menekan dinding pembuluh darah. Inilah yang disebut hipertensi paru.

Hipertensi paru jenis idiopatik merupakan kondisi genetik atau keturunan. Umumnya, kondisi ini sudah muncul sejak penderita lahir.

Gen dari orang‐orang dengan hipertensi jenis idiopatik membuat pembuluh darah menyempit sehingga darah menjadi lebih sulit mengalir.

Sementara itu, hipertensi jenis sekunder disebabkan oleh kerusakan arteri paru yang disebabkan oleh penyakit lain.

Berikut adalah pembagian jenis hipertensi pulmonal berdasarkan standar World Health Group (WHO):

Grup 1 (hipertensi akibat masalah pada pembuluh darah)

  • Mutasi genetik yang diturunkan dari anggota keluarga dengan kondisi atau penyakit yang sama
  • Konsumsi obat-obatan terlarang, seperti methamphetamine
  • Cacat jantung bawaan lahir (congenital heart disease)
  • Kondisi lainnya, seperti kelainan pada jaringan penghubung (skleroderma dan lupus), infeksi HIV, atau penyakit hati kronis (sirosis)

Grup 2 (hipertensi akibat penyakit jantung bagian kiri)

Grup 3 (hipertensi akibat penyakit paru-paru)

  • Penyakit obstruktif paru kronis, seperti emfisema
  • Penyakit paru, seperti fibrosis paru
  • Gangguan tidur atau sleep apnea
  • Terlalu lama berada di dataran tinggi atau ketinggian tertentu

Grup 4 (hipertensi akibat penggumpalan darah kronis)

  • Penggumpalan darah kronis pada paru-paru (emboli paru)

Grup 5 (hipertensi yang diakibatkan oleh kondisi lain tanpa kaitan yang jelas)

  • Kelainan pada darah
  • Kelainan yang memengaruhi beberapa organ tubuh, seperti sarkoidosis
  • Kelainan metabolisme, seperti glycogen storage disease
  • Tumor yang menekan pembuluh arteri pada paru-paru

Sindrom Eisenmenger

Sindrom ini merupakan salah satu jenis penyakit jantung bawaan lahir dan dapat mengakibatkan terjadinya hipertensi paru.

Kondisi ini biasanya terjadi karena ada lubang di antara kedua ventrikel jantung, yang disebut dengan defek septum ventrikel.

Lubang ini dapat menyebabkan terjadinya gangguan peredaran darah di dalam jantung Anda. Darah dengan oksigen yang bersih dapat tercampur dengan darah beroksigen kotor.

Hal ini menyebabkan volume darah yang kembali ke paru-paru meningkat, sehingga menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan darah pada paru-paru.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk hipertensi pulmonal?

Hipertensi pulmonal adalah kondisi kesehatan yang dapat terjadi pada hampir setiap orang, terlepas dari berapa usia dan apa kelompok ras penderitanya. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk menderita penyakit ini.

Penting untuk Anda ketahui bahwa memiliki salah satu atau beberapa faktor risiko bukan berarti Anda pasti akan terkena suatu penyakit atau kondisi kesehatan. Dalam beberapa kasus, tidak menutup kemungkinan seseorang dapat menderita penyakit atau kondisi kesehatan tertentu tanpa adanya satu pun faktor risiko.

Faktor‐faktor tertentu dapat meningkatkan risiko terkena hipertensi pulmonal:

  • Riwayat keluarga. Jika dua atau lebih anggota keluarga Anda memiliki penyakit ini atau  jika  terdapat  anggota  keluarga  dalam  garis  keturunan  Anda  yang  diketahui memiliki penyebab mutasi gen PH, maka risiko terkena PH akan lebih besar.
  • Gender. Idiopatik PAH dan PAH yang dapat diwariskan (juga dikenal sebagai PAH familial) biasanya 2,5 kali lebih sering ditemukan pada dibandingkan pria.
  • Ketinggian. Hidup di dataran tinggi  selama bertahun‐tahun dapat membuat Anda cenderung mengidap penyakit ini.
  • Penyakit lainnya. Penyakit lain, seperti penyakit bawaan jantung, penyakit paru‐paru, penyakit hati dan gangguan jaringan ikat seperti skleroderma dan lupus, dapat mengarah pada perkembangan hipertensi paru.
  • Obat  dan  racun. Obat‐obatan  tertentu,  seperti  metamfetamin  dan  obat  diet “fenphen,” diketahui menjadi penyebab hipertensi paru.

Apabila Anda tidak memiliki faktor risiko bukan berarti Anda tidak bisa terkena hipertensi pulmonal. Faktor‐faktor tersebut hanya untuk referensi saja. Anda harus konsultasi kepada dokter Anda untuk lebih jelasnya.

Diagnosis & pengoabtan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk hipertensi pulmonal?

Hipertensi  pulmonal  sulit  untuk  didiagnosis  pada  tahap  awal  karena  tidak  sering  terdeteksi dalam  pemeriksaan  fisik  rutin.

Bahkan ketika penyakit ini semakin  berkembang, tanda‐tanda dan gejalanya  mirip  dengan penyakit jantung dan paru‐paru  kondisi lain.

Dokter Anda akan melakukan  beberapa  tes untuk membuat diagnosis yang tepat bagi  kondisi Anda. Tes ini meliputi:

  • Tes darah
  • Kateterisasi jantung
  • Penyinaran dada dengan sinar‐X
  • CT scan di dada
  • Ekokardiogram
  • Elektrokardiogram
  • Tes fungsi paru‐paru
  • Pemindaian paru
  • Arteriogram paru
  • Tes berjalan selama enam menit
  • Penelitian tidur

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk hipertensi pulmonal?

Belum  ada  obat  untuk  pemulihan  hipertensi pulmonal. Tujuan pengobatan adalah untuk mengendalikan gejala dan mencegah  kerusakan pada paru‐paru.

Hal ini penting untuk mengobati gangguan medis yang menyebabkan hipertensi pulmonal, seperti sleep apnea obstruktif, kondisi paru‐paru, dan masalah katup jantung.

Kemungkinan dokter akan memberikan resep obat meliputi:

  • Warfarin dan antikoagulan, untuk membantu meringankan gejala hipertensi akibat penggumpalan darah
  • Vasodilator, untuk membantu  melonggarkan pembuluh darah yang  menyempit. Dosis tinggi calcium channel blockers, diuretik, dan oksigen juga sering digunakan.

Perangkat penyaring vena cava inferior dapat digunakan pada orang yang tidak memiliki antikoagulan.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi hipertensi pulmonal?

Berikut gaya hidup dan pengobatan rumahan  yang dapat membantu Anda mengatasi hipertensi pulmonal:

  • Banyak istirahat. Istirahat dapat mengurangi kelelahan yang mungkin berasal dari gejala hipertensi paru.
  • Tetap  aktif  sebisa  mungkin. Bahkan  aktivitas  paling  ringan  pun  bisa  terlalu melelahkan bagi  sebagian orang dengan hipertensi paru. Bagi orang lain, olahraga ringan seperti berjalan kaki memberikan  bermanfaat, dan menghirup oksigen selama latihan akan sangat membantu. Namun pertama‐tama, bicarakan dulu dengan dokter mengenai kegiatan fisik yang sesuai dengan kondisi Anda.
  • Jangan  merokok. Jika  Anda  merokok,  hal yang paling penting yang dapat Anda lakukan untuk kesehatan jantung dan paru‐paru Anda sendiri adalah berhenti. Jika Anda tidak dapat berhenti merokok,  mintalah dokter untuk membantu Anda berhenti. Selain itu, hindari asap rokok sebisa mungkin.
  • Tunda kehamilan dan jangan  menggunakan pil KB. Jika Anda  seorang  wanitadalam usia subur, usahakan hindari  kehamilan. Kehamilan bisa mengancam  jiwa Anda dan bayi Anda. Juga hindari  menggunakan pil KB yang dapat  meningkatkan risiko penggumpalan darah. Bicaralah dengan dokter Anda tentang bentuk‐bentuk alternatif pengendalian kelahiran.
  • Hindari bepergian ke atau tinggal di tempat  yang tinggi. Dataran tinggi dapat memperburuk gejala hipertensi pulmonal. Jika Anda tinggal di ketinggian 8.000 kaki (2.438 meter) atau lebih tinggi, dokter akan menyarankan Anda pindah ke dataran yang lebih rendah.
  • Hindari  hal­-hal  yang  dapat membuat  tekanan darah Anda semakin  rendah. Ini termasuk duduk di bak mandi air  panas atau sauna, atau mandi air panas berlama‐lama. Aktivitas  seperti  ini  akan  menurunkan tekanan darah Anda dan dapat menyebabkan pingsan, atau bahkan kematian.
  • Cari cara untuk mengurangi stres. Aktivitas seperti yoga, meditasi,  mendengarkan musik, atau membaca  buku dapat membantu Anda mengatasi stres. Cobalah untuk menyisihkan  setidaknya  30  menit  sehari  untuk  Anda  bersantai. Banyak orang dengan  hipertensi pulmonal sadar bahwa  mengurangi  stres  bisa  sangat membantu meningkatkan kualitas hidup mereka.
  • Menjalani diet bergizi serta berat badan yang sehat. Kemungkinan dokter akan menyarankan  untuk  membatasi  asupan  garam dalam diet Anda untuk meminimalkan  pembengkakan  jaringan  tubuh  (edema). Para  ahli  setuju  bahwa penderita  harus  makan  tidak  lebih  dari  1.500  sampai  2.400  miligram  garam  per hari. Perlu diingat bahwa makanan  olahan  seringkali  mengandung  garam  yang tinggi, jadi penting untuk memeriksa label dengan hati‐hati.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: September 22, 2016 | Terakhir Diedit: November 11, 2019

Sumber