Apa itu hipertensi pulmonal?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu hipertensi pulmonal?

Hipertensi pulmonal atau hipertensi paru adalah kondisi di mana tekanan di dalam pembuluh darah yang berasal dari jantung menuju  paru‐paru terlalu tinggi. Jantung memompa  darah  dari  ventrikel  kanan  ke  paru‐paru untuk mendapatkan oksigen. Karena darah menempuh perjalanan yang cukup dekat, tekanan  di  sisi  jantung dan  arteri  menyalurkan  darah  dari  ventrikel  kanan  ke paru‐paru biasanya  lebih  rendah  dari  tekanan sistolik  atau  diastolik. Ketika  tekanan  di  arteri  ini terlalu  tinggi,  arteri  di  paru‐paru  menjadi  sempit  sehingga  darah  tidak  mengalir seperti seharusnya. Hipertensi paru termasuk:

• Hipertensi pulmonal idiopatik
• Hipertensi pulmonal sekunder

Gejala hipertensi pulmonal, penyebab hipertensi pulmonal, dan obat hipertensi pulmonal, akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.

Seberapa umumkah hipertensi pulmonal?

Meskipun  setiap  orang  bisa  mengalami  hipertensi pulmonal,  tetapi  orang  tua  lebih  berisiko terserang  hipertensi pulmonal  sekunder, sementara  orang  muda  lebih  berisiko  menderita hipertensi pulmonal  idiopatik. Hipertensi pulmonal  idiopatik  juga  sering  terjadi  pada  wanita dibandingkan  pria. Anda  dapat  menurunkan  peluang  terserang  hipertensi pulmonal  dengan mengurangi  faktor  risiko  Anda. Silakan  diskusikan  dengan  dokter  Anda  untuk  informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala hipertensi pulmonal?

Sesak  napas  atau  pusing  selama  beraktivitas  merupakan  gejala  awal. Denyut  jantung menjadi  cepat  (palpitasi). Seiring  waktu,  gejala‐gejala  muncul  saat  melakukan  aktivitas ringan atau bahkan saat sedang istirahat. Gejala lain yakni:

  • Kaki dan pergelangannya bengkak
  • Warna kebiruan pada bibir atau kulit (sianosis)
  • Nyeri dada seperti ditekan, biasanya di bagian depan
  • Pusing bahkan pingsan
  • Kelelahan
  • Peningkatan ukuran perut
  • Badan lemas

Kemungkinan terdapat gejala dan tanda lain yang tidak disebutkan di atas. Apabila Anda memiliki kekhawatiran mengenai gejala penyakit ini, silakan konsultasikan dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika  Anda  memiliki  tanda‐tanda  atau  gejala  yang  tercantum  di  atas  atau  memiliki pertanyaan, silakan konsultasikan dengan dokter Anda. Tubuh setiap orang berbeda‐beda. Selalu diskusikan dengan dokter untuk memperoleh yang terbaik bagi situasi Anda.

Penyebab

Apa penyebab hipertensi pulmonal?

Sisi kanan jantung memompa darah melalui paru‐paru, di mana darah mengambil oksigen. Darah  kembali  ke  sisi  kiri  jantung,  dan  dipompa  ke  seluruh  tubuh. Ketika  arteri  kecil (pembuluh darah) dari paru‐paru menjadi  sempit, mereka tidak dapat membawa banyak darah. Ketika ini terjadi, darah menumpuk dan menekan dinding pembuluh darah. Inilah yang disebut hipertensi paru. Hipertensi  pulmonal idiopatik  diwariskan  turun‐temurun  dan  jarang  terjadi  dibandingkan dengan hipertensi pulmonal sekunder. Gen dari orang‐orang dengan hipertensi pulmonal idiopatik membuat pembuluh darah menyempit sehingga darah menjadi lebih sulit mengalir. Hipertensi pulmonal  sekunder disebabkan  oleh  arteri  dan  kapiler  di  paru‐paru  mengalami penyempitan  yang  menyebabkan  jantung  bekerja  lebih  keras  untuk memompa  darah melalui paru‐paru.Hipertensi paru dapat disebabkan oleh:

  • Penyakit autoimun yang merusak paru‐paru,  seperti skleroderma dan rheumatoid arthritis
  • Cacat jantung sejak lahir
  • Pembekuan darah di paru‐paru (emboli paru)
  • Gagal jantung
  • Gangguan pada katup jantung
  • Infeksi HIV
  • Level oksigen rendah dalam darah dan sudah  berkepanjangan (kronis)
  • Penyakit paru‐paru, seperti PPOK atau fibrosis paru
  • Obat (misalnya, obat diet tertentu)
  • Sleep apnea obstruktif

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk hipertensi pulmonal?

Faktor‐faktor tertentu dapat meningkatkan risiko terkena hipertensi pulmonal:

  • Riwayat keluarga. Jika dua atau lebih anggota keluarga Anda memiliki penyakit ini atau  jika  terdapat  anggota  keluarga  dalam  garis  keturunan  Anda  yang  diketahui memiliki penyebab mutasi gen PH, maka risiko terkena PH akan lebih besar.
  • Gender. Idiopatik PAH dan PAH yang dapat diwariskan (juga dikenal sebagai PAH familial) biasanya 2,5 kali lebih sering ditemukan pada dibandingkan pria.
  • Ketinggian. Hidup di dataran tinggi  selama bertahun‐tahun dapat membuat Anda cenderung mengidap penyakit ini.
  • Penyakit lainnya. Penyakit lain,  seperti penyakit bawaan jantung, penyakit paru‐paru, penyakit hati dan gangguan jaringan ikat seperti skleroderma dan lupus, dapat mengarah pada perkembangan hipertensi paru.
  • Obat  dan  racun. Obat‐obatan  tertentu,  seperti  metamfetamin  dan  obat  diet “fenphen,” diketahui menjadi penyebab hipertensi paru.

Apabila Anda tidak memiliki faktor risiko bukan berarti Anda tidak bisa terkena hipertensi pulmonal. Faktor‐faktor  tersebut  hanya  untuk  referensi  saja. Anda  harus  konsultasi  kepada dokter Anda untuk lebih jelasnya.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk hipertensi pulmonal?

Belum  ada  obat  untuk  pemulihan  hipertensi  pulmonal. Tujuan  pengobatan  adalah  untuk mengendalikan  gejala  dan  mencegah  kerusakan pada  paru‐paru. Hal  ini  penting  untuk mengobati  gangguan  medis  yang  menyebabkan  hipertensi  pulmonal,  seperti  sleep  apnea obstruktif, kondisi paru‐paru, dan masalah katup jantung.

Kemungkinan dokter akan memberikan resep obat meliputi:

  • Warfarin, antikoagulan, membantu PH karena pembekuan darah.
  • Vasodilator  untuk  membantu  melonggarkan  pembuluh  darah  yang  menyempit. Dosis tinggi calcium channel blockers, diuretik, dan oksigen juga sering digunakan.

Perangkat penyaring vena cava inferior dapat digunakan pada orang yang tidak memiliki antikoagulan.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk hipertensi pulmonal?

Hipertensi  pulmonal  sulit  untuk  didiagnosis  pada  tahap  awal  karena  tidak  sering  terdeteksi dalam  pemeriksaan  fisik  rutin. Bahkan ketika  penyakit  ini  semakin  berkembang,  tanda‐tanda  dan  gejalanya  mirip  dengan  penyakit  jantung  dan  paru‐paru  kondisi  lain. Dokter Anda  akan  melakukan  beberapa  tes  untuk  membuat  diagnosis  yang  tepat  bagi  kondisi Anda. Tes ini meliputi:

  • Tes darah
  • Kateterisasi jantung
  • Penyinaran dada dengan sinar‐X
  • CT scan di dada
  • Echokardiogram
  • EKG
  • Tes fungsi paru‐paru
  • Pemindaian paru
  • Arteriogram paru
  • Tes berjalan selama enam menit
  • Penelitian tidur

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi hipertensi pulmonal?

Berikut  gaya  hidup  dan  pengobatan  rumahan  yang  dapat  membantu  Anda  mengatasi hipertensi pulmonal:

  • Banyak istirahat. Istirahat dapat mengurangi kelelahan yang mungkin berasal dari gejala hipertensi paru.
  • Tetap  aktif  sebisa  mungkin. Bahkan  aktivitas  paling  ringan  pun  bisa  terlalu melelahkan bagi  sebagian orang dengan hipertensi paru. Bagi orang lain, olahraga ringan  seperti  berjalan  kaki  memberikan  bermanfaat,  dan  menghirup  oksigen selama  latihan  akan  sangat membantu. Namun  pertama‐tama,  bicarakan  dulu dengan dokter Anda mengenai batasan latihan khusus
  • Jangan  merokok. Jika  Anda  merokok,  hal  yang  paling  penting  yang  dapat  Anda lakukan untuk kesehatan jantung dan paru‐paru Anda sendiri adalah berhenti. Jika Anda  tidak  dapat  berhenti  merokok,  mintalah  dokter  untuk  membantu  Anda berhenti. Selain itu, hindari asap rokok sebisa mungkin.
  • Tunda  kehamilan  dan  jangan  menggunakan  pil KB. Jika  Anda  seorang  wanita dalam  usia  subur,  usahakan  hindari  kehamilan. Kehamilan  bisa  mengancam  jiwa Anda  dan  bayi Anda. Juga  hindari  menggunakan  pil KB  yang  dapat  meningkatkan risiko penggumpalan darah. Bicaralah dengan dokter Anda tentang bentuk‐bentuk alternatif pengendalian kelahiran.
  • Hindari bepergian ke atau tinggal di tempat  yang tinggi. Dataran tinggi dapat memperburuk  gejala  hipertensi  pulmonal. Jika  Anda  tinggal  di  ketinggian  8.000  kaki (2.438 meter) atau lebih tinggi, dokter akan menyarankan Anda pindah ke dataran yang lebih rendah.
  • Hindari  hal­-hal  yang  dapat membuat  tekanan  darah  Anda  semakin  rendah. Ini termasuk  duduk  di  bak  mandi  air  panas  atau  sauna  atau  mandi  air  panas berlama‐lama. Aktivitas  seperti  ini  akan  menurunkan  tekanan  darah  Anda  dan dapat menyebabkan pingsan atau bahkan kematian.
  • Cari  cara  untuk  mengurangi  stres. Aktivitas  seperti  yoga,  meditasi  dan biofeedback  untuk  mandi  air  hangat,  mendengarkan  musik  atau  membaca  buku. Cobalah  untuk  menyisihkan  setidaknya  30  menit  sehari  untuk  Anda  bersantai. Banyak  orang  dengan  hipertensi  pulmonal  sadar  bahwa  mengurangi  stres  bisa  sangat membantu meningkatkan kualitas hidup mereka.
  • Menjalani diet bergizi serta berat badan yang sehat. Kemungkinan dokter akan menyarankan  untuk  membatasi  asupan  garam  dalam  diet  Anda  untuk meminimalkan  pembengkakan  jaringan  tubuh  (edema). Para  ahli  setuju  bahwa penderita  harus  makan  tidak  lebih  dari  1.500  sampai  2.400  miligram  garam  per hari. Perlu  diingat  bahwa  makanan  olahan  seringkali  mengandung  garam  yang tinggi, jadi penting untuk memeriksa label dengan hati‐hati.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: September 22, 2016 | Terakhir Diedit: Desember 14, 2016

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca