Kebanyakan kasus meningitis atau peradangan pada selaput pelindung otak dan sumsum tulang disebabkan oleh infeksi. Akan tetapi, penyebab penyakit meningitis juga dapat berasal dari kondisi medis tertentu. Simak pembahasan selengkapnya di bawah ini.
Penyebab penyakit meningitis terkait infeksi
Meningitis umumnya disebabkan oleh infeksi virus. Meski begitu, patogen atau mikroorganisme berbahaya lain, seperti bakteri, jamur, dan parasit, juga bisa menyebabkan penyakit ini.
Penularan infeksi penyebab radang selaput otak ini dapat terjadi melalui kontak dan percikan air liur saat bersin, batuk, dan berciuman. Beberapa infeksi juga menular lewat saluran kelamin.
Berikut ini adalah jenis-jenis meningitis infeksi yang dibedakan menurut patogen penyebabnya.
1. Meningitis virus

Kebanyakan kasus meningitis disebabkan oleh infeksi virus. Meningitis virus dapat dialami oleh anak-anak, remaja, dan orang dewasa muda.
Gejala meningitis virus biasanya lebih ringan. Maka dari itu, meningitis virus tidak menyebabkan penyakit yang berat dan berkepanjangan.
Dari kelompok virus Enterovirus, sebanyak 85% di antaranya bisa menjadi penyebab meningitis. Beberapa jenis virusnya yaitu:
- coxsackievirus A,
- coxsackievirus B, dan
- echoviruses.
Selain itu, jenis meningitis ini juga bisa disebabkan oleh beberapa infeksi virus lain, seperti:
- herpes simplex penyebab herpes oral dan kelamin,
- varicella-zoster penyebab cacar air,
- HIV (human immunodeficiency virus),
- campak, dan
- enterovirus.
Pada kasus ringan, infeksi virus ini dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus.
Namun, dokter juga dapat meresepkan obat antivirus dan pereda nyeri untuk mengobati infeksi virus serta meredakan gejala yang disebabkan oleh meningitis virus.
2. Meningitis bakterialis
Meningitis bakterialis adalah penyakit radang selaput otak atau sumsum tulang belakang yang disebabkan oleh infeksi bakteri.
Jenis meningitis ini dapat menyebabkan dampak yang serius yang bahkan mengancam nyawa.
Selain itu, penyakit ini kerap kali disertai dengan kondisi serius lainnya, seperti sepsis, yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan, gagal organ, hingga kematian.
Beberapa jenis bakteri yang dapat menjadi penyebab penyakit meningitis adalah:
- Streptococcus pneumoniae,
- Neisseria meningitidis,
- Haemophilus influenzae (Hib),
- Streptococcus suis,
- Listeria monocytogenes,
- Streptococcus grup B, dan
- Escherichia coli.
Diagnosis meningitis bakterialis dilakukan lewat pemeriksaan pungsi lumbal. Akan tetapi, jenis bakteri penyebab meningitis mungkin sulit untuk ditentukan.
Pengobatan untuk meningitis bakterialis membutuhkan pemberian antibiotik sesegera mungkin, seperti ceftriaxone, benzylpenicillin, vancomycin, dan trimethoprim.
3. Meningitis jamur
Penyakit meningitis jamur lebih jarang terjadi dibandingkan dengan meningitis virus dan bakteri.
Faktor risiko meningitis virus berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Penyakit ini lebih berisiko terjadi pada pasien kanker dan orang dengan HIV/AIDS (ODHA).
Meningitis jamur dapat muncul ketika Anda menghirup spora dari jamur. Kemudian, spora jamur ini menimbulkan peradangan pada selaput otak atau saraf tulang belakang.
Dikutip dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), beberapa jenis jamur yang bisa menyebabkan meningitis adalah sebagai berikut.
- Cryptococcus: terdapat di tanah, kayu yang melapuk, dan kotoran burung.
- Blastomyces: bisa ditemukan di lingkungan yang banyak terdapat kotoran burung.
- Histoplasma: terdapat di tanah atau permukaan lembap serta kayu dan daun yang melapuk.
- Coccidioides: terdapat di permukaan tanah dan lingkungan yang kering.
Jamur yang tinggal di jaringan kulit manusia, seperti Candida, juga bisa menyebabkan infeksi pada meninges. Namun, jamur ini jarang menyebabkan penyakit meningitis.
4. Meningitis parasit
Penyebab penyakit meningitis juga bisa bermula dari infeksi parasit. Parasit ini dapat ditemukan dalam tanah, kotoran, hewan, dan daging hewan yang sudah terkontaminasi.
Terdapat tiga parasit utama yang menjadi penyebab radang selaput otak, yaitu Angiostrongylus cantonensis, Baylisascaris procyonis, dan Gnathostoma spinigerum.
Selain ketiga parasit di atas, terdapat juga jenis meningitis langka yang disebabkan oleh parasit Eosinophilic yang dikenal dengan penyakit meningitis eosinophilic.
Radang selaput otak akibat parasit tidak menular antarmanusia. Parasit ini umumnya masuk ke dalam tubuh melalui kontak dengan hewan atau konsumsi daging yang terkontaminasi.
Penyebab penyakit meningitis selain infeksi

Infeksi bukan satu-satunya penyebab dari penyakit meningitis. Radang selaput otak juga dapat disebabkan oleh penyakit, kondisi medis, atau pengobatan tertentu.
Berikut ini adalah beberapa penyebab noninfeksi dari meningitis yang perlu Anda waspadai.
- Konsumsi obat-obatan. Penggunaan obat antibiotik dan obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID) dapat menimbulkan komplikasi berupa peradangan selaput otak. Komplikasi yang sama juga bisa diakibatkan oleh pengobatan kanker.
- Gangguan autoimun. Terdapat kaitan antara lupus dan sarkoidosis dengan meningitis. Pada kondisi ini, terjadi peradangan pada selaput meninges, tetapi tidak ditemukan adanya mikroorganisme penyebab infeksi.
- Kanker. Sekalipun tidak berasal dari sistem saraf pusat, sel kanker di dalam tubuh bisa berpindah dan memicu peradangan pada selaput otak dan sumsum tulang belakang.
- Sifilis dan HIV. Infeksi penyebab penyakit menular seksual, seperti sifilis dan HIV, bisa menyerang meninges.
- Tuberkulosis. Meningitis tuberkulosis terjadi saat infeksi bakteri penyebab tuberkulosis telah menyerang selaput pelindung otak dan sumsum tulang belakang.
- Kondisi medis pada otak. Riwayat operasi otak atau cedera kepala yang parah dapat merusak meninges yang memungkinkan peradangan terjadi tanpa ada infeksi dari patogen tertentu.
Faktor risiko meningitis
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena meningitis adalah sebagai berikut.
1. Usia
Orang dari semua usia memang berisiko terkena radang selaput otak. Akan tetapi, orang pada kelompok usia tertentu lebih berisiko terhadap jenis meningtis yang spesifik.
Contohnya, kebanyakan kasus meningitis virus terjadi pada anak-anak di bawah 5 tahun. Jenis meningitis yang disebabkan oleh bakteri lebih umum terjadi pada orang di bawah 20 tahun.
2. Tidak divaksinasi
Risiko untuk terkena radang selaput otak lebih tinggi pada orang yang tidak memperoleh vaksin meningitis, baik untuk anak-anak maupun dewasa yang direkomendasikan.
3. Bepergian
Pergi ke wilayah yang memiliki kasus infeksi meningitis yang tinggi atau ke negara yang belum pernah dikunjungi sebelumnya akan meningkatkan risiko penyakit ini.
Risiko yang sama juga dihadapi oleh orang yang hendak beribadah ke Tanah Suci, tetapi tidak melakukan suntik meningitis untuk haji dan umrah.
4. Lingkungan
Lingkungan yang terisolasi, seperti asrama, penjara, atau tempat penitipan anak, dapat mempercepat penyebaran patogen penyebab meningitis.
Begitu pun pekerja rumah potong hewan, pengangkut hewan, dan penjual daging di pasar yang memiliki risiko lebih tinggi untuk terjangkit meningitis.
5. Kehamilan
Kehamilan meningkatkan risiko listeriosis atau infeksi bakteri Listeria yang juga menjadi penyebab penyakit meningitis. Listeriosis meningkatkan risiko keguguran dan kelahiran prematur.
6. Sistem imun lemah
Beberapa kondisi yang melemahkan sistem imun tubuh, seperti gangguan autoimun, HIV/AIDS, diabetes, dan kecanduan alkohol, bisa meningkatkan risiko seseorang terhadap meningitis.
Orang yang menjalani transplantasi organ serta harus minum obat imunosupresan yang menekan sistem imun juga perlu menerima vaksin untuk meminimalkan risikonya.
Infeksi virus dan bakteri, kondisi medis, atau penggunaan obat-obatan tertentu dapat menjadi penyebab penyakit meningitis yang perlu Anda waspadai.
Segeralah berkonsultasi dengan dokter bila Anda atau orang terdekat Anda mengalami gejala meningitis. Dengan begitu, dokter dapat memberikan diagnosis dan penanganan medis lebih lanjut.
Kesimpulan
- Penyebab penyakit meningitis biasanya berasal dari infeksi mikroorganisme, baik virus, bakteri, jamur, maupun parasit.
- Penyakit selaput otak ini juga dapat disebabkan oleh faktor noninfeksi, seperti penyakit autoimun, kanker, dan efek samping obat-obatan.
- Segera konsultasi dengan dokter untuk memperoleh penanganan yang tepat saat Anda mengalami gejala meningitis, seperti demam dan sakit kepala parah.