Apa Itu Arthritis?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu arthritis?

Arthritis adalah istilah yang digunakan untuk menyebut inflamasi atau peradangan pada sendi. Peradangan ini dapat memengaruhi beberapa sendi pada tubuh.

Sebenarnya, istilah arthritis dan rematik itu sama. Keduanya sama-sama menggambarkan adanya radang pada sendi yang bisa diakibatkan oleh berbagai jenis penyakit.

Terdapat lebih dari 100 jenis arthritis (rematik) yang ada, tapi jenis peradangan pada sendi yang paling banyak terjadi adalah osteoarthritis (OA) dan rheumatoid arthritis (RA).

Penyebab dari peradangan sendi sangat beragam, tergantung apa jenis arthritis yang diderita. Namun, faktor risiko yang paling sering ditemukan pada kebanyakan kasus arthritis adalah keturunan keluarga.

Gejala penyakit ini biasanya muncul secara bertahap, tetapi ada pula beberapa pasien yang merasakan tanda-tandanya secara mendadak. Pasien arthritis umumnya sering merasakan nyeri yang dapat berlangsung selama beberapa hari, bahkan beberapa minggu.

Seberapa umumkah arthritis?

Arthritis adalah masalah sendi yang cukup umum terjadi. Penyakit ini lebih banyak ditemukan pada orang-orang di atas usia 65 tahun, walaupun banyak pula anak-anak, remaja, dan orang dewasa yang mengalaminya. Juvenile rheumatoid arthritis adalah jenis peradangan sendi yang umumnya diderita oleh anak-anak.

Selain itu, kondisi ini lebih sering memengaruhi wanita dibanding pria. Orang-orang dengan berat badan berlebih atau obesitas juga lebih berisiko mengalami peradangan pada sendi.

Arthritis adalah kondisi yang dapat dikendalikan dengan cara mengurangi faktor risiko yang ada. Anda dapat berdiskusi dengan dokter untuk mengetahui informasi lebih lanjut.

Jenis

Apa saja jenis-jenis arthritis (rematik)?

Setidaknya ada 100 jenis penyakit radang sendi yang diketahui. Namun, ada dua tipe yang paling sering ditemukan pada penderitanya, yaitu osteoarthritis (OA) dan rheumatoid arthritis (RA).

1. Osteoarthritis

Osteoarthritis adalah jenis peradangan pada sendi yang paling banyak terjadi di dunia. Kondisi ini memengaruhi lapisan tulang rawan sendi, yang menyebabkan rasa sakit dan kesulitan untuk bergerak bagi penderitanya.

Pada kondisi yang tergolong parah, jaringan tulang rawan pada sendi dapat menipis dan menyebabkan tulang saling bergesekan. Hal ini dapat mengakibatkan perubahan bentuk sendi dan memaksa tulang keluar dari posisi normalnya.

Osteoarthritis lebih sering muncul pada sendi di bagian tangan, tulang belakang, lutut, dan pinggul. Jenis peradangan sendi ini biasanya berkembang pada orang-orang berusia lanjut.

2. Rheumatoid arthritis

Jenis yang satu ini termasuk dalam kelainan sistem imun tubuh manusia atau masalah autoimun. RA terjadi saat sistem imun berbalik menyerang jaringan-jaringan yang ada pada tubuh, termasuk sendi.

Kerusakan pada rheumatoid arthritis memengaruhi tulang dan tulang rawan di bagian sendi yang terdampak. Pada kasus yang lebih parah, RA juga dapat memicu masalah pada jaringan dan organ.

Tak hanya dua penyakit tersebut, berikut beberapa jenis arthritis lainnya:

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala arthritis (rematik)?

Tanda-tanda dan gejala dari arthritis pada umumnya akan muncul secara bertahap. Bahkan, dalam beberapa kasus, seseorang yang terkena peradangan pada sendi tidak akan menunjukkan gejala apapun ketika pertama kali terserang arthritis.

Tergantung dari jenis dan letak sendi yang diserang, maka itu gejalanya pun akan berbeda-beda. Berikut adalah gejala yang bisa terjadi pada pasien dengan arthritis.

1. Gejala osteoarthritis

Pada penderita osteoarthritis, akan muncul gejala-gejala seperti:

  • Rasa sakit saat bergerak
  • Sendi terasa kaku saat bangun tidur atau setelah lama tidak digerakkan
  • Fleksibilitas berkurang
  • Sensasi gesekan pada sendi, terkadang disertai bunyi
  • Terdapat benjolan keras di bagian sendi yang terdampak
  • Pembengkakan pada sendi

2. Gejala rheumatoid arthritis

Tanda-tanda yang terlihat dan terasa pada penderita RA tidak berbeda jauh dengan yang ditemukan pada pasien osteoarthritis, yaitu:

  • Sendi terasa hangat atau panas
  • Empuk dan lembut saat disentuh
  • Pembengkakan muncul pada sendi
  • Kelelahan
  • Demam
  • Nafsu makan berkurang
  • Sendi terasa kaku, terutama di pagi hari dan setelah lama tidak bergerak
  • Kekurangan darah atau anemia

Kemungkinan terdapat tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Apabila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, segera konsultasikan dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda mengalami tanda-tanda dan gejala yang telah disebutkan di atas, atau Anda memiliki rasa sakit berkepanjangan pada sendi-sendi Anda, segera kunjungi dokter untuk memeriksakan diri.

Tubuh masing-masing orang menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang berbeda-beda. Oleh karena itu, pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang paling sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab arthritis (rematik)?

Arthritis dapat berkembang ketika jaringan tulang rawan yang meradang, menyebabkan kerusakan yang cukup parah. Tulang rawan adalah jaringan ikat yang bertanggung jawab untuk melindungi tulang Anda agar tidak bergesekan satu sama lain ketika Anda bergerak.

Kerusakan yang terjadi pada tulang rawan dan sendi dapat disebabkan oleh beberapa hal, tergantung dari jenis dan pemicunya. Berikut adalah penjelasan mengenai penyebab arthritis berdasarkan jenisnya:

1. Penyebab osteoarthritis

Yang terjadi pada osteoarthritis disebabkan oleh degenerasi sendi. Sendi-sendi yang menopang beban tubuh seperti lutut, pinggul, kaki, dan tulang punggung, lebih rentan terkena kondisi ini.

Tulang rawan yang melapisi bagian ujung tulang semakin menipis seiring dengan bertambahnya usia. Hal ini dapat mengakibatkan pergesekan antar tulang-tulang Anda, sehingga terasa sakit ketika digerakkan.

Proses penipisan tulang rawan biasanya terjadi selama bertahun-tahun, tetapi bisa lebih cepat terjadi setelah Anda mengalami cedera pada sendi. Kelebihan berat badan atau obesitas juga dapat menambah beban sendi dan memicu terjadinya kondisi tersebut.

2. Penyebab rheumatoid arthritis

Penyakit ini terjadi akibat adanya kesalahan pada sistem imun tubuh yang berbalik menyerang bagian-bagian tubuh, termasuk sendi.

Sistem imun tubuh menyerang sinovial, sebuah jaringan lunak di sendi yang memproduksi cairan. Cairan ini berfungsi menjadi pelumas pada tulang rawan dan sendi.

Ketika jaringan sinovial mengalami kerusakan, akan terjadi peradangan dan pembengkakan yang berakibat buruk pada tulang rawan dan sendi. Pada kasus yang parah, tulang rawan dan sendi pun lama kelamaan akan rusak.

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan sistem imun tubuh menyerang jaringan di dalam tubuh sendiri. Terdapat dugaan bahwa sistem imun menjadi “bingung” setelah terjadi infeksi bakteri atau virus, sehingga akhirnya menyerang bagian-bagian tubuh dan sendi.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya terkena arthritis (rematik)?

Arthritis adalah kelainan sendi yang dapat terjadi pada setiap orang dari berbagai golongan usia dan kelompok ras. Namun, terdapat berbagai faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami peradangan pada sendi.

Beberapa faktor risiko yang dapat memicu terjadinya arthritis adalah:

1. Usia

Orang-orang berusia 40 hingga 60 tahun ke atas cenderung lebih rentan mengalami peradangan pada sendi. Lapisan tulang rawan pada sendi dapat menipis seiring dengan bertambahnya usia seseorang.

2. Jenis kelamin

Walaupun belum diketahui apa penyebab pastinya, arthritis adalah kondisi yang lebih sering menyerang perempuan dibanding laki-laki.

3. Pernah mengalami cedera atau kecelakaan

Apabila Anda pernah mengalami cedera saat berolahraga, beraktivitas berat, atau mengalami kecelakaan kendaraan bermotor, risiko Anda menderita peradangan sendi cukup tinggi.

Bahkan, cedera yang terjadi beberapa tahun lalu dan nampak sudah pulih tetap berpotensi memicu terjadinya arthritis.

4. Menderita obesitas

Tubuh dengan berat badan berlebihan dapat berpengaruh pada kondisi sendi Anda. Sendi yang menahan beban berlebihan berpotensi mengalami kerusakan, seperti di bagian lutut dan pinggul.

Selain itu, jaringan-jaringan pada lemak memproduksi protein yang dapat memperparah peradangan pada sendi.

5. Keturunan keluarga

Jika Anda memiliki anggota keluarga yang mempunyai masalah pada sendi, kemungkinan Anda mengalami peradangan sendi lebih besar.

6. Aktif merokok

Rokok dapat meningkatkan risiko Anda memiliki peradangan sendi, khususnya rheumatoid arthritis. Merokok juga diduga dapat memperparah gejala-gejala yang dirasakan pada penderita arthritis.

7. Paparan dari lingkungan sekitar

Walaupun masih membutuhkan penelitian lebih lanjut, orang yang sering terpapar bahan-bahan seperti asbes dan silika lebih rentan mengalami masalah pada sendi.

8. Cacat tulang bawaan lahir

Beberapa orang yang terlahir dengan bentuk tulang bermasalah memiliki risiko lebih tinggi terkena arthritis.

Komplikasi

Apa saja komplikasi yang dapat diakibatkan oleh arthritis?

Arthritis adalah penyakit yang dapat menimbulkan rasa sakit dan kesulitan bergerak dalam jangka waktu yang lama. Selain itu, penyakit ini juga berpotensi menimbulkan masalah-masalah kesehatan lainnya, seperti:

1. Osteoporosis

Penderita arthritis, khususnya jenis RA, berisiko juga mengalami osteoporosis. Kondisi ini disebabkan oleh melemahnya tulang-tulang dan lebih rentan terhadap kerusakan.

2. Nodul rheumatoid

Nodul atau benjolan keras dapat muncul di bagian sendi yang mengalami peradangan. Biasanya nodul muncul di titik-titik tubuh yang paling banyak mendapat tekanan, seperti siku.

3. Sindrom Sjogren

Sindrom Sjogren adalah kondisi di mana kelembapan pada mata dan mulut berkurang secara drastis. Orang-orang dengan sistem imun yang bermasalah, termasuk penderita rheumatoid arthritis, berisiko mengalami kelainan ini.

4. Infeksi

Tubuh akan lebih rentan mengalami infeksi bakteri dan virus apabila memiliki sistem imun yang bermasalah. Hal ini lebih banyak dijumpai pada penderita rheumatoid arthritis.

5. Gangguan tidur dan depresi

Rasa sakit dan nyeri yang menahun dapat mengakibatkan kekakuan pada sendi. Hal ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk gangguan saat tidur.

Tidur yang kurang dan rasa sakit yang kerap mengganggu kegiatan sehari-hari dapat menjadi salah satu pemicu depresi.

6. Carpal tunnel syndrome

Apabila arthritis menyerang sendi bagian pergelangan tangan Anda, peradangan dapat memengaruhi saraf bagian tangan dan jari Anda. Kondisi ini berpotensi menyebabkan terjadinya carpal tunnel syndrome.

7. Masalah pada jantung

Penyakit ini dapat meningkatkan risiko pengerasan dan penyumbatan arteri, termasuk pula peradangan pada selaput yang melapisi jantung.

8. Penyakit paru-paru

Arthritis adalah penyakit yang berpotensi memengaruhi organ-organ tubuh lainnya, termasuk peradangan dan luka pada paru-paru. Akibat dari kondisi ini adalah pernapasan pun akan bermasalah.

Diagnosis & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana arthritis didiagnosis?

Ketika mendiagnosis penyakit ini, dokter akan terlebih dahulu melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh, termasuk tulang belakang, sendi, dan mata Anda.

Anda mungkin akan menjalani tes darah untuk mengetahui adanya peradangan. Apabila dokter mencurigai terdapat infeksi, dokter juga mungkin akan mengambil sampel cairan dari sendi Anda. Cairan ini nantinya akan diperiksa di laboratorium.

Selain itu, Anda juga akan diminta melakukan beberapa tes pengambilan gambar. Jenis-jenis tes pengambilan gambar untuk mendiagnosis arthritis adalah:

1. Tes X-ray tulang (radiografi)

Dengan menggunakan tingkat radiasi rendah, tes ini akan menghasilkan gambaran pada tulang Anda. Tes ini bertujuan untuk melihat adanya penipisan dan kerusakan yang terdapat di tulang rawan.

2. Tes CT scan

CT scan biasanya dikombinasikan dengan X-ray radiografi untuk mengambil gambar bagian dalam tubuh dari berbagai sudut. Tes ini berguna untuk memeriksa sendi-sendi yang terletak terlalu dalam di tubuh dan tidak dapat dilihat hanya dengan X-ray biasa.

3. Tes MRI

Tes ini menggunakan gelombang radio dan komputer untuk menghasilkan gambar yang lebih detail. MRI bisa memperlihatkan bagian-bagian tulang beserta jaringan di sekitarnya, termasuk tulang rawan, ligamen, dan bagian dalam sendi.

4. Tes musculoskeletal ultrasound

Tes ini menggunakan alat kecil bernama transducer dan gel untuk menghasilkan gambar dari gelombang suara. Gambar yang dihasilkan akan menunjukkan tampilan sendi dan jaringan-jaringan di sekitarnya dengan detail, terutama yang terletak dekat dengan permukaan kulit.

Bagaimana pengobatan arthritis?

Arthritis adalah penyakit yang tidak dapat diobati sepenuhnya, tetapi ada beberapa cara untuk mengurangi ketidaknyamanan yang Anda alami.

Untuk osteoarthritis, obat yang sering diresepkan:

  • Pain-killer untuk meredakan rasa sakit
  • Obat non-steroid anti-inflamasi seperti ibuprofen
  • Kortikosteroid

Dalam kasus yang parah, dokter dapat merekomendasikan Anda beberapa operasi:

  • Artroplasti (pergantian sendi) untuk menggantikan sendi Anda dengan buatan
  • Arthodesis (penggabungan sendi): ujung tulang Anda terkunci bersama sampai mereka sembuh dan menjadi satu
  • Osteotom: di mana tulang dipotong dan kembali diselaraskan

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi arthritis?

Di samping perawatan medis, beberapa perubahan dalam gaya hidup Anda dapat membantu Anda mengelola arthritis.

1. Ubah pola makan

Anda dapat mulai melakukan diet sehat untuk menurunkan berat badan, terutama jika Anda menderita obesitas. Kelebihan berat badan adalah salah satu penyebab arthritis, sehingga menjaga berat badan adalah langkah yang penting.

Anda dapat memilih makanan yang mengandung antioksidan, seperti buah-buahan segar, sayur, rempah-rempah, ikan, dan kacang. Antioksidan dapat membantu mengurangi peradangan dalam tubuh.

2. Rutin berolahraga

Olahraga secara teratur dengan intensitas rendah akan menjaga kelenturan sendi Anda. Pilih olahraga yang tidak memberikan tekanan terlalu besar pada persendian tubuh, seperti berenang.

Pastikan tubuh Anda senantiasa aktif bergerak, namun Anda juga tidak boleh memaksakan diri. Anda harus tahu kapan untuk beristirahat dan tidak melakukan olahraga secara berlebihan.

Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan berkonsultasi dengan dokter Anda untuk lebih memahami solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: Maret 12, 2016 | Terakhir Diedit: Juli 29, 2019

Yang juga perlu Anda baca