backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

8 Manfaat Sumsum Tulang Sapi, Pelihara Tulang dan Sendi

Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan · General Practitioner · None


Ditulis oleh Zulfa Azza Adhini · Tanggal diperbarui 08/05/2024

8 Manfaat Sumsum Tulang Sapi, Pelihara Tulang dan Sendi

Sumsum tulang sapi biasanya direbus untuk membuat kaldu atau disajikan dalam sup hangat. Selain lezat dan menggugah selera, ternyata sumsum tulang sapi punya banyak khasiat untuk kesehatan. Apa saja manfaat sumsum tulang sapi?

Kandungan zat gizi sumsum tulang sapi

Sumsum tulang sapi adalah jaringan lunak yang terdapat di bagian tengah tulang sapi. Bagian sapi ini dikenal akan rasanya yang lezat sehingga banyak dikonsumsi dalam berbagai olahan masakan, seperti sop.

Pada dasarnya, sumsung tulang sapi memiliki kandungan lemak dan kalori yang cukup tinggi, tetapi bagian sapi ini kaya akan kandungan zat gizi lainnya.

Berikut ini kandungan zat gizi pada 100 gram sumsum tulang sapi. 

  • Kalori: 301 kkal.
  • Protein: 30 gram (g).
  • Lemak: 19,5 g.
  • Kalsium: 17 miligram (mg).
  • Zat besi: 2,65 mg.
  • Kalium: 240 mg.
  • Natrium: 372 mg.
  • Kolesterol 119 mg.

Selain zat gizi di atas, terdapat kandungan kolagen dan berbagai jenis vitamin, seperti vitamin B12, vitamin E, dan vitamin A, pada sumsum sapi.

Manfaat sumsum tulang sapi untuk kesehatan

Perlu Anda ketahui bahwa hingga saat ini belum ada penelitian yang secara langsung membahas manfaat sumsum sapi untuk kesehatan. 

Akan tetapi, kandungan zat gizi yang terdapat pada sumsum tulang sapi diketahui menyehatkan.

Untuk mengetahui lebih lanjut apa saja manfaat makan sumsum tulang sapi, simak ulasannya di bawah ini.

1. Memelihara sendi dan tulang

meningkatkan kepadatan tulang

Sumsum tulang tinggi akan kandungan kolagen dan glukosamin. Senyawa glukosamin dapat mengurangi peradangan serta meredakan nyeri sendi. 

Selain itu, studi dalam jurnal International Orthopaedics mengungkapkan bahwa kolagen dapat mengurangi rasa nyeri dan kekakuan pada sendi yang dialami oleh orang dengan osteoarthritis (pengapuran sendi). 

Tak hanya itu, susmum tulang sapi juga mengandung gelatin yang dapat membantu meningkatkan kepadatan mineral tulang.

2. Mengurangi risiko diabetes

Selain kaya akan kolagen, sumsum tulang sapi mengandung hormon adiponectin yang dapat berpotensi mengobati diabetes

Nah, penelitian dalam jurnal Life menunjukkan bahwa kadar adiponectin yang tinggi berhubungan dengan meningkatnya sensitivitas insulin dalam tubuh. 

Alhasil, sel tubuh mampu menggunakan gula darah secara efektif sehingga kadar gula darah tidak akan melonjak tinggi. 

Akan tetapi, perhatikan porsi makan Anda karena diabetes juga bisa dipicu oleh konsumsi lemak berlebihan. Pasalnya, sumsum tulang memiliki kandungan lemaknya cukup tinggi.

3. Meningkatkan kekebalan tubuh

Manfaat sumsum tulang sapi lainnya untuk kesehatan adalah memperkuat sistem kekebalan tubuh

Sumsum sapi mengandung senyawa conjugated linoleic acid (CLA) yang dapat meningkatkan fungsi sel imun tubuh dan mengurangi peradangan.

Selain itu, sumsum mengandung vitamin A yang juga baik untuk menjaga sistem kekebalan tubuh.

Studi dalam Journal of Clinical Medicine menunjukkan bahwa vitamin A berperan dalam mengatur sistem kekebalan tubuh dan melindungi tubuh dari berbagai penyakit. 

4. Mengurangi peradangan

Kandungan senyawa conjugated linoleic acid (CLA) dan vitamin E pada sumsum tulang sapi berkhasiat untuk mengurangi peradangan

Studi dalam International Journal of Preventive Medicine mengungkapkan bahwa CLA dan vitamin E dapat membantu mengurangi peradangan pada pasien dengan rematik atau rheumatoid arthritis

Kedua zat ini diketahui dapat mengurangi TNF-α , yakni sitokin yang berperan dalam respons peradangan pada tubuh. Namun, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai hal ini. 

5. Mengurangi risiko terkena kanker

Manfaat sumsum tulang sapi lainnya untuk kesehatan adalah membantu mengurangi risiko terkena penyakit kanker

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Processes mengungkapkan bahwa conjugated linoleic acid (CLA) memiliki sifat anti kanker yang mampu membunuh berbagai sel kanker, termasuk kanker usus atau payudara. 

Namun, penelitian ini baru dilakukan pada hewan. Belum diketahui bagaimana khasiat CLA dalam terapi pengobatan kanker pada manusia. 

6. Membantu pembentukan sel darah merah

Sumsum tulang sapi juga berkhasiat untuk membantu proses pembentukan sel darah merah dan hemoglobin

Hal ini karena bagian tulang sapi ini mengandung zat besi yang cukup tinggi. Zat besi merupakan zat gizi penting yang dibutuhkan dalam proses pembentukan sel darah merah.

Selain itu, kandungan vitamin B12  di dalam tulang sumsum sapi dapat membantu proses pembentukan sel darah merah yang normal.

7.  Mencegah penuaan kulit

manfaat perawatan kulit

Pada dasarnya, kolagen dapat ditemukan di kulit. Nah, sumsum tulang sapi juga merupakan sumber kolagen yang baik.

Asupan kolagen dari makanan dapat menjaga kesehatan kulit, termasuk mencegah munculnya tanda-tanda penuaan kulit.

Rutin mengonsumsi sumsum tulang sapi yang kaya kolagen juga dapat membantu meningkatkan elastisitas kulit. Dengan begitu, kulit akan tampak lebih kencang dan awet muda.

8. Mempercepat penyembuhan luka

Sup sumsum tulang sapi juga memiliki manfaat untuk mempercepat proses penyembuhan luka.

Bagian tulang sapi ini memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat membantu mengurangi peradangan pada luka. 

Selain itu, kandungan kolagen yang tinggi dapat memperbaiki jaringan ikat yang rusak dan menutup luka dengan cepat.

Untuk mendapatkan berbagai khasiat sumsum sapi di atas, Anda bisa mengolahnya menjadi sup, lalu mengonsumsinya secara rutin.

Ringkasan

  • Sumsum tulang sapi adalah jaringan lunak di bagian tengah tulang sapi.
  • Manfaatnya untuk kesehatan seperti memelihara sendi dan tulang, mengurangi risiko diabetes, mengurangi peradangan, dan meningkatkan sistem imun.
  • Bagian tulang sapi ini juga bermanfaat untuk merawat kulit, termasuk mencegah penuaan dan mempercepat penyembuhan luka.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Andreas Wilson Setiawan

General Practitioner · None


Ditulis oleh Zulfa Azza Adhini · Tanggal diperbarui 08/05/2024

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan