Apa itu alergi dingin?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu alergi dingin?

Urtitkaria dingin atau yang lebih dikenal dengan istilah alergi dingin adalah reaksi kulit dalam kurun waktu beberapa menit setelah Anda terkena paparan dingin, baik dari air maupun udara.

Ada banyak faktor yang bisa menjadi penyebab alergi dingin, beberapa di antaranya termasuk berada di ruangan ber-AC, berenang, atau selepas mandi di pagi hari. Biasanya kulit yang memiliki alergi terhadap dingin akan menjadi merah dan mengalami gatal-gatal.

Namun, gejala alergi dingin ini pada setiap orang mungkin akan berbeda-beda. Beberapa orang mungkin memunculkan gejala alergi dingin yang cenderung ringan, tapi beberapa lainnya mengalami syok anafilaktik seperti penurunan tekanan darah secara drastis, tidak bisa bernapas, hingga pingsan.

Seberapa umum alergi dingin?

Alergi dingin adalah penyakit yang umum. Namun dalam banyak kasus, penyakit ini lebih umum terjadi pada orang dewasa muda dan biasanya akan membaik dalam beberapa tahun. Silakan diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala alergi dingin?

Gejala-gejala umum dari alergi dingin adalah:

1. Gatal-gatal dan muncul ruam kemerahan

Gejala alergi dingin yang paling khas adalah munculnya ruam kemerahan di kulit dan terasa gatal. Gejala alergi dingin satu ini cenderung sulit hilang meski penderitanya berpindah ke lingkungan yang lebih hangat. Dalam beberapa kasus, gejala alergi dingin dapat memburuk dan bertahan hingga 24 jam atau bahkan lebih.

2. Tangan bengkak

Jika setelah melakukan kontak dengan benda yang bersuhu dingin tangan Anda membengkak, maka bisa jadi Anda terkena alergi dingin. Pembengkakan ini biasanya terjadi saat Anda memegang minuman dingin, mandi di pagi hari, dan terkena paparan suhu dingin lainnya. Selain di tangan, pembengkakan akibat alergi dingin juga bisa terjadi di bagian tubuh lainnya.

Bahkan dalam kasus yang paling berbahaya, pembengkakan dapat terjadi di bagian lidah dan tenggorokan dan membuat seseorang mengalami edema faring. Jika tidak segera mendapatkan pertolongan medis, hal ini dapat menyebabkan seseorang sulit bernapas dan bisa berujung pada kematian.

3. Muncul bentol-bentol merah

Timbulnya bentol-bentol kemerahan atau biduran ini sama halnya dengan gejala alergi lainnya. Paparan alergi dingin membuat sel darah putih melepaskan histamin ke aliran darah. Akibatnya, tubuh memberikan respon peradangan dengan memunculkan bentol merah, bengkak, gatal, dan perubahan kulit lainnya yang umum terjadi sebagai reaksi alergi.

Dokter biasanya akan menguji reaksi alergi ini dengan meletakkan es batu pada kulit pasien dan melihat respon peradangan yang mungkin timbul. Jika kulit menjadi merah dan timbul ruam, maka kemungkinan besar Anda memiliki alergi dingin.

4. Faktor keturunan

Jika Anda pernah atau sedang mengalami alergi dingin, coba tanyakan pada keluarga apakah mereka juga mengalami hal yang sama atau tidak. Pasalnya, menurut penelitian yang dilakukan oleh National Institute of Allergy and Infectious Disease pada tahun 2012, alergi dingin dapat disebabkan oleh faktor keturunan.

Gejala alergi dingin karena faktor keturunan biasanya muncul 30 menit setelah terpapar suhu dingin dan bisa bertahan hingga 48 jam. Umumnya penderita mengalami kulit kemerahan dan gatal disertai dengan demam, sakit kepala, nyeri persendian (artralgia), dan reaksi sel darah putih yang berlebihan (leukositosis) dalam darah.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala alergi dingin yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala alergi dingin tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Biasanya, dokter akan memberikan resep antihistamin dan meminta Anda untuk menghindari paparan udara dingin sampai alerginya membaik.

Dalam kasus yang parah, alergi dingin dapat menimbulkan stres yang tidak semestinya, terutama karena gejalanya sering disalahartikan dengan penyakit lain. Itu sebabnya, jangan sepelekan gejala alergi yang Anda alami.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala alergi dingin berikut ini:

  • Reaksi pada kulit setelah terkena dingin, walau reaksi ringan.
  • Reaksi mendadak setelah terkena dingin seperti merasa pusing, kesulitan bernapas atau pembengkakan pada lidah atau tenggorokan.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab alergi dingin?

Penyebab pasti dari alergi dingin masih belum diketahui. Beberapa orang menjadi lebih sensitif terhadap dingin karena keturunan, terkena sejenis virus, atau memiliki penyakit yang menyebabkan sel kulit semakin sensitif.

Namun secara umum paparan dingin menghantarkan histamin dan zat kimia lainnya pada aliran darah yang menyebabkan kemerahan dan reaksi gatal-gatal.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya terkena alergi dingin?

Beberapa faktor risiko yang bisa menjadi penyebab alergi dingin adalah:

  • Anak-anak dan remaja. Dalam banyak kasus, anak-anak dan remaja berisiko lebih tinggi terkena alergi dingin. Namun, kondisi ini biasanya dapat membaik dalam beberapa tahun.
  • Memiliki kondisi  medis tertentu. Orang yang memiliki kondisi kesehatan mendasar: seperti hepatitis atau kanker berisiko tinggi mengalami alergi dingin.
  • Faktor keturunan. Jika orangtua, saudar kandung, kakek, atau nenek Anda memiliki riwayat penyakit ini, Anda pun berisiko lebih tinggi untuk memilikinya. Namun, alergi dingin jarang diwariskan.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana cara mendiagnosis alergi dingin?

Alergi dingin dapat didiagnosis dengan menempelkan es pada kulit untuk beberapa menit. Jika Anda memiliki alergi kulit, gatal-gatal akan muncul setelah beberapa menit es batu diangkat. Banyak alergi dingin terjadi tanpa penyebab yang jelas. Namun pada alergi yang disebabkan kondisi tertentu, dokter dapat menjalani tes lanjutan seperti tes darah untuk melihat alergen apa yang menyebabkan reaksi.

Setelah dokter menemukan penyebab alergi yang Anda, dokter mungkin akan menyarankan suntikan alergi atau obat tetes alergi.

Apa saja obat alergi dingin?

Pada beberapa orang, urtikaria dingin alias alergi dingin bisa hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus setelah berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Secara umum sebenarnya tidak ada obat khusus untuk kondisi ini, tapi ada beberapa obat sebagai perawatan dan pencegahan yang dapat membantu.

Dokter biasanya akan menyarankan setiap pasiennya yang terkena alergi ini untuk menghindari paparan alergen, yaitu partikel di udara yang dapat menyebabkan alergi. Hal ini termasuk menghindari mandi dengan air dingin di pagi hari, tidak menggunakan AC, menggunakan pakaian hangat, tidak mengonsumsi makanan atau minuman dingin, menghindari berpergian ke dataran tinggi untuk sementara waktu, dan lain sebagainya. Jika cara tersebut tidak juga membuat kondisi pasien membaik, maka obat alergi dingin dengan resep khusus yang lebih paten dapat diberikan.

Sebelum Anda menggunakan obat alergi dingin, sebaiknya beritahu jika Anda memiliki alergi obat tertentu atau kondisi medis tertentu. Dengan begitu, dokter akan memberikan obat yang sesuai dengan kondisi Anda.

Dilansir dari DermNet New Zealand, ada beberapa obat alergi dingin yang biasa digunakan untuk mengatasi biduran saat alergi dingin kambuh. Beberapa obat alergi dingin yang sering diresepkan dokter termasuk:

1. Obat antihistamin

Antihistamin adalah obat alergi dingin paling umum yang sering digunakan. Histamin adalah zat kimia vasoaktif, yang memiliki efek pada pembuluh darah kecil (kapiler) agar bisa melebar. Saat Anda bersentuhan dengan penyebab alergi (alergen) yang sebenarnya tidak berbahaya, histamin yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh akan bereaksi secara berlebihan.

Histamin pun memerintahkan tubuh untuk melawan alergen. Hal inilah yang menimbulkan reaksi atau gejala alergi, yaitu kulit, hidung, dan mata terasa gatal.

Seperti namanya, antihistamin adalah obat yang menghentikan kerja histamin. Histamin biasanya dilepaskan saat Anda:

  • Terkena gigitan serangga
  • Biduran, angiodema, dan anafilaktik
  • Keracunan
  • Urtikaria pigmentosa

Dengan adanya obat antihistamin, maka efek histamin yang dikeluarkan saat sedang mengalami alergi dingin akan ditekan untuk mengurangi efek gatalnnya.

Antihistamin bisa didapatkan dalam bentuk tablet,  suntikan, atau krim. Suntikan hanya diberikan pada kasus alergi yang parah. Beberapa obat alergi dingin antihistamin yang banyak beredar di pasaran adalah seperti fexofenadine(Allegra®), loratadine (Claritin®), diphenhydramine (Otede®) atau cetirizine (Zyrtec®).

2. Leukotriene antagonis

Obat leukotriene antagonis disebut juga dengan antileukotriene. Obat ini menghambat zat leukotrien. Leukotrienes adalah substansi yang dilepaskan oleh sel darah putih di paru-paru yang menyebabkan peradangan dan aliran udara terhambat.

Obat ini pada dasarnya sering digunakan untuk menangani asma. Namun antileukotriene juga memiliki manfaat lain, di antaranya:

  • Pencegahan dan pengobatan asma pada anak dan orang dewasa.
  • Pengobatan alergi yang dipicu oleh alergen dalam ruangan seperti debu tungau, spora jamur, atau bulu binatang.
  • Pengobatan alergi musiman (hay fever) yang dipicu oleh alergen dari luar seperti serbuk sari dari pohon, rumput, atau gulma.
  • Untuk menangani berbagai jenis kasus biduran, termasuk biduran karena alergi dingin.

3. Obat kortikosteroid sistemik

Kortikosteroid sistemik adalah jenis obat alergi dingin yang diberikan secara oral (diminum) atau dengan disuntik. Obat alergi dingin satu ini memiliki efek antiradang yang mendalam, sehingga membantu meringankan gejala peradangan saat alergi Anda kambuh.

Ada beberapa jenis steroid sistemik, salah satunya adalah prednisone dan prednisolon. Keduanya adalah obat yang paling sering diresepkan untuk orang yang mengalami peradangan pada kulit.

Prednisone paling sering diberikan pada pagi hari. Pengobatan awal menggunakan prednisone ini biasanya diberikan untuk 2-4 minggu pertama, selanjutnya akan dilihat lebih lanjut hasilnya – apakah perlu menyesuaikan lagi dosisnya atau sudah cukup.

Penggunaan obat ini harus diawali dengan konsultasi kepada dokter terlebih dahulu sebab ada efek samping yang bisa terjadi sejak minum obat ini. Khususnya jika Anda minum dalam dosis yang tinggi (lebih dari 20 mg per hari).

Beberapa efek samping yang bisa ditimbulkan dari penggunaan obat prednisone antara lain:

  • Gangguan tidur
  • Nafsu makan meningkat
  • Kenaikan berat badan
  • Peningkatan gula darah 2 jam setelah makan
  • Efek psikologis tertentu

4. Omalizumab

Omalizumab atau disebut juga Xolair adalah terapi obat alergi dingin lini kedua untuk pengobatan biduran alias gatal-gatal. Obat alergi dingin satu ini biasanya juga digunakan untuk mengobati serangan asma sedang sampai berat. Omalizumab bekerja dengan cara menghalangi respon alami sistem kekebalan tubuh Anda terhadap pemicu alergi yang dapat menyebabkan gatal-gatal dan serangan asma akut.

Obat ini memengaruhi sistem kekebalan tubuh Anda (khususnya imunoglobulin E-IgE) dengan membantu menjaga saluran udara terbuka dan, seiring waktu, membantu mengontrol asma Anda dengan baik. Untuk kasus alergi dingin, omalizumab membantu mengurangi rasa gatal dan jumlah gatal-gatal pada kulit Anda.

Dilansir dari laman Mayo Clinic, obat ini biasanya diresepkan dokter untuk orang dengan alergi dingin yang tidak berhasil menggunakan obat lainnya. Contohnya obat antihistamin atau obat steroid sistemik.

Obat ini tidak bisa digunakan sembarangan, diberikan dengan suntikan di permukaan kulit setiap 4 minggu sekali. Obat ini bisa digunakan untuk remaja dan juga orang dewasa. Dosis obat akan bergantung pada kondisi medis Anda dan respon terhadap pengobatan.

Gunakan obat ini secara teratur untuk mendapatkan hasil terbaik. Untuk membantu Anda mengingat penggunaannya, gunakanlah pada hari yang sama dalam seminggu sesuai dengan jadwal Anda.

Jangan menghentikan pengobatan tanpa konsultasi dengan dokter Anda. Kondisi Anda mungkin dapat menjadi lebih buruk jika Anda tiba-tiba menghentikan penggunaan obat ini.

Pengobatan di rumah

Apa saja gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi alergi dingin?

Beberapa gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi alergi dingin di antaranya:

  • Minum obat alergi dingin. Menggunakan obat alergi dingin seperti antihistamin dapat membantu menghentikan histamin yang menyebabkan alergi dingin. Konsumsi obat-obatan tersebut sebelum Anda terkena paparan udara dingin. Jangan lupa, gunakan obat ini sesuai dengan petunjuk pemakaian yang tertera pada label kemasan obat atau petunjuk dokter.
  • Lindungi kulit dari perubahan suhu yang mendadak. Jika ingin bepergian ke daerah dataran, pastikan Anda membawa pakaian hangat seperti jaket, celana dan baju panjang,  penutup kepala, dan sarung tangan. Sementara jika Anda akan berenang, celupkan tangan Anda ke dalam air terlebih dahulu dan lihat apakah Anda mengalami reaksi kulit atau tidak.
  • Perhatikan asupan makanan. Untuk sementara waktu, hindari mengonsumsi makanan dan minuman dingin. Hal ini dilakukan guna mencegah gejala alergi dingin yang Anda alami semakin parah, misalnya membengkaknya tenggorokan yang mungkin akan berakibat fatal.
  • Bawa suntikan epinefrin atau adrenalin. Jika dokter Anda meresepkan suntikan epinefrin (EpiPen, Auvi-Q, lainnya), bawalah selalu kemana pun Anda pergi untuk membantu mencegah reaksi serius ketika alergi Anda kambuh.
  • Beri tahu dokter bedah terkait alergi yang Anda miliki sebelum menjalani operasi. Tim bedah dapat mempertimbangkan langkah-langkah terbaik guna mencegah munculnya serangan alergi ketika Anda berada di ruangan operasi.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: September 22, 2016 | Terakhir Diedit: September 3, 2018

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca