backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasi Rambut Bau Apek

Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro · General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Zulfa Azza Adhini · Tanggal diperbarui 29/10/2023

Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasi Rambut Bau Apek

Keluhan rambut bau apek dapat dialami oleh siapa saja. Kondisi ini umumnya terjadi karena tidak menjaga kebersihan rambut dengan benar. Ada juga penyebab lainnya. Ketahui selengkapnya!

Penyebab rambut bau apek

Kenapa rambut bau apek? Pada dasarnya, rambut berbau tidak sedap dapat terjadi karena beberapa alasan, salah satunya adalah karena penumpukan minyak atau sebum di kulit kepala atau karena bakteri.

Berikut daftar penyebab rambut bau tidak sedap.

1. Bakteri dan jamur

cronobacter

Salah satu penyebab rambut bau apek adalah karena bakteri. Produksi minyak atau sebum yang berlebihan di kulit kepala dapat meningkatkan bakteri dan jamur.

Bakteri dan jamur ini kemudian bercampur dengan keringat dan minyak di kulit kepala, sehingga menyebabkan bau tidak sedap pada rambut.

2. Produksi keringat yang berlebih

Produksi keringat yang berlebihan juga dapat menyebabkan rambut berbau tidak sedap. Meningkatnya produksi keringat dapat disebabkan oleh cuaca dan pengaruh hormon.

Mengutip American Society for Microbiology, pada dasarnya, keringat tidak memiliki bau. Namun, keringat dapat menimbulkan bau tidak sedap apabila bercampur dengan bakteri atau mikroorganisme yang terdapat di kulit.

3. Tidak membersihkan rambut

Salah satu penyebab rambut bau apek yang paling umum adalah jarang membersihkan rambut. 

Keramas secara rutin merupakan hal yang penting untuk menghilangkan kotoran atau minyak berlebih di kulit kepala serta sisa sampo atau perawatan rambut.

Jika Anda tidak membersihkan rambut secara rutin, kotoran dan minyak akan menumpuk di kulit kepala, sehingga membuat kulit kepala berbau tidak sedap. 

4. Perubahan hormon

Kulit kepala tidak jauh berbeda dengan kulit pada bagian tubuh lainnya yang memiliki kelenjar untuk menghasilkan minyak (sebum).

Minyak ini berguna untuk melembapkan rambut sekaligus melindungi rambut dari bakteri. Produksi minyak pada kulit kepala juga dipengaruhi oleh hormon.

Umumnya, seseorang yang menginjak masa pubertas akan menghasilkan lebih banyak minyak. Rambut yang berminyak tidak hanya membuat rambut lepek, tetapi juga dapat menyebabkan timbulnya bau tidak sedap. 

5. Kondisi medis tertentu

Bau tidak sedap pada rambut juga dapat terjadi karena kondisi tertentu, seperti ketombe. Penyakit kulit ini ditandai dengan munculnya serpihan kulit berwarna putih di kulit kepala dan rambut.

Belum diketahui secara pasti penyebab utama dari ketombe, tapi kondisi ini diketahui berasal dari jamur Malassezia

Jamur ini dapat bercampur dengan keringat atau minyak di kulit kepala dan menimbulkan bau tidak sedap. Selain itu, kondisi medis seperti psoriasis dan dermatitis seboroik juga dapat membuat rambut bau apek. 

Cara mengatasi rambut bau apek

keramas saat haid

Anda bisa mengikuti cara berikut ini agar rambut tidak bau apek.

1. Bersihkan rambut secara rutin

Salah satu cara untuk mengatasi rambut bau apek adalah dengan membersihkan rambut secara rutin paling tidak 2 – 3 kali seminggu.

Jika Anda memiliki rambut berminyak dan sering melakukan aktivitas yang mengeluarkan keringat, Anda bisa mempertimbangkan untuk mencuci rambut lebih sering.

Kebiasaan tersebut membantu Anda menghindari penumpukan minyak di kulit kepala yang dapat menyebabkan bau apek.

Pastikan untuk menggunakan sampo dan bersihkan seluruh kotoran dan minyak yang menempel di kulit kepala hingga benar-benar bersih. 

2. Menggunakan minyak kelapa

Studi dalam jurnal Scientific Reports mengungkapkan minyak kelapa dapat membantu untuk menurunkan jumlah bakteri atau jamur di kulit kepala yang kerap menyebabkan bau tidak sedap.. 

Cara menggunakan minyak kelapa untuk merawat rambut juga cukup mudah, Anda hanya perlu menyiapkan 2 – 3 sendok makan minyak kelapa dan oleskan secara merata di seluruh kulit kepala.  

Setelah itu, diamkan selama 30 menit hingga minyak kelapa meresap di kulit kepala. Kemudian, bilas menggunakan sampo hingga minyak benar-benar hilang.  

3. Mengaplikasikan lidah buaya

Lidah buaya merupakan bahan alami yang juga dapat digunakan untuk membantu mengatasi rambut bau apek. 

Hal ini karena lidah buaya memiliki komponen antiseptik, berupa salicylic acid, sulfur dan phenol yang dapat membantu untuk melawan infeksi bakteri, virus, maupun jamur di kulit. 

Cara menggunakan lidah buaya untuk rambut juga tidak sulit. Anda hanya perlu menyiapkan gel lidah buaya dan aplikasikan pada kulit kepala Anda. Diamkan sekitar 30 menit dan bilas hingga bersih.

4. Cuka apel

Tidak jauh berbeda dengan minyak kelapa dan lidah buaya, cuka apel juga memiliki sifat antibakteri yang dapat membantu untuk menangkal bakteri maupun jamur di kulit kepala.

Campurkan setengah cangkir cuka apel dengan 2 cangkir air. Selanjutnya, oleskan cuka apel pada rambut. Setelah itu, bilas rambut dengan menggunakan sampo berbahan ringan hingga rambut benar-benar bersih dan tidak bau apek. 

Meskipun bahan alami ini bermanfaat untuk merawat rambut, cuka apel mungkin menyebabkan iritasi kulit pada penderita dermatitis atopik.

5. Pilih sampo yang tepat

Cara menghilangkan bau rambut selanjutnya adalah dengan memilih produk perawatan rambut yang tepat. 

Gunakan sampo antiketombe maupun sampo yang bisa mengurangi produksi minyak di kulit kepala

Hindari produk perawatan rambut seperti sampo atau kondisioner yang memiliki kandungan bahan silikon. 

Silikon dapat menyebabkan penumpukan minyak pada kulit kepala. Hal ini mengakibatkan rambut menjadi mudah lepek dan berbau tidak sedap. 

Itulah beberapa penyebab dan cara mengatasi rambut bau apek. Namun, terkadang perawatan rumahan tidak cukup untuk menghilangkan bau tidak sedap pada rambut, terlebih jika penyebabnya adalah psoriasis kulit kepala atau dermatitis seboroik.

Jika terjadi karena kondisi medis, ada baiknya untuk menghubungi dokter guna mendapatkan perawatan yang tepat. 

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Patricia Lukas Goentoro

General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Zulfa Azza Adhini · Tanggal diperbarui 29/10/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan