Berbeda Dengan Pria, Ini Penyebab Utama Wanita Botak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Rambut adalah mahkota bagi setiap orang, terutama untuk wanita. Maka itu, wanita tidak segan-segan menghabiskan sejumlah uang hanya untuk melakukan perawatan rambut di salon ternama. Meski telah dirawat sedemikian rupa, tapi tidak menutup kemungkinan akan timbul masalah rambut yang umumnya terjadi pada pria, yakni kebotakan. Sebenarnya apa, sih, yang memicu wanita botak?

Apa yang menyebabkan wanita botak?

Rambut yang rontok setiap hari sebenarnya normal terjadi. Namun, kalau helai rambut yang rontok sangat banyak bahkan hingga menyisakan kebotakan di area kepala Anda, tentu tidak bisa dianggap remeh.

Normalnya, helai rambut yang rontok seharusnya digantikan dengan pertumbuhan rambut baru. Namun, ada juga kebotakan yang sulit ditumbuhi rambut kembali padahal banyak yang rontok.

Sebagian besar kasus wanita botak disebabkan oleh alopecia androgenik. Alopecia androgenik adalah kondisi kebotakan pada wanita yang diwariskan secara turun-temurun karena faktor genetik. Gen kebotakan yang diturunkan pada wanita botak bisa didapat dari salah satu ataupun kedua orangtuanya. Sesuai namanya, hormon yang berperan dalam kondisi ini adalah hormon androgen.

Meski jumlah hormon androgen pada wanita tidak sebanyak dalam tubuh pria, tapi hormon ini memiliki berbagai fungsi penting dalam tubuh. Salah satunya dalam proses pertumbuhan rambut.

kebotakan rambut rontok setelah melahirkan

Kondisi medis juga bisa mengakibatkan kebotakan pada wanita

Penyebab wanita botak tidak melulu soal genetika saja. Kondisi medis yang Anda derita pun turut memegang andil sebagai faktor penyebab kebotakan lainnya. Terutama jika kondisi medis tersebut memengaruhi produksi hormon androgen dalam tubuh.

Munculnya tumor pada kelenjar pituitari dan ovarium, yang merupakan tempat dihasilkannya hormon androgen; serta serangan penyakit autoimun seperti alopecia areata, yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang folikel rambut juga bisa menjadi alasan lain wanita botak.

Di samping itu semua, efek samping dari konsumsi obat-obatan tertentu tak kalah sering menyebabkan kerontokan rambut parah yang dapat berujung pada kebotakan.

terkena kanker bertambah

Kebotakan pada wanita berbeda dengan pria

Kebotakan yang terjadi pada pria dan wanita tidak sama persis. Pada wanita botak, tanda awal yang muncul adalah jumlah helai rambut yang tidak setebal biasanya. Anda mungkin juga akan menyadari kalau kulit kepala bisa dengan mudah terlihat karena tidak tertutupi oleh rambut.

Uniknya, meski bisa dialami kapan saja, kebotakan pada wanita ini lebih sering terjadi ketika wanita sudah mulai memasuki usia paruh baya. Di sisi lain, ternyata faktor hormon akibat menopause juga bisa berkontribusi terhadap kebotakan pada wanita.

Fase pertumbuhan rambut baru pada wanita botak biasanya akan jauh lebih lambat. Tidak hanya itu, folikel rambut yang mengalami kebotakan umumnya akan berubah mengecil sehingga menyebabkan pertumbuhan rambut baru tidak sekuat rambut yang normal. Akhirnya, akan berdampak pada rambut yang mudah patah dan sulit untuk tumbuh kembali.

Yang perlu diingat, kebotakan pada wanita ini tidak terjadi di semua bagian kepala secara menyeluruh. Melainkan hanya menimbulkan kekosongan di beberapa area kulit kepala tertentu saja.

Maka itu, bila kerontokan rambut yang Anda alami tidak normal, segera periksa ke dokter. Apalagi jika mulai terlihat beberapa area kulit kepala yang botak. Nantinya dokter yang akan memeriksa apakah Anda mengalami kebotakan atau hanya kerontokan rambut biasa.

Untuk beberapa kasus, dokter biasanya akan meresepkan berbagai obat rambut rontok maupun tindakan medis lainnya guna merangsang pertumbuhan rambut baru. Semakin cepat kondisi Anda ditangani, maka akan semakin kecil pula dampak buruk yang mungkin Anda alami akibat kebotakan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pilihan Cara Mengatasi Kebotakan yang Bisa Dilakukan

Kebotakan atau alopecia bisa dialami oleh siapa saja, bahkan anak-anak sekalipun. Lantas, bagaimana cara mengatasi kebotakan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 23 November 2020 . Waktu baca 6 menit

Alopecia (Kebotakan)

Kebotakan atau alopecia termasuk masalah pada kulit kepala. Cari tahu gejala, penyebab, dan pengobatan kebotakan dalam artikel berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 23 November 2020 . Waktu baca 10 menit

Cara Mencegah Pattern Baldness, Kebotakan yang Umum Terjadi Pada Pria

Mencegah kebotakan pada pria memerlukan ketekunan dan sifat pantang menyerah. Caranya pun tidak sembarangan. Untuk itu, ikuti beberapa tips berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 8 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit

Katanya, Sering Pakai Topi Bisa Bikin Pria Cepat Botak. Benarkah?

Banyak pria yang suka pakai topi karena katanya bikin penampilan makin modis. Namun katanya, ini juga menjadi salah satu penyebab kebotakan pria. Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan Kulit 14 November 2018 . Waktu baca 4 menit



Direkomendasikan untuk Anda

catokan hair straightening cara meluruskan rambut rebonding

Selain Catokan, Inilah Ragam Jenis Cara Meluruskan Rambut

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 24 November 2020 . Waktu baca 7 menit
rambut rontok

Telogen Effluvium (Rambut Rontok Mendadak)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 24 November 2020 . Waktu baca 6 menit
rambut rontok adalah

Rambut Rontok

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 24 November 2020 . Waktu baca 12 menit
rambut-botak

Perawatan Rambut Botak, Apa yang Perlu Diperhatikan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 23 November 2020 . Waktu baca 4 menit